24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dewa, Rahma dan Ratna | Dari Tabanan Menimba Ilmu Menimbang Sampah di Buleleng

Gading Ganesha by Gading Ganesha
August 2, 2021
in Khas
Dewa, Rahma dan Ratna | Dari Tabanan Menimba Ilmu Menimbang Sampah di Buleleng

Dewa, Rah,a dan Ratna: tiga anak muda dari Tabanan [Foto-foto Gading Ganesha]

Minggu, 1 Agustus 2021, saya bermain ke gudang sampah Rumah Plastik di Desa Banyuning, Buleleng. Memang hampir setiap hari saya ke tempat itu untuk urusan sampah plastik.

Tapi, pada Minggu itu, ada sesuatu yang berbeda. Di gudang itu saya bertemu tiga sosok anak muda yang tampak asing. Ketiga anak muda itu; dua orang laki-laki dan seorang gadis, terlihat begitu seksama mendengarkan penjelasan dari founder Rumah Plastik, Eka Darmawan.

Saat itu Eka Darmawan sedang menjelaskan tentang sampah yang dikelola di Rumah Plastik, mulai dari jenisnya, mekanisme pengelolaannya,  hingga potensi ekonominya.

Setelah saya tanya Eka,  ternyata tiga anak muda itu memang baru pertama kali datang ke Rumah Plastik.  Mereka bahkan bukan dari Buleleng,  melainkan datang dari Kabupaten Tabanan.

Yang Pertama Dewa Made Adi Darma Rucita yang biasa dipanggil Dewa, asalnya dari Desa Jadi Babakan,  Kecamatan Kediri. Pemuda kelahiran 1994 ini ternyata sudah setahun mengelola sampah di desanya.

Sarjana ekonomi ini melihat ada banyak potensi ekonomi dari usaha sampah sehingga punya niat segera membangun bank sampah. Nama bank sampahnya sendiri sudah ditentukan yaitu Rubbish Bank.

Yang kedua seorang wanita lulusan Undiksha jurusan manajemen,  namanya Ni Made Ratna Dewi. Ia berasal dari Desa Belumbang Kecamatan Kerambitan. Meskipun sudah empat tahun lebih tinggal dan belajar di Buleleng, Ratna ternyata tidak pernah tahu keberadaan Rumah Plastik.

Setelah lulus tahun 2020,   Ratna sempat bekerja sebagai akunting di salah satu rumah makan di Tabanan,  sampai akhirnya bertemu dengan Perbekel Belumbang lalu ditawari untuk ikut menjadi tim manajemen pengelolaan sampah yang akan di bangun di Desa Belumbang.

Gadis berparas manis kelahiran Oktober 1998, kemudian diberi tugas untuk belajar pengelolaan sampah di Rumah Plastik selama 3 hari sedari Jumat hingga Minggu, 1/08/2021.

Yang ketiga, yang termuda, pria kelahiran Mei 2003 ini baru saja lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan di Tabanan.  Namanya I Kadek Rahma Diantara Putra. Sama seperti Ratna, Rahma berasal dari Desa Belumbang, juga mendapat tugas dari Perbekel Desa Belumbang untuk belajar pengelolaan sampah di Rumah Plastik.

Dewa, Ratna Dan Rahma,  hadir di Rumah Plastik untuk belajar pengelolaan sampah. Kedatangan tiga anak muda itu ternyata bukan tiba-tiba begitu saja. Kedatangan mereka merupakan  tindak lanjut dari program kerjasama Rumah Plastik dengan Badan Kerja Sama  Antar Desa (BKAD) Kecamatan Kerambitan dan Yayasan Bali Rare Paduraksa.

“Kami di rumah plastik sudah menjalin kerjasama dengan BKAD Kerambitan untuk membangun tempat pengelolaan sampah non organik yang diberi nama Kedas (Kerambitan Daur Ulang Sampah) lokasinya di desa Belumbang,”  kata Eka.

Ditambahkan Eka, nantinya Kedas ini akan mengelola sampah non organik yang  dihasilkan oleh 15 desa Di Kecamatan Kerambitan.

“Rumah Plastik akan membantu manajemen pengelolaannya selama 2 tahun ke depan di Kedas,  tetapi untuk pengelolaan di sana akan di kerjakan oleh Ratna dan Rahma,” jelas Eka.

Dewa Made Adi Darma Rucita

Ratna dan Rahma  sebagai orang Belumbang akan menjadi manager operasinal di Kedas, meskipun usianya cukup muda tapi sepertinya mereka sangat dipercaya oleh Pemerintah Desa Belumbang dan BKAD Kerambitan untuk memegang operasional di Kedas.

Sementara Dewa mendapat tugas dari Bali Rare Paduraksa untuk mendalami pengelolaan sampah,  sehingga diharapkan akan menjadi pendorong manajemen pengelolaan sampah yang baik di Kecamatan Kediri Tabanan.

Ketika ditanya kenapa mau belajar mengelola sampah sampai ke Buleleng, Dewa menuturkan bahwa dirinya memang sudah sangat tertarik berbisnis sampah setelah lulus kuliah.

