25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Harian Sugi Lanus: Leluhur Orang Bali adalah Orang India

Sugi Lanus by Sugi Lanus
February 2, 2018
in Esai

Sumber foto google

HASIL penelitian dan pemetaan DNA orang Bali yang dilakukan tim gabungan ahli-ahli dari berbagai universitas di Amerika: Tatiana M. Karafet (University of Arizona), J S. Lansing (University of Arizona), Alan J. Redd (University of Tucson), Svetlana Reznikova (University of Tucson), yang dipublikasikan dengan judul “Balinese Y-Chromosome Perspective on the Peopling of Indonesia: Genetic Contributions from Pre-Neolithic Hunter- Gatherers, Austronesian Farmers, and Indian Traders”, menarik untuk dijadikan pedoman memahami leluhur kita dengan pedoman hasil test pemetaan genetik (bukan gugon tuwon, bukan balian).

Riset genetika melalui test DNA dengan sampling orang Bali ini menunjukkan bahwa secara genetik orang Bali leluhurnya adalah migrasi orang India yang terjadi dari awal abad masehi. Jadi bukannya orang India yang mengajari Hindu kepada orang Bali, tapi orang-orang India yang bermigrasi ke Nusantara/Dvipantara yang menjadi penduduk Bali dan menurunkan penduduk Bali sekarang. Ini terjadi awal abad masehi, bahkan bisa jadi sebelum 1 masehi.

Berikut kutipan akademik hasil pemetaan genetik keterkaitan orang Bali yang leluhurnya orang India.

– Genetic variation on the Y chromosomes of 551 Balinese men to investigate the relative contributions of Austronesian farmers and pre-Neolithic hunter-gatherers to the contemporary Balinese paternal gene pool and to test the hypothesis of recent paternal gene flow from the Indian subcontinent.

– Seventy-one Y-chromosome binary polymorphisms (single nucleotide polymorphisms, SNPs) and 10 Y-chromosome-linked short tandem repeats (STRs) were genotyped on a sample of 1,989 Y chromosomes from 20 populations representing Indonesia (including Bali), southern China, Southeast Asia, South Asia, the Near East, and Oceania.

– SNP genotyping revealed 22 Balinese lineages, 3 of which (O-M95, O-M119, and O-M122) account for nearly 83.7% of Balinese Y chromosomes.

– Phylogeographic analyses suggest that all three major Y-chromosome haplogroups migrated to Bali with the arrival of Austronesian speakers; however, STR diversity patterns associated with these haplogroups are complex and may be explained by multiple waves of Austronesian expansion to Indonesia by different routes.

– Approximately 2.2% of contemporary Balinese Y chromosomes (i.e., K-M9*, K-M230, and M lineages) may represent the pre-Neolithic component of the Indonesian paternal gene pool.

– In contrast, eight other haplogroups (e.g., within H, J, L, and R), making up approximately 12% of the Balinese paternal gene pool, appear to have migrated to Bali from India.

– These results indicate that the Austronesian expansion had a profound effect on the composition of the Balinese paternal gene pool and that cultural transmission from India to Bali was accompanied by substantial levels of gene flow.

Secara kultural bukan hanya India berpengaruh ke Bali tapi para migran dari India yang bermigrasi ke pulau-pulau sepi penghuni seperti Bali dll itu yang menurunkan warga Bali dan kepulauan Nusantara. Dalam naskah-naskah kuno India kepulauan Nusantara disebut sebagai Dvipantara.

Secara genetik orang Bali berkembang lewat pembauran genetika dengan ras Nusantara, ras China, Kamboja, dan ras lainnya. Demikian juga “genetika keagamaan” leluhur Bali mengalami perkembangan dalam sejarahnya yang tiada terpisah dengan pembauran dan pembaharuan.

