24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lontar Usada dan Ketahanan Pangan Keluarga

Sugi Lanus by Sugi Lanus
June 30, 2021
in Esai
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

Catatan Harian Sugi Lanus, 19 Januari 2020

WHO mendefinisikan tiga komponen utama ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan. Ketersediaan pangan adalah kemampuan memiliki sejumlah pangan yang cukup untuk kebutuhan dasar. Akses pangan adalah kemampuan memiliki sumber daya, secara ekonomi maupun fisik, untuk mendapatkan bahan pangan bernutrisi. Pemanfaatan pangan adalah kemampuan dalam memanfaatkan bahan pangan dengan benar dan tepat secara proporsional.

FAO menambahkan komponen keempat, yaitu kestabilan dari ketiga komponen tersebut dalam kurun waktu yang panjang.

Apakah Bali punya panduan tertulis tentang ketahanan pangan?

Jawabannya adalah ‘subak’.

Adakah naskah yang menyajikan bagaimana tanaman di subak ditanam, dirawat, dijaga dan diupakari?

Ada. Lontar ini berjudul LONTAR DHARMA PAMACULAN.

LONTAR DHARMA PAMACULAN berisi pengaturan masa bercocok tanam, upakara dan siklus perjalanan bertani di sawah. Sementara itu, berbagai LONTAR USADA berisi ratusan bahkan sampai beribu pohon yang harus dibudidayakan untuk pengobatan herbal. Bukan hanya khasiat herbal sebagai obat yang kita peroleh kalau kita menanamnya, tapi beribu pohon tersebut kalau ditanam akan memberi hasil berlimpah untuk meningkatkan ketahanan pangannya.

Berikut adalah daftar lontar di Bali yang berisi nama tanaman dan gunanya dalam kehidupan orang Bali:

  • Aji Janantaka
  • Aji Pangintar Padum Lumbung
  • Aji Pari
  • Aksara Swara Wianjana
  • Asta Kosali
  • Astakosala/Astakosali
  • Bangkruk
  • Banyu-awang
  • Buda Kecapi (Usada Kacacar)
  • Çri Purana Tatwa
  • Darmaning Asta Kosali
  • Darmaning Usada Cemeng
  • Dasa Nama
  • Dasanamaning Taru
  • Dharma Pamaculan
  • Dharma Sangging
  • Dharma Usada
  • Dharma Usada Kling
  • Dharmalaksana Undhagi
  • Dharmaning Asta Koçala
  • Dharmaning Hasta Kosali
  • Dharmaning Pamakuhan
  • Dharma-Usada
  • Gring Hanut Oton
  • Hasta Kosala
  • Hasta Kosala Kosali
  • Husada Rare
  • Husada Wisnu Japa
  • Indik Makarya Badhe
  • Janantaka
  • Kanda Pat Rare
  • Kap. Punggung Tiwas
  • Kapi Usadha
  • Kawisesan & Husada
  • Kawisesan/Usada
  • Kep. Taru Pramana
  • Kertta Bhasa
  • Klimosada-cemeng
  • Kreta Basa Taru
  • Kutipan Indik Linggih Bhatara
  • Mendem Hari-Hari
  • Osadi
  • Pacaron Pratiti
  • Padedewaning Pratiti
  • Pagelaran Tenung
  • Pamelaspas
  • Panawar Gringsing Wayang
  • Panengeran Kusta
  • Pangancingan Babahi
  • Pangukuran Karang
  • Parisuddhan Taru Salah Pati
  • Patatiwan/Hasta Kosala Kosali
  • Patenungan Lara
  • Pawadonan
  • Pawatekan/ Hanut Pancawara
  • Pawurung Pantun
  • Pratiti Samutpada
  • Prembon Kaputusan
  • Prembon Usada
  • Puja Kosala-Kosali
  • Punggung Tiwas
  • Pupulaning Usadha
  • Purwaning Gagulitan
  • Rarajahan Pakakas
  • S. Hyang Klimosada
  • Sarwa Daging Wadah
  • Sarwa Usada
  • Sarwwa Daging Wadah
  • Sikut Paduraksa
  • Sikut Sasaka
  • Sikut Wadah
  • Sri Tatwa
  • Suksmaning Punggung Tiwas
  • Swa-Karma
  • Swakarma Kosala Kosali
  • Swakarma/Kosali
  • Tanyalara Hanut Paweton
  • Tapel Rangdha
  • Taru Pramana
  • Tataning Aji Janantaka
  • Tatenger Agring
  • Tenung Manut Oton
  • Tenung Pancawara
  • Tenung Pawacakan
  • Tenung Pawetuan
  • Tenung Pawetuan Mwang Pawacakan
  • Tenung Prawerti Janma
  • Tenung Sapta Tanya
  • Tenung Saptawara
  • Tenung Saptawara Jati
  • Tenung Tanya Lara
  • Tenung Tri Wara
  • Tenung Wuku Carik
  • Tingkahing Paribasa
  • Tingkahing Paribasa/Usada
  • Tuntunan Gunan Ing Masasawahan
  • Tuntunan Ngwangun Karang Paumahan
  • Tutur Asta Kosali
  • Tutur Dwijodah
  • Tutur Hasta Kosali
  • Tutur Madwakama
  • Tutur Taru-Pramana
  • Unggwan Usada Rare
  • Usada
  • Usada Aswinodewa
  • Usada Aswinodewa, Rare, Hireng
  • Usada Aswinodewa/ Rare
  • Usada Babahi
  • Usada Banyu
  • Usada Cemengsari
  • Usada Cetik
  • Usada Dalem
  • Usada Dewa
  • Usada Gagemet
  • Usada Handa Kacacar
  • Usada Hireng/Prembon
  • Usada Indrani
  • Usada Kacacar
  • Usada Kalimosada
  • Usada Kaputusan Punggung Tiwas
  • Usada Kawisesan
  • Usada Kecacar
  • Usada Klimosada Klimosadi
  • Usada Kuranta Bolong
  • Usada Kusta
  • Usada Masa
  • Usada Melayu
  • Usada Meyong Garong
  • Usada Paleleburan Gring
  • Usada Paribasa
  • Usada Paribasa/Dalem
  • Usada Paribhasa
  • Usada Raramputan
  • Usada Rare
  • Usada Rare/ Tan Panak
  • Usada Sari
  • Usada Siwa Budha
  • Usada Tantri
  • Usada Tatiwangan
  • Usada Tengeran
  • Usada Tiwang
  • Usada Wong Gring Tan Waras
  • Usada/Candra Mahamala
  • Usada/Tenung
  • Usada/Tenung Rare
  • Usadaning Babahi
  • Usadha Jati
  • Usadha Paleleburan Gring
  • Utara Kandaning Usada
  • Utara Kandaning Usada Sari
  • Wawatekan Wawaran
  • Wisadha Sawah