“Saya memang senang berbisnis, awalnya ingin mengelola sampah organik dengan mengambil ke rumah-rumah warga, karena sepertinya untungnya lumayan, lalu nyari-nyari info tentang pengelolaan sampah,  sampai bertemu dengan pengelola bank sampah, dari sana awalnya memulai tahun lalu,” ujarnya.

Di awal mengelola sampah, proses dan hasil dirasa belum maksimal, mungkin karena ilmu masih kurang. Untunglah ia bertemu dengan Eka, pemilik Rumah Plastik. Ia jadi tertarik untuk lebih mendalami bagaimana pengelolaan sampah yang optimal sehingga selain potensi ekonominya jadi lebih tinggi,  jenis sampah yang bisa dikelola bisa lebih banyak.

Meskipun sempat ditentang oleh orang tua, setelah mampu menjelaskan hasil dari pengelolaan sampahnya,  Dewa sendiri sudah mendapat dukungan dari keluarga. “Segera setelah selesai pelatihan di Buleleng saya akan membangun bank sampah sendiri,” tekadnya.

Berbeda dengan Dewa yang sudah memiliki pengalaman pengelolaan sampah,  Ratna dan Rahma baru pertama kali terlibat pengelolaan sampah.

Ni Made Ratna Dewi.

Ratna mengatakan, dirinya tidak ada sedikit keraguan meskipun mengelola sampah,  karena di awal dikatakan bahwa ini merupakan program dari kecamatan untuk menangani permasalahan sampah,  jadi dirinya tidak mempermalahkan kerjaannya ngurusin sampah.

“Saya gak ada masalah, Bli, untuk ngurusin sampah. Tak ada gengsi,  keluarga juga mendukung,” ujar Ratna.

Ratna bercerita soal pengalamannya ketika bekerja di rumah makan. Memang sudah diberlakukan kebijakan pengurangan plastik sekali pakai,  tapi dalam pelaksanaannya belumlah efektif.

“Kasian juga jika ada pembeli yang lupa membawa totebag atau tas kantong makanan, ketika belanja jadi terlihat kerepotan. Artinya kantong kresek masih diperlukan,  saya pikir gak bisa kalau hanya dengan kebijakan tersebut, tetapi harus ada solusi lain juga seperti pengelolaan daur ulang sampah,” kata gadis yang hobi olahraga ini.

Yang membuat Ratna agak tegang adalah waktu untuk belajar pengelolaannya sampah sangat terbatas hanya 3 hari dan harus sudah bisa.

Memang Kedas ditargetkan oleh Eka dan BKAD Kerambitan Sudah mulai beroperasional sebelum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2021,  sehingga mau tidak mau Ratna dan Rahma harus sudah memahami SOP pengelolaan sampah untuk di Kedas.

I Kadek Rahma Diantara Putra

Lalu bagaiamana dengan Rahma,  pemuda 18 tahun ini memang yang paling pendiam,  lebih banyak menyimak saja. Rahma menyampaikan bahwa tidak ada rasa malu mengelola sampah,  karena tujuannya bekerja dan juga bisa berbuat untuk menjaga lingkungan di desa.

“Setelah lulus saya niatnya memang bisa langsung mencari pekerjaan, Bli,  jadi tidak masalah ngurus sampah dan terlihat kotor, apalagi bisa bekerja di desa sendiri,” kata Rahma, 

Rahma tampak begitu menikmati hari-harinya di Buleleng, karena baru pertama kali ke Buleleng.

“Ini pertama kali ke Buleleng, Bli, terus ketemu temen-temen pengelola sampah dari Buleleng, Logat bicara orang Buleleng menurut saya menarik,” jelasnya.

Berbeda dengan Dewa yang memang sudah punya pengalaman berkecimpung terlihat memang seperti sudah terbiasa. Dia terlihat begitu antusias ketika tahu semua harga-harga dari sampah plastik yang ada setelah proses pemilahan.

Lalu Ratna dan Rahma meski baru pertama kali berada di tempat pengelolaan sampah,  tampak tidak begitu canggung juga berada di tempat sampah di gudang unit Rumah Plastik. Mereka begitu cepat bergaul dengan para pemilah sampah dan ikut belajar memilah sampah dengan sepenuh hati. [T] 

Faunder Rumah Plastik Eka Darmawan bersama Dewa, Rahma dan Ratna
Tags: bulelengdaur ulang sampah plastikKediriKerambitanlingkunganRumah PlastikSampahsampah plastiktabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pengurus Satupena Demisioner: Rapat Luar Biasa Anggota Hasilkan Keputusan Strategis

Next Post

Pameran Pertukaran Seni Internasional ke-20 Jepang | Pasangan Arya Dedok dan Grace Wakili Indonesia

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Pertukaran Seni Internasional ke-20 Jepang | Pasangan Arya Dedok dan Grace Wakili Indonesia

Pameran Pertukaran Seni Internasional ke-20 Jepang | Pasangan Arya Dedok dan Grace Wakili Indonesia

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co