24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teknologi Berkembang, Budaya Bali Tetap Lestari

Suara Perubahan by Suara Perubahan
January 23, 2021
in Esai
Teknologi Berkembang, Budaya Bali Tetap Lestari

Ni Nyoman Sri Supadmi

Penulis: Ni Nyoman Sri Supadmi

Di era modern seperti saat ini, terjadi perubahan yang sangat pesat dalam bidang teknologi. Berbagai teknologi baru terus ditemukan sebagai upaya untuk mempermudah pekerjaan manusia. Perkembangan teknologi tersebut mengakibatkan keterbatasan- keterbatasan yang ada bukan lagi sebagai halangan. Dengan adanya perkembangan teknologi, berbagai kesulitan dipermudah, seperti misalnya dalam bidang komunikasi dan informasi. Jaman dulu, orang berkomunikasi dengan menggunakan simbol-simbol atau sandi, kemudian beralih dengan komunikasi dengan media surat. Butuh waktu yang tidak singkat dalam penyampaian  infomasi melalui surat. Belum lagi, surat yang mungkin salah alamat.

Perkembangan teknologi menolong manusia untuk mempermudah komunikasi dan penyampaian informasi. Bahkan dewasa ini kita malah dapat berkomunikasi tatap muka, melihat wajah orang yang kita ajak berkomunikasi. Kita juga dapat memperoleh informasi dari berbagai belahan dunia dengan cepat, bahkan bisa dikatakan up to date. Hal tersebut terjadi karena  adanya perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi sungguh memiliki banyak dampak positif terhadap kehidupan manusia.

Perkembangan teknologi juga telah merambah berbagai wilayah di Bali. Sebagai tempat destinasi wisata dunia, masyarakat dan kebudayaan Bali bukanlah suatu pengecualian terhadap  dampak perkembangan teknologi tersebut. Dengan wilayah yang relatif kecil, pulau Bali menjadi sorotan destinasi wisata dunia yang selalu diposisikan istimewa dengan keindahan alam dan sistem seni budaya yang indah. Kemajuan teknologi yang mendukung perkembangan pariwisata menjadi media yang menguntungkan bagi agen-agen yang berkecimpung di bidang tersebut.  Agen-agen tersebut dapat mempromosikan pariwisata Bali dengan budaya dan keindahan alamnya kepada masyarakat global, sehingga meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Bali. Hal tersebut tentu berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Bali, bukan hanya bagi pelaku pariwisata, namun masyarakat Bali pada umumnya.

Akan tetapi terlepas dari kemajuan perkembangan pariwisata sebagai salah satu dampak positif perkembangan teknologi, dampak negatif juga membayangi masyarakat Bali. Banyaknya orang asing yang masuk ke Bali, mengakibatkan banyak pula budaya luar yang masuk dan ikut menampilkan diri mencari panggung untuk pentas dan memperkenalkan kebudayaannya. Hal tersebut merupakan dampak atau konsekuensi dari perkembangan pariwisata budaya di Bali yang dapat mengikis nilai-nilai luhur budaya Bali. Bali yang mendapat kunjungan dari berbagai negara maju yang lebih banyak mengandalkan teknologi sebagai bantuan untuk berkomunikasi dengan orang lain, dan Bali sebagai daerah yang terkenal akan keindahan alam dan masyarakat yang kental akan budayanya harus dapat mengimbangi perkembangan teknologi dan mempertahankan budaya yang diwariskan oleh leluhur Bali.

Berdampingan dengan teknologi yang  semakin  berkembang, kita semakin dihadapkan pada masalah tentang perubahan budaya yang terjadi di Bali. Teknologi banyak menyumbang kemajuan untuk perkembangan pariwisata di Bali  khususnya  pembangunan  di  bidang pariwisata, dan kemajuan teknologi memberikan dampak negatif bagi budaya Bali yaitu pergeseran budaya dalam hal penggunaan busana adat Bali dan penggunaan bahasa daerah yaitu bahasa Bali. Adat istiadat dan budaya Bali mulai berubah karena mengalami asimilasi budaya dengan budaya luar, yang dibawa orang asing ketika berwisata ke Bali. Salah satunya yaitu cara berpakaian remaja Bali yang berubah secara signifikan dengan alasan mengikuti tren. Hal ini juga berpengaruh terhadap cara berbusana ke pura.

