23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kantin itu “Perpustakaan” Mahasiswa Pemalas…

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
December 18, 2020
in Esai
Membicarakan “Kenapa Memilih Hukum” di Sudut Kantin Kampus

Diskusi antara dosen dan mahasiswa di sebuah kantin kampus

Berangkat dari sebuah kewajiban untuk mengerjakan sebuah tugas penulisan opini oleh seorang dosen tempo waktu, mau tak mau saya yang seorang pemalas ini mencoba mengobrak-abrik kembali pemikiran kritis yang sudah setahun lebih tak pernah dibuka lagi. Maklum, pasca setahun setelah lulus kuliah dan selama beberapa bulan berdiam diri di rumah saja, saya sangat jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Perasaan nyaman berada di dalam kamar dan berbaring di atas kasur membuat saya membunuh insting berpikir kritis secara tidak langsung. Hingga tiba pada momen ini, saya harus kembali mencari informasi terkait perubahan, tema besar dalam tulisan ini.

Oleh karena saya seorang pemalas; malas membaca, malas googling, malas membersihkan kamar dan malas-malasan lainnya, maka saya memutuskan untuk pergi ke sebuah coffee shop di pusat kota. Saya cukup sering berkunjung ke coffee shop itu. Pelayannya ramah dan situasinya tak ramai dan tak sepi, pas untuk saya yang mencoba mencari inspirasi. Setiap sudut ruangan mulai terisi dengan pengunjung. Ada yang datang sendirian, ada yang datang berpasangan, ada yang mahasiswa, ada juga yang pegawai kantoran. Mata dan telinga ini mencoba mengamati keadaan sekitar. Banyak topik pembicaraan yang terdengar jelas di telinga. Mulai dari tugas kuliah, keluh pegawai kantor dan masalah pribadi salah seorang pengunjung.

Samar-samar, ada ingatan masa lalu yang melintas dalam benak saya. Sebuah memori manakala saya masih seorang mahasiswa S1 tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi. Suasana kafe saat itu telah membawa saya bernostalgia kembali ke masa-masa sulit tersebut. Kala itu, saya yang seorang pemalas sangat kesulitan mencari titik terang di perpustakaan untuk bahan penelitian saya. Alhasil, saya lebih sering berkunjung ke kantin saat yang lain berkunjung ke perpustakaan kampus. Namun, dari sanalah semua pencerahan menulis skripsi saya dapatkan. Sejak saat itu saya percaya bahwa Kantin adalah “Perpustakaan” versi mahasiswa pemalas seperti saya ini.

Kejenuhan akan suasana perpustakaan terlepas dari pribadi saya yang seorang pemalas, membuat saya betah berdiam lama di Kantin kampus. Yang mulanya hanya ingin sekadar nongkrong sembari ditemani segelas kopi dan 2 buah pisang goreng, tapi lama kelamaan hal itu tidaklah cukup.

Pada suatu siang, kantin kampus terlihat lebih ramai dari biasanya. Tampak terlihat beberapa dosen, mahasiswa-mahasiswa semester akhir yang serumpun dengan saya, petugas kebersihan dan satpam serta supplier yang menyerahkan barang dagangan ke penjaga kantin. Semua kelompok tersebut nampak asyik membicarakan sesuatu. Kelompok mahasiswa akhir yang membicarakan kekesalannya atas dosen pembimbing mereka, petugas kebersihan dan satpam yang membicarakan tentang kehidupan rumah tangga mereka serta 2 orang dosen yang mendiskusikan tentang jam tangan yang baru saja dibeli oleh salah seorang dari mereka.

Saya yang notabene nya seorang diri di pojok kantin mencoba nimbrung dengan kelompok mahasiswa tadi yang kebetulan sepertinya sedang diberi wejangan oleh salah seorang dosen. Saya ingat betul apa yang dikatakan oleh dosen tersebut

“Kalau kalian mau cari kerja nyaman, cari saja PNS. Tapi kalau mau cari yang bisa mengembangkan potensimu, cari kerja di swasta”

Sungguh singkat pesan beliau namun sedikit tidaknya membuka mata kami yang masih bingung setelah wisuda mau kemana. Selanjutnya, dosen tersebut memberikan pandangannya tentang hidup yang ia dasarkan dari pengalamannya semasa muda. Perbincangan pun lanjut kepada sebuah diskusi antara mahasiswa dan dosen. Sungguh luar biasa pembelajaran hidup yang kami dapatkan yang mungkin tak bisa kami temukan dalam perpustakaan. Selepas hari itu, kantin menjadi salah 1 TOP List saya jika berkunjung ke kampus.

