23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seni Rupa Bali dan Persoalan Arsip

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
March 22, 2022
in Esai
Seni Rupa Bali dan Persoalan Arsip

Bekerja pengarsipan tidaklah mudah sebab diperlukan kesabaran, ketelitian, dan pengelompokan data-data yang tepat. Entah mengapa pengarsipan menarik minat saya dan sejak kapan mulai tertarik saya juga kurang begitu ngeh, yang jelas pengarsipan atas dokumen-dokumen berupa foto, tulisan, wawancara, dan video saya masih kumpulkan dalam perangkat keras penyimpanan saya meskipun tentu tidak begitu rapi. Selain dokumentasi digital saya juga mengumpulkan dokumen fisik berupa katalog-katalog pameran seni rupa baik yang saya ambil dan beli pada waktu pameran berlangsung atau yang diberikan setelah acara oleh teman-teman yang berpameran.

Dari catatan waktu dalam arsip seni rupa digital saya tercatat dari tahun 2009 – hari ini berupa dokumentasi pameran dan video, beberapa kali juga sempat saya tuliskan dalam blog pribadi saya akan tetapi kegiatan itu juga tersendat-sendat. Secara personal yang saya rasakan dalam melakukan pendokumentasian seni rupa adalah ketika akan melakukan riset atau penelitian atau bahkan ketika ingin membuat tulisan singkat berupa warkat maka waktu dapat diefisiensikan karena data-data sudah tersedia meskipun data tersebut berupa data awal yang hanya berisi 5-10 foto dokumentasi akan tetapi tentu sangat membantu sekaligus memudahkan diri untuk mengingat pengalaman yang terjadi pada momen data tersebut didapat. Selain itu, untuk arsip berupa video dapat saya manfaatkan sebagai konten untuk diunggah pada platform digital Youtube.

Kegiatan Pengarsipan melalui wawancara oleh Gurat Institute

Pengalaman yang membuat saya ngeh dengan pentingnya pengarsipan adalah pada saat penulisan buku I Gusti Made Deblog bersama Komunitas Gurat Institute yang kini berada dalam divisi Komunitas Gurat Budaya Indonesia. Dokumen-dokumen wawancara dan foto pada tahun 2014-2015 sangat membantu ketika proses pengerjaan buku pada tahun 2020 meski kemudian banyak juga arsip-arsip yang baru kami temukan pada saat itu.

Beruntungnya, apa yang telah terdokumentasikan pada tahun 2014-2015 beberapa sudah tidak ditemukan lagi pada tahun 2020 tersebut, hal itu cukup mengejutkan akan tetapi beruntungnya pengarsipan sebelumnya telah kami dapatkan filenya. Hal yang sama terjadi saat wawancara, dengan narasumber kunci yang sudah semakin menua mengakibatkan daya ingatnya mulai menurun jadi data wawancara terdahulu sangat membantu untuk dilakukan studi perbandingan. Singkat kata, pengarsipan menjadi penting dalam konteks ini sebagai pembanding sekaligus penyelamat ketika objek berupa karya seni yang sebelumnya ada kini sudah tidak ada.

Dalang Banyuning # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [1]

Saya sangat berterimakasih kemudian dengan adanya IVAA (Indonesia Visual Art Archive) berdomisili di Yogyakarta fokus dengan pengarsipannya, melalui arsip digitalnya beberapa katalog pameran Pesta Kesenian Bali pada awal-awal berlangsungnya masih tersedia dan dapat diakses. Dari sini kemudian timbul pertanyaan-pertanyaan mengenai dunia seni rupa dan pengarsipan di Bali.

Kesadaran akan mengarsipkan karya seni oleh seniman sendiri mungkin tidak begitu dianggap penting, meski demikian syukurnya beberapa seniman yang peduli dengan arsipnya menyimpan dengan apik, dibuatkan copy dan dihibahkan kepada Pro-Docs di Komunitas Budaya Gurat Indonesia, meski demikian kesadaran untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna tentu masih sangat kurang, mengingat data yang baru-baru ini terpublish mengenai tingkat kegemaran baca di Indonesia, Bali tidak termasuk ke dalam 10 besarnya. Hal itu menandakan kelemahan di Bali adalah membaca sekaligus efeknya adalah kesadaran untuk mengolah arsip, logikanya adalah untuk dapat menulis maka diperlukan membaca, untuk dapat membaca maka diperlukan sebuah ruang baca dengan ketersediaan bahan bacaan.

Kegiatan Pemilahan Arsip di Gurat Institut

Hal ini juga menjadi indikator mengenai penelitian-penelitian dan publikasi bacaan-bacaan mengenai seni rupa Bali yang tidak banyak tersentuh, mungkin juga akibat dogma bahwa “menjadi seniman ya berkarya seni, menjadi penulis ya menulis, kamu harus pilih salah satu!.” Statement tersebut sering saya dengar diucapkan oleh teman-teman seniman akan tetapi jangan lupa di masa yang dikata seni kontemporer adalah masa ketika lintas disiplin ilmu saling baur membentuk wujudnya kekinian, “artist are painter, photographer, actor, writer, producer,etc”.

Belum lagi persoalan arsip dalam dunia akademik rumpun ilmu seni rupa di Bali, arsip menjadi sesuatu yang dingin untuk di sentuh, apalagi kesadaran mengolahnya, saya teringat dengan salah satu teman semasa study magister tahun 2012, ia ingin mencari data-data baik berupa karya maupun tulisan mengenai gambar wayang Kamasan akan tetapi tidak banyak ia temukan di perpustakaan. Darinya juga saya berfikir tentang pentingnya pengolahan arsip, meski hanya berupa warkat jika itu banyak dan merinci objeknya akan sangat berguna.

Pameran Va(serious) Seni Rupa Undiksha mengapresiasi Ni Tanjung – Arsip Pribadi 2013

Hal lainnya tentu saja persoalan kemudahan mengakses data-data, kemudahan mengakses akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan dunia pengarsipan di Bali yang berdampat pada dunia literasinya. Di Yogyakarta kita dapat menemukan kartu sakti perpustakaan yang hanya dibuat pada satu perpustakaan dan dapat dipergunakan di perpustakaan instansi lainnya sehingga apa yang kit acari di tempat A misalkan maka kita akan dirujuk ke tempat B yang sekiranya koleksinya lebih lengkap.

Sebenarnya masih banyak persoalan pengarsipan dan data-data dalam seni rupa Bali, singat kata untuk mengakhiri tulisan ini bahwa persoalan pengarsipan seni rupa di Bali tidak hanya persoalan mengenai pendokumentasian visual dan pencatatan tertulis akan tetapi menjadi perkara bagaimana menumbuhkan kesadaran guna menghidupkan arsip-arsip yang telah kita kumpulkan. ”Cetana pinaka dilah” – “kesadaran adalah api!!!” [T]

Pohmanis, 21 Maret 2021

Pematung Ida Nyoman Karang dari Griya Kelodan Sawan # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [3]
Tags: arsiparsip seni rupaSeniSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kenapa Hindu Jawa Kuno & Bali Tidak Mentuhankan Sri Krishna?

Next Post

I Dewa Putu Serong | Kisah Sang Pemain Kendang Lanang Pagambuhan Gaya Batuan Gianyar

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
I Dewa Putu Serong | Kisah Sang Pemain Kendang Lanang Pagambuhan Gaya Batuan Gianyar

I Dewa Putu Serong | Kisah Sang Pemain Kendang Lanang Pagambuhan Gaya Batuan Gianyar

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co