23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bermain-main Dengan Tuhan Dalam Angka-angka

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
February 2, 2022
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Pikiranku menjadi ucapan,
Ucapanku menentukan laksana,
Laksanaku adalah nasibku…

Tuhan mestinya nol, Ia netral. Bukan angka satu atau sepuluh, bukan pula minus dua, Ia selalu netral, nol. Hanya angka nol yang sendiri. Jika angka satu, masih ada minus satu. Atau kalau angka minus delapan, masih ada angka delapan. Baik angka satu maupun delapan, keduanya selalu punya lawan. Cuma angka nol yang diam, karena tak punya lawan. Tak perlu pula kode minus atau plus, sebab keduanya tak berpengaruh. 

Nol, seakan tak ada, dalam deretan angka nyatanya angka nol jelas tertera. Tiada namun ada. Angka nol seakan tak penting, namun nilainya tak terhingga. Ia syarat dasar ilmu matematika dan matematika mendasari rasio. Rasio adalah bingkai alam semesta. Ia berposisi di tengah-tengah, netral. Ia justru berubah sesuai nilai yang akan kita berikan.

Nol menjadi minus lima jika kita memberinya nilai negatif lima. Sebaliknya menjadi plus lima jika kita menambahkan nilai positif lima. Lalu dengan mudah kita mengembalikannya ke nilai nol dari minus lima dengan menambahkan  nilai positif lima, demikian sebaliknya. Uniknya Ia tak mau dikalikan atau dibagi-bagi. Mau digandakan berapapun atau dibagi berapa saja, Ia tetap nol.

Perkalian, sering memberi hasil yang tak adil. Hanya jika perkalian angka plus dengan plus memberi hasil yang adil yaitu plus. Sisanya, jika perkalian plus dengan minus hasilnya akan memilih minus, sementara perkalian minus dengan minus hasilnya justru menjadi plus. Demikian pula dalam hal pembagian.

Angka-angka yang berurutan sederhana telah menyimpan misteri personafikasi Tuhan. Dengan angka nol, Tuhan tak pernah bisa digandakan atau dibagi.  Itulah ironi yang saat ini manusia lakukan dengan berbagai anasir. Dari propaganda terselubung hingga peperangan terbuka. Sejarah manusia sudah lelah mencatat tragedi perebutan Tuhan yang sesungguhnya nol atau menggandakannya untuk dijual ke sana ke mari. Perkalian dan pembagian adalah sebuah konspirasi.

Hasil perhitungannya adalah keinginan dari kedua angka yang bertransaksi. Jika dua dikalikan tiga hasilnya adalah enam atau jika sepuluh dibagi dua hasilnya adalah lima.  Nol tidak mau berkonspirasi. Dengan tegas, angka berapapun yang hendak melakukan perkalian atau pembagian dengan nol, dihukum menjadi sirna.

Sirna pula yang kita saksikan saat ini di mana bangsa-bangsa yang tak henti-hentinya memperebutkan iman seperti Suriah juga Afghanistan. Fenomena serupa pun kita lihat pada kelompok-kelompok yang hendak berkonspirasi dengan Tuhan untuk mendapatkan keuntungan berlipat-lipat di bidang politik dan kekuasaan. Nyatanya mereka sirna atau suatu saat akan sirna karena tentu saja Tuhan itu nol.

Bangsa-bangsa yang matematika dan statistiknya lebih maju, mereka tak suka bertransaksi dengan Tuhan mungkin karena mereka sudah paham nilai nol pada diri Tuhan. Mereka lebih membumi berinteraksi positif dengan angka-angka lain sebagai personafikasi sesama manusia dan lihatlah hasilnya, angka-angka positif luar biasa. Nama-nama seperti Facebook, Twitter, Google atau Amazon.com adalah transaksi-transaksi yang memberi hasil fantastis.

Dalam tradisi masyarakat timur, termasuk Bali, kita sering mengajak Tuhan untuk berkonspirasi dengan mengajukan kaul atau sesangi kalau di Bali. Ini sangat unik karena cukup banyak yang merasa berhasil mengajak Tuhan untuk bekerjasama dalam hal ini. Yang menarik kemudian adalah jika ada dua petinju bertarung dan keduanya mengajukan kaul, lalu siapa yang akan diterima oleh Tuhan untuk berkonspirasi?

Apakah yang nilai kaulnya lebih besar atau lebih meriah? Bagaimana kemudian cara Tuhan untuk menerima suap tersebut? Karena kocaknya lagi, yang kemudian menikmati kaul tersebut, sebutlah yang dijanjikan adalah persembahan babi guling, akan kembali lagi kepada yang mengajukan kaul tersebut. Fenomena ini memang cukup menggelikan, namun faktanya cukup banyak yang menuturkan berhasil meraih apa yang diharapkannya berkat pertolongan Tuhan melalui kaul yang diajukan.   

Jika angka nol ditambahkan atau dikurangi dengan angka lain, maka hasilnya adalah cuma angka yang digunakan untuk menambah atau mengurangi tersebut saja. Fakta ini seakan-akan memberi tantangan kepada kita, sebuah pertanyaan untuk dijawab, betulkah Tuhan sayang kepada manusia? Bagaimana mungkin, entitas yang bernilai nol hendak menyayangi manusia? Membenci pun tak juga, karena nol itu netral.

Lalu dari mana datangnya bahagia dan penderitaan manusia? Jika kembali kepada transaksi penambahan atau pengurangan berbagai angka-angka dengan angka nol, jelas sekali nilai yang dihasilkan adalah murni berasal dari angka-angka itu sendiri. Satu-satunya cara agar angka-angka lain bisa bersatu dalam nilai nol adalah, ya menjadi nol. Nol ditambah nol atau nol dikurangi nol adalah nol.

Saat kita besujud untuk berdoa, sering kali tanpa kita sadari, masih sering bertransaksi dengan-Nya untuk memperoleh berbagai nilai-nilai positif, tentu saja tidak mau yang negatif. Maka secara imajiner, dalam sujud, bahkan dalam doa-doa yang lebih terbuka ada berbagai permohonan nilai positif yang kita ajukan.

Bukankah jika dari sifat angka-angka, ini justru menjauhkan kita dengan angka nol? Jika demikian, walau untuk sesaat, manusia perlu ke titik nol terlebih dahulu untuk dapat bersenyawa dengan nol yang agung. Pada titik nol ini, faktanya kita dapat melihat dengan netral entitas diri kita sendiri. Netral adalah Tuhan.

Angka-angka, telah sejak lama menyimpan misteri yang asik untuk diungkap dan disibak. Pun untuk bermain-main dengan misteri Tuhan. Namun, sebetulnya pada setiap elemen, fenomena biologis atau kultural, selalu tersimpan misteri tentang Tuhan. Dan rasanya misteri-misteri ini takkan pernah berakhir karena Tuhan sesungguhnya tidak ada, namun ada. [T]

_____

BACA KOLOM DOKTER YANG LAIN DARI PUTU ARYA NUGRAHA

Tags: kesehatanKetuhananmatematikaTuhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bulan Bahasa Bali: Momen Tingkatkan Sikap Positif Terhadap Bahasa Bali

Next Post

Cinta dan Metafisika Dalam Cerpen “Keris Pengantén” Karya Pande Putu Alit Antara

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Cinta dan Metafisika Dalam Cerpen “Keris Pengantén” Karya Pande Putu Alit Antara

Cinta dan Metafisika Dalam Cerpen "Keris Pengantén" Karya Pande Putu Alit Antara

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co