Di lain hari, sekedatangan saya dari perpustakaan, saya kembali singgah ke kantin. Kali ini, kantin tidak terlalu ramai. Beberapa teman seangkatan yang saya kenal dan seorang dosen sedang berdiskusi di pojok kantin. Sebut saja Raka, salah seorang teman saya. Raka menceritakan keluh kesahnya tentang ia yang sulit sekali mencari waktu bimbingan dengan dosen pembimbing. Raka bercerita dengan wajah berapi-api menandakan ia sangat kesal dengan perlakuan dosen pembimbingnya tersebut.

Seusai ia bercerita, sang dosen yang ada di hadapannya mencoba menjawab dengan pelan dan tenang apa yang menjadi alasan mengapa seorang dosen terkadang sulit untuk dihubungi. Sembari menyiup segelas kopi dan menikmati sebatang rokok ditangan kanannya, ia mulai bercerita. Diskusi antara Raka dan dosen kami itupun mampu membuat Raka termenung sesaat mencoba memahami situasi yang terjadi.

Raka sadar bahwa ternyata dunia tak hanya berpusat kepadanya. Bukan Raka seorang yang menjadi prioritas dari dosen tersebut dan bukan hanya 1 tugas dari seorang dosen. Setelah mendengar penjelasan tersebut, Raka meminta maaf dan obrolan berlanjut dengan Raka yang meminta saran untuk penelitian yang sedang dikerjakan dengan dosen kami tersebut.

Hari ke hari, minggu berganti minggu, akhirnya saya menemukan sebuah pola yang selama ini tak pernah saya sadari khususnya tentang para pengunjung kantin di kampus. Bahwasannya para pengunjung kantin adalah rata-rata mereka yang jenuh dengan keruwetan pembelajaran di dalam kelas dan mencari sedikit angin segar di kantin. Entah itu berupa obrolan santai bersama teman atau seperti yang dilakukan teman saya Raka atau sekelompok mahasiswa yang diberikan wejangan kehidupan oleh seorang dosen beberapa hari lalu. Ini bukan tentang bahwa nongkrong di perpustakaan itu buruk dan nongkrong di kantin itu baik. Akan tetapi ini hanya tentang bagaimana seseorang yang merasa dirinya pemalas, mampu mencari tempat dimana rasa malasnya tersebut dapat ia kurangi pelan-pelan.

Di samping itu, saya melihat bahwasannya memang benar kalau perpustakaan yang kita miliki saat ini memang minim sekali dengan ruang untuk berdiskusi. Alih-alih berdiskusi, berbicara sedikit saja bisa langsung ditegur oleh petugas perpustakaan. Perpustakaan harusnya menyediakan sebuah ruangan khusus untuk berdiskusi agar para pengunjung bisa bertukar pikiran dengan orang lain terkait literature yang baru saja mereka baca. Hal inilah yang menjadi point plus yang dimiliki oleh kantin kampus.

Tak jarang saya temui beberapa mahasiswa menggunakan kantin sebagai tempat belajar atau bahkan bekerja kelompok membuat tugas kuliah. Ini mungkin sebuah “alih fungsi lahan” dari Kantin yang awalnya sebatas tempat bersantai kini juga menjadi tempat belajar. Kantin memiliki ruang diskusi yang bebas bisa dimasuki oleh siapa saja dan dilakukan sampai kapan saja.

Bahkan, diskusi yang dihadirkan pun tak sebatas tentang teori dalam buku saja namun juga diskusi tentang situasi yang terjadi disekitar kita. Sebuah wadah bertukar pikiran yang mengedepankan sisi holistik didalamnya. Meskipun perlu diakui bersama bahwa terkadang suasana kantin kurang kondusif dalam berdialog, namun itu bukanlah kendala besar bagi mahasiswa yang juga disaat yang sama memang mencari “hiburan” saat melihat banyak orang yang bertransaksi atau sekadar berlalu lalang di sekitar kantin.

Sekali lagi, di mana pun tempatnya bukanlah masalah asalkan itu bisa membuat kalian nyaman dan syukur syukur bisa memberikan pandangan baru dalam menjalani hari. Akhir kata, saya tetap menganggap bahwa kantin adalah “perpustakaan” yang sangat baik bagi mahasiswa pemalas. Itu bukan hanya “perpustakaan buku” namun juga “perpustakaan kehidupan sosial”.

Oleh karena ternyata kopi yang saya minum di coffee shop saat itu sudah habis terminum tanpa terasa, maka itu waktunya saya kembali ke rumah, sebuah “perpustakaan kehangatan”. Salam perubahan. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tantangan “Ngayah”, Individualisme dan Era New Normal

Next Post

Album Muspus Danumaya dari Satrio Welang || Terinspirasi Pria Eropa Timur

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Album Muspus Danumaya dari Satrio Welang || Terinspirasi Pria Eropa Timur

Album Muspus Danumaya dari Satrio Welang || Terinspirasi Pria Eropa Timur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co