2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pimpinan Membuat Kami Bisa Berubah

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 27, 2020
in Esai
Pimpinan Membuat Kami Bisa Berubah

Eka Yanthi

Penulis: Eka Yanthi

________

Perubahan sudah mulai masuk dan merambah sel-sel birokrat. Perlahan tapi pasti mulai nampak ada progres terhadap seruan reformasi birokrasi. Mulai dari level pimpinan sampai ke level staf terbawah saat ini sedang mendapatkan mandat luar biasa untuk bersama-sama melaksanakan perubahan mendasar dan menyeluruh terdadap aspek-aspek berorganisasi. Pada level pimpinan dipantau dari kebijakan dalam mengambil langkah-langkah dan keputusan lebih cepat, berani dan inovatif. Sehingga dampaknya adalah beberapa sektor seolah-olah mulai terbangun dari tidur panjang.

Dulu, sebagian besar  dari kami untuk tahun yang lama bekerja tidak tahu tugas dan fungsi (tusi) dan bahkan sebagian besar pegawai datang, baca koran gratis langganan kantor, buka HP nonton youtube, update status karenakan di kantor kami memang ada wifi gratis, atau bahkan sekedar menghidupkan komputer dan berpura-pura sibuk, padahal sama saja, paling juga buka facebook dan download film.

Kondisi seperti inilah yang membuat beberapa orang jadi korban, staf yang sudah kadung biasa dapat kerjaan, lama-kelamaan seperti menjadi “tukang tampung” pekerjaan yang tak bertuan. Mereka yang sudah kadung nyaman dengan kebiasaan “ngeyel” biasanya mempunyai seribu satu alasan agar tidak menanggung beban pekerjaan. Alasan yang paling klasik adalah “tidak bisa”. Anehnya atasan percaya begitu saja, tidak tegas melatih dan menegur staf yang membangkang, ujung-ujungnya pekerjaan dilimpahkan lagi kepada si “tukang tampung” kerjaan.

Seharusnya untuk memajukan suatu lembaga, semua komponen harus bergerak secara dinamis mulai dari level jabatan tertinggi sampai dengan staf paling bawah. Kondisi seperti ini saya yakin pimpinan pasti sudah menyadari, tetapi cenderung ada pembiaran, sehingga kondisi pegawai “ngeyel” ini bahkan sudah membudaya dan dianggap hal yang biasa.  Kondisi ini membuat mereka nyaman karena mempunyai  tempat nongkrong ber-AC berlabel kantor (kurang keren apa?), di kantor ada wifi gratis, teman ngobrol sehati dengan topik “khusus”.

Kenyaman ini sudah mendarah daging, membudaya bahkan sudah menjadi tradisi dan yang lebih aneh lagi, seperti semacam penyakit menular. Karyawan yang bahkan baru bergabung, tidak membutuhkan waktu lama terjangkit budaya “ngeyel”, cukup satu minggu membaur, mengamati dan tentu saja meniru, merekapun masuk komunitas.

Pertanyaannya, kenapa sebagian besar pimpinan tidak melakukan sesuatu terhadap komunitas ini? Kenapa dibiarkan berlarut-larut? Hal-hal yang seperti ini kalau dibiarkan terus-menerus tentu akan berdampak tidak baik bagi kinerja pemerintah dalam upaya meningkatkan budaya kerja dan mewujudkan reformasi birokrasi, memperlambat upaya pencapaian target kinerja, dan tentu saja menjadi benalu APBD.

Tetapi yang terjadi adalah beberapa pimpinan memilih diam, tutup mata, tutup telinga, pura-pura tidak tahu, prioritas mereka adalah, pekerjaan dan pelayanan rutin dapat berjalan, permintaan data terpenuhi tanpa peduli metode pencapaian target (terkadang dikerjakan oleh orang yang itu lagi..itu lagi). Program/kegiatan yang dilaksanakan pun cenderung  monoton, copy paste dari tahun lalu. Keadaan ini  tentu menjadi salah satu indikasi, kurangnya inovasi daerah.

Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan kinerja instansi swasta, yang sangat dinamis, inovatif dan kompetitif. Jika ditelususi sebabnya, lagi-lagi berasal dari keengganan pimpinan untuk membawa organisasi yang dipimpinnya untuk berubah. Keadaan itu karena sebagian dari mereka takut “repot”, tidak mendapat dukungan, ketakutan akan menimbulkan reaksi dan pertentangan dari bawahan dan tentu saja takut resiko. Kondisi seperti ini tentu saja akan semakin menyuburkan komunitas “ngeyel” karena tidak mendapat pembinaan ataupun teguran dari atasan.  

Namun saat ini, kami mengalami perubahan drastis, tepatnya dunia seperti berbalik arah 180 derajat hal ini karena pimpinan kami yang baru (kebetulan adalah alumni sekolah ikatan dinas), kelahiran awal tahun 80-an sehingga bisa dikategorikan pimpinan milenial, membawa gerakan perubahan yang begitu nyata.

