14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gara-gara Kutukan dan Sumpah | Sejumlah Kisah Tentang Ajal

Yogi Dwi Pradana by Yogi Dwi Pradana
July 15, 2021
in Esai
Gara-gara Kutukan dan Sumpah | Sejumlah Kisah Tentang Ajal

Potongan gambar youtube: Wayang kulit Abimanyu Gugur dengan dalang Ki Seno Nugroho

Kejadian fatal gara-gara kutukan dan sumpah sering terjadi. Ketika seseorang mengucapkan sebuah kutukan dan sumpah tentu akan menanggung risiko. Konsekuensi dari melakukan perbuatan tentu adalah menerima hasil timbal balik dari perbuatan tersebut. Sejak zaman dulu sudah ada istilah untuk melakukan ucapan-ucapan perjanjian semacam itu. Namun, sering gara-gara sumpah yang berat malah merepotkan diri sendiri.

Membicarakan tentang dunia wayang tidak akan pernah ada habisnya. Mahabharata dan Ramayana sama-sama seru untuk diperbincangkan dalam setiap sesi. Terlebih ketika mengungkit beberapa kutukan dan sumpah yang terjadi pada cerita pewayangan Mahabharata dan Ramayana yang pernah terjadi. Beberapa kisah mungkin memang pernah terdengar, tapi tentu ada sumpah-sumpah yang masih asing dan belum diketahui oleh banyak orang.

Perang yang sering bergemuruh dalam cerita pewayangan merupakan bagian dari aksi kutukan yang diterima oleh pelaku atau pun keturunan. Apakah benar kutukan dan sumpah bisa diwariskan? Ya, benar. Kutukan dan sumpah bisa saja turun-temurun kepada pihak yang saling berkaitan. Jadi, apabila ingin mengucapkan sumpah dan kutukan sebaiknya lebih berhati-hati dan dipikir lebih matang terlebih dahulu. Berikut akan dituliskan kisah sumpah dan kutukan dari lakon pewayangan Mahabharata dan Ramayana.

1.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Kematian Sumantri Tiba

Konflik antara kakak dan adik kandung yang terjadi secara tidak sengaja ini tentu sudah banyak diketahui oleh banyak orang. Konflik ini ada di dalam cerita Ramayana. Ketika Sumantri berhasil diangkat menjadi patih oleh Prabu Arjunasasra, adiknya (Sukasrana) yang berwujud raksasa kecil ingin ikut ke Maespati, tapi Sumantri membala karena malu punya adik seperti Sukasrana.

Sumantri menakut-nakuti Sukasrana dengan anak panah, tapi karena lengah anak panah tersebut terlepas dan membunuh Sukasrana. Sukasrana yang merasa dirinya sakit hati mengetahui perlakuan kakaknya bersumpah sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Sukasrana mengutuk bahwa Sumantri akan mati oleh taring raja raksasa. Kematian Sukasrana tersebut menjadi awal mula kisah kutukan dan ternyata isi kutukan itu benar. Sumantri mati dengan gigitan taring Rahwana yang dirasuki oleh roh Sukasrana.

2.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Kumbakarna Gugur

Gara-gara kutukan leluhur kematian Kumbakarna terjadi dengan mengenaskan. Kumbakarna yang berperang bukan karena membela angkara murka yang dimiliki kakaknya (Rahwana), tapi ia berangkat berperang karena demi membela Alengka. Kumbakarna tidak menemukan lawan yang sebanding sama sekali dalam perang tersebut, banyak pasukan dari Ramawijaya yang gugur di tangan Kumbakarna.

Namun, akibat seorang Wibisana yang mengetahui kelemahan Rahwana, Ramawijaya dan Leksmana berhasil menumpas Rahwana dan memanah tubuh Rahwana hingga terlepas satu persatu. Konon, kekalahan Rahwana dan tubuhnya yang lepas satu persatu tersebut karena kutukan yang dilontarkan Jambumangli. Sebagai upaya penebusan dosa Resi Wisrawa (ayah Kumbakarna) yang menghancurkan tubuh Jambumangli hingga berkeping-keping.

