26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana | Raja Wanita Dari Bangli

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
March 24, 2021
in Esai
Membaca Raja Purana Pura Ulun Danu Batur

Jika dihitung dari tahun 1204 Masehi, tahun ini [2021] Bangli akan berumur 817 tahun. Delapan abad bukan waktu yang sebentar. Waktu yang tidak sebentar itu pula yang menyebabkan banyak hal penting yang terkubur pelan-pelan, misalnya sosok Raja Wanita bernama Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana.

Sebenarnya, bagaimana posisi Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana dalam benak masyarakat Bangli? Apakah masyarakat Bangli kenal nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana? Masyarakat yang saya maksud, termasuk kalangan stake holder di Bangli. Sekarang mari kita baca keterangan yang diberikan oleh Goris menyangkut Prasasti Kehen C yang memuat nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana:

This edict mentions many names. Even after the recent remarks of Damais [Critique. p. 646] the family relation is not quite clear. It seems that the queen or King’s mother is called: Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi [Adhi] Kuntiketana. Her son is called: Śrī Dhana-adhi raja lañcana and also Bhaṭāra Parameśwara Śrī Wīrāma. The spouse of the king is Pāduka Bhaṭāri Śrī Dharma Dewīketu. As Damais about SBK [p. 646] has remarked, Dhana-adhirāja is an epithet for Kuwera [king of abundance] and here it is used as a “nom d’oriflamme” [emblem] for the king [the son]. What is more important in this edict is the very extensive treatment of the cyclical feasts of the village of Bangli. All the temples are enumerated and the ceremonies for the Mountain temple [Hyang Wukir] in the 8th mont are dealt with even more completely [EB XX, P. 58-59]. The first bronze plate has a small gravure of a four-armed beardless Guru [in a “Majapahit” aureole or prabhā] [Goris, 1965: 43].

Berdasarkan keterangan Goris, Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana adalah ibu dari raja Śrī Dhana-adhi Raja Lañcana atau Bhaṭāra Parameśwara Śrī Wīrāma. Pasangan dari raja Śrī Wīrāma bernama Pāduka Bhaṭāri Śrī Dharma Dewīketu. Dhana-adhi Raja menurut Damais adalah nama lain dari Kuwera. Kuwera adalah dewa ‘kekayaan’.

Goris sebenarnya memberi petunjuk bahwa posisi Bhaṭāra Guru sangat penting, hal ini terbukti dari kekuasaannya untuk memerintah Śrī Wīrāma dan Śrī Dharma Dewīketu. Keduanya diperintahkan untuk menghentikan penduduk Bangli. Keterangan itu menandakan bahwa Bhaṭāra Guru memiliki posisi tawar yang tinggi. Tapi sejauh mana kekuasaan Bhaṭāra Guru dalam bidang kepemerintahan, sama sekali belum dapat dipastikan. Hal itu penting juga untuk ditelusuri lebih jauh dengan melakukan studi yang lebih dalam. Studi ini dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai macam pihak, jika seluruh komponen masyarakat Bangli serius untuk ‘nindihin gumi’, serius merasa sebagai bagian dari ‘kārāman i bāngli’.

Penggunaan istilah pun sebenarnya bisa didiskusikan, apakah ‘kramaning’ atau ‘karaman i’. Tiga kamus bisa kita manfaatkan untuk mendiskusikan hal ini: Kamus Jawa Kuno [Zoetmulder], Kamus Bahasa Bali Kuno [Granoka, dkk.] dan Kamus Bahasa Bali [Tim Penyusun]. Tapi saya tidak ingin memperpanjang persoalan ini, karena bisa menjadi sangat panjang. Yang perlu diperhatikan sekarang, setelah maskot lalu apa? Tidakkah ada penghargaan kepada Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana?

Nama Bhaṭāra Guru Śrī Aḍi Kuntiketana sebenarnya disebut di salah satu bangunan DPRD Kabupaten Bangli. Bukan menjadi satu nama Gedung, tapi satu nama ruangan. Bagi saya usaha ini sangat perlu diapresiasi, tetapi apakah cukup?

Saya sadar betul, tulisan ini berangkali dapat mengganggu euphoria masyarakat Bangli yang sedang beramai-ramai menunjukkan kebanggaannya manjadi bagian dari Bangli. Saya menanggapi euphoria itu dengan cara yang agak berbeda, yakni dengan menulis. Tradisi membaca, menulis dan berdiskusi di Bangli bukannya sama sekali asing. Bangli sebenarnya tidak absent dalam urusan persastraan di Bali. Di dalam Mededeelingen Van De Kirtya Liefrinck van der Tuuk [1940], tercatat nama A.A. Anom sebagai anggota Curatorium van de Stichting Kirtya Liefrinck van der Tuuk [Gedong Kirtya]. Sebelum A.A. Anom, nama lain yang disebut sebagai Leden Curatorium adalah Pedanda Njoman Dangin. Dua nama itu, bisa kita anggap sebagai kekayaan dan sumbangan Bangli pada ilmu pengetahuan. Siapakah kedua orang itu? Kita bicarakan lain kali.

Tulisan ini, ingin saya tutup dengan mengatakan bahwa Bangli perlu melakukan revolusi dalam hal cara pandang. Contohnya, bisa dimulai dengan memperkenalkan nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana yang termuat dalam Prasasti Kehen C. Prasasti yang kini dijadikan tonggak ulang tahun Kabupaten Bangli. Nama Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketana hampir tidak pernah muncul dalam pagelaran apa pun di Bangli.

Terakhir, saya hadiahkan kepada Bangli salah satu bagian dari Prasasti Kehen C. Bagian yang saya maksud, adalah bagian yang disebut small gravure yang disebutkan oleh Goris. Setelah memperhatikan gambar berikut, kira-kira siapakah sosok di dalamnya?

Tags: Bangliprasastisejarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Magbangal | Dongeng dari Filipina

Next Post

Ni Luh Menek | Memupuk Pohon Kesenian dan Merawat Cendrawasih di Bali Utara

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Ni Luh Menek | Memupuk Pohon Kesenian dan Merawat Cendrawasih di Bali Utara

Ni Luh Menek | Memupuk Pohon Kesenian dan Merawat Cendrawasih di Bali Utara

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co