23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“World Diabetes Day” : Kenali Lebih Dekat Insulin

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
November 16, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Tanggal 14 November ini diperingati sebagai Hari Diabetes Internasional. Berdasarkan data Internnational Diabetes Federation (IDF), Indonesia berstatus waspada diabetes karena menempati urutan ke-7 dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi. Prevalensi pasien diabetes di tanah air mencapai 6.2 % yang artinya ada lebih dari 10.8 juta orang Indonesia menderita diabetes per tahun 2020. Memang ada kecenderungan kasus diabetes bergeser ke negara-negara di benua Asia dan Afrika.

Masalah lain yang tak kalah genting dan juga berstatus waspada adalah kenyataan bahwa, baru 25% pasien diabetes menyadari penyakitnya. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab mengapa tidak sedikit penderita diabetes baru menyadari dirinya mengidap penyakit gula saat telah mengalami komplikasi serius seperti luka kaki tak kunjung sembuh, kebutaan, stroke atau serangan jantung bahkan gagal ginjal.

Padahal jika diketahui sejak dini dan diterapi dengan optimal, segala komplikasi tersebut dapat dicegah secara signifikan. Harus ada ketaatan dan kemauan kuat penderita diabetes untuk menerapkan terapi terbaik agar pengendalian penyakit diabetes menjadi optimal. Namun jangan pernah lupa, terapi sebaik apapun yang siap kita lakukan, pencegahan selalu merupakan strategi terbaik. 

Bicara soal pencegahan, sudah pernah saya uraikan dalam beberapa tulisan yang berbeda pada kolom ini.  Penyakit diabetes adalah penyakit yang ditentukan oleh berbagai faktor risiko meliputi genetik, tekanan darah, kadar kolesterol, obesitas, emosional, gaya hidup sedentary atau kurang aktif berolahraga dan diet berlebih.

Dengan mengontrol semaksimal mungkin faktor-faktor risiko tersebut, tentu saja selain genetik, maka risiko terkena diabetes akan semakin kecil. Hanya faktor genetik saja tanpa disertai faktor pemicu yang memadai, aspek genetik hanya berhenti pada tataran genotip semata. Sebaliknya, kendatipun tanpa ada faktor bawaan, namun jika ada berbagai faktor risiko lain pada seorang individu, maka risiko akan mengidap penyakit kencing manis bisa menjadi sangat besar. Itulah kemudian penyakit diabetes ini dikenal dengan istilah “didapat”.

Namun saat penyakit diabetes tetap tak dapat dihindarkan, maka pilihan menjalankan terapi sesuai standar adalah pilihan terbaik. Harus selalu dipahami, terapi diabetes bukanlah hanya obat-obatan, namun aspek non medikamentosa pun tak kalah pentingnya. Berbagai aspek non medikamentosa atau non obat-obatan itu mencakup edukasi terkait penyakit diabetes, pola makan, olah raga serta pencegahan kaki luka. Terkait obat-obatan, di era modern ini ada begitu banyak pilihan untuk pasien diabetes. Mulai dari berbagai obat-obatan yang diminum hingga tentu saja insulin.

Pilihan obat minum cukup popular di kalangan masyarakat pengidap diabetes. Namun, kita ketahui bersama, tak sedikit pasien diabetes yang masih resisten atau sulit menerima pemakaian insulin. Harus dipahami, memang ada beberapa keadaan pasien yang disarankan memakai insulin seperti dengan obat minum setelah dosis maksimal kadar gula belum terkontrol.

Keadaan-keadaan lain yang juga sangat tepat menggunakan insulin antara lain penderita diabetes disertai infeksi berat, gangguan fungsi ginjal, diabetes pada kehamilan atau pada kasus diabetes tipe 1 yaitu diabetes sejak anak-anak akibat tubuhnya memang tak bisa menghasilkan insulin. Demikian pula pada penderita diabetes yang mengalami stroke atau serangan jantung sangat baik jika menggunakan insulin.

Efek insulin pada keadaan ini tidak cuma untuk menormalkan kadar gula darah pasien diabetes namun juga dapat memberi efek anti radang yang sangat bermanfaat. Berbagai data telah menunjukkan, pasien-pasien yang diberikan insulin tersebut  lebih cepat keluar rumah sakit. Namun mengapa masih banyak yang takut dengan insulin?

Ada berbagai mitos terkait insulin, misalnya insulin menyebabkan ketagihan atau insulin menyebabkan kerusakan ginjal. Namun memang ada satu alasan obyektif pasien kurang nyaman menggunakan insulin, yaitu karena harus disuntikkan. Jarum dan suntikan memang masih menjadi isu yang menakutkan masyarakat. Maka mitos-mitos demikian mesti diluruskan.

Insulin adalah hormon yang secara alami dihasilkan oleh organ pankreas manusia. Tubuh kita semua menghasilkan insulin yang berguna untuk mengolah makanan yang kita cerna menjadi energi dan cadangan energi untuk hidup kita menjadi sehat dan normal.

Nah, pada pengidap diabetes, tubuhnya tak lagi mampu menghasilkan insulin yang cukup, bahkan ada yang betul-betul gagal. Maka zat gula yang didapatnya dari makanan yang dicerna berhenti hanya sebagai zat gula dalam darahnya. Tak mampu diolah menjadi energi dan cadangan energi. Akibatnya kadar gula darahnya selalu tinggi, badannya lemas tak bertenaga, selalu lapar namun badannya tambah kurus.  Karena itulah pasien tersebut butuh insulin buatan dari luar untuk menggantikan insulin yang gagal dihasilkan tubuhnya.

Boleh dikatakan, insulin itu sama seperti kaki kita. Jika kaki kita buntung, maka tentu saja kita perlu bantuan kaki palsu untuk dapat berjalan kembali. Kaki palsu itulah insulin.

Apakah insulin menyebabkan kerusakan ginjal? Tentu saja tidak. Justru diabetes-lah yang merusak ginjal dan menyebabkan gagal ginjal sampai perlu cuci darah. Maka sudah sangat jelas, dengan semua terapi diabetes termasuk insulin, itu dapat melindungi ginjal.

Lalu, jika dengan manfaat yang sedemikian besar dapat mencegah gagal ginjal, amputasi kaki atau stroke dan serangan jantung, maka nyeri suntikan jarum yang sangat kecil dan dangkal saat penyuntikan insulin menjadi tak sebanding dengan manfaatnya.  Apalagi saat ini metode penyuntikan insulin sudah dibuat menjadi sangat praktis dan sederhana yang dikemas menyerupai pulpen yang bisa dibawa kemana-mana untuk disuntikkan sesaat sebelum makan. Tak perlu lagi ragu-ragu menggunakan insulin jika disarankan dokter untuk mendapatkan kotrol diabetes yang optimal apalagi insulin sudah dijamin oleh negara melalui pelayanan BPJS kesehatan. Salam sehat!    [T]

Tags: diabetesHari Diabetes Internasionalkesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Guru, Sahabat dan Kesenian | Refleksi Putu Sutawijaya di Rumah Maestro Made Wianta di Desa Apuan

Next Post

Dekatkan Seni Rupa Pertunjukan ke Masyarakat | Dan, Sujana Suklu pun Raih Doktor

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Dekatkan Seni Rupa Pertunjukan ke Masyarakat | Dan, Sujana Suklu pun Raih Doktor

Dekatkan Seni Rupa Pertunjukan ke Masyarakat | Dan, Sujana Suklu pun Raih Doktor

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co