24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gara-gara Kutukan dan Sumpah | Sejumlah Kisah Tentang Ajal

Yogi Dwi Pradana by Yogi Dwi Pradana
July 15, 2021
in Esai
Gara-gara Kutukan dan Sumpah | Sejumlah Kisah Tentang Ajal

Potongan gambar youtube: Wayang kulit Abimanyu Gugur dengan dalang Ki Seno Nugroho

Kejadian fatal gara-gara kutukan dan sumpah sering terjadi. Ketika seseorang mengucapkan sebuah kutukan dan sumpah tentu akan menanggung risiko. Konsekuensi dari melakukan perbuatan tentu adalah menerima hasil timbal balik dari perbuatan tersebut. Sejak zaman dulu sudah ada istilah untuk melakukan ucapan-ucapan perjanjian semacam itu. Namun, sering gara-gara sumpah yang berat malah merepotkan diri sendiri.

Membicarakan tentang dunia wayang tidak akan pernah ada habisnya. Mahabharata dan Ramayana sama-sama seru untuk diperbincangkan dalam setiap sesi. Terlebih ketika mengungkit beberapa kutukan dan sumpah yang terjadi pada cerita pewayangan Mahabharata dan Ramayana yang pernah terjadi. Beberapa kisah mungkin memang pernah terdengar, tapi tentu ada sumpah-sumpah yang masih asing dan belum diketahui oleh banyak orang.

Perang yang sering bergemuruh dalam cerita pewayangan merupakan bagian dari aksi kutukan yang diterima oleh pelaku atau pun keturunan. Apakah benar kutukan dan sumpah bisa diwariskan? Ya, benar. Kutukan dan sumpah bisa saja turun-temurun kepada pihak yang saling berkaitan. Jadi, apabila ingin mengucapkan sumpah dan kutukan sebaiknya lebih berhati-hati dan dipikir lebih matang terlebih dahulu. Berikut akan dituliskan kisah sumpah dan kutukan dari lakon pewayangan Mahabharata dan Ramayana.

1.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Kematian Sumantri Tiba

Konflik antara kakak dan adik kandung yang terjadi secara tidak sengaja ini tentu sudah banyak diketahui oleh banyak orang. Konflik ini ada di dalam cerita Ramayana. Ketika Sumantri berhasil diangkat menjadi patih oleh Prabu Arjunasasra, adiknya (Sukasrana) yang berwujud raksasa kecil ingin ikut ke Maespati, tapi Sumantri membala karena malu punya adik seperti Sukasrana.

Sumantri menakut-nakuti Sukasrana dengan anak panah, tapi karena lengah anak panah tersebut terlepas dan membunuh Sukasrana. Sukasrana yang merasa dirinya sakit hati mengetahui perlakuan kakaknya bersumpah sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Sukasrana mengutuk bahwa Sumantri akan mati oleh taring raja raksasa. Kematian Sukasrana tersebut menjadi awal mula kisah kutukan dan ternyata isi kutukan itu benar. Sumantri mati dengan gigitan taring Rahwana yang dirasuki oleh roh Sukasrana.

2.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Kumbakarna Gugur

Gara-gara kutukan leluhur kematian Kumbakarna terjadi dengan mengenaskan. Kumbakarna yang berperang bukan karena membela angkara murka yang dimiliki kakaknya (Rahwana), tapi ia berangkat berperang karena demi membela Alengka. Kumbakarna tidak menemukan lawan yang sebanding sama sekali dalam perang tersebut, banyak pasukan dari Ramawijaya yang gugur di tangan Kumbakarna.

Namun, akibat seorang Wibisana yang mengetahui kelemahan Rahwana, Ramawijaya dan Leksmana berhasil menumpas Rahwana dan memanah tubuh Rahwana hingga terlepas satu persatu. Konon, kekalahan Rahwana dan tubuhnya yang lepas satu persatu tersebut karena kutukan yang dilontarkan Jambumangli. Sebagai upaya penebusan dosa Resi Wisrawa (ayah Kumbakarna) yang menghancurkan tubuh Jambumangli hingga berkeping-keping.

