23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gara-gara Kutukan dan Sumpah | Sejumlah Kisah Tentang Ajal

Yogi Dwi Pradana by Yogi Dwi Pradana
July 15, 2021
in Esai
Gara-gara Kutukan dan Sumpah | Sejumlah Kisah Tentang Ajal

Potongan gambar youtube: Wayang kulit Abimanyu Gugur dengan dalang Ki Seno Nugroho

Kejadian fatal gara-gara kutukan dan sumpah sering terjadi. Ketika seseorang mengucapkan sebuah kutukan dan sumpah tentu akan menanggung risiko. Konsekuensi dari melakukan perbuatan tentu adalah menerima hasil timbal balik dari perbuatan tersebut. Sejak zaman dulu sudah ada istilah untuk melakukan ucapan-ucapan perjanjian semacam itu. Namun, sering gara-gara sumpah yang berat malah merepotkan diri sendiri.

Membicarakan tentang dunia wayang tidak akan pernah ada habisnya. Mahabharata dan Ramayana sama-sama seru untuk diperbincangkan dalam setiap sesi. Terlebih ketika mengungkit beberapa kutukan dan sumpah yang terjadi pada cerita pewayangan Mahabharata dan Ramayana yang pernah terjadi. Beberapa kisah mungkin memang pernah terdengar, tapi tentu ada sumpah-sumpah yang masih asing dan belum diketahui oleh banyak orang.

Perang yang sering bergemuruh dalam cerita pewayangan merupakan bagian dari aksi kutukan yang diterima oleh pelaku atau pun keturunan. Apakah benar kutukan dan sumpah bisa diwariskan? Ya, benar. Kutukan dan sumpah bisa saja turun-temurun kepada pihak yang saling berkaitan. Jadi, apabila ingin mengucapkan sumpah dan kutukan sebaiknya lebih berhati-hati dan dipikir lebih matang terlebih dahulu. Berikut akan dituliskan kisah sumpah dan kutukan dari lakon pewayangan Mahabharata dan Ramayana.

1.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Kematian Sumantri Tiba

Konflik antara kakak dan adik kandung yang terjadi secara tidak sengaja ini tentu sudah banyak diketahui oleh banyak orang. Konflik ini ada di dalam cerita Ramayana. Ketika Sumantri berhasil diangkat menjadi patih oleh Prabu Arjunasasra, adiknya (Sukasrana) yang berwujud raksasa kecil ingin ikut ke Maespati, tapi Sumantri membala karena malu punya adik seperti Sukasrana.

Sumantri menakut-nakuti Sukasrana dengan anak panah, tapi karena lengah anak panah tersebut terlepas dan membunuh Sukasrana. Sukasrana yang merasa dirinya sakit hati mengetahui perlakuan kakaknya bersumpah sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Sukasrana mengutuk bahwa Sumantri akan mati oleh taring raja raksasa. Kematian Sukasrana tersebut menjadi awal mula kisah kutukan dan ternyata isi kutukan itu benar. Sumantri mati dengan gigitan taring Rahwana yang dirasuki oleh roh Sukasrana.

2.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Kumbakarna Gugur

Gara-gara kutukan leluhur kematian Kumbakarna terjadi dengan mengenaskan. Kumbakarna yang berperang bukan karena membela angkara murka yang dimiliki kakaknya (Rahwana), tapi ia berangkat berperang karena demi membela Alengka. Kumbakarna tidak menemukan lawan yang sebanding sama sekali dalam perang tersebut, banyak pasukan dari Ramawijaya yang gugur di tangan Kumbakarna.

Namun, akibat seorang Wibisana yang mengetahui kelemahan Rahwana, Ramawijaya dan Leksmana berhasil menumpas Rahwana dan memanah tubuh Rahwana hingga terlepas satu persatu. Konon, kekalahan Rahwana dan tubuhnya yang lepas satu persatu tersebut karena kutukan yang dilontarkan Jambumangli. Sebagai upaya penebusan dosa Resi Wisrawa (ayah Kumbakarna) yang menghancurkan tubuh Jambumangli hingga berkeping-keping.

