13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Harian Sugi Lanus: Leluhur Orang Bali adalah Orang India

Sugi Lanus by Sugi Lanus
February 2, 2018
in Esai

Sumber foto google

HASIL penelitian dan pemetaan DNA orang Bali yang dilakukan tim gabungan ahli-ahli dari berbagai universitas di Amerika: Tatiana M. Karafet (University of Arizona), J S. Lansing (University of Arizona), Alan J. Redd (University of Tucson), Svetlana Reznikova (University of Tucson), yang dipublikasikan dengan judul “Balinese Y-Chromosome Perspective on the Peopling of Indonesia: Genetic Contributions from Pre-Neolithic Hunter- Gatherers, Austronesian Farmers, and Indian Traders”, menarik untuk dijadikan pedoman memahami leluhur kita dengan pedoman hasil test pemetaan genetik (bukan gugon tuwon, bukan balian).

Riset genetika melalui test DNA dengan sampling orang Bali ini menunjukkan bahwa secara genetik orang Bali leluhurnya adalah migrasi orang India yang terjadi dari awal abad masehi. Jadi bukannya orang India yang mengajari Hindu kepada orang Bali, tapi orang-orang India yang bermigrasi ke Nusantara/Dvipantara yang menjadi penduduk Bali dan menurunkan penduduk Bali sekarang. Ini terjadi awal abad masehi, bahkan bisa jadi sebelum 1 masehi.

Berikut kutipan akademik hasil pemetaan genetik keterkaitan orang Bali yang leluhurnya orang India.

– Genetic variation on the Y chromosomes of 551 Balinese men to investigate the relative contributions of Austronesian farmers and pre-Neolithic hunter-gatherers to the contemporary Balinese paternal gene pool and to test the hypothesis of recent paternal gene flow from the Indian subcontinent.

– Seventy-one Y-chromosome binary polymorphisms (single nucleotide polymorphisms, SNPs) and 10 Y-chromosome-linked short tandem repeats (STRs) were genotyped on a sample of 1,989 Y chromosomes from 20 populations representing Indonesia (including Bali), southern China, Southeast Asia, South Asia, the Near East, and Oceania.

– SNP genotyping revealed 22 Balinese lineages, 3 of which (O-M95, O-M119, and O-M122) account for nearly 83.7% of Balinese Y chromosomes.

– Phylogeographic analyses suggest that all three major Y-chromosome haplogroups migrated to Bali with the arrival of Austronesian speakers; however, STR diversity patterns associated with these haplogroups are complex and may be explained by multiple waves of Austronesian expansion to Indonesia by different routes.

– Approximately 2.2% of contemporary Balinese Y chromosomes (i.e., K-M9*, K-M230, and M lineages) may represent the pre-Neolithic component of the Indonesian paternal gene pool.

– In contrast, eight other haplogroups (e.g., within H, J, L, and R), making up approximately 12% of the Balinese paternal gene pool, appear to have migrated to Bali from India.

– These results indicate that the Austronesian expansion had a profound effect on the composition of the Balinese paternal gene pool and that cultural transmission from India to Bali was accompanied by substantial levels of gene flow.

Secara kultural bukan hanya India berpengaruh ke Bali tapi para migran dari India yang bermigrasi ke pulau-pulau sepi penghuni seperti Bali dll itu yang menurunkan warga Bali dan kepulauan Nusantara. Dalam naskah-naskah kuno India kepulauan Nusantara disebut sebagai Dvipantara.

Secara genetik orang Bali berkembang lewat pembauran genetika dengan ras Nusantara, ras China, Kamboja, dan ras lainnya. Demikian juga “genetika keagamaan” leluhur Bali mengalami perkembangan dalam sejarahnya yang tiada terpisah dengan pembauran dan pembaharuan.

