3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana | Raja Wanita Dari Bangli

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
March 24, 2021
in Esai
Membaca Raja Purana Pura Ulun Danu Batur

Jika dihitung dari tahun 1204 Masehi, tahun ini [2021] Bangli akan berumur 817 tahun. Delapan abad bukan waktu yang sebentar. Waktu yang tidak sebentar itu pula yang menyebabkan banyak hal penting yang terkubur pelan-pelan, misalnya sosok Raja Wanita bernama Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana.

Sebenarnya, bagaimana posisi Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana dalam benak masyarakat Bangli? Apakah masyarakat Bangli kenal nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana? Masyarakat yang saya maksud, termasuk kalangan stake holder di Bangli. Sekarang mari kita baca keterangan yang diberikan oleh Goris menyangkut Prasasti Kehen C yang memuat nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana:

This edict mentions many names. Even after the recent remarks of Damais [Critique. p. 646] the family relation is not quite clear. It seems that the queen or King’s mother is called: Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi [Adhi] Kuntiketana. Her son is called: Śrī Dhana-adhi raja lañcana and also Bhaṭāra Parameśwara Śrī Wīrāma. The spouse of the king is Pāduka Bhaṭāri Śrī Dharma Dewīketu. As Damais about SBK [p. 646] has remarked, Dhana-adhirāja is an epithet for Kuwera [king of abundance] and here it is used as a “nom d’oriflamme” [emblem] for the king [the son]. What is more important in this edict is the very extensive treatment of the cyclical feasts of the village of Bangli. All the temples are enumerated and the ceremonies for the Mountain temple [Hyang Wukir] in the 8th mont are dealt with even more completely [EB XX, P. 58-59]. The first bronze plate has a small gravure of a four-armed beardless Guru [in a “Majapahit” aureole or prabhā] [Goris, 1965: 43].

Berdasarkan keterangan Goris, Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana adalah ibu dari raja Śrī Dhana-adhi Raja Lañcana atau Bhaṭāra Parameśwara Śrī Wīrāma. Pasangan dari raja Śrī Wīrāma bernama Pāduka Bhaṭāri Śrī Dharma Dewīketu. Dhana-adhi Raja menurut Damais adalah nama lain dari Kuwera. Kuwera adalah dewa ‘kekayaan’.

Goris sebenarnya memberi petunjuk bahwa posisi Bhaṭāra Guru sangat penting, hal ini terbukti dari kekuasaannya untuk memerintah Śrī Wīrāma dan Śrī Dharma Dewīketu. Keduanya diperintahkan untuk menghentikan penduduk Bangli. Keterangan itu menandakan bahwa Bhaṭāra Guru memiliki posisi tawar yang tinggi. Tapi sejauh mana kekuasaan Bhaṭāra Guru dalam bidang kepemerintahan, sama sekali belum dapat dipastikan. Hal itu penting juga untuk ditelusuri lebih jauh dengan melakukan studi yang lebih dalam. Studi ini dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai macam pihak, jika seluruh komponen masyarakat Bangli serius untuk ‘nindihin gumi’, serius merasa sebagai bagian dari ‘kārāman i bāngli’.

Penggunaan istilah pun sebenarnya bisa didiskusikan, apakah ‘kramaning’ atau ‘karaman i’. Tiga kamus bisa kita manfaatkan untuk mendiskusikan hal ini: Kamus Jawa Kuno [Zoetmulder], Kamus Bahasa Bali Kuno [Granoka, dkk.] dan Kamus Bahasa Bali [Tim Penyusun]. Tapi saya tidak ingin memperpanjang persoalan ini, karena bisa menjadi sangat panjang. Yang perlu diperhatikan sekarang, setelah maskot lalu apa? Tidakkah ada penghargaan kepada Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana?

Nama Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana sebenarnya disebut di salah satu bangunan DPRD Kabupaten Bangli. Bukan menjadi satu nama Gedung, tapi satu nama ruangan. Bagi saya usaha ini sangat perlu diapresiasi, tetapi apakah cukup?

Saya sadar betul, tulisan ini berangkali dapat mengganggu euphoria masyarakat Bangli yang sedang beramai-ramai menunjukkan kebanggaannya manjadi bagian dari Bangli. Saya menanggapi euphoria itu dengan cara yang agak berbeda, yakni dengan menulis. Tradisi membaca, menulis dan berdiskusi di Bangli bukannya sama sekali asing. Bangli sebenarnya tidak absent dalam urusan persastraan di Bali. Di dalam Mededeelingen Van De Kirtya Liefrinck van der Tuuk [1940], tercatat nama A.A. Anom sebagai anggota Curatorium van de Stichting Kirtya Liefrinck van der Tuuk [Gedong Kirtya]. Sebelum A.A. Anom, nama lain yang disebut sebagai Leden Curatorium adalah Pedanda Njoman Dangin. Dua nama itu, bisa kita anggap sebagai kekayaan dan sumbangan Bangli pada ilmu pengetahuan. Siapakah kedua orang itu? Kita bicarakan lain kali.

Tulisan ini, ingin saya tutup dengan mengatakan bahwa Bangli perlu melakukan revolusi dalam hal cara pandang. Contohnya, bisa dimulai dengan memperkenalkan nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana yang termuat dalam Prasasti Kehen C. Prasasti yang kini dijadikan tonggak ulang tahun Kabupaten Bangli. Nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana hampir tidak pernah muncul dalam pagelaran apa pun di Bangli.

Terakhir, saya hadiahkan kepada Bangli salah satu bagian dari Prasasti Kehen C. Bagian yang saya maksud, adalah bagian yang disebut small gravure yang disebutkan oleh Goris. Setelah memperhatikan gambar berikut, kira-kira siapakah sosok di dalamnya?

Tags: Bangliprasastisejarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Magbangal | Dongeng dari Filipina

Next Post

Ni Luh Menek | Memupuk Pohon Kesenian dan Merawat Cendrawasih di Bali Utara

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails
Next Post
Ni Luh Menek | Memupuk Pohon Kesenian dan Merawat Cendrawasih di Bali Utara

Ni Luh Menek | Memupuk Pohon Kesenian dan Merawat Cendrawasih di Bali Utara

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co