2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bermain-main Dengan Tuhan Dalam Angka-angka

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
February 2, 2022
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Pikiranku menjadi ucapan,
Ucapanku menentukan laksana,
Laksanaku adalah nasibku…

Tuhan mestinya nol, Ia netral. Bukan angka satu atau sepuluh, bukan pula minus dua, Ia selalu netral, nol. Hanya angka nol yang sendiri. Jika angka satu, masih ada minus satu. Atau kalau angka minus delapan, masih ada angka delapan. Baik angka satu maupun delapan, keduanya selalu punya lawan. Cuma angka nol yang diam, karena tak punya lawan. Tak perlu pula kode minus atau plus, sebab keduanya tak berpengaruh. 

Nol, seakan tak ada, dalam deretan angka nyatanya angka nol jelas tertera. Tiada namun ada. Angka nol seakan tak penting, namun nilainya tak terhingga. Ia syarat dasar ilmu matematika dan matematika mendasari rasio. Rasio adalah bingkai alam semesta. Ia berposisi di tengah-tengah, netral. Ia justru berubah sesuai nilai yang akan kita berikan.

Nol menjadi minus lima jika kita memberinya nilai negatif lima. Sebaliknya menjadi plus lima jika kita menambahkan nilai positif lima. Lalu dengan mudah kita mengembalikannya ke nilai nol dari minus lima dengan menambahkan  nilai positif lima, demikian sebaliknya. Uniknya Ia tak mau dikalikan atau dibagi-bagi. Mau digandakan berapapun atau dibagi berapa saja, Ia tetap nol.

Perkalian, sering memberi hasil yang tak adil. Hanya jika perkalian angka plus dengan plus memberi hasil yang adil yaitu plus. Sisanya, jika perkalian plus dengan minus hasilnya akan memilih minus, sementara perkalian minus dengan minus hasilnya justru menjadi plus. Demikian pula dalam hal pembagian.

Angka-angka yang berurutan sederhana telah menyimpan misteri personafikasi Tuhan. Dengan angka nol, Tuhan tak pernah bisa digandakan atau dibagi.  Itulah ironi yang saat ini manusia lakukan dengan berbagai anasir. Dari propaganda terselubung hingga peperangan terbuka. Sejarah manusia sudah lelah mencatat tragedi perebutan Tuhan yang sesungguhnya nol atau menggandakannya untuk dijual ke sana ke mari. Perkalian dan pembagian adalah sebuah konspirasi.

Hasil perhitungannya adalah keinginan dari kedua angka yang bertransaksi. Jika dua dikalikan tiga hasilnya adalah enam atau jika sepuluh dibagi dua hasilnya adalah lima.  Nol tidak mau berkonspirasi. Dengan tegas, angka berapapun yang hendak melakukan perkalian atau pembagian dengan nol, dihukum menjadi sirna.

Sirna pula yang kita saksikan saat ini di mana bangsa-bangsa yang tak henti-hentinya memperebutkan iman seperti Suriah juga Afghanistan. Fenomena serupa pun kita lihat pada kelompok-kelompok yang hendak berkonspirasi dengan Tuhan untuk mendapatkan keuntungan berlipat-lipat di bidang politik dan kekuasaan. Nyatanya mereka sirna atau suatu saat akan sirna karena tentu saja Tuhan itu nol.

Bangsa-bangsa yang matematika dan statistiknya lebih maju, mereka tak suka bertransaksi dengan Tuhan mungkin karena mereka sudah paham nilai nol pada diri Tuhan. Mereka lebih membumi berinteraksi positif dengan angka-angka lain sebagai personafikasi sesama manusia dan lihatlah hasilnya, angka-angka positif luar biasa. Nama-nama seperti Facebook, Twitter, Google atau Amazon.com adalah transaksi-transaksi yang memberi hasil fantastis.

Dalam tradisi masyarakat timur, termasuk Bali, kita sering mengajak Tuhan untuk berkonspirasi dengan mengajukan kaul atau sesangi kalau di Bali. Ini sangat unik karena cukup banyak yang merasa berhasil mengajak Tuhan untuk bekerjasama dalam hal ini. Yang menarik kemudian adalah jika ada dua petinju bertarung dan keduanya mengajukan kaul, lalu siapa yang akan diterima oleh Tuhan untuk berkonspirasi?

Apakah yang nilai kaulnya lebih besar atau lebih meriah? Bagaimana kemudian cara Tuhan untuk menerima suap tersebut? Karena kocaknya lagi, yang kemudian menikmati kaul tersebut, sebutlah yang dijanjikan adalah persembahan babi guling, akan kembali lagi kepada yang mengajukan kaul tersebut. Fenomena ini memang cukup menggelikan, namun faktanya cukup banyak yang menuturkan berhasil meraih apa yang diharapkannya berkat pertolongan Tuhan melalui kaul yang diajukan.   

Jika angka nol ditambahkan atau dikurangi dengan angka lain, maka hasilnya adalah cuma angka yang digunakan untuk menambah atau mengurangi tersebut saja. Fakta ini seakan-akan memberi tantangan kepada kita, sebuah pertanyaan untuk dijawab, betulkah Tuhan sayang kepada manusia? Bagaimana mungkin, entitas yang bernilai nol hendak menyayangi manusia? Membenci pun tak juga, karena nol itu netral.

Lalu dari mana datangnya bahagia dan penderitaan manusia? Jika kembali kepada transaksi penambahan atau pengurangan berbagai angka-angka dengan angka nol, jelas sekali nilai yang dihasilkan adalah murni berasal dari angka-angka itu sendiri. Satu-satunya cara agar angka-angka lain bisa bersatu dalam nilai nol adalah, ya menjadi nol. Nol ditambah nol atau nol dikurangi nol adalah nol.

Saat kita besujud untuk berdoa, sering kali tanpa kita sadari, masih sering bertransaksi dengan-Nya untuk memperoleh berbagai nilai-nilai positif, tentu saja tidak mau yang negatif. Maka secara imajiner, dalam sujud, bahkan dalam doa-doa yang lebih terbuka ada berbagai permohonan nilai positif yang kita ajukan.

Bukankah jika dari sifat angka-angka, ini justru menjauhkan kita dengan angka nol? Jika demikian, walau untuk sesaat, manusia perlu ke titik nol terlebih dahulu untuk dapat bersenyawa dengan nol yang agung. Pada titik nol ini, faktanya kita dapat melihat dengan netral entitas diri kita sendiri. Netral adalah Tuhan.

Angka-angka, telah sejak lama menyimpan misteri yang asik untuk diungkap dan disibak. Pun untuk bermain-main dengan misteri Tuhan. Namun, sebetulnya pada setiap elemen, fenomena biologis atau kultural, selalu tersimpan misteri tentang Tuhan. Dan rasanya misteri-misteri ini takkan pernah berakhir karena Tuhan sesungguhnya tidak ada, namun ada. [T]

_____

BACA KOLOM DOKTER YANG LAIN DARI PUTU ARYA NUGRAHA

Tags: kesehatanKetuhananmatematikaTuhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bulan Bahasa Bali: Momen Tingkatkan Sikap Positif Terhadap Bahasa Bali

Next Post

Cinta dan Metafisika Dalam Cerpen “Keris Pengantén” Karya Pande Putu Alit Antara

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Cinta dan Metafisika Dalam Cerpen “Keris Pengantén” Karya Pande Putu Alit Antara

Cinta dan Metafisika Dalam Cerpen "Keris Pengantén" Karya Pande Putu Alit Antara

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co