2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gara-gara Kutukan dan Sumpah | Sejumlah Kisah Tentang Ajal

Yogi Dwi Pradana by Yogi Dwi Pradana
July 15, 2021
in Esai
Gara-gara Kutukan dan Sumpah | Sejumlah Kisah Tentang Ajal

Potongan gambar youtube: Wayang kulit Abimanyu Gugur dengan dalang Ki Seno Nugroho

Kejadian fatal gara-gara kutukan dan sumpah sering terjadi. Ketika seseorang mengucapkan sebuah kutukan dan sumpah tentu akan menanggung risiko. Konsekuensi dari melakukan perbuatan tentu adalah menerima hasil timbal balik dari perbuatan tersebut. Sejak zaman dulu sudah ada istilah untuk melakukan ucapan-ucapan perjanjian semacam itu. Namun, sering gara-gara sumpah yang berat malah merepotkan diri sendiri.

Membicarakan tentang dunia wayang tidak akan pernah ada habisnya. Mahabharata dan Ramayana sama-sama seru untuk diperbincangkan dalam setiap sesi. Terlebih ketika mengungkit beberapa kutukan dan sumpah yang terjadi pada cerita pewayangan Mahabharata dan Ramayana yang pernah terjadi. Beberapa kisah mungkin memang pernah terdengar, tapi tentu ada sumpah-sumpah yang masih asing dan belum diketahui oleh banyak orang.

Perang yang sering bergemuruh dalam cerita pewayangan merupakan bagian dari aksi kutukan yang diterima oleh pelaku atau pun keturunan. Apakah benar kutukan dan sumpah bisa diwariskan? Ya, benar. Kutukan dan sumpah bisa saja turun-temurun kepada pihak yang saling berkaitan. Jadi, apabila ingin mengucapkan sumpah dan kutukan sebaiknya lebih berhati-hati dan dipikir lebih matang terlebih dahulu. Berikut akan dituliskan kisah sumpah dan kutukan dari lakon pewayangan Mahabharata dan Ramayana.

1.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Kematian Sumantri Tiba

Konflik antara kakak dan adik kandung yang terjadi secara tidak sengaja ini tentu sudah banyak diketahui oleh banyak orang. Konflik ini ada di dalam cerita Ramayana. Ketika Sumantri berhasil diangkat menjadi patih oleh Prabu Arjunasasra, adiknya (Sukasrana) yang berwujud raksasa kecil ingin ikut ke Maespati, tapi Sumantri membala karena malu punya adik seperti Sukasrana.

Sumantri menakut-nakuti Sukasrana dengan anak panah, tapi karena lengah anak panah tersebut terlepas dan membunuh Sukasrana. Sukasrana yang merasa dirinya sakit hati mengetahui perlakuan kakaknya bersumpah sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Sukasrana mengutuk bahwa Sumantri akan mati oleh taring raja raksasa. Kematian Sukasrana tersebut menjadi awal mula kisah kutukan dan ternyata isi kutukan itu benar. Sumantri mati dengan gigitan taring Rahwana yang dirasuki oleh roh Sukasrana.

2.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Kumbakarna Gugur

Gara-gara kutukan leluhur kematian Kumbakarna terjadi dengan mengenaskan. Kumbakarna yang berperang bukan karena membela angkara murka yang dimiliki kakaknya (Rahwana), tapi ia berangkat berperang karena demi membela Alengka. Kumbakarna tidak menemukan lawan yang sebanding sama sekali dalam perang tersebut, banyak pasukan dari Ramawijaya yang gugur di tangan Kumbakarna.

Namun, akibat seorang Wibisana yang mengetahui kelemahan Rahwana, Ramawijaya dan Leksmana berhasil menumpas Rahwana dan memanah tubuh Rahwana hingga terlepas satu persatu. Konon, kekalahan Rahwana dan tubuhnya yang lepas satu persatu tersebut karena kutukan yang dilontarkan Jambumangli. Sebagai upaya penebusan dosa Resi Wisrawa (ayah Kumbakarna) yang menghancurkan tubuh Jambumangli hingga berkeping-keping.

