26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Agility” Bali untuk Lolos dari Disrupsi Pandemi

Gede Suardana by Gede Suardana
February 16, 2022
in Opini
Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

“Yang bertahan hidup bukanlah yang paling kuat, tapi yang paling responsif,” kata Charles Darwin.

Era disrupsi milenial, digital, dan pandemi telah menggilas semua aspek kehidupan yang tidak memiliki agility (kelenturan/kelincahan/luwes) bergerak untuk berdaptasi.

Banyak contoh yang menjadi bukti perusahaan besar yang tidak punya agility akhirnya remuk, perlahan hilang  terdisrupsi.

Blackberry misalnya. Brand handpone yang begitu besar dan digdaya (tak terkalahkan) sekarang punah oleh dirinya sendiri. Ia punah karena tidak mau bergerak untuk relevan dengan kemajuan teklologi digital dan perubahan perilaku penggunanya. Tidak mau berubah menyesuaikan diri dengan komptetitornya.

Blackberry yang begitu angkuh dengan kecanggihan teknologi qwerty-nya justru memandang remeh teknologi layar sentuh milik iphone ketika itu.

Brand yang besar, jejaring yang kuat,  pangsa pasar yang luas membuat ia terlalu percaya diri untuk bisa menggilas teknologi layar sentuh iphone.

Sikap itu tetap dijaga kuat meskipun banyak bermunculnya brand baru di dunia teknologi telepon pintar. Samsung, Oppo, Xiomi, Vivo, hingga raksasa dari Cina Huawei. Mereka berlomba mengadopsi teknologi layar sentuh iphone dengan memanfaatkan teknologi operating system android.

Blackberry mulai tersadar teknologi telah berkembang meninggalkannya. Ia melihat perilaku pengguna telepon pintar berubah meninggalkan qwerty menuju layar sentuh.

Kesadaran Blackberry itu telah terlambat. Dengan posturnya yang kokoh, besar, kuat ditambah keangkuhannya untuk enggan beradaptasi, Blackberry semakin susah bergerak untuk relevan dengan teknologi dan perilaku konsumen. Ia tetap mengadopsi layar qwerty.

Akhirnya, Blackberry menyusul kompetitor lainnya yang telah lebih dahulu punah, seperti Nokia, Sonny, Motorollla, dan Siemens. Itu akibat mereka tidak memiliki agility (kelenturan) dan telah terlambat bergerak. Mereka semua tergilas oleh disrupsi digital dan milenial.

Analogi tadi rasanya bisa jadi cermin Bali menghadapi ancaman bahaya disrupsi Pandemi. Pandemi tidak hanya akan menjadi ancaman kesehatan, tapi yang lebih parah menghacurkan pondasi ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya.

Agility Bali

Perubahan itu kekal. Siapa yang tidak lincah, lentur, adaptif akan tergilas oleh perubahan. Era disrupsi pandemi bersamaan dengan disrupsi digital dan milenial mempercepat proses perubahan itu.

Bali memang telah memiliki daya tahan yang kuat untuk tetap bertahan dari berbagai bencana. Bom Bali I dan II (2002-2005) yang memakan ratusan korban jiwa warga Bali, wisatawan domestik dan mancanegara tidak menggoyahkan pulau dewata.

Hanya saja situasi saat ini beda. Hantaman terhadap pariwisata Bali di era pandemi  berbeda dengan aksi serangan teroris ketika itu.

Era pandemi tidak hanya menuntut daya tahan tinggi tapi kelincahan (agility) yang luar biasa. Gerak yang lentur dan serta adaptasi yang tinggi.

Hanya saja gerak Bali untuk menghadapi disrupsi pandemi sangat terbatas. Tidak tampak kelenturan atau kelincahan (agility = keluwesan) Bali. Hal ini tampak dari kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

Misalnya saja, bagaimana kebijakan pembukaan pariwisata asing ke Bali pasca gelombang kedua varian delta pada bulan Oktober-November 2021. Ketika itu PPKM Bali sudah turun ke level 3. Bali sudah turun dari zona merah ke oranye. Vaksinasi I dan II sudah melampau target 100 persen dari yang dicanangkan.

Pemerintah membuka penerbangan mancanegara ke Bali pada 14 Oktober 2021, namun diberikan embel-embel syarat yang begitu ketat. Kesehatan menjadi syarat utama turis asing ke Bali. Jaminan asuransi kesehatan Rp 1 miliar. Menjalani karantina 5×24 jam begitu tiba di Bali. Selanjutnya menjalani isolasi terpusat jika hasil PCR dinyatakan positif.

Syarat tersebut dirasakan terlampau berat oleh industri pariwisata Bali dan calon wisman. Pemerintah berkilah, aturan PCR dan karantina bagi wisman bertujuan agar Bali tetap aman jelang tahun baru 2022 serta menjelas ajang G-20 di Bali. Meskipin selanjutnya, lokasi side event G-20 dipindahkan dari Bali ke Jakarta.

Kebijakan yang kontras justru dilakukan oleh Pemerintah Thailand. Pada masa yang sama, Thailand membuka negaranya untuk dikunjungi negara lain. Kebijakan ini dikeluarkan 30 Oktober 2021.

Hasilnya, tidak ada kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada masa itu. Jumlah kunjungan wisman ke Bali tahun 2021, hasilnya nyaris nol (53 orang). Bandingkan dengan Thailand, jumlah kunjungan tahun 2020 sebanyak 7 juta dan 2021 mencapai sebanyak 73 ribu orang. “Meski Bali sudah dibuka, belum berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan mancanegara [wisman],” ungkap BPS.

Struktur dan pondasi pariwisata Bali yang besar dan kokoh bisa berbalik menjadi kelemahan. Infrastruktur pariwisata Bali sudah mapan, baik hotel serta daya dukungnya jika tidak digerakkan bersama maka akan menjadi bumerang.

BACA JUGA:

  • Taktik Adu Narasi Valentine vs Tumpek Krulut
  • Lombok Disrupsi Bali?
  • Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

Bali mesti memiliki agility (kecepatan, kelincahan/keluwesan, dan ketepatan) yang dalam menghadapi era disrupsi pandemi. Kecepatan, yaitu kemampuan mendahului pesaing untuk menemukan momentum. Kelincahan, yaitu kemampuan manfaatkan sumber daya secara efektif dan efisien menghadapi disrupsi. Serta ketepatan, yaitu kemampuan menentukan opsi strategi sesuai dengan tantangan dan peluang yang dihadapi.

Jika tidak dapat  beradaptasi dengan era disrupsi pandemi, Bali (masyarakat dan pemerintah) tidak memiliki kelincahan dan adaptasi yang tinggi (agility) maka akan bisa bernasib sama dengan brand besar di dunia. Terlupakan oleh dunia  kemudian lenyap oleh disrupsi dan ketakutan dirinya. Pilihannya, berubah atau punah. [T]

Singaraja, 16/2/2021

Tags: balipandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Paling Muda Paling Tua Menulis Kritik | Dari Diskusi Festival Sastra Bali Modern

Next Post

Anak-anak Berlomba Menulis Aksara Bali | Tim Klungkung Jayanti

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Anak-anak Berlomba Menulis Aksara Bali | Tim Klungkung Jayanti

Anak-anak Berlomba Menulis Aksara Bali | Tim Klungkung Jayanti

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co