24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana | Raja Wanita Dari Bangli

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
March 24, 2021
in Esai
Membaca Raja Purana Pura Ulun Danu Batur

Jika dihitung dari tahun 1204 Masehi, tahun ini [2021] Bangli akan berumur 817 tahun. Delapan abad bukan waktu yang sebentar. Waktu yang tidak sebentar itu pula yang menyebabkan banyak hal penting yang terkubur pelan-pelan, misalnya sosok Raja Wanita bernama Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana.

Sebenarnya, bagaimana posisi Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana dalam benak masyarakat Bangli? Apakah masyarakat Bangli kenal nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana? Masyarakat yang saya maksud, termasuk kalangan stake holder di Bangli. Sekarang mari kita baca keterangan yang diberikan oleh Goris menyangkut Prasasti Kehen C yang memuat nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana:

This edict mentions many names. Even after the recent remarks of Damais [Critique. p. 646] the family relation is not quite clear. It seems that the queen or King’s mother is called: Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi [Adhi] Kuntiketana. Her son is called: Śrī Dhana-adhi raja lañcana and also Bhaṭāra Parameśwara Śrī Wīrāma. The spouse of the king is Pāduka Bhaṭāri Śrī Dharma Dewīketu. As Damais about SBK [p. 646] has remarked, Dhana-adhirāja is an epithet for Kuwera [king of abundance] and here it is used as a “nom d’oriflamme” [emblem] for the king [the son]. What is more important in this edict is the very extensive treatment of the cyclical feasts of the village of Bangli. All the temples are enumerated and the ceremonies for the Mountain temple [Hyang Wukir] in the 8th mont are dealt with even more completely [EB XX, P. 58-59]. The first bronze plate has a small gravure of a four-armed beardless Guru [in a “Majapahit” aureole or prabhā] [Goris, 1965: 43].

Berdasarkan keterangan Goris, Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana adalah ibu dari raja Śrī Dhana-adhi Raja Lañcana atau Bhaṭāra Parameśwara Śrī Wīrāma. Pasangan dari raja Śrī Wīrāma bernama Pāduka Bhaṭāri Śrī Dharma Dewīketu. Dhana-adhi Raja menurut Damais adalah nama lain dari Kuwera. Kuwera adalah dewa ‘kekayaan’.

Goris sebenarnya memberi petunjuk bahwa posisi Bhaṭāra Guru sangat penting, hal ini terbukti dari kekuasaannya untuk memerintah Śrī Wīrāma dan Śrī Dharma Dewīketu. Keduanya diperintahkan untuk menghentikan penduduk Bangli. Keterangan itu menandakan bahwa Bhaṭāra Guru memiliki posisi tawar yang tinggi. Tapi sejauh mana kekuasaan Bhaṭāra Guru dalam bidang kepemerintahan, sama sekali belum dapat dipastikan. Hal itu penting juga untuk ditelusuri lebih jauh dengan melakukan studi yang lebih dalam. Studi ini dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai macam pihak, jika seluruh komponen masyarakat Bangli serius untuk ‘nindihin gumi’, serius merasa sebagai bagian dari ‘kārāman i bāngli’.

Penggunaan istilah pun sebenarnya bisa didiskusikan, apakah ‘kramaning’ atau ‘karaman i’. Tiga kamus bisa kita manfaatkan untuk mendiskusikan hal ini: Kamus Jawa Kuno [Zoetmulder], Kamus Bahasa Bali Kuno [Granoka, dkk.] dan Kamus Bahasa Bali [Tim Penyusun]. Tapi saya tidak ingin memperpanjang persoalan ini, karena bisa menjadi sangat panjang. Yang perlu diperhatikan sekarang, setelah maskot lalu apa? Tidakkah ada penghargaan kepada Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana?

Nama Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana sebenarnya disebut di salah satu bangunan DPRD Kabupaten Bangli. Bukan menjadi satu nama Gedung, tapi satu nama ruangan. Bagi saya usaha ini sangat perlu diapresiasi, tetapi apakah cukup?

Saya sadar betul, tulisan ini berangkali dapat mengganggu euphoria masyarakat Bangli yang sedang beramai-ramai menunjukkan kebanggaannya manjadi bagian dari Bangli. Saya menanggapi euphoria itu dengan cara yang agak berbeda, yakni dengan menulis. Tradisi membaca, menulis dan berdiskusi di Bangli bukannya sama sekali asing. Bangli sebenarnya tidak absent dalam urusan persastraan di Bali. Di dalam Mededeelingen Van De Kirtya Liefrinck van der Tuuk [1940], tercatat nama A.A. Anom sebagai anggota Curatorium van de Stichting Kirtya Liefrinck van der Tuuk [Gedong Kirtya]. Sebelum A.A. Anom, nama lain yang disebut sebagai Leden Curatorium adalah Pedanda Njoman Dangin. Dua nama itu, bisa kita anggap sebagai kekayaan dan sumbangan Bangli pada ilmu pengetahuan. Siapakah kedua orang itu? Kita bicarakan lain kali.

Tulisan ini, ingin saya tutup dengan mengatakan bahwa Bangli perlu melakukan revolusi dalam hal cara pandang. Contohnya, bisa dimulai dengan memperkenalkan nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana yang termuat dalam Prasasti Kehen C. Prasasti yang kini dijadikan tonggak ulang tahun Kabupaten Bangli. Nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana hampir tidak pernah muncul dalam pagelaran apa pun di Bangli.

Terakhir, saya hadiahkan kepada Bangli salah satu bagian dari Prasasti Kehen C. Bagian yang saya maksud, adalah bagian yang disebut small gravure yang disebutkan oleh Goris. Setelah memperhatikan gambar berikut, kira-kira siapakah sosok di dalamnya?

Tags: Bangliprasastisejarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Magbangal | Dongeng dari Filipina

Next Post

Ni Luh Menek | Memupuk Pohon Kesenian dan Merawat Cendrawasih di Bali Utara

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Ni Luh Menek | Memupuk Pohon Kesenian dan Merawat Cendrawasih di Bali Utara

Ni Luh Menek | Memupuk Pohon Kesenian dan Merawat Cendrawasih di Bali Utara

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co