24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bergerak dari Arsip Demi Mencapai Berbagai Kemungkinan: Melihat Arsip dalam Laku

Agus Wiratama by Agus Wiratama
March 8, 2022
in Khas
Bergerak dari Arsip Demi Mencapai Berbagai Kemungkinan: Melihat Arsip dalam Laku

diskusi arsip bertajuk “Bergerak dari Arsip Upaya Menuju Kemungkinan” di South Beach—Discovery Shopping Mall, Kuta—Bali.

Kali ini kita akan ngobrol tentang arsip dan berbagai kemungkinan daripadanya. Arsip adalah sebuah pengetahuan dan kita sepakat bahwa arsip adalah akses menuju masa lalu. Mengandaikan pengetahuan masa lalu sebagai suatu bentuk romantisme saja adalah hal yang keliru, sebab manusia selalu memiliki proyeksi atas masa depan, ketika mengakses arsip pun, secara langsung atau tidak kita akan membayangkan atas masa depan.

Dalam Fraksi Epos, pada hari Minggu, 27 Februari 2022, digelar diskusi arsip bertajuk “Bergerak dari Arsip Upaya Menuju Kemungkinan” di South Beach—Discovery Shopping Mall, Kuta—Bali. Fraksi Epos digelar selama dua bulan, dari 5 Februari hingga 27 Maret 2022, diadakan perhelatan kesenian bertajuk Ruang Baur Seni: Fraksi Epos 2022, dengan enam galeri pameran dari sejumlah gerakan seni, diskusi wacana, lokakarya, musik, pertunjukan, dan 100 pelaku kesenian urun daya dalam acara ini.

Wayan Sumahardika dan Jonas Sestrakresna [Foto: Hibat]

Diskusi bertajuk “Bergerak dari Arsip Upaya Menuju Kemungkinan” ini diisi oleh Wayan Sumahardika yang merupakan penulis, sutradara dan pembuat teater asal Ubud, Gianyar, kelahiran 1992. Suma adalah founder Teater Kalangan, sebuah kolektif lintas disiplin pertunjukan berbasis di Denpasar, Bali. Segenap praktik artistiknya bergerak pada persimpangan teater, ragam seni, dan laku sehari-hari sebagai studi budaya. Suma kerap menggunakan pendekatan site-spesific, repertoar arsip, dan spekulatif untuk membangun narasi, pengalaman menonton serta menimbang hubungan pertunjukan dengan kenyataan.

Pembicara kedua dalam diskusi ini adalah Jonas Sestrakresna yang berlatar pendidikan antropologi, dan kini fokus pada seni pertunjukan, dari pertunjukan tradisi hingga subkultur performances. Konsep pertunjukannya adalah prehistoric soul project, sebuah pertunjukan yang merekonstruksi kehidupan melalui multi-media dan berbagai disiplin ilmu. Ia menggunakan metode penelitian arkeologi untuk mengembangkan ide dasar, kisah, dan instalasi arsitektur.

Saya mendapat kesempatan untuk memoderatori kedua pembicara yang memiliki pendekatan penciptaan karya yang berbeda ini. Mereka berbicara perihal arsip berdasarkan kerjanya selama ini, tentang pencarian data pada arsip, pengembangan arsip, jalur arsip, serta alih wahana yang pernah mereka lakukan dalam sejumlah proyek kesenian. Menariknya, baik Jonas maupun Suma, tampaknya memandang arsip dengan luas. Arsip tidak hanya teks tertulis, tidak hanya berbentuk buku, atau berupa foto atau video saja. Lebih dari itu, arsip terdapat dalam tubuh. Dan peserta diskusi tampak seperti pendengar yang diajak masuk pada ruang dapur kerja kedua seniman pertunjukan ini. Suma dengan kerjanya bersama Teater Kalangan dan Jonas dengan usahanya merekonstruksi laku-laku prasejarah.

[Foto: Hibat]

Jonas mengatakan, “Prasejarah memiliki banyak kemungkinan. Kalau berbicara soal prasejarah pasti menyebut …sebelum Masehi. Jadi, tafsir bisa lebih terbuka.” Dalam beberapa garapan, Jonas mencoba meneliti serangga untuk melihat laku-laku purba, dan ia mengakuti ketertarikannya dengan laku prasejarah dilatari oleh ruang tafsir yang luas itu, “Objek prasejarah memberi ruang imajinasi yang luas,” tambahnya.

Hal ini diungkap pula oleh Wayan Sumahardika. Ia mengatakan bahwa arsip bukan sesuatu yang mati, yang tetap sama bila diakses oleh siapa pun. Dengan kata lain, arsip bukan sekadar objek. Maka dari itu, Suma mengandaikan bahwa mengakses arsip sebagai sebuah pertemuan. Intersubjektivitas bekerja di sana. Arsip bergerak secara dinamis, sebab ada konteks lain yang akan mempengaruhi setiap pertemuan antara pengakses dan arsip itu sendiri.

Menariknya, Wayan Sumahardika, yang merupakan seorang sutradara dan pembuat teater ini menebalkan bahwa arsip bukan hanya teks tertulis, foto, atau semacamnya saja. “Arsip seperti itu menutup kemungkinan pada bentuk-bentuk lain. Ada kuasa bekerja di sana,” katanya. Maka dari itu, ia menegaskan bahwa kebiasaan merupakan arsip, semisal jongkok. Ada pengetahuan dalam jongkok, konteks politik, konstrusi tubuh, dan sebagainya. Berhubungan dengan ini, Suma sempat menggarap satu pertunjukan yang berangkat dari jongkok dan teks-teks di sekitarnya dengan judul “The (Famous) Squatting Dance”.

[Foto: Hibat]

Pada satu kasus, kita telah kehilangan berbagai catatan. Kita tahu, banyak intelektual yang kemudian hilang dan dipenjara pada tahun 60-an berikut dengan catatannya. Ketika saya ngobrol dengan Made Susanta, seorang kurator yang juga aktif di Gurat Institute, di salah satu ruang pameran di Fraksi Epos, saya merasa ngilu mendengar satu kisah yang ia ceritakan, di mana para intelektual yang tertangkap pada masa itu, mengubur berbagai buku yang tentunya berisi pengetahuan dan catatan lain. Setelah keluar dari penjara, orang itu menggali kuburan itu, dan buku dan catatan itu telah hancur.

Kita sepakat, bahwa kini arsip memiliki nilai penting atas segala kemungkinannya. Ia menjadi jembatan penghubung antara kini dan yang lalu, meskipun arsip bukanlah satu entitas mati, tetapi memberi ruang tafsir yang barangkali akan berbeda dari satu generasi ke generasi lainnya. Selain itu, dua pelaku seni yang menjadi pembicara ini juga melakukan persiapan untuk hari depan, dengan usaha yang memungkinkan untuk mereka lakukan.

“Kita mempunyai kemungkinan untuk membicarakan cara kerja kita sendiri,” kata Wayan Sumahardika, dan Jonas membuat satu tempat menyimpan properti penting dalam ruangan semacam museum. Dan, kedua seniman ini melakukan pengarsipan, yang tentunya, sekaligus menjadi bahan evaluasi kerja, pembacaan atas metode penciptaan, dan sebagainya.[T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Garam Lokal Desa Les: Dibuat Tradisional, Dikemas Modern, Kini Menuju Dunia Internasional

Next Post

Negara Konoha Perlu Kartu Pra-Ninja | Nostalgia Generasi 2000

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Negara Konoha Perlu Kartu Pra-Ninja | Nostalgia Generasi 2000

Negara Konoha Perlu Kartu Pra-Ninja | Nostalgia Generasi 2000

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co