24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pimpinan Membuat Kami Bisa Berubah

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 27, 2020
in Esai
Pimpinan Membuat Kami Bisa Berubah

Eka Yanthi

Penulis: Eka Yanthi

________

Perubahan sudah mulai masuk dan merambah sel-sel birokrat. Perlahan tapi pasti mulai nampak ada progres terhadap seruan reformasi birokrasi. Mulai dari level pimpinan sampai ke level staf terbawah saat ini sedang mendapatkan mandat luar biasa untuk bersama-sama melaksanakan perubahan mendasar dan menyeluruh terdadap aspek-aspek berorganisasi. Pada level pimpinan dipantau dari kebijakan dalam mengambil langkah-langkah dan keputusan lebih cepat, berani dan inovatif. Sehingga dampaknya adalah beberapa sektor seolah-olah mulai terbangun dari tidur panjang.

Dulu, sebagian besar  dari kami untuk tahun yang lama bekerja tidak tahu tugas dan fungsi (tusi) dan bahkan sebagian besar pegawai datang, baca koran gratis langganan kantor, buka HP nonton youtube, update status karenakan di kantor kami memang ada wifi gratis, atau bahkan sekedar menghidupkan komputer dan berpura-pura sibuk, padahal sama saja, paling juga buka facebook dan download film.

Kondisi seperti inilah yang membuat beberapa orang jadi korban, staf yang sudah kadung biasa dapat kerjaan, lama-kelamaan seperti menjadi “tukang tampung” pekerjaan yang tak bertuan. Mereka yang sudah kadung nyaman dengan kebiasaan “ngeyel” biasanya mempunyai seribu satu alasan agar tidak menanggung beban pekerjaan. Alasan yang paling klasik adalah “tidak bisa”. Anehnya atasan percaya begitu saja, tidak tegas melatih dan menegur staf yang membangkang, ujung-ujungnya pekerjaan dilimpahkan lagi kepada si “tukang tampung” kerjaan.

Seharusnya untuk memajukan suatu lembaga, semua komponen harus bergerak secara dinamis mulai dari level jabatan tertinggi sampai dengan staf paling bawah. Kondisi seperti ini saya yakin pimpinan pasti sudah menyadari, tetapi cenderung ada pembiaran, sehingga kondisi pegawai “ngeyel” ini bahkan sudah membudaya dan dianggap hal yang biasa.  Kondisi ini membuat mereka nyaman karena mempunyai  tempat nongkrong ber-AC berlabel kantor (kurang keren apa?), di kantor ada wifi gratis, teman ngobrol sehati dengan topik “khusus”.

Kenyaman ini sudah mendarah daging, membudaya bahkan sudah menjadi tradisi dan yang lebih aneh lagi, seperti semacam penyakit menular. Karyawan yang bahkan baru bergabung, tidak membutuhkan waktu lama terjangkit budaya “ngeyel”, cukup satu minggu membaur, mengamati dan tentu saja meniru, merekapun masuk komunitas.

Pertanyaannya, kenapa sebagian besar pimpinan tidak melakukan sesuatu terhadap komunitas ini? Kenapa dibiarkan berlarut-larut? Hal-hal yang seperti ini kalau dibiarkan terus-menerus tentu akan berdampak tidak baik bagi kinerja pemerintah dalam upaya meningkatkan budaya kerja dan mewujudkan reformasi birokrasi, memperlambat upaya pencapaian target kinerja, dan tentu saja menjadi benalu APBD.

Tetapi yang terjadi adalah beberapa pimpinan memilih diam, tutup mata, tutup telinga, pura-pura tidak tahu, prioritas mereka adalah, pekerjaan dan pelayanan rutin dapat berjalan, permintaan data terpenuhi tanpa peduli metode pencapaian target (terkadang dikerjakan oleh orang yang itu lagi..itu lagi). Program/kegiatan yang dilaksanakan pun cenderung  monoton, copy paste dari tahun lalu. Keadaan ini  tentu menjadi salah satu indikasi, kurangnya inovasi daerah.

Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan kinerja instansi swasta, yang sangat dinamis, inovatif dan kompetitif. Jika ditelususi sebabnya, lagi-lagi berasal dari keengganan pimpinan untuk membawa organisasi yang dipimpinnya untuk berubah. Keadaan itu karena sebagian dari mereka takut “repot”, tidak mendapat dukungan, ketakutan akan menimbulkan reaksi dan pertentangan dari bawahan dan tentu saja takut resiko. Kondisi seperti ini tentu saja akan semakin menyuburkan komunitas “ngeyel” karena tidak mendapat pembinaan ataupun teguran dari atasan.  

Namun saat ini, kami mengalami perubahan drastis, tepatnya dunia seperti berbalik arah 180 derajat hal ini karena pimpinan kami yang baru (kebetulan adalah alumni sekolah ikatan dinas), kelahiran awal tahun 80-an sehingga bisa dikategorikan pimpinan milenial, membawa gerakan perubahan yang begitu nyata.