Gaya kepemimpinan yang dinamis yang mengharuskan pencapaian target-target terukur, tidak lagi sekedar hitam diatas putih, tetapi betul-betul diwujudkan dalam karya nyata. Semua sisi dijungkirbalikkan, baik itu budaya kerja dan disiplin kerja. Semua seolah-olah dipantau, kehadiran, progres capaian kinerja kegiatan, realisasi keuangan, laporan kegiatan, rapat-rapat rutin.

Di dalam acara rapat yang kadang memakan waktu lebih dari 2 jam kami akan di-brain storming terhadap rencana apa yang kita laksanakan agar pencapain tusi segera tercapai. Dari sana akhirnya banyak lahir rencana kerja yang pelaksanaanya harus didukung oleh semua  pihak. Seharusnya memang berjalan seperti itu, namun kenyataannya justru menjadi beban berat bagi sebagian besar dari kami, ada banyak keluhan, cibiran dan umpatan karena kebijakan pimpinan seolah mengganggu kenyamanan.

Tetapi seolah tidak memperdulikan hal yang tidak perlu, kebijakan dan keputusan sudah ditetapkan, semua program harus berjalan, dan mau tidak mau kami harus mendukung pimpinan. Secara perlahan namun pasti, perubahan itu menjadi nyata, komitmen kuat dari pimpinan yang memaksa perubahan itu terjadi memjadi faktor utama. Nahkoda telah membentankan layar dan membawa kapal besar organisasi kami menuju arah yang lebih baik, siap tidak siap harus dilaksanakan karena ini adalah kewajiban. Selama semua berjalan dalam koridor aturan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, suara-suara sumbang yang menyanyikan keluhan bisa diabaikan.

Ada satu kalimat yang sering diucapkan pimpinan pada saat rapat, bahwa dalam bekerja kita harus selalu ingat dengan aturan, hormati seragam yang kita pakai, dan jangan melakukan tindakan di luar ketentuan hukum yang berlaku, atasan harus bisa menjadi rule model untuk bawahannya. Sebagai atasan harus bisa memberikan contoh yang baik bagi anak buah. Reward dan punishment mulai diterapkan dalam pelaksanaan tugas. Memberikan surat peringatan (SP) atau berdiri di didepan barisan saat apel jika ada indikasi pelanggaran terhadap disiplin mungkin hal yang jarang ditemui, tetapi tidak dengan kami saat ini.

Surat peringatan beberapa kali dikeluarkan ditujukan bagi pegawai yang melakukan pelanggaran terhadap disiplin kerja, atau beberapa kali pegawai yang kedapatan melakukan kesalahan dipanggil dan diberikan peringatan pada saat pelaksanaan apel. Cara-cara seperti itu ternyata cukup efektif memberikan efek jera bagi kami, perasaan malu kalau harus berdiri dan diberikan ceramah didepan teman-teman saat apel. Upaya ini tampaknya telah membuat banyak perubahan, kami yang sudah setengah baya ataupun yang masih muda, tetap saja seperti anak kecil yang takut terdadap hukuman. Sehingga perlahan tetapi pasti, situasi tempat kerja kami mengalami perubahan yang cukup  pesat. Bukan hanya tingkat kehadiran yang semakin membaik, tetapi banyak kegiatan inovatif yang  prakarsai oleh pimpinan.

Kegiatan inovatif yang dilaksanakan antara lain, mengedukasi warga kantor untuk melaksanakan eco-office dengan cara mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai, tiap hari diwajibkan membawa botol air minum sendiri dari rumah, masing-masing pegawai diwajibkan membuat ecoenzim dirumah (bagian dari gerakan pengurangan sampah), Hari Senin sampai dengan hari Kamis wajib membawa sampah organik untuk mendukung budidaya maggot, hari Jumat membawa sampah anorganik untuk ditabung pada bank sampah.  Seperti arahan pimpinan agar kita belajar memulai dengan langkah kecil tapi bermanfaat bagi lingkungan.

Apakah berat?  Tentu saja!  Bagi kami itu hal yang memberatkan, sesuatu yang “wajib dan harus” terasa  berat diawal pelaksanaan, tetapi ketika dilaksanakan secara terus menerus lama-lama hal tersebut menjadi suatu kebiasaan yang jika tidak dilaksanakan justru akan terasa aneh, sekali lagi paksaan merupakan cara paling efektif untuk mengajak kita  untuk berubah, pimpinan sebagai top manajer harus mampu menjadi rule model dan mempunya visi misi yang jelasa terhadap organisasi. [T]

  • Eka Yanthi, mahasiswa S2 Ilmu Manajamen Undiksha Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Surya Subratha di Kulidan || Menelisik Tradisi Membentang Ruang

Next Post

“Gamefication” dalam Komunikasi dengan Anak

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
“Gamefication” dalam Komunikasi dengan Anak

“Gamefication” dalam Komunikasi dengan Anak

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co