25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Het Achterhuis” | Catatan Anne Frank 12 Mei yang Menggetarkan Hati Dunia

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
May 12, 2021
in Esai
“Het Achterhuis” | Catatan Anne Frank 12 Mei yang Menggetarkan Hati Dunia

Anne Frank

Pada tanggal 12 Mei 1944, tepat 76 tahun yang lalu, di sebuah tempat persembunyian, seorang anak menuliskan harapan dan cita-citanya, menjadi jurnalis, dan penulis besar.

76 tahun kemudian, di bulan Mei 2021, suaranya masih terdengar, dan tentu cita-cita itu telah terjadi dan bahkan melampaui niat anak kecil itu.

 Pagi ini saya sarapan, bukan dengan roti atau nasi, tapi dengan surat-surat Anne Frank. Di rak buku khusus di ruang kerja saya, memang saya letakkan spesial buku-buku yang menggugah nurani menulis saya. Salah satunya adalah Anne Frank.

Dia lahir dengan nama Annelies Marie Frank di Frankfurt, Jerman  pada tanggal 12 Juni 1929, dari sepasang orang tua bernama Otto Frank dan Edith Frank. Namun saat Nazi berkuasa di Jerman di mana keturunan Yahudi dihabisi, dia sekeluarga pindah ke Belanda, pada tahun 1933, ketika Anne berusia 4 tahun.

Ayahnya mengelola usaha di Belanda tepatnya di Amsterdam. Ternyata Jerman kemudian menguasai Belanda, tepatnya pada tahun 1942, dan penyiksaan terhadap keturunan Yahudi semakin menjadi-jadi sehingga mereka pun bersembunyi di balik sebuah lemari buku.

Surat pertama dia tulis pada hari Minggu, 14 Juni, 1942. Ia menulis tentang ulang tahunnya yang jatuh dua hari sebelum ia menulis surat itu, yaitu 12 Juni 1942, tepat ketika ia berusia 13 tahun. Ia mendapatkan hadiah sebuah diary, yang tentu saja menjadi tempat curhatnya yang kelak kita baca dan mengubah dunia.

Dari suratnya kita tahu bahwa sebagai seorang yang masih sangat muda, ia sangat cemas terlahir sebagai Yahudi, karena saat itu Hitler memiliki ‘kebijakan’ membasmi Yahudi dan keturunannya, sehingga keluarga Anne pun bergerak dalam semua keterbatasan. Semua dilarang bagi Yahudi, mereka harus memakai pakaian khusus dengan bintang kuning, mereka tak boleh menyetir, tak boleh naik kereta, tak boleh berbelanja dengan bebas, waktu dibatasi hanya dua jam yaitu antara jam 3-5, dilarang menonton film, dan juga dilarang berenang, bermain tenis, bermain hoki, dan banyak larangan lainnya lagi.

Pada tahun 1934, ketika usianya 5 tahun, Anne bersekolah di TK Montessori. Lalu ketika usianya 12 tahun, ia dan kakaknya, Margot, bersekolah di sekolah khusus Yahudi.

Semua terasa baik-baik saja, hingga akhirnya tibalah masa ketika semua tak baik-baik saja.

Saya akan jeda sebentar saja, sebab bagi saya tetap memilukan hati membaca surat seorang anak yang usianya sebaya usia anak saya, Putik Padi, yang berada di dalam persembunyian di mana kehidupan dan kematian hanya setipis kulit ari. Dan dia bisa menulis dengan gemilang!

Saya sering menyodorkan buku ini kepada Putik agar dia paham bagaimana beruntungnya kita hidup di sebuah masa di mana kita bisa masih bebas bersekolah, berenang, jalan-jalan, dan bermain main dengan nyaman (meskipun terbatas juga karena pandemi). Juga tak ada kecemasan bahwa sewaktu-waktu kita akan diterkam dan dijebloskan ke penjara yang kesangarannya tak terbantahkan dan yang masuk ke sana tak pernah lagi bisa keluar sebagai manusia utuh. Kebanyakan tinggal nama.