Gaya kepemimpinan yang dinamis yang mengharuskan pencapaian target-target terukur, tidak lagi sekedar hitam diatas putih, tetapi betul-betul diwujudkan dalam karya nyata. Semua sisi dijungkirbalikkan, baik itu budaya kerja dan disiplin kerja. Semua seolah-olah dipantau, kehadiran, progres capaian kinerja kegiatan, realisasi keuangan, laporan kegiatan, rapat-rapat rutin.

Di dalam acara rapat yang kadang memakan waktu lebih dari 2 jam kami akan di-brain storming terhadap rencana apa yang kita laksanakan agar pencapain tusi segera tercapai. Dari sana akhirnya banyak lahir rencana kerja yang pelaksanaanya harus didukung oleh semua  pihak. Seharusnya memang berjalan seperti itu, namun kenyataannya justru menjadi beban berat bagi sebagian besar dari kami, ada banyak keluhan, cibiran dan umpatan karena kebijakan pimpinan seolah mengganggu kenyamanan.

Tetapi seolah tidak memperdulikan hal yang tidak perlu, kebijakan dan keputusan sudah ditetapkan, semua program harus berjalan, dan mau tidak mau kami harus mendukung pimpinan. Secara perlahan namun pasti, perubahan itu menjadi nyata, komitmen kuat dari pimpinan yang memaksa perubahan itu terjadi memjadi faktor utama. Nahkoda telah membentankan layar dan membawa kapal besar organisasi kami menuju arah yang lebih baik, siap tidak siap harus dilaksanakan karena ini adalah kewajiban. Selama semua berjalan dalam koridor aturan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, suara-suara sumbang yang menyanyikan keluhan bisa diabaikan.

Ada satu kalimat yang sering diucapkan pimpinan pada saat rapat, bahwa dalam bekerja kita harus selalu ingat dengan aturan, hormati seragam yang kita pakai, dan jangan melakukan tindakan di luar ketentuan hukum yang berlaku, atasan harus bisa menjadi rule model untuk bawahannya. Sebagai atasan harus bisa memberikan contoh yang baik bagi anak buah. Reward dan punishment mulai diterapkan dalam pelaksanaan tugas. Memberikan surat peringatan (SP) atau berdiri di didepan barisan saat apel jika ada indikasi pelanggaran terhadap disiplin mungkin hal yang jarang ditemui, tetapi tidak dengan kami saat ini.

Surat peringatan beberapa kali dikeluarkan ditujukan bagi pegawai yang melakukan pelanggaran terhadap disiplin kerja, atau beberapa kali pegawai yang kedapatan melakukan kesalahan dipanggil dan diberikan peringatan pada saat pelaksanaan apel. Cara-cara seperti itu ternyata cukup efektif memberikan efek jera bagi kami, perasaan malu kalau harus berdiri dan diberikan ceramah didepan teman-teman saat apel. Upaya ini tampaknya telah membuat banyak perubahan, kami yang sudah setengah baya ataupun yang masih muda, tetap saja seperti anak kecil yang takut terdadap hukuman. Sehingga perlahan tetapi pasti, situasi tempat kerja kami mengalami perubahan yang cukup  pesat. Bukan hanya tingkat kehadiran yang semakin membaik, tetapi banyak kegiatan inovatif yang  prakarsai oleh pimpinan.

Kegiatan inovatif yang dilaksanakan antara lain, mengedukasi warga kantor untuk melaksanakan eco-office dengan cara mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai, tiap hari diwajibkan membawa botol air minum sendiri dari rumah, masing-masing pegawai diwajibkan membuat ecoenzim dirumah (bagian dari gerakan pengurangan sampah), Hari Senin sampai dengan hari Kamis wajib membawa sampah organik untuk mendukung budidaya maggot, hari Jumat membawa sampah anorganik untuk ditabung pada bank sampah.  Seperti arahan pimpinan agar kita belajar memulai dengan langkah kecil tapi bermanfaat bagi lingkungan.

Apakah berat?  Tentu saja!  Bagi kami itu hal yang memberatkan, sesuatu yang “wajib dan harus” terasa  berat diawal pelaksanaan, tetapi ketika dilaksanakan secara terus menerus lama-lama hal tersebut menjadi suatu kebiasaan yang jika tidak dilaksanakan justru akan terasa aneh, sekali lagi paksaan merupakan cara paling efektif untuk mengajak kita  untuk berubah, pimpinan sebagai top manajer harus mampu menjadi rule model dan mempunya visi misi yang jelasa terhadap organisasi. [T]

  • Eka Yanthi, mahasiswa S2 Ilmu Manajamen Undiksha Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Surya Subratha di Kulidan || Menelisik Tradisi Membentang Ruang

Next Post

“Gamefication” dalam Komunikasi dengan Anak

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
“Gamefication” dalam Komunikasi dengan Anak

“Gamefication” dalam Komunikasi dengan Anak

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co