3.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Bisma Dijemput Takdir

Bisma adalah seorang senapati Kurawa yang sangat tangguh. Kelihaiannya di medan perang sudah tak perlu diragukan lagi. Bisma yang menjada senapati Kurawa berhasil melumpuhkan senapati agung pandawa, yaitu Resi Seta. Tak tanggung-tanggung, dua pengapit Bisma juga berhasil menumbangkan Utara dan Wratsangka. Bisma terus maju dan memimpin pasukan Kurawa untuk mengobrak-abrik pasukan Pandawa dengan brutal.

Namun, ketika ingin masuk ke dalam pasukan Pandawa yang lebih dalam, Bisma dihadang oleh seorang perempuan yang didamping oleh seorang laki-laki. Perempuan tersebut adalah Dewi Srikandi dan laki-laki tersebut adalah Arjuna (suami Dewi Srikandi). Bisma tak terkejut sama sekali dengan hadangan tersebut. Ia menjemput takdir kematian. Bisma teringat kepada ucapan Dewi Amba yang dulu pernah menuturkan bagaimana kematian Bisma datang sebelum ajal Dewi Amba tiba.

4.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Abimanyu Senapati Pandawa Tumbang

Gara-gara kutukan dan sumpah Mahabharata membuat seorang senapati Pandawa tumbang di medan perang. Abimanyu yang gagah perkasa tewas karena masuk ke dalam jebakan Kurawa. Kurawa yang awalnya kewalahan menghadapi kelihaian Abimanyu memacu kuda dan menghunuskan senjata, mengatur siasat untuk menjebak Abimanyu. Kini, Abimanyu terjebak dan badannya penuh dengan hujaman senjata dari kubu Kurawa.

Konon, kematian Abimanyu tersebut karena kutukan dari Dewi Utara (istri Abimanyu) yang tidak terima karena dibohongi. Abimanyu berkata kepada Dewi Utara bahwa dirinya masih jejaka, tapi ternyata Abimanyu sudah beristrikan seorang Dewi Siti Sendari. Hal ini membuat Dewi Utara melontarkan kutukan yang isinya kurang lebih nantinya Abimanyu akan mati dalam perang Bharatayuda dalam keadaan badannya penuh rajam dari musuh. Al hasil itu benar terjadi pada Abimanyu.

Dari kisah di atas menceritakan kutukan dan sumpah yang benar-benar terjadi. Perihal gara-gara kutukan dan sumpah Ramayana tersebut bisa diambil pelajaran berharga di dalamnya. Serta, kutukan dan sumpah yang terjadi di penceritaan Mahabharata pun bisa diambil pelajaran yang baik-baik. Kisah pewayangan tersebut bisa saja terjadi di kehidupan nyata di era sekarang ini, maka dalam melakukan ucapan sebaiknya berhati-hati. Pada dasarnya gara-gara kutukan dan sumpah bisa menjadi pengantar maut yang mengenaskan. [T]

Yogyakarta, 15 Juli 2021.

Tags: ceritakisah pewayanganrenunganwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Next Post

Potensi Guna Kumbang Koksi | Lukisan Sahabat Petani Nyoman Diwarupa

Yogi Dwi Pradana

Yogi Dwi Pradana

Seorang editor di sebuah penerbitan di Yogyakarta. Tinggal di Yogyakarta. Beberapa karyanya pernah dimuat di media cetak dan online. Bisa disapa melalui IG: @yogidwipradana.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Potensi Guna Kumbang Koksi | Lukisan Sahabat Petani Nyoman Diwarupa

Potensi Guna Kumbang Koksi | Lukisan Sahabat Petani Nyoman Diwarupa

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co