Mantra (1996 : 1-2) mengemukakan, globalisasi merupakan gejala yang tak dapat dihindarkan, tetapi sekaligus juga membuka kesempatan yang luas. Globalisasi telah membawa kemajuan  besar dan perubahan-perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat Bali, khususnya umat Hindu yaitu terjadinya  benturan  kultur,  dalam konteks fenomena berpenampilan dalam berbusana adat ke pura bagi umat Hindu. Cara berbusana perempuan Bali yang sudah mengikuti modernisasi ini malah mengubah etika berbusana ke pura menjadi kurang sesuai. Sering kita jumpai wanita Bali ketika melakukan persembahyangan saat ini, memakai kebaya yang transparan dan memakai kamen yang bagian depannya hanya beberapa cm di atas lutut. Sedangkan kaum pria masih banyak yang menggunakan udeng yang ikatan udengnya tidak menghadap ke atas, pemakaian kamen pada pria di Bali tidak memakai kancut atau lancingan. Hal ini sudah membuktikan perubahan budaya akibat kemajuan teknologi. Masyarakat Bali, khususnya pengguna internet, terpengaruh oleh gaya berbusana orang luar setelah melihat tren masyarakat luar Bali bahkan luar negeri, dan mengaplikasikannya pada cara berbusana ke pura padahal hal tersebut kurang tepat  untuk diikuti.

Pergeseran budaya juga terjadi pada penggunaan bahasa sehari-hari. Undang-Undang dasar 1945 pasal 32 ayat 2  menyatakan bahwa Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Hal ini dapat diartikan kedudukan bahasa daerah dan bahasa nasional adalah sejajar. Bahasa Bali yang merupakan bahasa ibu di Bali telah menjadi identitas dari budaya Bali. Secara eksternal, tantangan  yang dihadapi dalam kelestarian bahasa Bali adalah gencarnya  pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar aktivitas resmi, serta penggunaan bahasa asing lainnya yang  dianggap penting mengingat Bali sebagai destinasi wisata dunia. Hal tersebut berdampak pada eksistensi bahasa Bali. Penduduk Bali khususnya generasi muda dewasa ini bahkan lebih sering berbahasa Indonesia atau berbahasa inggris dalam percakapannya sehari-hari sehingga kemampuan masyarakat berbahasa Bali menjadi menurun drastis. Anak-anak usia sekolah bahkan banyak yang berpendapat bahasa inggris lebih mudah dibanding bahasa Bali, padahal bahasa Bali adalah bahasa daerahnya sendiri. Banyak pula orang Bali  yang  fasih berbahasa Inggris namun seketika menjadi terbata-bata ketika berkomunikasi menggunakan bahasa Bali.

Situasi    ini    diperumit    lagi    dengan    adanya     sosialisasi pemakaian bahasa Indonesia yang tidak mengindahkan perawatan bahasa daerah sebagai bahasa ibu yang harus dilestarikan.  Demikian juga semakin diperparah dengan berkembangnya pemakaian bahasa asing di Bali terkait dengan berkembangnya industri pariwisata. Modernisasi juga sangat berpengaruh terhadap penggunaan bahasa Bali. Hal ini terlihat dari banyaknya generasi muda yang semakin jarang menggunakan bahasa Bali dalam pergaulannya. Anak-anak yang sedari kecil sudah mengenal teknologi misalnya dengan melihat sosial media  atau  chanel  youtube anak-anak, secara tidak langsung mempelajari  bahasa asing yaitu bahasa Inggris. Hal ini akan berpengaruh pada aktivitas sosial anak yang berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, sehingga penggunaan bahasa Bali dalam berkomunikasi sehari-hari semakin ditinggalkan. Hal ini diperparah dengan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian bahasa bali melalui penggunaan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari.

Paparan tersebut bukan mengklaim bahwa perkembangan teknologi pasti membawa budaya yang tidak baik bagi masyarakat Bali. Perkembangan teknologi sejatinya harus disikapi dengan sikap mawas diri. Kesadaran masyarakat Bali tentang pentingnya pelestarian budaya asli Bali perlu ditingkatkan. Perlu masyarakat sadari bahwa pariwisata Bali berkembang karena keunikan budaya daerahnya. Selain itu, budaya luar tidak berdampak  buruk  terhadap eksistensi budaya Bali bila masyarakat Bali dan  pihak yang terkait mampu menyaring budaya luar yang masuk, yang tidak sesuai budaya Bali wajib kita buang dan tinggalkan sedangkan yang sesuai dengan budaya Bali kita pakai untuk memperkaya budaya Bali. Jika seluruh masyarakat Bali sadar tentang hal tersebut, ajeg Bali bukan hanya sekedar slogan tetapi benar-benar terjadi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Bali, sehingga budaya  Bali  akan tetap lestari.[T]

  • Ni Nyoman Sri Supadmi, mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Alit S Rini | Aku dan Pertiwi, Percakapan di Depan Api

Next Post

Skenario Besar di Balik Tambahan Lirik Lagu “Bintang Kecil” di Bali | Meli tipat sing ada dagang

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails
Next Post
Skenario Besar di Balik Tambahan Lirik Lagu “Bintang Kecil” di Bali | Meli tipat sing ada dagang

Skenario Besar di Balik Tambahan Lirik Lagu “Bintang Kecil” di Bali | Meli tipat sing ada dagang

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co