3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lontar Usada dan Ketahanan Pangan Keluarga

Sugi Lanus by Sugi Lanus
June 30, 2021
in Esai
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

Catatan Harian Sugi Lanus, 19 Januari 2020

WHO mendefinisikan tiga komponen utama ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan. Ketersediaan pangan adalah kemampuan memiliki sejumlah pangan yang cukup untuk kebutuhan dasar. Akses pangan adalah kemampuan memiliki sumber daya, secara ekonomi maupun fisik, untuk mendapatkan bahan pangan bernutrisi. Pemanfaatan pangan adalah kemampuan dalam memanfaatkan bahan pangan dengan benar dan tepat secara proporsional.

FAO menambahkan komponen keempat, yaitu kestabilan dari ketiga komponen tersebut dalam kurun waktu yang panjang.

Apakah Bali punya panduan tertulis tentang ketahanan pangan?

Jawabannya adalah ‘subak’.

Adakah naskah yang menyajikan bagaimana tanaman di subak ditanam, dirawat, dijaga dan diupakari?

Ada. Lontar ini berjudul LONTAR DHARMA PAMACULAN.

LONTAR DHARMA PAMACULAN berisi pengaturan masa bercocok tanam, upakara dan siklus perjalanan bertani di sawah. Sementara itu, berbagai LONTAR USADA berisi ratusan bahkan sampai beribu pohon yang harus dibudidayakan untuk pengobatan herbal. Bukan hanya khasiat herbal sebagai obat yang kita peroleh kalau kita menanamnya, tapi beribu pohon tersebut kalau ditanam akan memberi hasil berlimpah untuk meningkatkan ketahanan pangannya.

Berikut adalah daftar lontar di Bali yang berisi nama tanaman dan gunanya dalam kehidupan orang Bali:

  • Aji Janantaka
  • Aji Pangintar Padum Lumbung
  • Aji Pari
  • Aksara Swara Wianjana
  • Asta Kosali
  • Astakosala/Astakosali
  • Bangkruk
  • Banyu-awang
  • Buda Kecapi (Usada Kacacar)
  • Çri Purana Tatwa
  • Darmaning Asta Kosali
  • Darmaning Usada Cemeng
  • Dasa Nama
  • Dasanamaning Taru
  • Dharma Pamaculan
  • Dharma Sangging
  • Dharma Usada
  • Dharma Usada Kling
  • Dharmalaksana Undhagi
  • Dharmaning Asta Koçala
  • Dharmaning Hasta Kosali
  • Dharmaning Pamakuhan
  • Dharma-Usada
  • Gring Hanut Oton
  • Hasta Kosala
  • Hasta Kosala Kosali
  • Husada Rare
  • Husada Wisnu Japa
  • Indik Makarya Badhe
  • Janantaka
  • Kanda Pat Rare
  • Kap. Punggung Tiwas
  • Kapi Usadha
  • Kawisesan & Husada
  • Kawisesan/Usada
  • Kep. Taru Pramana
  • Kertta Bhasa
  • Klimosada-cemeng
  • Kreta Basa Taru
  • Kutipan Indik Linggih Bhatara
  • Mendem Hari-Hari
  • Osadi
  • Pacaron Pratiti
  • Padedewaning Pratiti
  • Pagelaran Tenung
  • Pamelaspas
  • Panawar Gringsing Wayang
  • Panengeran Kusta
  • Pangancingan Babahi
  • Pangukuran Karang
  • Parisuddhan Taru Salah Pati
  • Patatiwan/Hasta Kosala Kosali
  • Patenungan Lara
  • Pawadonan
  • Pawatekan/ Hanut Pancawara
  • Pawurung Pantun
  • Pratiti Samutpada
  • Prembon Kaputusan
  • Prembon Usada
  • Puja Kosala-Kosali
  • Punggung Tiwas
  • Pupulaning Usadha
  • Purwaning Gagulitan
  • Rarajahan Pakakas
  • S. Hyang Klimosada
  • Sarwa Daging Wadah
  • Sarwa Usada
  • Sarwwa Daging Wadah
  • Sikut Paduraksa
  • Sikut Sasaka
  • Sikut Wadah
  • Sri Tatwa
  • Suksmaning Punggung Tiwas
  • Swa-Karma
  • Swakarma Kosala Kosali
  • Swakarma/Kosali
  • Tanyalara Hanut Paweton
  • Tapel Rangdha
  • Taru Pramana
  • Tataning Aji Janantaka
  • Tatenger Agring
  • Tenung Manut Oton
  • Tenung Pancawara
  • Tenung Pawacakan
  • Tenung Pawetuan
  • Tenung Pawetuan Mwang Pawacakan
  • Tenung Prawerti Janma
  • Tenung Sapta Tanya
  • Tenung Saptawara
  • Tenung Saptawara Jati
  • Tenung Tanya Lara
  • Tenung Tri Wara
  • Tenung Wuku Carik
  • Tingkahing Paribasa
  • Tingkahing Paribasa/Usada
  • Tuntunan Gunan Ing Masasawahan
  • Tuntunan Ngwangun Karang Paumahan
  • Tutur Asta Kosali
  • Tutur Dwijodah
  • Tutur Hasta Kosali
  • Tutur Madwakama
  • Tutur Taru-Pramana
  • Unggwan Usada Rare
  • Usada
  • Usada Aswinodewa
  • Usada Aswinodewa, Rare, Hireng
  • Usada Aswinodewa/ Rare
  • Usada Babahi
  • Usada Banyu
  • Usada Cemengsari
  • Usada Cetik
  • Usada Dalem
  • Usada Dewa
  • Usada Gagemet
  • Usada Handa Kacacar
  • Usada Hireng/Prembon
  • Usada Indrani
  • Usada Kacacar
  • Usada Kalimosada
  • Usada Kaputusan Punggung Tiwas
  • Usada Kawisesan
  • Usada Kecacar
  • Usada Klimosada Klimosadi
  • Usada Kuranta Bolong
  • Usada Kusta
  • Usada Masa
  • Usada Melayu
  • Usada Meyong Garong
  • Usada Paleleburan Gring
  • Usada Paribasa
  • Usada Paribasa/Dalem
  • Usada Paribhasa
  • Usada Raramputan
  • Usada Rare
  • Usada Rare/ Tan Panak
  • Usada Sari
  • Usada Siwa Budha
  • Usada Tantri
  • Usada Tatiwangan
  • Usada Tengeran
  • Usada Tiwang
  • Usada Wong Gring Tan Waras
  • Usada/Candra Mahamala
  • Usada/Tenung
  • Usada/Tenung Rare
  • Usadaning Babahi
  • Usadha Jati
  • Usadha Paleleburan Gring
  • Utara Kandaning Usada
  • Utara Kandaning Usada Sari
  • Wawatekan Wawaran
  • Wisadha Sawah