Masing-masing lontar tersebut berisi puluhan sampai 200 lebih tumbuhan atau tanaman yang menjadi keperluan usada, pembuatan upakara, perumahan, parahyangan, dll. Kesemuanya itu menjadi pasokan pangan kita bersama jika ditanam seperti petunjuk lontar-lontar tersebut yang mengamanatkan kita untuk bercocok tanam untuk keperluan pasokan pangan, obat herbal, dan pelestarian lingkungan.

Dari sekitar 33 lontar usada saja, saya telah mendata tidak kurang dari sekitar 1000 tanaman yang perlu ditanam di Bali sebagai pasokan herbal atau bahan pengobatan. Sebagian dari jumlah 1000 tersebut adalah bumbu dapur dan panganan yang bisa menjadi makanan harian. Punya potensi dan nilai ekonomi yang tinggi. Namun demikian, situasinya yang terjadi di lapangan semua sumber pangan dalam lontar usada mulai langka. Sebagai contoh: Suweg (Amorphophallus campanulatus B) dan Biaung atau Gembili (Discorea esculenta) telah sangat mulai langka di Bali. Padahal di masa lalu ubi ini sangat penting sebagai pasokan pangan di desa di Bali.

Ada belasan ubi yang disebutkan sebagai bahan obat dalam lontar usada, yang sebenarnya tidak hanya bahan obat tapi bisa dikonsumsi menjadi pangan harian. Ada belasan tanaman rambat yang disebut sebagai bahan obat, sebenarnya bisa menjadi sayur harian, demikian juga dengan buah-buahan dan kacang-kacangan. Jumlahnya sampai ratusan varietas tumbuhan yang bisa menjadi bahan obat ada di sekitar kita tapi kita abai dan tidak tekun membudidayakan sebagai pasokan pangan harian kita.

Sebuah riset dilangsungkan di Buleleng Timur saja telah berhasil mendata 50-an lebih obat usada yang masih dipakai  masyarakat sekaligus sumber pangan yang bisa menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan kita.

Tumbuhan tersebut masih akrab tumbuh sekitar kita tapi tidak dibudidayakan secara baik di pekarangan rumah atau teba (belakang rumah) atau tegalan kita, seperti:

  1. Sauropus androgynus Merrill. (Kayu manis)
  2. Blumea sp. (Sembung Hutan)
  3. Ubi Dara
  4. Phaleria macrocarpa Boerl. (Mahkota Dewa)
  5. Polanisia viscose L. (Buangit)
  6. Phyllanthus niruri Blanco. (Kemeniran)
  7. Silangjana
  8. Physalis angulata Heyne (Angket)
  9. Justicia gendarussa Burmf. (Sekling)
  10. Coccinia cordifolia Gogn (Paspasan.)
  11. Menuri Putih
  12. Jatropha gossypifolia Linn (Jarak iodium)
  13. Gossypium obstusifolium Roxb. (Kapas)
  14. Vitex trifolia Linn (Liligundi)
  15. Premna sp (Daluman)
  16. Acorus calamus Linn (Jangu)
  17. Begonia sp
  18. Kalanchoe pinnata Pers. (Kayu Urip)
  19. Elephantopus scaber Linn (Tapak liman)
  20. Syzygium aromaticum L. (Cengkeh)
  21. Curcuma domestica Val. (Kunyit putih)
  22. Melodius laevigatus Blume (Palit sedangan)
  23. Areca cathecu L. (Buah)
  24. Amomum cordamomum Willd (Kapulaga)
  25. Woodfordia floribunda Salisb (Sidowayah)
  26. Amomum cordamomum Willd Var. (Kapulaga merah)
  27. Piper betle L. (Sirih)
  28. Ehretia microphylla Lamk. (Kesinen)
  29. Morinda citrifolia Mengkudu
  30. Zingiber sp Jae merah
  31. Sambang darah
  32. Tinospora tuberculata Beume ex K. Heyne (Antawali)
  33. Dressing
  34. Citrus aurantifolia Sw. (Juwuk lengis)
  35. Averrhoa carambola Linn. (Belimbing Besi)
  36. Averrhoa blimbi Linn (Blimbing buluh)
  37. Jatropha curcas Linn (Jarak pagar)
  38. Hibiscus tiliaceus Linn (Waru taluh)
  39. Ocimum basilicum Linn. (Selasih)
  40. Ocimum sanctum Linn (Lampes)
  41. Vitis quadrangularis Cord. (Tikel Balung)
  42. Basella rubra Linn (Gendolo,)
  43. Zingiber officinale Rosc. (Jae pahit)
  44. Clinacanthus nutans Lindau (Dandang gendis)
  45. Alpinia galangal Willd (Laos)
  46. Polygonum chinense Houtt. (Padang alia)
  47. Cerbera odollam Gaertn (Bintaro)
  48. Alstonia scholaris R. Br. (Pule)
  49. Plumeria accuminata W.t Ait (Jepun putih)
  50. Strobilanthes crispus Bl. (Keji Beling)

Dari temuan 50 tanaman yang masih dipakai dalam pengobatan herbal di Buleleng ini, sebagian dari tumbuhan ini adalah pasokan buat ketahanan pangan kita, kesemuanya tumbuhan tersebut jika dibudidayakan punya nilai ekonomi, bisa di-supply ke pasar tradisional terdekat sebagai pasokan bumbu dan juga kebutuhan pengobatan herbal.

Tanaman dalam puluhan LONTAR USADA tidak memerlukan subak atau areal persawahan yang besar untuk dibudidayakan. Bisa menjadi tanaman pagar, rambat, pohon peneduh dan pohon penghasil buah, yang bisa tumbuh kita budidayakan di halaman rumah atau di lahan kosong milik desa yang bisa dikelola oleh masyarakat secara bersama.

LONTAR USADA sesungguhnya, jika kita baca dengan cermat, bukan hanya lontar pengobatan, tapi lontar yang merumuskan tanaman apa saja yang berguna untuk menjamin kesehatan dan sekaligus menyokong pangan harian yang menjadi penopang berjalannya kehidupan sehari-hari, baik dalam keadaan tanpa penyakit dan saat perlu pengobatan herbal atau usada.

Lontar Usada yang berlimpah daftar tumbuhan adalah pusaka kita bersama yang perlu dibuka untuk dirumuskan dan dibudidayakan agar kita mampu memperkuat diri dan keluarga dari serbuan berbagai makanan yang masuk Bali yang kebanyakan tidak sehat atau berlimpah bumbu penyedap kimia yang tidak asalinya dari Bumi Pertiwi Bali. Jika ingin mengukuhkan kesehatan lahir batin masyarakat Bali, ketahanan pangan keluarga kita, maka pustaka lontar Usada kita rujuk sebagai panduan bersama dalam memperkuat ketahanan pangan kita bersama.

LONTAR USADA bukan lontar klenik. Leluhur kita mewariskan lontar-lontar sebagai paduan menghadapi kehidupan nyata yang penuh tantangan, baik akibat kita lalai merawat diri, atau memang kia abai membiarkan sesuatu yang tidak organik yang berasal dari luar Bumi Pertiwi kita konsumsi secara serampangan.

Ancaman Bali hari ini memang bukan kelaparan. Tapi yang dikonsumsi harian oleh anak-anak di Bali sudah jauh apa yang semestinya dihasilkan secara swadaya dari Pulau Bali.

Celakanya, hampir sebagian besar makanan kudapan ringan yang dijual di gerai makanan tidak hasil dari tanah Bali itu tidak sehat, tidak sehat dengan berbagai MSG (micin) dan pewarna serta pengawet yang mencurigakan, sekaligus merongrong secara ekonomi akibat panganan harian tak lain adalah produk-produk luar yang tidak dihasilkan di Bali.

LONTAR USADA bukan hanya tabel mempersehat diri ketika sakit, tapi tabel pohon dan tumbuhan yang harus kita tanam untuk penguatan swasembada pangan atau lumbung pangan bagi keluarga kita. [T]

Tags: balikesehatanlontarlontar usadatanaman obatusadausadha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sumahardika dan Idayati Lolos Seleksi Penulis Emerging UWRF 2021

Next Post

Gula Kroso dari Pedahan, Ekonomi Kreatif Tempo Doeloe

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Gula Kroso dari Pedahan, Ekonomi Kreatif Tempo Doeloe

Gula Kroso dari Pedahan, Ekonomi Kreatif Tempo Doeloe

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co