13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teknologi Berkembang, Budaya Bali Tetap Lestari

Suara Perubahan by Suara Perubahan
January 23, 2021
in Esai
Teknologi Berkembang, Budaya Bali Tetap Lestari

Ni Nyoman Sri Supadmi

Penulis: Ni Nyoman Sri Supadmi

Di era modern seperti saat ini, terjadi perubahan yang sangat pesat dalam bidang teknologi. Berbagai teknologi baru terus ditemukan sebagai upaya untuk mempermudah pekerjaan manusia. Perkembangan teknologi tersebut mengakibatkan keterbatasan- keterbatasan yang ada bukan lagi sebagai halangan. Dengan adanya perkembangan teknologi, berbagai kesulitan dipermudah, seperti misalnya dalam bidang komunikasi dan informasi. Jaman dulu, orang berkomunikasi dengan menggunakan simbol-simbol atau sandi, kemudian beralih dengan komunikasi dengan media surat. Butuh waktu yang tidak singkat dalam penyampaian  infomasi melalui surat. Belum lagi, surat yang mungkin salah alamat.

Perkembangan teknologi menolong manusia untuk mempermudah komunikasi dan penyampaian informasi. Bahkan dewasa ini kita malah dapat berkomunikasi tatap muka, melihat wajah orang yang kita ajak berkomunikasi. Kita juga dapat memperoleh informasi dari berbagai belahan dunia dengan cepat, bahkan bisa dikatakan up to date. Hal tersebut terjadi karena  adanya perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi sungguh memiliki banyak dampak positif terhadap kehidupan manusia.

Perkembangan teknologi juga telah merambah berbagai wilayah di Bali. Sebagai tempat destinasi wisata dunia, masyarakat dan kebudayaan Bali bukanlah suatu pengecualian terhadap  dampak perkembangan teknologi tersebut. Dengan wilayah yang relatif kecil, pulau Bali menjadi sorotan destinasi wisata dunia yang selalu diposisikan istimewa dengan keindahan alam dan sistem seni budaya yang indah. Kemajuan teknologi yang mendukung perkembangan pariwisata menjadi media yang menguntungkan bagi agen-agen yang berkecimpung di bidang tersebut.  Agen-agen tersebut dapat mempromosikan pariwisata Bali dengan budaya dan keindahan alamnya kepada masyarakat global, sehingga meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Bali. Hal tersebut tentu berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Bali, bukan hanya bagi pelaku pariwisata, namun masyarakat Bali pada umumnya.

Akan tetapi terlepas dari kemajuan perkembangan pariwisata sebagai salah satu dampak positif perkembangan teknologi, dampak negatif juga membayangi masyarakat Bali. Banyaknya orang asing yang masuk ke Bali, mengakibatkan banyak pula budaya luar yang masuk dan ikut menampilkan diri mencari panggung untuk pentas dan memperkenalkan kebudayaannya. Hal tersebut merupakan dampak atau konsekuensi dari perkembangan pariwisata budaya di Bali yang dapat mengikis nilai-nilai luhur budaya Bali. Bali yang mendapat kunjungan dari berbagai negara maju yang lebih banyak mengandalkan teknologi sebagai bantuan untuk berkomunikasi dengan orang lain, dan Bali sebagai daerah yang terkenal akan keindahan alam dan masyarakat yang kental akan budayanya harus dapat mengimbangi perkembangan teknologi dan mempertahankan budaya yang diwariskan oleh leluhur Bali.

Berdampingan dengan teknologi yang  semakin  berkembang, kita semakin dihadapkan pada masalah tentang perubahan budaya yang terjadi di Bali. Teknologi banyak menyumbang kemajuan untuk perkembangan pariwisata di Bali  khususnya  pembangunan  di  bidang pariwisata, dan kemajuan teknologi memberikan dampak negatif bagi budaya Bali yaitu pergeseran budaya dalam hal penggunaan busana adat Bali dan penggunaan bahasa daerah yaitu bahasa Bali. Adat istiadat dan budaya Bali mulai berubah karena mengalami asimilasi budaya dengan budaya luar, yang dibawa orang asing ketika berwisata ke Bali. Salah satunya yaitu cara berpakaian remaja Bali yang berubah secara signifikan dengan alasan mengikuti tren. Hal ini juga berpengaruh terhadap cara berbusana ke pura.