3.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Bisma Dijemput Takdir

Bisma adalah seorang senapati Kurawa yang sangat tangguh. Kelihaiannya di medan perang sudah tak perlu diragukan lagi. Bisma yang menjada senapati Kurawa berhasil melumpuhkan senapati agung pandawa, yaitu Resi Seta. Tak tanggung-tanggung, dua pengapit Bisma juga berhasil menumbangkan Utara dan Wratsangka. Bisma terus maju dan memimpin pasukan Kurawa untuk mengobrak-abrik pasukan Pandawa dengan brutal.

Namun, ketika ingin masuk ke dalam pasukan Pandawa yang lebih dalam, Bisma dihadang oleh seorang perempuan yang didamping oleh seorang laki-laki. Perempuan tersebut adalah Dewi Srikandi dan laki-laki tersebut adalah Arjuna (suami Dewi Srikandi). Bisma tak terkejut sama sekali dengan hadangan tersebut. Ia menjemput takdir kematian. Bisma teringat kepada ucapan Dewi Amba yang dulu pernah menuturkan bagaimana kematian Bisma datang sebelum ajal Dewi Amba tiba.

4.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Abimanyu Senapati Pandawa Tumbang

Gara-gara kutukan dan sumpah Mahabharata membuat seorang senapati Pandawa tumbang di medan perang. Abimanyu yang gagah perkasa tewas karena masuk ke dalam jebakan Kurawa. Kurawa yang awalnya kewalahan menghadapi kelihaian Abimanyu memacu kuda dan menghunuskan senjata, mengatur siasat untuk menjebak Abimanyu. Kini, Abimanyu terjebak dan badannya penuh dengan hujaman senjata dari kubu Kurawa.

Konon, kematian Abimanyu tersebut karena kutukan dari Dewi Utara (istri Abimanyu) yang tidak terima karena dibohongi. Abimanyu berkata kepada Dewi Utara bahwa dirinya masih jejaka, tapi ternyata Abimanyu sudah beristrikan seorang Dewi Siti Sendari. Hal ini membuat Dewi Utara melontarkan kutukan yang isinya kurang lebih nantinya Abimanyu akan mati dalam perang Bharatayuda dalam keadaan badannya penuh rajam dari musuh. Al hasil itu benar terjadi pada Abimanyu.

Dari kisah di atas menceritakan kutukan dan sumpah yang benar-benar terjadi. Perihal gara-gara kutukan dan sumpah Ramayana tersebut bisa diambil pelajaran berharga di dalamnya. Serta, kutukan dan sumpah yang terjadi di penceritaan Mahabharata pun bisa diambil pelajaran yang baik-baik. Kisah pewayangan tersebut bisa saja terjadi di kehidupan nyata di era sekarang ini, maka dalam melakukan ucapan sebaiknya berhati-hati. Pada dasarnya gara-gara kutukan dan sumpah bisa menjadi pengantar maut yang mengenaskan. [T]

Yogyakarta, 15 Juli 2021.

Tags: ceritakisah pewayanganrenunganwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Next Post

Potensi Guna Kumbang Koksi | Lukisan Sahabat Petani Nyoman Diwarupa

Yogi Dwi Pradana

Yogi Dwi Pradana

Seorang editor di sebuah penerbitan di Yogyakarta. Tinggal di Yogyakarta. Beberapa karyanya pernah dimuat di media cetak dan online. Bisa disapa melalui IG: @yogidwipradana.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Potensi Guna Kumbang Koksi | Lukisan Sahabat Petani Nyoman Diwarupa

Potensi Guna Kumbang Koksi | Lukisan Sahabat Petani Nyoman Diwarupa

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co