23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bermain-main Dengan Tuhan Dalam Angka-angka

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
February 2, 2022
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Pikiranku menjadi ucapan,
Ucapanku menentukan laksana,
Laksanaku adalah nasibku…

Tuhan mestinya nol, Ia netral. Bukan angka satu atau sepuluh, bukan pula minus dua, Ia selalu netral, nol. Hanya angka nol yang sendiri. Jika angka satu, masih ada minus satu. Atau kalau angka minus delapan, masih ada angka delapan. Baik angka satu maupun delapan, keduanya selalu punya lawan. Cuma angka nol yang diam, karena tak punya lawan. Tak perlu pula kode minus atau plus, sebab keduanya tak berpengaruh. 

Nol, seakan tak ada, dalam deretan angka nyatanya angka nol jelas tertera. Tiada namun ada. Angka nol seakan tak penting, namun nilainya tak terhingga. Ia syarat dasar ilmu matematika dan matematika mendasari rasio. Rasio adalah bingkai alam semesta. Ia berposisi di tengah-tengah, netral. Ia justru berubah sesuai nilai yang akan kita berikan.

Nol menjadi minus lima jika kita memberinya nilai negatif lima. Sebaliknya menjadi plus lima jika kita menambahkan nilai positif lima. Lalu dengan mudah kita mengembalikannya ke nilai nol dari minus lima dengan menambahkan  nilai positif lima, demikian sebaliknya. Uniknya Ia tak mau dikalikan atau dibagi-bagi. Mau digandakan berapapun atau dibagi berapa saja, Ia tetap nol.

Perkalian, sering memberi hasil yang tak adil. Hanya jika perkalian angka plus dengan plus memberi hasil yang adil yaitu plus. Sisanya, jika perkalian plus dengan minus hasilnya akan memilih minus, sementara perkalian minus dengan minus hasilnya justru menjadi plus. Demikian pula dalam hal pembagian.

Angka-angka yang berurutan sederhana telah menyimpan misteri personafikasi Tuhan. Dengan angka nol, Tuhan tak pernah bisa digandakan atau dibagi.  Itulah ironi yang saat ini manusia lakukan dengan berbagai anasir. Dari propaganda terselubung hingga peperangan terbuka. Sejarah manusia sudah lelah mencatat tragedi perebutan Tuhan yang sesungguhnya nol atau menggandakannya untuk dijual ke sana ke mari. Perkalian dan pembagian adalah sebuah konspirasi.

Hasil perhitungannya adalah keinginan dari kedua angka yang bertransaksi. Jika dua dikalikan tiga hasilnya adalah enam atau jika sepuluh dibagi dua hasilnya adalah lima.  Nol tidak mau berkonspirasi. Dengan tegas, angka berapapun yang hendak melakukan perkalian atau pembagian dengan nol, dihukum menjadi sirna.

Sirna pula yang kita saksikan saat ini di mana bangsa-bangsa yang tak henti-hentinya memperebutkan iman seperti Suriah juga Afghanistan. Fenomena serupa pun kita lihat pada kelompok-kelompok yang hendak berkonspirasi dengan Tuhan untuk mendapatkan keuntungan berlipat-lipat di bidang politik dan kekuasaan. Nyatanya mereka sirna atau suatu saat akan sirna karena tentu saja Tuhan itu nol.

Bangsa-bangsa yang matematika dan statistiknya lebih maju, mereka tak suka bertransaksi dengan Tuhan mungkin karena mereka sudah paham nilai nol pada diri Tuhan. Mereka lebih membumi berinteraksi positif dengan angka-angka lain sebagai personafikasi sesama manusia dan lihatlah hasilnya, angka-angka positif luar biasa. Nama-nama seperti Facebook, Twitter, Google atau Amazon.com adalah transaksi-transaksi yang memberi hasil fantastis.

Dalam tradisi masyarakat timur, termasuk Bali, kita sering mengajak Tuhan untuk berkonspirasi dengan mengajukan kaul atau sesangi kalau di Bali. Ini sangat unik karena cukup banyak yang merasa berhasil mengajak Tuhan untuk bekerjasama dalam hal ini. Yang menarik kemudian adalah jika ada dua petinju bertarung dan keduanya mengajukan kaul, lalu siapa yang akan diterima oleh Tuhan untuk berkonspirasi?

Apakah yang nilai kaulnya lebih besar atau lebih meriah? Bagaimana kemudian cara Tuhan untuk menerima suap tersebut? Karena kocaknya lagi, yang kemudian menikmati kaul tersebut, sebutlah yang dijanjikan adalah persembahan babi guling, akan kembali lagi kepada yang mengajukan kaul tersebut. Fenomena ini memang cukup menggelikan, namun faktanya cukup banyak yang menuturkan berhasil meraih apa yang diharapkannya berkat pertolongan Tuhan melalui kaul yang diajukan.   

Jika angka nol ditambahkan atau dikurangi dengan angka lain, maka hasilnya adalah cuma angka yang digunakan untuk menambah atau mengurangi tersebut saja. Fakta ini seakan-akan memberi tantangan kepada kita, sebuah pertanyaan untuk dijawab, betulkah Tuhan sayang kepada manusia? Bagaimana mungkin, entitas yang bernilai nol hendak menyayangi manusia? Membenci pun tak juga, karena nol itu netral.

Lalu dari mana datangnya bahagia dan penderitaan manusia? Jika kembali kepada transaksi penambahan atau pengurangan berbagai angka-angka dengan angka nol, jelas sekali nilai yang dihasilkan adalah murni berasal dari angka-angka itu sendiri. Satu-satunya cara agar angka-angka lain bisa bersatu dalam nilai nol adalah, ya menjadi nol. Nol ditambah nol atau nol dikurangi nol adalah nol.

Saat kita besujud untuk berdoa, sering kali tanpa kita sadari, masih sering bertransaksi dengan-Nya untuk memperoleh berbagai nilai-nilai positif, tentu saja tidak mau yang negatif. Maka secara imajiner, dalam sujud, bahkan dalam doa-doa yang lebih terbuka ada berbagai permohonan nilai positif yang kita ajukan.

Bukankah jika dari sifat angka-angka, ini justru menjauhkan kita dengan angka nol? Jika demikian, walau untuk sesaat, manusia perlu ke titik nol terlebih dahulu untuk dapat bersenyawa dengan nol yang agung. Pada titik nol ini, faktanya kita dapat melihat dengan netral entitas diri kita sendiri. Netral adalah Tuhan.

Angka-angka, telah sejak lama menyimpan misteri yang asik untuk diungkap dan disibak. Pun untuk bermain-main dengan misteri Tuhan. Namun, sebetulnya pada setiap elemen, fenomena biologis atau kultural, selalu tersimpan misteri tentang Tuhan. Dan rasanya misteri-misteri ini takkan pernah berakhir karena Tuhan sesungguhnya tidak ada, namun ada. [T]

_____

BACA KOLOM DOKTER YANG LAIN DARI PUTU ARYA NUGRAHA

Tags: kesehatanKetuhananmatematikaTuhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bulan Bahasa Bali: Momen Tingkatkan Sikap Positif Terhadap Bahasa Bali

Next Post

Cinta dan Metafisika Dalam Cerpen “Keris Pengantén” Karya Pande Putu Alit Antara

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Cinta dan Metafisika Dalam Cerpen “Keris Pengantén” Karya Pande Putu Alit Antara

Cinta dan Metafisika Dalam Cerpen "Keris Pengantén" Karya Pande Putu Alit Antara

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co