Mantra (1996 : 1-2) mengemukakan, globalisasi merupakan gejala yang tak dapat dihindarkan, tetapi sekaligus juga membuka kesempatan yang luas. Globalisasi telah membawa kemajuan  besar dan perubahan-perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat Bali, khususnya umat Hindu yaitu terjadinya  benturan  kultur,  dalam konteks fenomena berpenampilan dalam berbusana adat ke pura bagi umat Hindu. Cara berbusana perempuan Bali yang sudah mengikuti modernisasi ini malah mengubah etika berbusana ke pura menjadi kurang sesuai. Sering kita jumpai wanita Bali ketika melakukan persembahyangan saat ini, memakai kebaya yang transparan dan memakai kamen yang bagian depannya hanya beberapa cm di atas lutut. Sedangkan kaum pria masih banyak yang menggunakan udeng yang ikatan udengnya tidak menghadap ke atas, pemakaian kamen pada pria di Bali tidak memakai kancut atau lancingan. Hal ini sudah membuktikan perubahan budaya akibat kemajuan teknologi. Masyarakat Bali, khususnya pengguna internet, terpengaruh oleh gaya berbusana orang luar setelah melihat tren masyarakat luar Bali bahkan luar negeri, dan mengaplikasikannya pada cara berbusana ke pura padahal hal tersebut kurang tepat  untuk diikuti.

Pergeseran budaya juga terjadi pada penggunaan bahasa sehari-hari. Undang-Undang dasar 1945 pasal 32 ayat 2  menyatakan bahwa Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Hal ini dapat diartikan kedudukan bahasa daerah dan bahasa nasional adalah sejajar. Bahasa Bali yang merupakan bahasa ibu di Bali telah menjadi identitas dari budaya Bali. Secara eksternal, tantangan  yang dihadapi dalam kelestarian bahasa Bali adalah gencarnya  pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar aktivitas resmi, serta penggunaan bahasa asing lainnya yang  dianggap penting mengingat Bali sebagai destinasi wisata dunia. Hal tersebut berdampak pada eksistensi bahasa Bali. Penduduk Bali khususnya generasi muda dewasa ini bahkan lebih sering berbahasa Indonesia atau berbahasa inggris dalam percakapannya sehari-hari sehingga kemampuan masyarakat berbahasa Bali menjadi menurun drastis. Anak-anak usia sekolah bahkan banyak yang berpendapat bahasa inggris lebih mudah dibanding bahasa Bali, padahal bahasa Bali adalah bahasa daerahnya sendiri. Banyak pula orang Bali  yang  fasih berbahasa Inggris namun seketika menjadi terbata-bata ketika berkomunikasi menggunakan bahasa Bali.

Situasi    ini    diperumit    lagi    dengan    adanya     sosialisasi pemakaian bahasa Indonesia yang tidak mengindahkan perawatan bahasa daerah sebagai bahasa ibu yang harus dilestarikan.  Demikian juga semakin diperparah dengan berkembangnya pemakaian bahasa asing di Bali terkait dengan berkembangnya industri pariwisata. Modernisasi juga sangat berpengaruh terhadap penggunaan bahasa Bali. Hal ini terlihat dari banyaknya generasi muda yang semakin jarang menggunakan bahasa Bali dalam pergaulannya. Anak-anak yang sedari kecil sudah mengenal teknologi misalnya dengan melihat sosial media  atau  chanel  youtube anak-anak, secara tidak langsung mempelajari  bahasa asing yaitu bahasa Inggris. Hal ini akan berpengaruh pada aktivitas sosial anak yang berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, sehingga penggunaan bahasa Bali dalam berkomunikasi sehari-hari semakin ditinggalkan. Hal ini diperparah dengan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian bahasa bali melalui penggunaan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari.

Paparan tersebut bukan mengklaim bahwa perkembangan teknologi pasti membawa budaya yang tidak baik bagi masyarakat Bali. Perkembangan teknologi sejatinya harus disikapi dengan sikap mawas diri. Kesadaran masyarakat Bali tentang pentingnya pelestarian budaya asli Bali perlu ditingkatkan. Perlu masyarakat sadari bahwa pariwisata Bali berkembang karena keunikan budaya daerahnya. Selain itu, budaya luar tidak berdampak  buruk  terhadap eksistensi budaya Bali bila masyarakat Bali dan  pihak yang terkait mampu menyaring budaya luar yang masuk, yang tidak sesuai budaya Bali wajib kita buang dan tinggalkan sedangkan yang sesuai dengan budaya Bali kita pakai untuk memperkaya budaya Bali. Jika seluruh masyarakat Bali sadar tentang hal tersebut, ajeg Bali bukan hanya sekedar slogan tetapi benar-benar terjadi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Bali, sehingga budaya  Bali  akan tetap lestari.[T]

  • Ni Nyoman Sri Supadmi, mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Alit S Rini | Aku dan Pertiwi, Percakapan di Depan Api

Next Post

Skenario Besar di Balik Tambahan Lirik Lagu “Bintang Kecil” di Bali | Meli tipat sing ada dagang

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Skenario Besar di Balik Tambahan Lirik Lagu “Bintang Kecil” di Bali | Meli tipat sing ada dagang

Skenario Besar di Balik Tambahan Lirik Lagu “Bintang Kecil” di Bali | Meli tipat sing ada dagang

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co