12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lontar Usada dan Ketahanan Pangan Keluarga

Sugi Lanus by Sugi Lanus
June 30, 2021
in Esai
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

Catatan Harian Sugi Lanus, 19 Januari 2020

WHO mendefinisikan tiga komponen utama ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan. Ketersediaan pangan adalah kemampuan memiliki sejumlah pangan yang cukup untuk kebutuhan dasar. Akses pangan adalah kemampuan memiliki sumber daya, secara ekonomi maupun fisik, untuk mendapatkan bahan pangan bernutrisi. Pemanfaatan pangan adalah kemampuan dalam memanfaatkan bahan pangan dengan benar dan tepat secara proporsional.

FAO menambahkan komponen keempat, yaitu kestabilan dari ketiga komponen tersebut dalam kurun waktu yang panjang.

Apakah Bali punya panduan tertulis tentang ketahanan pangan?

Jawabannya adalah ‘subak’.

Adakah naskah yang menyajikan bagaimana tanaman di subak ditanam, dirawat, dijaga dan diupakari?

Ada. Lontar ini berjudul LONTAR DHARMA PAMACULAN.

LONTAR DHARMA PAMACULAN berisi pengaturan masa bercocok tanam, upakara dan siklus perjalanan bertani di sawah. Sementara itu, berbagai LONTAR USADA berisi ratusan bahkan sampai beribu pohon yang harus dibudidayakan untuk pengobatan herbal. Bukan hanya khasiat herbal sebagai obat yang kita peroleh kalau kita menanamnya, tapi beribu pohon tersebut kalau ditanam akan memberi hasil berlimpah untuk meningkatkan ketahanan pangannya.

Berikut adalah daftar lontar di Bali yang berisi nama tanaman dan gunanya dalam kehidupan orang Bali:

  • Aji Janantaka
  • Aji Pangintar Padum Lumbung
  • Aji Pari
  • Aksara Swara Wianjana
  • Asta Kosali
  • Astakosala/Astakosali
  • Bangkruk
  • Banyu-awang
  • Buda Kecapi (Usada Kacacar)
  • Çri Purana Tatwa
  • Darmaning Asta Kosali
  • Darmaning Usada Cemeng
  • Dasa Nama
  • Dasanamaning Taru
  • Dharma Pamaculan
  • Dharma Sangging
  • Dharma Usada
  • Dharma Usada Kling
  • Dharmalaksana Undhagi
  • Dharmaning Asta Koçala
  • Dharmaning Hasta Kosali
  • Dharmaning Pamakuhan
  • Dharma-Usada
  • Gring Hanut Oton
  • Hasta Kosala
  • Hasta Kosala Kosali
  • Husada Rare
  • Husada Wisnu Japa
  • Indik Makarya Badhe
  • Janantaka
  • Kanda Pat Rare
  • Kap. Punggung Tiwas
  • Kapi Usadha
  • Kawisesan & Husada
  • Kawisesan/Usada
  • Kep. Taru Pramana
  • Kertta Bhasa
  • Klimosada-cemeng
  • Kreta Basa Taru
  • Kutipan Indik Linggih Bhatara
  • Mendem Hari-Hari
  • Osadi
  • Pacaron Pratiti
  • Padedewaning Pratiti
  • Pagelaran Tenung
  • Pamelaspas
  • Panawar Gringsing Wayang
  • Panengeran Kusta
  • Pangancingan Babahi
  • Pangukuran Karang
  • Parisuddhan Taru Salah Pati
  • Patatiwan/Hasta Kosala Kosali
  • Patenungan Lara
  • Pawadonan
  • Pawatekan/ Hanut Pancawara
  • Pawurung Pantun
  • Pratiti Samutpada
  • Prembon Kaputusan
  • Prembon Usada
  • Puja Kosala-Kosali
  • Punggung Tiwas
  • Pupulaning Usadha
  • Purwaning Gagulitan
  • Rarajahan Pakakas
  • S. Hyang Klimosada
  • Sarwa Daging Wadah
  • Sarwa Usada
  • Sarwwa Daging Wadah
  • Sikut Paduraksa
  • Sikut Sasaka
  • Sikut Wadah
  • Sri Tatwa
  • Suksmaning Punggung Tiwas
  • Swa-Karma
  • Swakarma Kosala Kosali
  • Swakarma/Kosali
  • Tanyalara Hanut Paweton
  • Tapel Rangdha
  • Taru Pramana
  • Tataning Aji Janantaka
  • Tatenger Agring
  • Tenung Manut Oton
  • Tenung Pancawara
  • Tenung Pawacakan
  • Tenung Pawetuan
  • Tenung Pawetuan Mwang Pawacakan
  • Tenung Prawerti Janma
  • Tenung Sapta Tanya
  • Tenung Saptawara
  • Tenung Saptawara Jati
  • Tenung Tanya Lara
  • Tenung Tri Wara
  • Tenung Wuku Carik
  • Tingkahing Paribasa
  • Tingkahing Paribasa/Usada
  • Tuntunan Gunan Ing Masasawahan
  • Tuntunan Ngwangun Karang Paumahan
  • Tutur Asta Kosali
  • Tutur Dwijodah
  • Tutur Hasta Kosali
  • Tutur Madwakama
  • Tutur Taru-Pramana
  • Unggwan Usada Rare
  • Usada
  • Usada Aswinodewa
  • Usada Aswinodewa, Rare, Hireng
  • Usada Aswinodewa/ Rare
  • Usada Babahi
  • Usada Banyu
  • Usada Cemengsari
  • Usada Cetik
  • Usada Dalem
  • Usada Dewa
  • Usada Gagemet
  • Usada Handa Kacacar
  • Usada Hireng/Prembon
  • Usada Indrani
  • Usada Kacacar
  • Usada Kalimosada
  • Usada Kaputusan Punggung Tiwas
  • Usada Kawisesan
  • Usada Kecacar
  • Usada Klimosada Klimosadi
  • Usada Kuranta Bolong
  • Usada Kusta
  • Usada Masa
  • Usada Melayu
  • Usada Meyong Garong
  • Usada Paleleburan Gring
  • Usada Paribasa
  • Usada Paribasa/Dalem
  • Usada Paribhasa
  • Usada Raramputan
  • Usada Rare
  • Usada Rare/ Tan Panak
  • Usada Sari
  • Usada Siwa Budha
  • Usada Tantri
  • Usada Tatiwangan
  • Usada Tengeran
  • Usada Tiwang
  • Usada Wong Gring Tan Waras
  • Usada/Candra Mahamala
  • Usada/Tenung
  • Usada/Tenung Rare
  • Usadaning Babahi
  • Usadha Jati
  • Usadha Paleleburan Gring
  • Utara Kandaning Usada
  • Utara Kandaning Usada Sari
  • Wawatekan Wawaran
  • Wisadha Sawah