Masing-masing lontar tersebut berisi puluhan sampai 200 lebih tumbuhan atau tanaman yang menjadi keperluan usada, pembuatan upakara, perumahan, parahyangan, dll. Kesemuanya itu menjadi pasokan pangan kita bersama jika ditanam seperti petunjuk lontar-lontar tersebut yang mengamanatkan kita untuk bercocok tanam untuk keperluan pasokan pangan, obat herbal, dan pelestarian lingkungan.

Dari sekitar 33 lontar usada saja, saya telah mendata tidak kurang dari sekitar 1000 tanaman yang perlu ditanam di Bali sebagai pasokan herbal atau bahan pengobatan. Sebagian dari jumlah 1000 tersebut adalah bumbu dapur dan panganan yang bisa menjadi makanan harian. Punya potensi dan nilai ekonomi yang tinggi. Namun demikian, situasinya yang terjadi di lapangan semua sumber pangan dalam lontar usada mulai langka. Sebagai contoh: Suweg (Amorphophallus campanulatus B) dan Biaung atau Gembili (Discorea esculenta) telah sangat mulai langka di Bali. Padahal di masa lalu ubi ini sangat penting sebagai pasokan pangan di desa di Bali.

Ada belasan ubi yang disebutkan sebagai bahan obat dalam lontar usada, yang sebenarnya tidak hanya bahan obat tapi bisa dikonsumsi menjadi pangan harian. Ada belasan tanaman rambat yang disebut sebagai bahan obat, sebenarnya bisa menjadi sayur harian, demikian juga dengan buah-buahan dan kacang-kacangan. Jumlahnya sampai ratusan varietas tumbuhan yang bisa menjadi bahan obat ada di sekitar kita tapi kita abai dan tidak tekun membudidayakan sebagai pasokan pangan harian kita.

Sebuah riset dilangsungkan di Buleleng Timur saja telah berhasil mendata 50-an lebih obat usada yang masih dipakai  masyarakat sekaligus sumber pangan yang bisa menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan kita.

Tumbuhan tersebut masih akrab tumbuh sekitar kita tapi tidak dibudidayakan secara baik di pekarangan rumah atau teba (belakang rumah) atau tegalan kita, seperti:

  1. Sauropus androgynus Merrill. (Kayu manis)
  2. Blumea sp. (Sembung Hutan)
  3. Ubi Dara
  4. Phaleria macrocarpa Boerl. (Mahkota Dewa)
  5. Polanisia viscose L. (Buangit)
  6. Phyllanthus niruri Blanco. (Kemeniran)
  7. Silangjana
  8. Physalis angulata Heyne (Angket)
  9. Justicia gendarussa Burmf. (Sekling)
  10. Coccinia cordifolia Gogn (Paspasan.)
  11. Menuri Putih
  12. Jatropha gossypifolia Linn (Jarak iodium)
  13. Gossypium obstusifolium Roxb. (Kapas)
  14. Vitex trifolia Linn (Liligundi)
  15. Premna sp (Daluman)
  16. Acorus calamus Linn (Jangu)
  17. Begonia sp
  18. Kalanchoe pinnata Pers. (Kayu Urip)
  19. Elephantopus scaber Linn (Tapak liman)
  20. Syzygium aromaticum L. (Cengkeh)
  21. Curcuma domestica Val. (Kunyit putih)
  22. Melodius laevigatus Blume (Palit sedangan)
  23. Areca cathecu L. (Buah)
  24. Amomum cordamomum Willd (Kapulaga)
  25. Woodfordia floribunda Salisb (Sidowayah)
  26. Amomum cordamomum Willd Var. (Kapulaga merah)
  27. Piper betle L. (Sirih)
  28. Ehretia microphylla Lamk. (Kesinen)
  29. Morinda citrifolia Mengkudu
  30. Zingiber sp Jae merah
  31. Sambang darah
  32. Tinospora tuberculata Beume ex K. Heyne (Antawali)
  33. Dressing
  34. Citrus aurantifolia Sw. (Juwuk lengis)
  35. Averrhoa carambola Linn. (Belimbing Besi)
  36. Averrhoa blimbi Linn (Blimbing buluh)
  37. Jatropha curcas Linn (Jarak pagar)
  38. Hibiscus tiliaceus Linn (Waru taluh)
  39. Ocimum basilicum Linn. (Selasih)
  40. Ocimum sanctum Linn (Lampes)
  41. Vitis quadrangularis Cord. (Tikel Balung)
  42. Basella rubra Linn (Gendolo,)
  43. Zingiber officinale Rosc. (Jae pahit)
  44. Clinacanthus nutans Lindau (Dandang gendis)
  45. Alpinia galangal Willd (Laos)
  46. Polygonum chinense Houtt. (Padang alia)
  47. Cerbera odollam Gaertn (Bintaro)
  48. Alstonia scholaris R. Br. (Pule)
  49. Plumeria accuminata W.t Ait (Jepun putih)
  50. Strobilanthes crispus Bl. (Keji Beling)

Dari temuan 50 tanaman yang masih dipakai dalam pengobatan herbal di Buleleng ini, sebagian dari tumbuhan ini adalah pasokan buat ketahanan pangan kita, kesemuanya tumbuhan tersebut jika dibudidayakan punya nilai ekonomi, bisa di-supply ke pasar tradisional terdekat sebagai pasokan bumbu dan juga kebutuhan pengobatan herbal.

Tanaman dalam puluhan LONTAR USADA tidak memerlukan subak atau areal persawahan yang besar untuk dibudidayakan. Bisa menjadi tanaman pagar, rambat, pohon peneduh dan pohon penghasil buah, yang bisa tumbuh kita budidayakan di halaman rumah atau di lahan kosong milik desa yang bisa dikelola oleh masyarakat secara bersama.

LONTAR USADA sesungguhnya, jika kita baca dengan cermat, bukan hanya lontar pengobatan, tapi lontar yang merumuskan tanaman apa saja yang berguna untuk menjamin kesehatan dan sekaligus menyokong pangan harian yang menjadi penopang berjalannya kehidupan sehari-hari, baik dalam keadaan tanpa penyakit dan saat perlu pengobatan herbal atau usada.

Lontar Usada yang berlimpah daftar tumbuhan adalah pusaka kita bersama yang perlu dibuka untuk dirumuskan dan dibudidayakan agar kita mampu memperkuat diri dan keluarga dari serbuan berbagai makanan yang masuk Bali yang kebanyakan tidak sehat atau berlimpah bumbu penyedap kimia yang tidak asalinya dari Bumi Pertiwi Bali. Jika ingin mengukuhkan kesehatan lahir batin masyarakat Bali, ketahanan pangan keluarga kita, maka pustaka lontar Usada kita rujuk sebagai panduan bersama dalam memperkuat ketahanan pangan kita bersama.

LONTAR USADA bukan lontar klenik. Leluhur kita mewariskan lontar-lontar sebagai paduan menghadapi kehidupan nyata yang penuh tantangan, baik akibat kita lalai merawat diri, atau memang kia abai membiarkan sesuatu yang tidak organik yang berasal dari luar Bumi Pertiwi kita konsumsi secara serampangan.

Ancaman Bali hari ini memang bukan kelaparan. Tapi yang dikonsumsi harian oleh anak-anak di Bali sudah jauh apa yang semestinya dihasilkan secara swadaya dari Pulau Bali.

Celakanya, hampir sebagian besar makanan kudapan ringan yang dijual di gerai makanan tidak hasil dari tanah Bali itu tidak sehat, tidak sehat dengan berbagai MSG (micin) dan pewarna serta pengawet yang mencurigakan, sekaligus merongrong secara ekonomi akibat panganan harian tak lain adalah produk-produk luar yang tidak dihasilkan di Bali.

LONTAR USADA bukan hanya tabel mempersehat diri ketika sakit, tapi tabel pohon dan tumbuhan yang harus kita tanam untuk penguatan swasembada pangan atau lumbung pangan bagi keluarga kita. [T]

Tags: balikesehatanlontarlontar usadatanaman obatusadausadha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sumahardika dan Idayati Lolos Seleksi Penulis Emerging UWRF 2021

Next Post

Gula Kroso dari Pedahan, Ekonomi Kreatif Tempo Doeloe

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Gula Kroso dari Pedahan, Ekonomi Kreatif Tempo Doeloe

Gula Kroso dari Pedahan, Ekonomi Kreatif Tempo Doeloe

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co