3.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Bisma Dijemput Takdir

Bisma adalah seorang senapati Kurawa yang sangat tangguh. Kelihaiannya di medan perang sudah tak perlu diragukan lagi. Bisma yang menjada senapati Kurawa berhasil melumpuhkan senapati agung pandawa, yaitu Resi Seta. Tak tanggung-tanggung, dua pengapit Bisma juga berhasil menumbangkan Utara dan Wratsangka. Bisma terus maju dan memimpin pasukan Kurawa untuk mengobrak-abrik pasukan Pandawa dengan brutal.

Namun, ketika ingin masuk ke dalam pasukan Pandawa yang lebih dalam, Bisma dihadang oleh seorang perempuan yang didamping oleh seorang laki-laki. Perempuan tersebut adalah Dewi Srikandi dan laki-laki tersebut adalah Arjuna (suami Dewi Srikandi). Bisma tak terkejut sama sekali dengan hadangan tersebut. Ia menjemput takdir kematian. Bisma teringat kepada ucapan Dewi Amba yang dulu pernah menuturkan bagaimana kematian Bisma datang sebelum ajal Dewi Amba tiba.

4.      Gara-gara Kutukan dan Sumpah Abimanyu Senapati Pandawa Tumbang

Gara-gara kutukan dan sumpah Mahabharata membuat seorang senapati Pandawa tumbang di medan perang. Abimanyu yang gagah perkasa tewas karena masuk ke dalam jebakan Kurawa. Kurawa yang awalnya kewalahan menghadapi kelihaian Abimanyu memacu kuda dan menghunuskan senjata, mengatur siasat untuk menjebak Abimanyu. Kini, Abimanyu terjebak dan badannya penuh dengan hujaman senjata dari kubu Kurawa.

Konon, kematian Abimanyu tersebut karena kutukan dari Dewi Utara (istri Abimanyu) yang tidak terima karena dibohongi. Abimanyu berkata kepada Dewi Utara bahwa dirinya masih jejaka, tapi ternyata Abimanyu sudah beristrikan seorang Dewi Siti Sendari. Hal ini membuat Dewi Utara melontarkan kutukan yang isinya kurang lebih nantinya Abimanyu akan mati dalam perang Bharatayuda dalam keadaan badannya penuh rajam dari musuh. Al hasil itu benar terjadi pada Abimanyu.

Dari kisah di atas menceritakan kutukan dan sumpah yang benar-benar terjadi. Perihal gara-gara kutukan dan sumpah Ramayana tersebut bisa diambil pelajaran berharga di dalamnya. Serta, kutukan dan sumpah yang terjadi di penceritaan Mahabharata pun bisa diambil pelajaran yang baik-baik. Kisah pewayangan tersebut bisa saja terjadi di kehidupan nyata di era sekarang ini, maka dalam melakukan ucapan sebaiknya berhati-hati. Pada dasarnya gara-gara kutukan dan sumpah bisa menjadi pengantar maut yang mengenaskan. [T]

Yogyakarta, 15 Juli 2021.

Tags: ceritakisah pewayanganrenunganwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Next Post

Potensi Guna Kumbang Koksi | Lukisan Sahabat Petani Nyoman Diwarupa

Yogi Dwi Pradana

Yogi Dwi Pradana

Seorang editor di sebuah penerbitan di Yogyakarta. Tinggal di Yogyakarta. Beberapa karyanya pernah dimuat di media cetak dan online. Bisa disapa melalui IG: @yogidwipradana.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Potensi Guna Kumbang Koksi | Lukisan Sahabat Petani Nyoman Diwarupa

Potensi Guna Kumbang Koksi | Lukisan Sahabat Petani Nyoman Diwarupa

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co