4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Harian Sugi Lanus: Leluhur Orang Bali adalah Orang India

Sugi Lanus by Sugi Lanus
February 2, 2018
in Esai

Sumber foto google

HASIL penelitian dan pemetaan DNA orang Bali yang dilakukan tim gabungan ahli-ahli dari berbagai universitas di Amerika: Tatiana M. Karafet (University of Arizona), J S. Lansing (University of Arizona), Alan J. Redd (University of Tucson), Svetlana Reznikova (University of Tucson), yang dipublikasikan dengan judul “Balinese Y-Chromosome Perspective on the Peopling of Indonesia: Genetic Contributions from Pre-Neolithic Hunter- Gatherers, Austronesian Farmers, and Indian Traders”, menarik untuk dijadikan pedoman memahami leluhur kita dengan pedoman hasil test pemetaan genetik (bukan gugon tuwon, bukan balian).

Riset genetika melalui test DNA dengan sampling orang Bali ini menunjukkan bahwa secara genetik orang Bali leluhurnya adalah migrasi orang India yang terjadi dari awal abad masehi. Jadi bukannya orang India yang mengajari Hindu kepada orang Bali, tapi orang-orang India yang bermigrasi ke Nusantara/Dvipantara yang menjadi penduduk Bali dan menurunkan penduduk Bali sekarang. Ini terjadi awal abad masehi, bahkan bisa jadi sebelum 1 masehi.

Berikut kutipan akademik hasil pemetaan genetik keterkaitan orang Bali yang leluhurnya orang India.

– Genetic variation on the Y chromosomes of 551 Balinese men to investigate the relative contributions of Austronesian farmers and pre-Neolithic hunter-gatherers to the contemporary Balinese paternal gene pool and to test the hypothesis of recent paternal gene flow from the Indian subcontinent.

– Seventy-one Y-chromosome binary polymorphisms (single nucleotide polymorphisms, SNPs) and 10 Y-chromosome-linked short tandem repeats (STRs) were genotyped on a sample of 1,989 Y chromosomes from 20 populations representing Indonesia (including Bali), southern China, Southeast Asia, South Asia, the Near East, and Oceania.

– SNP genotyping revealed 22 Balinese lineages, 3 of which (O-M95, O-M119, and O-M122) account for nearly 83.7% of Balinese Y chromosomes.

– Phylogeographic analyses suggest that all three major Y-chromosome haplogroups migrated to Bali with the arrival of Austronesian speakers; however, STR diversity patterns associated with these haplogroups are complex and may be explained by multiple waves of Austronesian expansion to Indonesia by different routes.

– Approximately 2.2% of contemporary Balinese Y chromosomes (i.e., K-M9*, K-M230, and M lineages) may represent the pre-Neolithic component of the Indonesian paternal gene pool.

– In contrast, eight other haplogroups (e.g., within H, J, L, and R), making up approximately 12% of the Balinese paternal gene pool, appear to have migrated to Bali from India.

– These results indicate that the Austronesian expansion had a profound effect on the composition of the Balinese paternal gene pool and that cultural transmission from India to Bali was accompanied by substantial levels of gene flow.

Secara kultural bukan hanya India berpengaruh ke Bali tapi para migran dari India yang bermigrasi ke pulau-pulau sepi penghuni seperti Bali dll itu yang menurunkan warga Bali dan kepulauan Nusantara. Dalam naskah-naskah kuno India kepulauan Nusantara disebut sebagai Dvipantara.

Secara genetik orang Bali berkembang lewat pembauran genetika dengan ras Nusantara, ras China, Kamboja, dan ras lainnya. Demikian juga “genetika keagamaan” leluhur Bali mengalami perkembangan dalam sejarahnya yang tiada terpisah dengan pembauran dan pembaharuan.

