13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana | Raja Wanita Dari Bangli

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
March 24, 2021
in Esai
Membaca Raja Purana Pura Ulun Danu Batur

Jika dihitung dari tahun 1204 Masehi, tahun ini [2021] Bangli akan berumur 817 tahun. Delapan abad bukan waktu yang sebentar. Waktu yang tidak sebentar itu pula yang menyebabkan banyak hal penting yang terkubur pelan-pelan, misalnya sosok Raja Wanita bernama Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana.

Sebenarnya, bagaimana posisi Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana dalam benak masyarakat Bangli? Apakah masyarakat Bangli kenal nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana? Masyarakat yang saya maksud, termasuk kalangan stake holder di Bangli. Sekarang mari kita baca keterangan yang diberikan oleh Goris menyangkut Prasasti Kehen C yang memuat nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana:

This edict mentions many names. Even after the recent remarks of Damais [Critique. p. 646] the family relation is not quite clear. It seems that the queen or King’s mother is called: Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi [Adhi] Kuntiketana. Her son is called: Śrī Dhana-adhi raja lañcana and also Bhaṭāra Parameśwara Śrī Wīrāma. The spouse of the king is Pāduka Bhaṭāri Śrī Dharma Dewīketu. As Damais about SBK [p. 646] has remarked, Dhana-adhirāja is an epithet for Kuwera [king of abundance] and here it is used as a “nom d’oriflamme” [emblem] for the king [the son]. What is more important in this edict is the very extensive treatment of the cyclical feasts of the village of Bangli. All the temples are enumerated and the ceremonies for the Mountain temple [Hyang Wukir] in the 8th mont are dealt with even more completely [EB XX, P. 58-59]. The first bronze plate has a small gravure of a four-armed beardless Guru [in a “Majapahit” aureole or prabhā] [Goris, 1965: 43].

Berdasarkan keterangan Goris, Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana adalah ibu dari raja Śrī Dhana-adhi Raja Lañcana atau Bhaṭāra Parameśwara Śrī Wīrāma. Pasangan dari raja Śrī Wīrāma bernama Pāduka Bhaṭāri Śrī Dharma Dewīketu. Dhana-adhi Raja menurut Damais adalah nama lain dari Kuwera. Kuwera adalah dewa ‘kekayaan’.

Goris sebenarnya memberi petunjuk bahwa posisi Bhaṭāra Guru sangat penting, hal ini terbukti dari kekuasaannya untuk memerintah Śrī Wīrāma dan Śrī Dharma Dewīketu. Keduanya diperintahkan untuk menghentikan penduduk Bangli. Keterangan itu menandakan bahwa Bhaṭāra Guru memiliki posisi tawar yang tinggi. Tapi sejauh mana kekuasaan Bhaṭāra Guru dalam bidang kepemerintahan, sama sekali belum dapat dipastikan. Hal itu penting juga untuk ditelusuri lebih jauh dengan melakukan studi yang lebih dalam. Studi ini dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai macam pihak, jika seluruh komponen masyarakat Bangli serius untuk ‘nindihin gumi’, serius merasa sebagai bagian dari ‘kārāman i bāngli’.

Penggunaan istilah pun sebenarnya bisa didiskusikan, apakah ‘kramaning’ atau ‘karaman i’. Tiga kamus bisa kita manfaatkan untuk mendiskusikan hal ini: Kamus Jawa Kuno [Zoetmulder], Kamus Bahasa Bali Kuno [Granoka, dkk.] dan Kamus Bahasa Bali [Tim Penyusun]. Tapi saya tidak ingin memperpanjang persoalan ini, karena bisa menjadi sangat panjang. Yang perlu diperhatikan sekarang, setelah maskot lalu apa? Tidakkah ada penghargaan kepada Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana?

Nama Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana sebenarnya disebut di salah satu bangunan DPRD Kabupaten Bangli. Bukan menjadi satu nama Gedung, tapi satu nama ruangan. Bagi saya usaha ini sangat perlu diapresiasi, tetapi apakah cukup?

Saya sadar betul, tulisan ini berangkali dapat mengganggu euphoria masyarakat Bangli yang sedang beramai-ramai menunjukkan kebanggaannya manjadi bagian dari Bangli. Saya menanggapi euphoria itu dengan cara yang agak berbeda, yakni dengan menulis. Tradisi membaca, menulis dan berdiskusi di Bangli bukannya sama sekali asing. Bangli sebenarnya tidak absent dalam urusan persastraan di Bali. Di dalam Mededeelingen Van De Kirtya Liefrinck van der Tuuk [1940], tercatat nama A.A. Anom sebagai anggota Curatorium van de Stichting Kirtya Liefrinck van der Tuuk [Gedong Kirtya]. Sebelum A.A. Anom, nama lain yang disebut sebagai Leden Curatorium adalah Pedanda Njoman Dangin. Dua nama itu, bisa kita anggap sebagai kekayaan dan sumbangan Bangli pada ilmu pengetahuan. Siapakah kedua orang itu? Kita bicarakan lain kali.

Tulisan ini, ingin saya tutup dengan mengatakan bahwa Bangli perlu melakukan revolusi dalam hal cara pandang. Contohnya, bisa dimulai dengan memperkenalkan nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana yang termuat dalam Prasasti Kehen C. Prasasti yang kini dijadikan tonggak ulang tahun Kabupaten Bangli. Nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana hampir tidak pernah muncul dalam pagelaran apa pun di Bangli.

Terakhir, saya hadiahkan kepada Bangli salah satu bagian dari Prasasti Kehen C. Bagian yang saya maksud, adalah bagian yang disebut small gravure yang disebutkan oleh Goris. Setelah memperhatikan gambar berikut, kira-kira siapakah sosok di dalamnya?

Tags: Bangliprasastisejarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Magbangal | Dongeng dari Filipina

Next Post

Ni Luh Menek | Memupuk Pohon Kesenian dan Merawat Cendrawasih di Bali Utara

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Ni Luh Menek | Memupuk Pohon Kesenian dan Merawat Cendrawasih di Bali Utara

Ni Luh Menek | Memupuk Pohon Kesenian dan Merawat Cendrawasih di Bali Utara

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co