3.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Bisma Dijemput Takdir

Bisma adalah seorang senapati Kurawa yang sangat tangguh. Kelihaiannya di medan perang sudah tak perlu diragukan lagi. Bisma yang menjada senapati Kurawa berhasil melumpuhkan senapati agung pandawa, yaitu Resi Seta. Tak tanggung-tanggung, dua pengapit Bisma juga berhasil menumbangkan Utara dan Wratsangka. Bisma terus maju dan memimpin pasukan Kurawa untuk mengobrak-abrik pasukan Pandawa dengan brutal.

Namun, ketika ingin masuk ke dalam pasukan Pandawa yang lebih dalam, Bisma dihadang oleh seorang perempuan yang didamping oleh seorang laki-laki. Perempuan tersebut adalah Dewi Srikandi dan laki-laki tersebut adalah Arjuna (suami Dewi Srikandi). Bisma tak terkejut sama sekali dengan hadangan tersebut. Ia menjemput takdir kematian. Bisma teringat kepada ucapan Dewi Amba yang dulu pernah menuturkan bagaimana kematian Bisma datang sebelum ajal Dewi Amba tiba.

4.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Abimanyu Senapati Pandawa Tumbang

Gara-gara kutukan dan sumpah Mahabharata membuat seorang senapati Pandawa tumbang di medan perang. Abimanyu yang gagah perkasa tewas karena masuk ke dalam jebakan Kurawa. Kurawa yang awalnya kewalahan menghadapi kelihaian Abimanyu memacu kuda dan menghunuskan senjata, mengatur siasat untuk menjebak Abimanyu. Kini, Abimanyu terjebak dan badannya penuh dengan hujaman senjata dari kubu Kurawa.

Konon, kematian Abimanyu tersebut karena kutukan dari Dewi Utara (istri Abimanyu) yang tidak terima karena dibohongi. Abimanyu berkata kepada Dewi Utara bahwa dirinya masih jejaka, tapi ternyata Abimanyu sudah beristrikan seorang Dewi Siti Sendari. Hal ini membuat Dewi Utara melontarkan kutukan yang isinya kurang lebih nantinya Abimanyu akan mati dalam perang Bharatayuda dalam keadaan badannya penuh rajam dari musuh. Al hasil itu benar terjadi pada Abimanyu.

Dari kisah di atas menceritakan kutukan dan sumpah yang benar-benar terjadi. Perihal gara-gara kutukan dan sumpah Ramayana tersebut bisa diambil pelajaran berharga di dalamnya. Serta, kutukan dan sumpah yang terjadi di penceritaan Mahabharata pun bisa diambil pelajaran yang baik-baik. Kisah pewayangan tersebut bisa saja terjadi di kehidupan nyata di era sekarang ini, maka dalam melakukan ucapan sebaiknya berhati-hati. Pada dasarnya gara-gara kutukan dan sumpah bisa menjadi pengantar maut yang mengenaskan. [T]

Yogyakarta, 15 Juli 2021.

Tags: ceritakisah pewayanganrenunganwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Next Post

Potensi Guna Kumbang Koksi | Lukisan Sahabat Petani Nyoman Diwarupa

Yogi Dwi Pradana

Yogi Dwi Pradana

Seorang editor di sebuah penerbitan di Yogyakarta. Tinggal di Yogyakarta. Beberapa karyanya pernah dimuat di media cetak dan online. Bisa disapa melalui IG: @yogidwipradana.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Potensi Guna Kumbang Koksi | Lukisan Sahabat Petani Nyoman Diwarupa

Potensi Guna Kumbang Koksi | Lukisan Sahabat Petani Nyoman Diwarupa

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co