Masing-masing lontar tersebut berisi puluhan sampai 200 lebih tumbuhan atau tanaman yang menjadi keperluan usada, pembuatan upakara, perumahan, parahyangan, dll. Kesemuanya itu menjadi pasokan pangan kita bersama jika ditanam seperti petunjuk lontar-lontar tersebut yang mengamanatkan kita untuk bercocok tanam untuk keperluan pasokan pangan, obat herbal, dan pelestarian lingkungan.

Dari sekitar 33 lontar usada saja, saya telah mendata tidak kurang dari sekitar 1000 tanaman yang perlu ditanam di Bali sebagai pasokan herbal atau bahan pengobatan. Sebagian dari jumlah 1000 tersebut adalah bumbu dapur dan panganan yang bisa menjadi makanan harian. Punya potensi dan nilai ekonomi yang tinggi. Namun demikian, situasinya yang terjadi di lapangan semua sumber pangan dalam lontar usada mulai langka. Sebagai contoh: Suweg (Amorphophallus campanulatus B) dan Biaung atau Gembili (Discorea esculenta) telah sangat mulai langka di Bali. Padahal di masa lalu ubi ini sangat penting sebagai pasokan pangan di desa di Bali.

Ada belasan ubi yang disebutkan sebagai bahan obat dalam lontar usada, yang sebenarnya tidak hanya bahan obat tapi bisa dikonsumsi menjadi pangan harian. Ada belasan tanaman rambat yang disebut sebagai bahan obat, sebenarnya bisa menjadi sayur harian, demikian juga dengan buah-buahan dan kacang-kacangan. Jumlahnya sampai ratusan varietas tumbuhan yang bisa menjadi bahan obat ada di sekitar kita tapi kita abai dan tidak tekun membudidayakan sebagai pasokan pangan harian kita.

Sebuah riset dilangsungkan di Buleleng Timur saja telah berhasil mendata 50-an lebih obat usada yang masih dipakai  masyarakat sekaligus sumber pangan yang bisa menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan kita.

Tumbuhan tersebut masih akrab tumbuh sekitar kita tapi tidak dibudidayakan secara baik di pekarangan rumah atau teba (belakang rumah) atau tegalan kita, seperti:

  1. Sauropus androgynus Merrill. (Kayu manis)
  2. Blumea sp. (Sembung Hutan)
  3. Ubi Dara
  4. Phaleria macrocarpa Boerl. (Mahkota Dewa)
  5. Polanisia viscose L. (Buangit)
  6. Phyllanthus niruri Blanco. (Kemeniran)
  7. Silangjana
  8. Physalis angulata Heyne (Angket)
  9. Justicia gendarussa Burmf. (Sekling)
  10. Coccinia cordifolia Gogn (Paspasan.)
  11. Menuri Putih
  12. Jatropha gossypifolia Linn (Jarak iodium)
  13. Gossypium obstusifolium Roxb. (Kapas)
  14. Vitex trifolia Linn (Liligundi)
  15. Premna sp (Daluman)
  16. Acorus calamus Linn (Jangu)
  17. Begonia sp
  18. Kalanchoe pinnata Pers. (Kayu Urip)
  19. Elephantopus scaber Linn (Tapak liman)
  20. Syzygium aromaticum L. (Cengkeh)
  21. Curcuma domestica Val. (Kunyit putih)
  22. Melodius laevigatus Blume (Palit sedangan)
  23. Areca cathecu L. (Buah)
  24. Amomum cordamomum Willd (Kapulaga)
  25. Woodfordia floribunda Salisb (Sidowayah)
  26. Amomum cordamomum Willd Var. (Kapulaga merah)
  27. Piper betle L. (Sirih)
  28. Ehretia microphylla Lamk. (Kesinen)
  29. Morinda citrifolia Mengkudu
  30. Zingiber sp Jae merah
  31. Sambang darah
  32. Tinospora tuberculata Beume ex K. Heyne (Antawali)
  33. Dressing
  34. Citrus aurantifolia Sw. (Juwuk lengis)
  35. Averrhoa carambola Linn. (Belimbing Besi)
  36. Averrhoa blimbi Linn (Blimbing buluh)
  37. Jatropha curcas Linn (Jarak pagar)
  38. Hibiscus tiliaceus Linn (Waru taluh)
  39. Ocimum basilicum Linn. (Selasih)
  40. Ocimum sanctum Linn (Lampes)
  41. Vitis quadrangularis Cord. (Tikel Balung)
  42. Basella rubra Linn (Gendolo,)
  43. Zingiber officinale Rosc. (Jae pahit)
  44. Clinacanthus nutans Lindau (Dandang gendis)
  45. Alpinia galangal Willd (Laos)
  46. Polygonum chinense Houtt. (Padang alia)
  47. Cerbera odollam Gaertn (Bintaro)
  48. Alstonia scholaris R. Br. (Pule)
  49. Plumeria accuminata W.t Ait (Jepun putih)
  50. Strobilanthes crispus Bl. (Keji Beling)

Dari temuan 50 tanaman yang masih dipakai dalam pengobatan herbal di Buleleng ini, sebagian dari tumbuhan ini adalah pasokan buat ketahanan pangan kita, kesemuanya tumbuhan tersebut jika dibudidayakan punya nilai ekonomi, bisa di-supply ke pasar tradisional terdekat sebagai pasokan bumbu dan juga kebutuhan pengobatan herbal.

Tanaman dalam puluhan LONTAR USADA tidak memerlukan subak atau areal persawahan yang besar untuk dibudidayakan. Bisa menjadi tanaman pagar, rambat, pohon peneduh dan pohon penghasil buah, yang bisa tumbuh kita budidayakan di halaman rumah atau di lahan kosong milik desa yang bisa dikelola oleh masyarakat secara bersama.

LONTAR USADA sesungguhnya, jika kita baca dengan cermat, bukan hanya lontar pengobatan, tapi lontar yang merumuskan tanaman apa saja yang berguna untuk menjamin kesehatan dan sekaligus menyokong pangan harian yang menjadi penopang berjalannya kehidupan sehari-hari, baik dalam keadaan tanpa penyakit dan saat perlu pengobatan herbal atau usada.

Lontar Usada yang berlimpah daftar tumbuhan adalah pusaka kita bersama yang perlu dibuka untuk dirumuskan dan dibudidayakan agar kita mampu memperkuat diri dan keluarga dari serbuan berbagai makanan yang masuk Bali yang kebanyakan tidak sehat atau berlimpah bumbu penyedap kimia yang tidak asalinya dari Bumi Pertiwi Bali. Jika ingin mengukuhkan kesehatan lahir batin masyarakat Bali, ketahanan pangan keluarga kita, maka pustaka lontar Usada kita rujuk sebagai panduan bersama dalam memperkuat ketahanan pangan kita bersama.

LONTAR USADA bukan lontar klenik. Leluhur kita mewariskan lontar-lontar sebagai paduan menghadapi kehidupan nyata yang penuh tantangan, baik akibat kita lalai merawat diri, atau memang kia abai membiarkan sesuatu yang tidak organik yang berasal dari luar Bumi Pertiwi kita konsumsi secara serampangan.

Ancaman Bali hari ini memang bukan kelaparan. Tapi yang dikonsumsi harian oleh anak-anak di Bali sudah jauh apa yang semestinya dihasilkan secara swadaya dari Pulau Bali.

Celakanya, hampir sebagian besar makanan kudapan ringan yang dijual di gerai makanan tidak hasil dari tanah Bali itu tidak sehat, tidak sehat dengan berbagai MSG (micin) dan pewarna serta pengawet yang mencurigakan, sekaligus merongrong secara ekonomi akibat panganan harian tak lain adalah produk-produk luar yang tidak dihasilkan di Bali.

LONTAR USADA bukan hanya tabel mempersehat diri ketika sakit, tapi tabel pohon dan tumbuhan yang harus kita tanam untuk penguatan swasembada pangan atau lumbung pangan bagi keluarga kita. [T]

Tags: balikesehatanlontarlontar usadatanaman obatusadausadha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sumahardika dan Idayati Lolos Seleksi Penulis Emerging UWRF 2021

Next Post

Gula Kroso dari Pedahan, Ekonomi Kreatif Tempo Doeloe

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Gula Kroso dari Pedahan, Ekonomi Kreatif Tempo Doeloe

Gula Kroso dari Pedahan, Ekonomi Kreatif Tempo Doeloe

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co