6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sandyagita “Ranu Murti”, Kisah Perjalanan Air dalam Nyanyian, Musik dan Tari

tatkala by tatkala
February 3, 2022
in Ulasan
Sandyagita “Ranu Murti”, Kisah Perjalanan Air dalam Nyanyian, Musik dan Tari

Sasolahan sandyagita  “Ranu Murti” ISI Denpasar

Saat alunan suling manis dan denyar renyah dari gamelan semarandana terdengar dari sisi kiri panggung, kita seakan tahu pentas apa yang akan tersuguh di atas panggung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Bali, pada Selasa malam, 1 Februari 2022.

Dan seakan bisa ditebak, dari balik panggung keluar kemudian sederet perempuan dan laki-laki, lalu menari, lalu menanyi. Dari sisi panggung sebelah kiri, alunan semarandana dengan setia mengiringi. Namun mata penonton hampir dipastikan terpusat di atas panggung. Gendang telinga penonton pastilah terfokus pada tembang-temang klasik berbahasa Bali yang benar-benar menghanyutkan hati.

Begitulah sasolahan sandyagita  “Ranu Murti” dimulai. Sasolahan dari Sanggar Seni Bungan Dedari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar itu menjadi penutup dari rangkaian acara pembukaan Bulan Bahasa Bali yang dibuka Gubernur Wayan Koster.

Satu sumber menyebutkan, sandyagita berasal dari gabungan kata sandi (perpaduan), vadya (musik instrumenal), dan gita (seni suara vokal). Jadi, sandyagita merupakan suatu olah garap musikal yang menggabungkan antara konsep seni suara (tembang) dengan konsep seni musik gamelan.

Jadi, pada sandyagita, yang terpenting adalah musik dan nyanyian. Jika pun penyanyinya menggerakkan tubuh dan tangan, itu lebih sebagai semacam komposisi panggung agar tetap enak dipandang mata. Gerakan itu bukan gerakan tari pada umumnya, melainkan hanya sebagai pelengkap dari suara music dan nyanyian.

Sasolahan sandyagita  “Ranu Murti” ISI Denpasar

Namun pada Sandyagita “Ranu Murti” ini tarian digarap dengan cara yang sama seriusnya dengan music dan nyanyian. Tentu saja, karena sandyagita ini digarap untuk menyampaikan sebuah cerita yang cukup panjang tentang air. Tak cukup cerita itu dilantunkan lewat kata-kata Bahasa Bali dalam nyanyian, namun juga digarap menjadi tarian dan adegan-adegan dramatis.

Dikisahkan, Danau Batur sebagai stana Dewa Wisnu Pura Kahyangan Jagat merupakan sumber air kehidupan, mengalir dan merembes bermunculan dalam berbagai mata air baik dalam bentuk danu, klebutan, pancuran, bulakan, dalam berbagai Pura Beji, tempat pasucian manifestasi  personifikasi Dewata.

Dari sumber-sumber mata air seperti ini masyarakat menjadikan tirta suci untuk ritual keagamaan. Penyatuan Sanghyang Tri Murti yakni Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa distanakan dalam pemujaan Pura-pura Patirtan menjadikan masyarakat Hindu dikenal sebagai penganut Agama Tirta.

Dari semburan mata air itu  tersembur juga fungsi, kekuatan peruntukan air suci, baik sebagai tirta anugrah, tirta panglukatan palebur berbagai mala papa pataka kotoran alam buana agung dan juga buana alit.

Disamping itu juga menjadi mata air tanah kehidupan masyarakat, sementara aliran air limbahnya manjadi irigasi pengairan persawahan, tegalan dengan pengelolaan subak system dan budayanya.

Sasolahan sandyagita  “Ranu Murti” ISI Denpasar

Syahdan, kekuatan senjata bajra Dewa Indra menggelegar dalam bentuk pecutan kilat, tatit dan kakuwung sebagai dewa hujan, mampu membasmi keangkaraan Bhuta Durjana bersama pengikutnya yang berniat meracuni air amerta ciptaanNya. Kisah Bhuta Durjana yang tafakur haus akan kekuasaan, kehormatan dan tidak percaya akan keberadaan Tuhan dan menyatakan dirinya adalah yang kuasa patut untuk disembah oleh umat manusia menjadi lenyap oleh kekuatan air suci yang menyembur “Tirta Muncar” tirta amerta anugrah ciptaan Hyang Indra.

Sebagai seorang Yogiswaraning yadnya Sang Kulputih dengan pengikutnya mentaati ajaran keTuhanan memohon kehadapan Dewa Indra agar rakyat terbebas dari keangkaramurkaan manusia-manusia biadab seperti Bhuta Durjana yang diselimuti kegelapan. Dewa Indra sebagai gelegar kilat tatit dan kekuwungnya membuat para petani menjadi sangat senang, karena dari berkah hujanlah kesuksesan petani dapat mewujudkan srada baktinya dengan memuja dan memuliakan air sebagai sumber kehidupan.

Danu Kertih yakni memuliakan sumber mata air sebagai sumber kesejahteraan hidup manusia dan alam semesta, menjadi tuntutan kesadaran untuk tetap menjaga kesucian kualitas kemurnian air sebagai sumber kehidupan.

Cerita yang sarat dengan pesan moral dan pesan tentang penyelamatan lingkungan itulah yang diramu dalam music, tari dan nyanyian, yang digarap dengan cukup apik di panggung Ksirarnawa itu.

Sasolahan sandyagita ini dikoordinatori oleh I Gede Mawan dan didukung sekitar 50 pendukung penembang, penari dan penabuh. Mereka tentu saja tak hanya lihai dalam matembang (menyanyikan ayat-ayat kemuliaan tentang air), tetapi juga piawai menari.

“Yang membedakan dengan sandyagita yang biasa dikenal sebelumnya, yakni ada penokohan drama musikal. Selain menyajikan vokal, tari juga ada perpaduan dengan penayangan elidi yang mendukung suasana adegan,” papar Gede Mawan yang juga Ketua Sanggar Bungan Dedari,  yang juga dosen Karawitan ISI Denpasar ini.

Sasolahan sandyagita  “Ranu Murti” ISI Denpasar

Konseptor garapan, yakni Desak Made Suarti Laksmi, mengemas garapan ini dengan cukup lihai, sehingga tari, nyanyian dan musik terlihat dan terdengar padu. Meski lirik-lirik lagu yang dinyanyikan sulit dimengerti, karena bahasa yang digunakan sepertinya lebih banyak Bahasa Bali atau Jawa Kuno, bukan bahasa Bali keseharian. Namun secara total, sebagai aksi panggung, sasolahan ini bisa disebut berhasil. [T][Ole/*]

Tags: Bulan Bahasa BaliISI Denpasarseni pertunjukan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cinta dan Metafisika Dalam Cerpen “Keris Pengantén” Karya Pande Putu Alit Antara

Next Post

Mengintip Perjalanan Tak Biasa di Balik Layar Mangid Podcast

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Mengintip Perjalanan Tak Biasa di Balik Layar Mangid Podcast

Mengintip Perjalanan Tak Biasa di Balik Layar Mangid Podcast

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co