24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lontar Usada dan Ketahanan Pangan Keluarga

Sugi Lanus by Sugi Lanus
June 30, 2021
in Esai
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

Catatan Harian Sugi Lanus, 19 Januari 2020

WHO mendefinisikan tiga komponen utama ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan. Ketersediaan pangan adalah kemampuan memiliki sejumlah pangan yang cukup untuk kebutuhan dasar. Akses pangan adalah kemampuan memiliki sumber daya, secara ekonomi maupun fisik, untuk mendapatkan bahan pangan bernutrisi. Pemanfaatan pangan adalah kemampuan dalam memanfaatkan bahan pangan dengan benar dan tepat secara proporsional.

FAO menambahkan komponen keempat, yaitu kestabilan dari ketiga komponen tersebut dalam kurun waktu yang panjang.

Apakah Bali punya panduan tertulis tentang ketahanan pangan?

Jawabannya adalah ‘subak’.

Adakah naskah yang menyajikan bagaimana tanaman di subak ditanam, dirawat, dijaga dan diupakari?

Ada. Lontar ini berjudul LONTAR DHARMA PAMACULAN.

LONTAR DHARMA PAMACULAN berisi pengaturan masa bercocok tanam, upakara dan siklus perjalanan bertani di sawah. Sementara itu, berbagai LONTAR USADA berisi ratusan bahkan sampai beribu pohon yang harus dibudidayakan untuk pengobatan herbal. Bukan hanya khasiat herbal sebagai obat yang kita peroleh kalau kita menanamnya, tapi beribu pohon tersebut kalau ditanam akan memberi hasil berlimpah untuk meningkatkan ketahanan pangannya.

Berikut adalah daftar lontar di Bali yang berisi nama tanaman dan gunanya dalam kehidupan orang Bali:

  • Aji Janantaka
  • Aji Pangintar Padum Lumbung
  • Aji Pari
  • Aksara Swara Wianjana
  • Asta Kosali
  • Astakosala/Astakosali
  • Bangkruk
  • Banyu-awang
  • Buda Kecapi (Usada Kacacar)
  • Çri Purana Tatwa
  • Darmaning Asta Kosali
  • Darmaning Usada Cemeng
  • Dasa Nama
  • Dasanamaning Taru
  • Dharma Pamaculan
  • Dharma Sangging
  • Dharma Usada
  • Dharma Usada Kling
  • Dharmalaksana Undhagi
  • Dharmaning Asta Koçala
  • Dharmaning Hasta Kosali
  • Dharmaning Pamakuhan
  • Dharma-Usada
  • Gring Hanut Oton
  • Hasta Kosala
  • Hasta Kosala Kosali
  • Husada Rare
  • Husada Wisnu Japa
  • Indik Makarya Badhe
  • Janantaka
  • Kanda Pat Rare
  • Kap. Punggung Tiwas
  • Kapi Usadha
  • Kawisesan & Husada
  • Kawisesan/Usada
  • Kep. Taru Pramana
  • Kertta Bhasa
  • Klimosada-cemeng
  • Kreta Basa Taru
  • Kutipan Indik Linggih Bhatara
  • Mendem Hari-Hari
  • Osadi
  • Pacaron Pratiti
  • Padedewaning Pratiti
  • Pagelaran Tenung
  • Pamelaspas
  • Panawar Gringsing Wayang
  • Panengeran Kusta
  • Pangancingan Babahi
  • Pangukuran Karang
  • Parisuddhan Taru Salah Pati
  • Patatiwan/Hasta Kosala Kosali
  • Patenungan Lara
  • Pawadonan
  • Pawatekan/ Hanut Pancawara
  • Pawurung Pantun
  • Pratiti Samutpada
  • Prembon Kaputusan
  • Prembon Usada
  • Puja Kosala-Kosali
  • Punggung Tiwas
  • Pupulaning Usadha
  • Purwaning Gagulitan
  • Rarajahan Pakakas
  • S. Hyang Klimosada
  • Sarwa Daging Wadah
  • Sarwa Usada
  • Sarwwa Daging Wadah
  • Sikut Paduraksa
  • Sikut Sasaka
  • Sikut Wadah
  • Sri Tatwa
  • Suksmaning Punggung Tiwas
  • Swa-Karma
  • Swakarma Kosala Kosali
  • Swakarma/Kosali
  • Tanyalara Hanut Paweton
  • Tapel Rangdha
  • Taru Pramana
  • Tataning Aji Janantaka
  • Tatenger Agring
  • Tenung Manut Oton
  • Tenung Pancawara
  • Tenung Pawacakan
  • Tenung Pawetuan
  • Tenung Pawetuan Mwang Pawacakan
  • Tenung Prawerti Janma
  • Tenung Sapta Tanya
  • Tenung Saptawara
  • Tenung Saptawara Jati
  • Tenung Tanya Lara
  • Tenung Tri Wara
  • Tenung Wuku Carik
  • Tingkahing Paribasa
  • Tingkahing Paribasa/Usada
  • Tuntunan Gunan Ing Masasawahan
  • Tuntunan Ngwangun Karang Paumahan
  • Tutur Asta Kosali
  • Tutur Dwijodah
  • Tutur Hasta Kosali
  • Tutur Madwakama
  • Tutur Taru-Pramana
  • Unggwan Usada Rare
  • Usada
  • Usada Aswinodewa
  • Usada Aswinodewa, Rare, Hireng
  • Usada Aswinodewa/ Rare
  • Usada Babahi
  • Usada Banyu
  • Usada Cemengsari
  • Usada Cetik
  • Usada Dalem
  • Usada Dewa
  • Usada Gagemet
  • Usada Handa Kacacar
  • Usada Hireng/Prembon
  • Usada Indrani
  • Usada Kacacar
  • Usada Kalimosada
  • Usada Kaputusan Punggung Tiwas
  • Usada Kawisesan
  • Usada Kecacar
  • Usada Klimosada Klimosadi
  • Usada Kuranta Bolong
  • Usada Kusta
  • Usada Masa
  • Usada Melayu
  • Usada Meyong Garong
  • Usada Paleleburan Gring
  • Usada Paribasa
  • Usada Paribasa/Dalem
  • Usada Paribhasa
  • Usada Raramputan
  • Usada Rare
  • Usada Rare/ Tan Panak
  • Usada Sari
  • Usada Siwa Budha
  • Usada Tantri
  • Usada Tatiwangan
  • Usada Tengeran
  • Usada Tiwang
  • Usada Wong Gring Tan Waras
  • Usada/Candra Mahamala
  • Usada/Tenung
  • Usada/Tenung Rare
  • Usadaning Babahi
  • Usadha Jati
  • Usadha Paleleburan Gring
  • Utara Kandaning Usada
  • Utara Kandaning Usada Sari
  • Wawatekan Wawaran
  • Wisadha Sawah