Saya menata hati dan melanjutkan membaca lagi surat Anne terutama yang bertanggal 8 Mei, 1944. Kurang lebih 76 tahun yang lalu. Mengapa saya tertarik di tanggal ini, sebab disinilah saya tahu bagaimana Anne Frank bercerita sesungguhnya ia lahir dari keluarga kaya, ayahnya kaya, ibunya kaya, dan mereka seharusnya bisa makan enak namun kenyataannya dia hanya makan dua sendok makan bubur dan wortel setengah matang untuk sarapan, kadang kentang busuk, lalu lettuce, dan bayam yang membuat Anne merasa dirinya kuat seperti Popeye.

Di tanggal 12 Mei, 1944, Anne mengatakan cita-cita terbesarnya adalah menjadi jurnalis dan penulis terkenal. Dia menulis “In any case, I want to publish a book entitled Het Achterbuis after the war. Whether I shall succeed or not, I cannot say, but my diary will be a great help.”

Dari tulisan ini kita tahu, Anne Frank telah mengubah dunia, ia telah menjadi seseorang yang melampaui cita-citanya, untuk menjadi jurnalis dan penulis terkenal. Ia telah menjadi pahlawan bahkan di usia mudanya. Suara yang ia sampaikan lantang melampaui jaman.

Surat terakhir Anne Frank tertanggal 1 Agustus 1944. Bagaimana nasibnya. Pada tanggal 4 Agustus 1944, 3 hari setelah ia menulis suratnya yang terakhir, seorang mata-mata Belanda masuk ke persembunyian Anne dan keluarganya. Mereka dibawa ke pusat Gestapo (polisi Nazi Jerman) di Amsterdam.  Lalu pada 3 September 1944, mereka dibawa keluar dari Belanda.

Tiga hari kemudian, mereka tiba di Auschwitz di Polandia di mana Anne terpisah dari keluarganya. Dalam buku berjudul “Anne Frank, A Portrait in Courage” oleh Ernst Schnabel, diceritakan bahwa Anne Frank menyaksikan penyiksaan tawanan di Auschwitz dan ketika sekelompok gadis Hungaria mengantri ke ruang gas untuk ‘dikremasi’, dia menatap mereka, sambil berkata, lihat mata mereka, mata mereka…

Bulan Oktober, Anne, Margot, dan Mrs. Van Daan dipindahkan ke Belsen di Jerman. Sementara Ibu Anne, tetap di Auschwitz. Ia meninggal disana bulan Januari, 1945 karena tak mau makan. Sementara itu Otto Frank, di kamp laki-laki pada Februari 1945 bertahan dan dibebaskan oleh orang Rusia. 

Sementara itu nasib Anne dan Margot di Belsen tak lebih baik. Mereka sangat lemah dan diserang wabah tifus.

Margot meninggal pada akhir Februari 1945. Dan menyusul beberapa hari kemudian Anne Frank.

Usianya belum genap 16 tahun.

Di bulan Mei 1945 perang mereda. Otto frank kembali ke Amsterdam.  Sekretarisnya, Miep, berhasil menyelamatkan catatan Anne Frank yang kemudian diterbitkan Ayahnya dengan judul dalam bahasa Belanda “Het Achterhuis”, seperti keinginan yang ditulis Anne di tanggal 12 Mei, 1944.

Ayahnya, Otto Frank mewujudkan buku Anne di bulan Juni tahun 1947 dengan penerbit Contact Publishers. Hingga kini buku ini telah diterjemahkan ke 70 bahasa. Dan telah menjadi sumber inspirasi bagi dunia sastra, teater dan film hingga sejarah. Seorang Anne Frank telah mengubah wajah dunia, dan namanya tentu tak akan pernah hilang dalam sejarah. [T]

Tags: Anne FrankKadek Sonia PiscayantiLiterasisastrasejarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kendang Ajaib | Cerita Rakyat Afrika Selatan

Next Post

“Ranupura” | Wajah Bangli sebagai Hulu

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
“Ranupura” |  Wajah Bangli sebagai Hulu

“Ranupura” | Wajah Bangli sebagai Hulu

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co