23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pimpinan Membuat Kami Bisa Berubah

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 27, 2020
in Esai
Pimpinan Membuat Kami Bisa Berubah

Eka Yanthi

Penulis: Eka Yanthi

________

Perubahan sudah mulai masuk dan merambah sel-sel birokrat. Perlahan tapi pasti mulai nampak ada progres terhadap seruan reformasi birokrasi. Mulai dari level pimpinan sampai ke level staf terbawah saat ini sedang mendapatkan mandat luar biasa untuk bersama-sama melaksanakan perubahan mendasar dan menyeluruh terdadap aspek-aspek berorganisasi. Pada level pimpinan dipantau dari kebijakan dalam mengambil langkah-langkah dan keputusan lebih cepat, berani dan inovatif. Sehingga dampaknya adalah beberapa sektor seolah-olah mulai terbangun dari tidur panjang.

Dulu, sebagian besar  dari kami untuk tahun yang lama bekerja tidak tahu tugas dan fungsi (tusi) dan bahkan sebagian besar pegawai datang, baca koran gratis langganan kantor, buka HP nonton youtube, update status karenakan di kantor kami memang ada wifi gratis, atau bahkan sekedar menghidupkan komputer dan berpura-pura sibuk, padahal sama saja, paling juga buka facebook dan download film.

Kondisi seperti inilah yang membuat beberapa orang jadi korban, staf yang sudah kadung biasa dapat kerjaan, lama-kelamaan seperti menjadi “tukang tampung” pekerjaan yang tak bertuan. Mereka yang sudah kadung nyaman dengan kebiasaan “ngeyel” biasanya mempunyai seribu satu alasan agar tidak menanggung beban pekerjaan. Alasan yang paling klasik adalah “tidak bisa”. Anehnya atasan percaya begitu saja, tidak tegas melatih dan menegur staf yang membangkang, ujung-ujungnya pekerjaan dilimpahkan lagi kepada si “tukang tampung” kerjaan.

Seharusnya untuk memajukan suatu lembaga, semua komponen harus bergerak secara dinamis mulai dari level jabatan tertinggi sampai dengan staf paling bawah. Kondisi seperti ini saya yakin pimpinan pasti sudah menyadari, tetapi cenderung ada pembiaran, sehingga kondisi pegawai “ngeyel” ini bahkan sudah membudaya dan dianggap hal yang biasa.  Kondisi ini membuat mereka nyaman karena mempunyai  tempat nongkrong ber-AC berlabel kantor (kurang keren apa?), di kantor ada wifi gratis, teman ngobrol sehati dengan topik “khusus”.

Kenyaman ini sudah mendarah daging, membudaya bahkan sudah menjadi tradisi dan yang lebih aneh lagi, seperti semacam penyakit menular. Karyawan yang bahkan baru bergabung, tidak membutuhkan waktu lama terjangkit budaya “ngeyel”, cukup satu minggu membaur, mengamati dan tentu saja meniru, merekapun masuk komunitas.

Pertanyaannya, kenapa sebagian besar pimpinan tidak melakukan sesuatu terhadap komunitas ini? Kenapa dibiarkan berlarut-larut? Hal-hal yang seperti ini kalau dibiarkan terus-menerus tentu akan berdampak tidak baik bagi kinerja pemerintah dalam upaya meningkatkan budaya kerja dan mewujudkan reformasi birokrasi, memperlambat upaya pencapaian target kinerja, dan tentu saja menjadi benalu APBD.

Tetapi yang terjadi adalah beberapa pimpinan memilih diam, tutup mata, tutup telinga, pura-pura tidak tahu, prioritas mereka adalah, pekerjaan dan pelayanan rutin dapat berjalan, permintaan data terpenuhi tanpa peduli metode pencapaian target (terkadang dikerjakan oleh orang yang itu lagi..itu lagi). Program/kegiatan yang dilaksanakan pun cenderung  monoton, copy paste dari tahun lalu. Keadaan ini  tentu menjadi salah satu indikasi, kurangnya inovasi daerah.

Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan kinerja instansi swasta, yang sangat dinamis, inovatif dan kompetitif. Jika ditelususi sebabnya, lagi-lagi berasal dari keengganan pimpinan untuk membawa organisasi yang dipimpinnya untuk berubah. Keadaan itu karena sebagian dari mereka takut “repot”, tidak mendapat dukungan, ketakutan akan menimbulkan reaksi dan pertentangan dari bawahan dan tentu saja takut resiko. Kondisi seperti ini tentu saja akan semakin menyuburkan komunitas “ngeyel” karena tidak mendapat pembinaan ataupun teguran dari atasan.  

Namun saat ini, kami mengalami perubahan drastis, tepatnya dunia seperti berbalik arah 180 derajat hal ini karena pimpinan kami yang baru (kebetulan adalah alumni sekolah ikatan dinas), kelahiran awal tahun 80-an sehingga bisa dikategorikan pimpinan milenial, membawa gerakan perubahan yang begitu nyata.