Riset ini menjadi tempat bercermin kenapa agama India modern dan Hindu di Nusantara punya perbedaan cara perayaan dan punya di Nusantara punya kadar lokalitas yang kuat. Perbedaan ini muncul karena migrasi orang India yang ke Indonesia di awal masehi dengan membawa kepercayaan kuno telah berbaur dengan kepercayaan kuno Dvipantara.

Demikian juga ras India yang ke Nusantara telah berbaur dengan ras Asia lainnya, seperti ras China dan kepulauan Nusantara. Sehingga jika kini kulit dan wajah orang Bali kini cukup berbeda dengan leluhur mereka di abad pertama, demikian juga dengan kepercayaan atau Agama Siwa dan Agama Buddha di Nusantara punya ragam dan variasi yang cukup berbeda dengan di India.

Test atau riset DNA ini juga menjadi pelajaran bersama bahwa pemetaan kawitan/leluhur orang Bali janganlah berhenti pada babad-babad yang baru ditulis paling tua sekitar abad 16 (dan berkembang pesat menulisannya di abad 19 dan 20, juga direka ulang di abad 21).

Belajar dari hasil riset genetika ini, ada baiknya kita mencari leluhur kita tidak mandek dan berhenti pada periode Majapahit. Kita bisa merentang ke masa Borobudur dan Prambanan dibuat, sekitar 7 abad sebelum periode Majapahit. Atau kita menelusur sampai ke awal masehi, 14-15 abad sebelum berdiri Majapahit, seperti yang dikerjakan atau dicontohkan melalui riset genetik para ahli universitas Amerika yang hasilnya telah dikutip di atas.

Di tengah kegandrungan orang Bali mencari leluhur dan kawitan, riset tersebut seolah mencibir kita: “Mencari leluhur, mencari silsilah genetika, raihlah dengan peta genetika. Jika peta genetika ditelusur lewat tutur atau sekedar bualan dukun, yang kita dapat hanya klaim yang tiada berdasar dan sangat lemah kita bisa pegang keabsahannya.

Dan, catatan ujung dari pelajaran yang bisa kita petik dari pemetaan DNA tersebut, dalam DNA kita manusia itu tidak dibedakan atas “kasta”: Mereka dibedakan atas kelenturannya dalam membaur dengan berbagai ras lain. Kelenturan dan keterbukaan ini menjadi ciri khas DNA warga Bali.

Di tubuh dan darah warga Bali ada peta masa lalu yang tidak terpisah dari pembauran, sebagai ciri keterbukaan berhubungan dengan etnis atau ras lain. Di tubuh dan darah orang Bali ada masa lalu panjang merentang ke abad-abad awal masehi yang tidak terkotak-kotak dalam soroh/klan/jaringan kekeluargaan yang tertutup.

Juga, DNA orang Bali menunjukkan leluhur kita adalah petualang antar dataran dan lintas kontinental. Petualangan, pembauran, dan keterbukaan adalah peta DNA orang Bali. Tiga ciri khas ini menarik kita jadikan cermin dalam memandang kawitan kita, pantas diaktivasi kembali dan diteladani.

Apapun komentar dan pemikiran baliknya, tulisan ini menurut saya salah satu tulisan kecil yang bisa merangsang pemikiran besar kita. Tentang siapa kita. Setuju tidak setuju urusan berbeda.

Semoga nanti akan ada peneliti Bali dan Indonesia yang melakukan penelitian sejenis atau dengan disiplin ilmu yang berbeda. Agar lebih holistik lagi hasilnya.
Penelitian ala Bali dengan metodologi Baas Pipis, tetapi dengan kemajuan teknologi perlu juga melakukannya dengan jejak ilmiah. (T)

8 Nopember 2016

Tags: baliDNAindialeluhurorang bali
Share711TweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Dongeng di Kepala Kompyang

Next Post

Ha ha ha, Inilah Kisah Rakyat “Bodoh-bodoh Pintar” di Musim Pilkada

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails
Next Post

Ha ha ha, Inilah Kisah Rakyat “Bodoh-bodoh Pintar” di Musim Pilkada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co