Riset ini menjadi tempat bercermin kenapa agama India modern dan Hindu di Nusantara punya perbedaan cara perayaan dan punya di Nusantara punya kadar lokalitas yang kuat. Perbedaan ini muncul karena migrasi orang India yang ke Indonesia di awal masehi dengan membawa kepercayaan kuno telah berbaur dengan kepercayaan kuno Dvipantara.

Demikian juga ras India yang ke Nusantara telah berbaur dengan ras Asia lainnya, seperti ras China dan kepulauan Nusantara. Sehingga jika kini kulit dan wajah orang Bali kini cukup berbeda dengan leluhur mereka di abad pertama, demikian juga dengan kepercayaan atau Agama Siwa dan Agama Buddha di Nusantara punya ragam dan variasi yang cukup berbeda dengan di India.

Test atau riset DNA ini juga menjadi pelajaran bersama bahwa pemetaan kawitan/leluhur orang Bali janganlah berhenti pada babad-babad yang baru ditulis paling tua sekitar abad 16 (dan berkembang pesat menulisannya di abad 19 dan 20, juga direka ulang di abad 21).

Belajar dari hasil riset genetika ini, ada baiknya kita mencari leluhur kita tidak mandek dan berhenti pada periode Majapahit. Kita bisa merentang ke masa Borobudur dan Prambanan dibuat, sekitar 7 abad sebelum periode Majapahit. Atau kita menelusur sampai ke awal masehi, 14-15 abad sebelum berdiri Majapahit, seperti yang dikerjakan atau dicontohkan melalui riset genetik para ahli universitas Amerika yang hasilnya telah dikutip di atas.

Di tengah kegandrungan orang Bali mencari leluhur dan kawitan, riset tersebut seolah mencibir kita: “Mencari leluhur, mencari silsilah genetika, raihlah dengan peta genetika. Jika peta genetika ditelusur lewat tutur atau sekedar bualan dukun, yang kita dapat hanya klaim yang tiada berdasar dan sangat lemah kita bisa pegang keabsahannya.

Dan, catatan ujung dari pelajaran yang bisa kita petik dari pemetaan DNA tersebut, dalam DNA kita manusia itu tidak dibedakan atas “kasta”: Mereka dibedakan atas kelenturannya dalam membaur dengan berbagai ras lain. Kelenturan dan keterbukaan ini menjadi ciri khas DNA warga Bali.

Di tubuh dan darah warga Bali ada peta masa lalu yang tidak terpisah dari pembauran, sebagai ciri keterbukaan berhubungan dengan etnis atau ras lain. Di tubuh dan darah orang Bali ada masa lalu panjang merentang ke abad-abad awal masehi yang tidak terkotak-kotak dalam soroh/klan/jaringan kekeluargaan yang tertutup.

Juga, DNA orang Bali menunjukkan leluhur kita adalah petualang antar dataran dan lintas kontinental. Petualangan, pembauran, dan keterbukaan adalah peta DNA orang Bali. Tiga ciri khas ini menarik kita jadikan cermin dalam memandang kawitan kita, pantas diaktivasi kembali dan diteladani.

Apapun komentar dan pemikiran baliknya, tulisan ini menurut saya salah satu tulisan kecil yang bisa merangsang pemikiran besar kita. Tentang siapa kita. Setuju tidak setuju urusan berbeda.

Semoga nanti akan ada peneliti Bali dan Indonesia yang melakukan penelitian sejenis atau dengan disiplin ilmu yang berbeda. Agar lebih holistik lagi hasilnya.
Penelitian ala Bali dengan metodologi Baas Pipis, tetapi dengan kemajuan teknologi perlu juga melakukannya dengan jejak ilmiah. (T)

8 Nopember 2016

Tags: baliDNAindialeluhurorang bali
Share711TweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Dongeng di Kepala Kompyang

Next Post

Ha ha ha, Inilah Kisah Rakyat “Bodoh-bodoh Pintar” di Musim Pilkada

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails
Next Post

Ha ha ha, Inilah Kisah Rakyat “Bodoh-bodoh Pintar” di Musim Pilkada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co