Gaya kepemimpinan yang dinamis yang mengharuskan pencapaian target-target terukur, tidak lagi sekedar hitam diatas putih, tetapi betul-betul diwujudkan dalam karya nyata. Semua sisi dijungkirbalikkan, baik itu budaya kerja dan disiplin kerja. Semua seolah-olah dipantau, kehadiran, progres capaian kinerja kegiatan, realisasi keuangan, laporan kegiatan, rapat-rapat rutin.

Di dalam acara rapat yang kadang memakan waktu lebih dari 2 jam kami akan di-brain storming terhadap rencana apa yang kita laksanakan agar pencapain tusi segera tercapai. Dari sana akhirnya banyak lahir rencana kerja yang pelaksanaanya harus didukung oleh semua  pihak. Seharusnya memang berjalan seperti itu, namun kenyataannya justru menjadi beban berat bagi sebagian besar dari kami, ada banyak keluhan, cibiran dan umpatan karena kebijakan pimpinan seolah mengganggu kenyamanan.

Tetapi seolah tidak memperdulikan hal yang tidak perlu, kebijakan dan keputusan sudah ditetapkan, semua program harus berjalan, dan mau tidak mau kami harus mendukung pimpinan. Secara perlahan namun pasti, perubahan itu menjadi nyata, komitmen kuat dari pimpinan yang memaksa perubahan itu terjadi memjadi faktor utama. Nahkoda telah membentankan layar dan membawa kapal besar organisasi kami menuju arah yang lebih baik, siap tidak siap harus dilaksanakan karena ini adalah kewajiban. Selama semua berjalan dalam koridor aturan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, suara-suara sumbang yang menyanyikan keluhan bisa diabaikan.

Ada satu kalimat yang sering diucapkan pimpinan pada saat rapat, bahwa dalam bekerja kita harus selalu ingat dengan aturan, hormati seragam yang kita pakai, dan jangan melakukan tindakan di luar ketentuan hukum yang berlaku, atasan harus bisa menjadi rule model untuk bawahannya. Sebagai atasan harus bisa memberikan contoh yang baik bagi anak buah. Reward dan punishment mulai diterapkan dalam pelaksanaan tugas. Memberikan surat peringatan (SP) atau berdiri di didepan barisan saat apel jika ada indikasi pelanggaran terhadap disiplin mungkin hal yang jarang ditemui, tetapi tidak dengan kami saat ini.

Surat peringatan beberapa kali dikeluarkan ditujukan bagi pegawai yang melakukan pelanggaran terhadap disiplin kerja, atau beberapa kali pegawai yang kedapatan melakukan kesalahan dipanggil dan diberikan peringatan pada saat pelaksanaan apel. Cara-cara seperti itu ternyata cukup efektif memberikan efek jera bagi kami, perasaan malu kalau harus berdiri dan diberikan ceramah didepan teman-teman saat apel. Upaya ini tampaknya telah membuat banyak perubahan, kami yang sudah setengah baya ataupun yang masih muda, tetap saja seperti anak kecil yang takut terdadap hukuman. Sehingga perlahan tetapi pasti, situasi tempat kerja kami mengalami perubahan yang cukup  pesat. Bukan hanya tingkat kehadiran yang semakin membaik, tetapi banyak kegiatan inovatif yang  prakarsai oleh pimpinan.

Kegiatan inovatif yang dilaksanakan antara lain, mengedukasi warga kantor untuk melaksanakan eco-office dengan cara mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai, tiap hari diwajibkan membawa botol air minum sendiri dari rumah, masing-masing pegawai diwajibkan membuat ecoenzim dirumah (bagian dari gerakan pengurangan sampah), Hari Senin sampai dengan hari Kamis wajib membawa sampah organik untuk mendukung budidaya maggot, hari Jumat membawa sampah anorganik untuk ditabung pada bank sampah.  Seperti arahan pimpinan agar kita belajar memulai dengan langkah kecil tapi bermanfaat bagi lingkungan.

Apakah berat?  Tentu saja!  Bagi kami itu hal yang memberatkan, sesuatu yang “wajib dan harus” terasa  berat diawal pelaksanaan, tetapi ketika dilaksanakan secara terus menerus lama-lama hal tersebut menjadi suatu kebiasaan yang jika tidak dilaksanakan justru akan terasa aneh, sekali lagi paksaan merupakan cara paling efektif untuk mengajak kita  untuk berubah, pimpinan sebagai top manajer harus mampu menjadi rule model dan mempunya visi misi yang jelasa terhadap organisasi. [T]

  • Eka Yanthi, mahasiswa S2 Ilmu Manajamen Undiksha Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Surya Subratha di Kulidan || Menelisik Tradisi Membentang Ruang

Next Post

“Gamefication” dalam Komunikasi dengan Anak

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
“Gamefication” dalam Komunikasi dengan Anak

“Gamefication” dalam Komunikasi dengan Anak

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co