Masing-masing lontar tersebut berisi puluhan sampai 200 lebih tumbuhan atau tanaman yang menjadi keperluan usada, pembuatan upakara, perumahan, parahyangan, dll. Kesemuanya itu menjadi pasokan pangan kita bersama jika ditanam seperti petunjuk lontar-lontar tersebut yang mengamanatkan kita untuk bercocok tanam untuk keperluan pasokan pangan, obat herbal, dan pelestarian lingkungan.

Dari sekitar 33 lontar usada saja, saya telah mendata tidak kurang dari sekitar 1000 tanaman yang perlu ditanam di Bali sebagai pasokan herbal atau bahan pengobatan. Sebagian dari jumlah 1000 tersebut adalah bumbu dapur dan panganan yang bisa menjadi makanan harian. Punya potensi dan nilai ekonomi yang tinggi. Namun demikian, situasinya yang terjadi di lapangan semua sumber pangan dalam lontar usada mulai langka. Sebagai contoh: Suweg (Amorphophallus campanulatus B) dan Biaung atau Gembili (Discorea esculenta) telah sangat mulai langka di Bali. Padahal di masa lalu ubi ini sangat penting sebagai pasokan pangan di desa di Bali.

Ada belasan ubi yang disebutkan sebagai bahan obat dalam lontar usada, yang sebenarnya tidak hanya bahan obat tapi bisa dikonsumsi menjadi pangan harian. Ada belasan tanaman rambat yang disebut sebagai bahan obat, sebenarnya bisa menjadi sayur harian, demikian juga dengan buah-buahan dan kacang-kacangan. Jumlahnya sampai ratusan varietas tumbuhan yang bisa menjadi bahan obat ada di sekitar kita tapi kita abai dan tidak tekun membudidayakan sebagai pasokan pangan harian kita.

Sebuah riset dilangsungkan di Buleleng Timur saja telah berhasil mendata 50-an lebih obat usada yang masih dipakai  masyarakat sekaligus sumber pangan yang bisa menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan kita.

Tumbuhan tersebut masih akrab tumbuh sekitar kita tapi tidak dibudidayakan secara baik di pekarangan rumah atau teba (belakang rumah) atau tegalan kita, seperti:

  1. Sauropus androgynus Merrill. (Kayu manis)
  2. Blumea sp. (Sembung Hutan)
  3. Ubi Dara
  4. Phaleria macrocarpa Boerl. (Mahkota Dewa)
  5. Polanisia viscose L. (Buangit)
  6. Phyllanthus niruri Blanco. (Kemeniran)
  7. Silangjana
  8. Physalis angulata Heyne (Angket)
  9. Justicia gendarussa Burmf. (Sekling)
  10. Coccinia cordifolia Gogn (Paspasan.)
  11. Menuri Putih
  12. Jatropha gossypifolia Linn (Jarak iodium)
  13. Gossypium obstusifolium Roxb. (Kapas)
  14. Vitex trifolia Linn (Liligundi)
  15. Premna sp (Daluman)
  16. Acorus calamus Linn (Jangu)
  17. Begonia sp
  18. Kalanchoe pinnata Pers. (Kayu Urip)
  19. Elephantopus scaber Linn (Tapak liman)
  20. Syzygium aromaticum L. (Cengkeh)
  21. Curcuma domestica Val. (Kunyit putih)
  22. Melodius laevigatus Blume (Palit sedangan)
  23. Areca cathecu L. (Buah)
  24. Amomum cordamomum Willd (Kapulaga)
  25. Woodfordia floribunda Salisb (Sidowayah)
  26. Amomum cordamomum Willd Var. (Kapulaga merah)
  27. Piper betle L. (Sirih)
  28. Ehretia microphylla Lamk. (Kesinen)
  29. Morinda citrifolia Mengkudu
  30. Zingiber sp Jae merah
  31. Sambang darah
  32. Tinospora tuberculata Beume ex K. Heyne (Antawali)
  33. Dressing
  34. Citrus aurantifolia Sw. (Juwuk lengis)
  35. Averrhoa carambola Linn. (Belimbing Besi)
  36. Averrhoa blimbi Linn (Blimbing buluh)
  37. Jatropha curcas Linn (Jarak pagar)
  38. Hibiscus tiliaceus Linn (Waru taluh)
  39. Ocimum basilicum Linn. (Selasih)
  40. Ocimum sanctum Linn (Lampes)
  41. Vitis quadrangularis Cord. (Tikel Balung)
  42. Basella rubra Linn (Gendolo,)
  43. Zingiber officinale Rosc. (Jae pahit)
  44. Clinacanthus nutans Lindau (Dandang gendis)
  45. Alpinia galangal Willd (Laos)
  46. Polygonum chinense Houtt. (Padang alia)
  47. Cerbera odollam Gaertn (Bintaro)
  48. Alstonia scholaris R. Br. (Pule)
  49. Plumeria accuminata W.t Ait (Jepun putih)
  50. Strobilanthes crispus Bl. (Keji Beling)

Dari temuan 50 tanaman yang masih dipakai dalam pengobatan herbal di Buleleng ini, sebagian dari tumbuhan ini adalah pasokan buat ketahanan pangan kita, kesemuanya tumbuhan tersebut jika dibudidayakan punya nilai ekonomi, bisa di-supply ke pasar tradisional terdekat sebagai pasokan bumbu dan juga kebutuhan pengobatan herbal.

Tanaman dalam puluhan LONTAR USADA tidak memerlukan subak atau areal persawahan yang besar untuk dibudidayakan. Bisa menjadi tanaman pagar, rambat, pohon peneduh dan pohon penghasil buah, yang bisa tumbuh kita budidayakan di halaman rumah atau di lahan kosong milik desa yang bisa dikelola oleh masyarakat secara bersama.

LONTAR USADA sesungguhnya, jika kita baca dengan cermat, bukan hanya lontar pengobatan, tapi lontar yang merumuskan tanaman apa saja yang berguna untuk menjamin kesehatan dan sekaligus menyokong pangan harian yang menjadi penopang berjalannya kehidupan sehari-hari, baik dalam keadaan tanpa penyakit dan saat perlu pengobatan herbal atau usada.

Lontar Usada yang berlimpah daftar tumbuhan adalah pusaka kita bersama yang perlu dibuka untuk dirumuskan dan dibudidayakan agar kita mampu memperkuat diri dan keluarga dari serbuan berbagai makanan yang masuk Bali yang kebanyakan tidak sehat atau berlimpah bumbu penyedap kimia yang tidak asalinya dari Bumi Pertiwi Bali. Jika ingin mengukuhkan kesehatan lahir batin masyarakat Bali, ketahanan pangan keluarga kita, maka pustaka lontar Usada kita rujuk sebagai panduan bersama dalam memperkuat ketahanan pangan kita bersama.

LONTAR USADA bukan lontar klenik. Leluhur kita mewariskan lontar-lontar sebagai paduan menghadapi kehidupan nyata yang penuh tantangan, baik akibat kita lalai merawat diri, atau memang kia abai membiarkan sesuatu yang tidak organik yang berasal dari luar Bumi Pertiwi kita konsumsi secara serampangan.

Ancaman Bali hari ini memang bukan kelaparan. Tapi yang dikonsumsi harian oleh anak-anak di Bali sudah jauh apa yang semestinya dihasilkan secara swadaya dari Pulau Bali.

Celakanya, hampir sebagian besar makanan kudapan ringan yang dijual di gerai makanan tidak hasil dari tanah Bali itu tidak sehat, tidak sehat dengan berbagai MSG (micin) dan pewarna serta pengawet yang mencurigakan, sekaligus merongrong secara ekonomi akibat panganan harian tak lain adalah produk-produk luar yang tidak dihasilkan di Bali.

LONTAR USADA bukan hanya tabel mempersehat diri ketika sakit, tapi tabel pohon dan tumbuhan yang harus kita tanam untuk penguatan swasembada pangan atau lumbung pangan bagi keluarga kita. [T]

Tags: balikesehatanlontarlontar usadatanaman obatusadausadha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sumahardika dan Idayati Lolos Seleksi Penulis Emerging UWRF 2021

Next Post

Gula Kroso dari Pedahan, Ekonomi Kreatif Tempo Doeloe

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Gula Kroso dari Pedahan, Ekonomi Kreatif Tempo Doeloe

Gula Kroso dari Pedahan, Ekonomi Kreatif Tempo Doeloe

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co