Riset ini menjadi tempat bercermin kenapa agama India modern dan Hindu di Nusantara punya perbedaan cara perayaan dan punya di Nusantara punya kadar lokalitas yang kuat. Perbedaan ini muncul karena migrasi orang India yang ke Indonesia di awal masehi dengan membawa kepercayaan kuno telah berbaur dengan kepercayaan kuno Dvipantara.

Demikian juga ras India yang ke Nusantara telah berbaur dengan ras Asia lainnya, seperti ras China dan kepulauan Nusantara. Sehingga jika kini kulit dan wajah orang Bali kini cukup berbeda dengan leluhur mereka di abad pertama, demikian juga dengan kepercayaan atau Agama Siwa dan Agama Buddha di Nusantara punya ragam dan variasi yang cukup berbeda dengan di India.

Test atau riset DNA ini juga menjadi pelajaran bersama bahwa pemetaan kawitan/leluhur orang Bali janganlah berhenti pada babad-babad yang baru ditulis paling tua sekitar abad 16 (dan berkembang pesat menulisannya di abad 19 dan 20, juga direka ulang di abad 21).

Belajar dari hasil riset genetika ini, ada baiknya kita mencari leluhur kita tidak mandek dan berhenti pada periode Majapahit. Kita bisa merentang ke masa Borobudur dan Prambanan dibuat, sekitar 7 abad sebelum periode Majapahit. Atau kita menelusur sampai ke awal masehi, 14-15 abad sebelum berdiri Majapahit, seperti yang dikerjakan atau dicontohkan melalui riset genetik para ahli universitas Amerika yang hasilnya telah dikutip di atas.

Di tengah kegandrungan orang Bali mencari leluhur dan kawitan, riset tersebut seolah mencibir kita: “Mencari leluhur, mencari silsilah genetika, raihlah dengan peta genetika. Jika peta genetika ditelusur lewat tutur atau sekedar bualan dukun, yang kita dapat hanya klaim yang tiada berdasar dan sangat lemah kita bisa pegang keabsahannya.

Dan, catatan ujung dari pelajaran yang bisa kita petik dari pemetaan DNA tersebut, dalam DNA kita manusia itu tidak dibedakan atas “kasta”: Mereka dibedakan atas kelenturannya dalam membaur dengan berbagai ras lain. Kelenturan dan keterbukaan ini menjadi ciri khas DNA warga Bali.

Di tubuh dan darah warga Bali ada peta masa lalu yang tidak terpisah dari pembauran, sebagai ciri keterbukaan berhubungan dengan etnis atau ras lain. Di tubuh dan darah orang Bali ada masa lalu panjang merentang ke abad-abad awal masehi yang tidak terkotak-kotak dalam soroh/klan/jaringan kekeluargaan yang tertutup.

Juga, DNA orang Bali menunjukkan leluhur kita adalah petualang antar dataran dan lintas kontinental. Petualangan, pembauran, dan keterbukaan adalah peta DNA orang Bali. Tiga ciri khas ini menarik kita jadikan cermin dalam memandang kawitan kita, pantas diaktivasi kembali dan diteladani.

Apapun komentar dan pemikiran baliknya, tulisan ini menurut saya salah satu tulisan kecil yang bisa merangsang pemikiran besar kita. Tentang siapa kita. Setuju tidak setuju urusan berbeda.

Semoga nanti akan ada peneliti Bali dan Indonesia yang melakukan penelitian sejenis atau dengan disiplin ilmu yang berbeda. Agar lebih holistik lagi hasilnya.
Penelitian ala Bali dengan metodologi Baas Pipis, tetapi dengan kemajuan teknologi perlu juga melakukannya dengan jejak ilmiah. (T)

8 Nopember 2016

Tags: baliDNAindialeluhurorang bali
Share711TweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Dongeng di Kepala Kompyang

Next Post

Ha ha ha, Inilah Kisah Rakyat “Bodoh-bodoh Pintar” di Musim Pilkada

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post

Ha ha ha, Inilah Kisah Rakyat “Bodoh-bodoh Pintar” di Musim Pilkada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co