7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Diserang 7 Hari 7 Malam”, Indonesia Harus Tetap Tegak

Ida Bagus Pandit Parastu by Ida Bagus Pandit Parastu
February 2, 2018
in Esai

Sumber foto: muchlis/menpora.go.id

LEWAT di depan warung, di sebuah desa di Jembarana, orang-orang Indonesia yang sedang ngopi masih membicarakan semifinal Piala AFF 2016, Indonesia lawan Vietnam, yang mereka tonton di TV, Rabu (7?12) malam. Kebanyakan dari mereka memuji Vietnam, dan kerapkali mengejek permaianan Indoneisa.

Tapi semua itu mereka ungkapkan dengan senang. Karena Indonesia mujur dan masuk final. “Garuda di dada, Vietnam di hati,” begitu kata seseorang sebelum nyiup kopi – mungkin mengutip salah satu komentar dalam status facebook.

Indonesia hanya perlu mendapat hasil imbang atau paling buruk minimal kalah 3-2 untuk bisa lolos ke final.  Kalau menang, ya lebih bagus lagi. Bagaimanapun, kemenangan 2-1 di Pakansari pada leg pertama sudah jadi modal berarti, apalagi menghadapi tim sekelas Vietnam.

Tim yang kemajuannya bak roket, jadi begitu diperhitungkan meski hanya level Asia Tenggara. Hanoi tampak bergemuruh. Suporter tuan rumah tumpah ruah menyesaki tribun. Tentu saja, Vietnam akan main bak kerbau gila bin kepanasan, demi meraih kemenangan.

Di pihak Indonesia, grogi sedikit saja akibat suporter bah itu, bola bakal menembus jala sendiri. Hmmm, sudah diduga. Vietnam galak sekali, meneror di sepanjang laga. “7 hari 7 malam terornya”, begitu kata komentator salah satu stasiun televisi yang belakangan terkenal akibat intonasi dan diksi nyentriknya. Untunglah tidak seribu satu malam, memangnya Abunawas! Atau satu malam seribu candi, Loro Jonggrang lah jadinya.

Sial sekali, Indonesia hanya bisa bertahan, menahan perihnya disakiti skill-skill individu, kolektivitas dan kecepatan para pemain Vietnam. Sungguh, super defensif Indonesia vs ultra ofensif Vietnam.

Sesekali Indonesia melakukan serangan balik, selebihnya ya kebanyakan salah passing dan cepat hilang bola. Pokoknya seperti parkir bus. Tak ada bus, bajaj atau metromini pun jadi. Beruntung, di sela antara badai petir tornado bernama Vietnam itu, Indonesia berhasil mencetak 2 gol lewat cocoran kaki Stefano Lilipaly dan penalti Manahati Lestusen.

Yang ajaib tentu Vietnam. Bermain dengan 10 orang akibat kipernya dikartu merah, plus bek yang ngelekas alias berubah raga jadi kiper akibat habisnya kuota pergantian pemain, Vietnam tetap mampu bermain bak kesetanan dan dengan heroik berhasil bikin 2 gol. Tak ketinggalan, wasit juga jadi sorotan pada laga ini, akibat keputusan kontroversialnya yang membatalkan satu penalti untuk Indonesia.

Ah, tak bisa dibayangkan kalau ini terjadi di Indonesia. Bisa jadi kepala wasit akan berubah jadi bola, atau bahkan jadi tong sampah karena dilempar botol air mineral. Paling buruk bisa-bisa kepala sama kakinya misah (seperti kata Alm. Kasino Warkop).

Melalui perpanjangan waktu, skor akhir 2-2, agregat 4-3. Indonesia melenggang ke final AFF 2016, menunggu lawan Thailand atau Myanmar.

Barangkali terasa tak adil bagi Vietnam, karena permainan mereka sungguh luar biasa. Tapi itulah sepakbola. Masih ingat timnas Portugal di Euro beberapa waktu lalu? Nah begitulah. Semoga di final, Indonesia masih dinaungi bau harum Sang Dewi Fortuner, eh, Fortuna.

Yaa, terlepas dari itu, setidaknya semangat dan perjuangan itu sudah terasa. Terasa memenuhi sanubari tiap-tiap individu publik negeri ini. Negeri yang belakangan gerah didera wabah pertentangan politik bercampur agama.

Indonesia memang harus menang, meski “diserang 7 hari 7 malam”. Kemenangan itu bisa memberi kekuatan bagi seluruh warga Indonesia karena telah memberi vibrasi yang sama bagi warga yang berbeda-beda agama dan keyakinan politik ini. Mungkin peserta dan pendukung aksi 212 pada Rabu malam itu memanjatkan doa yang sama dengan peserta dan pendukung aksi 412.

Umat Kristiani di Bandung, setelah acara kebaktian mereka dibubarkan oleh ormas tertentu mungkin juga memanjatkan doa yang sama dengan yang dipanjatkan anggota ormas yang membubarkan acara kebaktian mereka. Doa yang sama untuk kemenangan tim Indonesia.

Untuk itulah Indonesia harus menang, demi membuktikan bahwa kita masih memiliki sejumlah hal yang sama, di luar agama dan keyakinan politik. Indonesia harus tegak berdiri, agar kita tetap bisa melihat keajaiban.

Jika Vietnam ajaib karena dengan 10 pemain bisa memporak 11 pemain, Indonesia juga bisa disebut ajaib. Ingatlah, hampir 1,5 tahun tim sepakbola Indonesia vakum akibat sanksi FIFA. Ketika AFF tiba, liga kopi malah tetap bergulir, sehingga tiap klub yang ada hanya bisa menyumbang maksimal 2 pemain saja. Nama-nama seperti Raphael Maitimo, Johan Alfarizi, dan Sergio Van Dijk tak bisa memperkuat timnas akibat hal itu. Skuat jadi amat terbatas.

Persiapan pun cuma kurang lebih 2,5 bulan. Wajar saja kalau lantas pelatih Riedl berkata, “Saya tak peduli kritik”. Nyatanya, timnas memang lebih instan daripada mie. Entah itu Thailand atau Myanmar yang mesti dihadapi di final, entah akan juara atau tidak, Indonesia sudah bisa berbangga hati. Tak ada yang pasti, apapun bisa terjadi dalam sepakbola selama mau berjuang.

Peterpan pun bisa berubah jadi Noah dan lagu-lagunya bisa meledak meski sebelumnya Ariel disanksi oleh FIFA. Eh! Eh, sori. (T)

Tags: IndonesiaolahragaPiala AFFsepakbola
Share66TweetSendShareSend
Previous Post

Guru Honorer dengan Segala Keistimewaannya

Next Post

Taktik “Godel” Hindari Serudukan “Banteng” – Analisa Galau Pilkada Buleleng

Ida Bagus Pandit Parastu

Ida Bagus Pandit Parastu

Pelukis agak gila tapi sangat gila sepakbola. Sedang pacaran. Salah satu ilustrator tetap di tatkala.co ini tinggal di Jembrana

Related Posts

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
0
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

Read moreDetails

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails
Next Post

Taktik "Godel" Hindari Serudukan "Banteng" – Analisa Galau Pilkada Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co