22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“World Diabetes Day” : Kenali Lebih Dekat Insulin

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
November 16, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Tanggal 14 November ini diperingati sebagai Hari Diabetes Internasional. Berdasarkan data Internnational Diabetes Federation (IDF), Indonesia berstatus waspada diabetes karena menempati urutan ke-7 dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi. Prevalensi pasien diabetes di tanah air mencapai 6.2 % yang artinya ada lebih dari 10.8 juta orang Indonesia menderita diabetes per tahun 2020. Memang ada kecenderungan kasus diabetes bergeser ke negara-negara di benua Asia dan Afrika.

Masalah lain yang tak kalah genting dan juga berstatus waspada adalah kenyataan bahwa, baru 25% pasien diabetes menyadari penyakitnya. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab mengapa tidak sedikit penderita diabetes baru menyadari dirinya mengidap penyakit gula saat telah mengalami komplikasi serius seperti luka kaki tak kunjung sembuh, kebutaan, stroke atau serangan jantung bahkan gagal ginjal.

Padahal jika diketahui sejak dini dan diterapi dengan optimal, segala komplikasi tersebut dapat dicegah secara signifikan. Harus ada ketaatan dan kemauan kuat penderita diabetes untuk menerapkan terapi terbaik agar pengendalian penyakit diabetes menjadi optimal. Namun jangan pernah lupa, terapi sebaik apapun yang siap kita lakukan, pencegahan selalu merupakan strategi terbaik. 

Bicara soal pencegahan, sudah pernah saya uraikan dalam beberapa tulisan yang berbeda pada kolom ini.  Penyakit diabetes adalah penyakit yang ditentukan oleh berbagai faktor risiko meliputi genetik, tekanan darah, kadar kolesterol, obesitas, emosional, gaya hidup sedentary atau kurang aktif berolahraga dan diet berlebih.

Dengan mengontrol semaksimal mungkin faktor-faktor risiko tersebut, tentu saja selain genetik, maka risiko terkena diabetes akan semakin kecil. Hanya faktor genetik saja tanpa disertai faktor pemicu yang memadai, aspek genetik hanya berhenti pada tataran genotip semata. Sebaliknya, kendatipun tanpa ada faktor bawaan, namun jika ada berbagai faktor risiko lain pada seorang individu, maka risiko akan mengidap penyakit kencing manis bisa menjadi sangat besar. Itulah kemudian penyakit diabetes ini dikenal dengan istilah “didapat”.

Namun saat penyakit diabetes tetap tak dapat dihindarkan, maka pilihan menjalankan terapi sesuai standar adalah pilihan terbaik. Harus selalu dipahami, terapi diabetes bukanlah hanya obat-obatan, namun aspek non medikamentosa pun tak kalah pentingnya. Berbagai aspek non medikamentosa atau non obat-obatan itu mencakup edukasi terkait penyakit diabetes, pola makan, olah raga serta pencegahan kaki luka. Terkait obat-obatan, di era modern ini ada begitu banyak pilihan untuk pasien diabetes. Mulai dari berbagai obat-obatan yang diminum hingga tentu saja insulin.

Pilihan obat minum cukup popular di kalangan masyarakat pengidap diabetes. Namun, kita ketahui bersama, tak sedikit pasien diabetes yang masih resisten atau sulit menerima pemakaian insulin. Harus dipahami, memang ada beberapa keadaan pasien yang disarankan memakai insulin seperti dengan obat minum setelah dosis maksimal kadar gula belum terkontrol.

Keadaan-keadaan lain yang juga sangat tepat menggunakan insulin antara lain penderita diabetes disertai infeksi berat, gangguan fungsi ginjal, diabetes pada kehamilan atau pada kasus diabetes tipe 1 yaitu diabetes sejak anak-anak akibat tubuhnya memang tak bisa menghasilkan insulin. Demikian pula pada penderita diabetes yang mengalami stroke atau serangan jantung sangat baik jika menggunakan insulin.

Efek insulin pada keadaan ini tidak cuma untuk menormalkan kadar gula darah pasien diabetes namun juga dapat memberi efek anti radang yang sangat bermanfaat. Berbagai data telah menunjukkan, pasien-pasien yang diberikan insulin tersebut  lebih cepat keluar rumah sakit. Namun mengapa masih banyak yang takut dengan insulin?

Ada berbagai mitos terkait insulin, misalnya insulin menyebabkan ketagihan atau insulin menyebabkan kerusakan ginjal. Namun memang ada satu alasan obyektif pasien kurang nyaman menggunakan insulin, yaitu karena harus disuntikkan. Jarum dan suntikan memang masih menjadi isu yang menakutkan masyarakat. Maka mitos-mitos demikian mesti diluruskan.

Insulin adalah hormon yang secara alami dihasilkan oleh organ pankreas manusia. Tubuh kita semua menghasilkan insulin yang berguna untuk mengolah makanan yang kita cerna menjadi energi dan cadangan energi untuk hidup kita menjadi sehat dan normal.

Nah, pada pengidap diabetes, tubuhnya tak lagi mampu menghasilkan insulin yang cukup, bahkan ada yang betul-betul gagal. Maka zat gula yang didapatnya dari makanan yang dicerna berhenti hanya sebagai zat gula dalam darahnya. Tak mampu diolah menjadi energi dan cadangan energi. Akibatnya kadar gula darahnya selalu tinggi, badannya lemas tak bertenaga, selalu lapar namun badannya tambah kurus.  Karena itulah pasien tersebut butuh insulin buatan dari luar untuk menggantikan insulin yang gagal dihasilkan tubuhnya.

Boleh dikatakan, insulin itu sama seperti kaki kita. Jika kaki kita buntung, maka tentu saja kita perlu bantuan kaki palsu untuk dapat berjalan kembali. Kaki palsu itulah insulin.

Apakah insulin menyebabkan kerusakan ginjal? Tentu saja tidak. Justru diabetes-lah yang merusak ginjal dan menyebabkan gagal ginjal sampai perlu cuci darah. Maka sudah sangat jelas, dengan semua terapi diabetes termasuk insulin, itu dapat melindungi ginjal.

Lalu, jika dengan manfaat yang sedemikian besar dapat mencegah gagal ginjal, amputasi kaki atau stroke dan serangan jantung, maka nyeri suntikan jarum yang sangat kecil dan dangkal saat penyuntikan insulin menjadi tak sebanding dengan manfaatnya.  Apalagi saat ini metode penyuntikan insulin sudah dibuat menjadi sangat praktis dan sederhana yang dikemas menyerupai pulpen yang bisa dibawa kemana-mana untuk disuntikkan sesaat sebelum makan. Tak perlu lagi ragu-ragu menggunakan insulin jika disarankan dokter untuk mendapatkan kotrol diabetes yang optimal apalagi insulin sudah dijamin oleh negara melalui pelayanan BPJS kesehatan. Salam sehat!    [T]

Tags: diabetesHari Diabetes Internasionalkesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Guru, Sahabat dan Kesenian | Refleksi Putu Sutawijaya di Rumah Maestro Made Wianta di Desa Apuan

Next Post

Dekatkan Seni Rupa Pertunjukan ke Masyarakat | Dan, Sujana Suklu pun Raih Doktor

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Dekatkan Seni Rupa Pertunjukan ke Masyarakat | Dan, Sujana Suklu pun Raih Doktor

Dekatkan Seni Rupa Pertunjukan ke Masyarakat | Dan, Sujana Suklu pun Raih Doktor

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co