6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dilarang Meniru Petani

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
January 18, 2021
in Esai
Hantu Kotak Kosong

Made Adnyana Ole [Ilustrasi Nana Partha]

Yang kaya, yang rumahnya mewah, yang garasi mobilnya panjang seperti deretan blok perumahan di perumnas, ya, ya, memang sudah sepatutnya menanam tanaman hias, terserah di halaman depan, samping, belakang, atau di atas rumah tiga lantai. Terserah juga mau tanam anggrek langka seharga 100 juta sebatang, atau tanam keladi-keladian berdaun bolong seharga 25 juta per daun. Yang penting, jangan ikut-ikutan tanam sayur. Apalagi dengan alasan ngirit agar tak perlu beli sayur di pasar sayur. Itu namanya meniru-niru petani. Jika orang kaya meniru petani, lalu petani sayur yang hidupnya hanya bertopang pada hasil jualan sayur meniru siapa? Meniru orang kaya yang kerja enak gaji enak rumah besar beranak-pinak? Ah, itu mujair, eh mustahil.

Di Bali ada istilah “sing dadi memada-mada”. Artinya, tidak boleh menyama-nyamakan diri dengan orang berstatus-berderajat lebih tinggi. Misalnya, jika menikah, payas dan kostum pengantin dari keluarga yang biasa-biasa saja tak boleh serupa dengan riasan dan kostum pengantin keluarga raja. Raja tak boleh ditiru. Jika bengkung, itu namanya “memada-mada”. Sangsinya bisa hukuman mati, setidaknya bisa diselong, dibuang ke pulau seberang.

Yang dianggap mulia oleh orang berderajat tinggi, tidak boleh diikuti oleh orang biasa-biasa semacam petani sayur. Kemuliaan hanya milik raja, dan karena hanya milik raja, maka salahnya jika orang biasa ikut memiliki kemuliaan itu. Itu namanya “memada-mada”. Jika raja punya anak kembar buncing, itu kemuliaan. Jika rakyat jelata punya anak kembar buncing, hal itu malah dianggap leteh, sehingga, sesuai tradisi di sejumlah desa, anak kembar itu harus diasingkan ke luar desa.

Tradisi “membuang” bayi kembar buncing, sebagaimana pernah dikatakan ahli sejarah dari Undiksha I Made Pageh dalam sebuah diskusi di Komunitas Mahima, patut diduga dibuat oleh raja-raja di masa lalu. Tujuannya, ya, agar kemuliaan kembar buncing pada keluarga istana tak ditandingi oleh rakyat biasa. Rakyat biasa tak boleh meniru kemuliaan raja. Jika takdir mengharuskan sepasang pengantin dari keluarga jelata punya bayi kembar buncing, maka takdir pun dianggap salah. Intinya, rakyat biasa, apalagi rakyat dari keluarga petani tulen, atau dari keluarga petani sayur yang penghasilannya panas-dingin seperti musim kacau pancaroba, dilarang sama dengan raja, Perbedaan harus dipelihara, agar jelas mana rakyat mana raja.

Kalau dalam urusan bangunan bisalah kita maklum jika rakyat jelata tak boleh “memada-mada” untuk turut-serta membangun istana megah dengan pintu masuk yang besar dan penuh ukiran. Ya, karena jika dibolehkan pun mereka tak akan mampu. Berapa truk sayur harus terbeli setiap hari agar mereka bisa membangun istana dengan halaman penuh patung dan bunga-bunga hiasan? Nah, untuk hal ini, biarlah petani tulen tak perlu memaksa diri untuk “memada-mada”. Itu bukan lagi bernama tulah, tapi “telah” alias habis.

Tunggu dulu. Hukum “memada-mada”, larangan menyama-nyamakan, aturan meniru-meniru dan ikut-ikutan, kini tampaknya tak seketat dulu. Perlahan tradisi kuno yang kadang dianggap aturan baku itu kini tampaknya luntur dikikis zaman. Bahkan, kini seakan-akan ada gerakan baru untuk membuat semua menjadi sama derajatnya. Itu bagus tentu saja. Yang miskin digenjot dengan berbagai program agar mereka bisa kaya, atau dalam bahasa umum disebut sejahtera, sama dengan sejahteranya orang-orang kaya. Petani belajar dan diajari dengan berbagai cara untuk bisa menjadi kaya. Misalnya bekerja giat untuk meningkatkan hasil panen, atau dalam bahasa Orde Baru, dilakukan intensifikasi pertanian dan ekstensifikasi pertanian. Banyak yang sukses, tampaknya lebih banyak yang gagal.

Cara yang lebih mudah juga banyak diterapkan pada zaman modern ini, misalnya ada petani yang kaya mendadak setelah menjual padi, sayur dan kolam ikan lengkap dengan semua tanah sekaligus sertifikatnya. Ada yang menjual dengan sengaja, ada juga yang menjual dengan terpaksa akibat sawahnya ditabrak jalan by-pass atau short-cut. Dan setelah kaya, ramai-ramailah mereka “memada-mada”. Mereka membangun rumah semegah puri, bahkan lebih megah dari puri-puri besar di masa lalu.

Gerakan petani miskin agar bisa jadi kaya akibat giat bekerja mengelola tanah sawahnya, lalu meniru-niru gaya orang kaya, tentu bisa disambut gembira. Tapi, gerakan meniru orang kaya dengan menjual tanah sawah tentu membuat miris.

Tapi, tunggu dulu. Ada hal yang sesungguhnya lebih membuat miris. Yakni, fenomena di mana banyak orang kaya “memada-mada” alias meniru-niru petani miskin. Salah satunya, orang kaya turut serta menanam sayur mayur di halaman rumahnya. Anehnya, gerakan-gerakan semacam ini kerap disambut gembira, bahkan kadang dilengkapi puja-puji dan decak kebanggan. Meniru petani miskin dengan ikut serta menanam sayur di halaman rumah mewah atau rumah megah, seakan-akan menjadi alasan mulia dan masuk akal untuk meningkatkan swasembaga pangan. Ah.

Maka dari itu, saya punya saran. Jika ada orang kaya membeli tanaman hias dengan harga yang sama dengan harga mobil untuk ditanam di rumahnya yang megah, janganlah mereka ditertawai, jangan disindir-sindir di media sosial. Rumah megah memang cocoknya berisi tanaman mahal. Jangan didorong-dorong untuk menanam sayur dan rempah-rempah dengan berbagai gaya dan metode modern. Jika mereka juga menanam sayur, lalu siapa yang membeli sayur milik petani yang mungkin saja biaya sekolah anak mereka bertopang sepenuhnya pada penjualan sayur?

Ingat, semahal apa pun tanaman hias dalam pot orang kaya di rumah megah, mereka tetap butuh sayur sebagai pelengkap menu sehari-hari. Belum pernah ada berita, daun janda bolong yang harganya selangit itu dipakai sayur. Tak pernah. [T]

  • Esai ini pertamakali dimuat dalam kolom Lolohin Malu di Bali Express (Jawa Pos Group) edisi cetak

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gus Bass, Bumbu Sate dan Tempe | Catatan Orang Tua tentang Menu untuk Anak

Next Post

“Satua Bali”, Cerminan Kehidupan

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
“Satua Bali”, Cerminan Kehidupan

“Satua Bali”, Cerminan Kehidupan

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co