23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kantin itu “Perpustakaan” Mahasiswa Pemalas…

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
December 18, 2020
in Esai
Membicarakan “Kenapa Memilih Hukum” di Sudut Kantin Kampus

Diskusi antara dosen dan mahasiswa di sebuah kantin kampus

Berangkat dari sebuah kewajiban untuk mengerjakan sebuah tugas penulisan opini oleh seorang dosen tempo waktu, mau tak mau saya yang seorang pemalas ini mencoba mengobrak-abrik kembali pemikiran kritis yang sudah setahun lebih tak pernah dibuka lagi. Maklum, pasca setahun setelah lulus kuliah dan selama beberapa bulan berdiam diri di rumah saja, saya sangat jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Perasaan nyaman berada di dalam kamar dan berbaring di atas kasur membuat saya membunuh insting berpikir kritis secara tidak langsung. Hingga tiba pada momen ini, saya harus kembali mencari informasi terkait perubahan, tema besar dalam tulisan ini.

Oleh karena saya seorang pemalas; malas membaca, malas googling, malas membersihkan kamar dan malas-malasan lainnya, maka saya memutuskan untuk pergi ke sebuah coffee shop di pusat kota. Saya cukup sering berkunjung ke coffee shop itu. Pelayannya ramah dan situasinya tak ramai dan tak sepi, pas untuk saya yang mencoba mencari inspirasi. Setiap sudut ruangan mulai terisi dengan pengunjung. Ada yang datang sendirian, ada yang datang berpasangan, ada yang mahasiswa, ada juga yang pegawai kantoran. Mata dan telinga ini mencoba mengamati keadaan sekitar. Banyak topik pembicaraan yang terdengar jelas di telinga. Mulai dari tugas kuliah, keluh pegawai kantor dan masalah pribadi salah seorang pengunjung.

Samar-samar, ada ingatan masa lalu yang melintas dalam benak saya. Sebuah memori manakala saya masih seorang mahasiswa S1 tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi. Suasana kafe saat itu telah membawa saya bernostalgia kembali ke masa-masa sulit tersebut. Kala itu, saya yang seorang pemalas sangat kesulitan mencari titik terang di perpustakaan untuk bahan penelitian saya. Alhasil, saya lebih sering berkunjung ke kantin saat yang lain berkunjung ke perpustakaan kampus. Namun, dari sanalah semua pencerahan menulis skripsi saya dapatkan. Sejak saat itu saya percaya bahwa Kantin adalah “Perpustakaan” versi mahasiswa pemalas seperti saya ini.

Kejenuhan akan suasana perpustakaan terlepas dari pribadi saya yang seorang pemalas, membuat saya betah berdiam lama di Kantin kampus. Yang mulanya hanya ingin sekadar nongkrong sembari ditemani segelas kopi dan 2 buah pisang goreng, tapi lama kelamaan hal itu tidaklah cukup.

Pada suatu siang, kantin kampus terlihat lebih ramai dari biasanya. Tampak terlihat beberapa dosen, mahasiswa-mahasiswa semester akhir yang serumpun dengan saya, petugas kebersihan dan satpam serta supplier yang menyerahkan barang dagangan ke penjaga kantin. Semua kelompok tersebut nampak asyik membicarakan sesuatu. Kelompok mahasiswa akhir yang membicarakan kekesalannya atas dosen pembimbing mereka, petugas kebersihan dan satpam yang membicarakan tentang kehidupan rumah tangga mereka serta 2 orang dosen yang mendiskusikan tentang jam tangan yang baru saja dibeli oleh salah seorang dari mereka.

Saya yang notabene nya seorang diri di pojok kantin mencoba nimbrung dengan kelompok mahasiswa tadi yang kebetulan sepertinya sedang diberi wejangan oleh salah seorang dosen. Saya ingat betul apa yang dikatakan oleh dosen tersebut

“Kalau kalian mau cari kerja nyaman, cari saja PNS. Tapi kalau mau cari yang bisa mengembangkan potensimu, cari kerja di swasta”

Sungguh singkat pesan beliau namun sedikit tidaknya membuka mata kami yang masih bingung setelah wisuda mau kemana. Selanjutnya, dosen tersebut memberikan pandangannya tentang hidup yang ia dasarkan dari pengalamannya semasa muda. Perbincangan pun lanjut kepada sebuah diskusi antara mahasiswa dan dosen. Sungguh luar biasa pembelajaran hidup yang kami dapatkan yang mungkin tak bisa kami temukan dalam perpustakaan. Selepas hari itu, kantin menjadi salah 1 TOP List saya jika berkunjung ke kampus.

Di lain hari, sekedatangan saya dari perpustakaan, saya kembali singgah ke kantin. Kali ini, kantin tidak terlalu ramai. Beberapa teman seangkatan yang saya kenal dan seorang dosen sedang berdiskusi di pojok kantin. Sebut saja Raka, salah seorang teman saya. Raka menceritakan keluh kesahnya tentang ia yang sulit sekali mencari waktu bimbingan dengan dosen pembimbing. Raka bercerita dengan wajah berapi-api menandakan ia sangat kesal dengan perlakuan dosen pembimbingnya tersebut.

Seusai ia bercerita, sang dosen yang ada di hadapannya mencoba menjawab dengan pelan dan tenang apa yang menjadi alasan mengapa seorang dosen terkadang sulit untuk dihubungi. Sembari menyiup segelas kopi dan menikmati sebatang rokok ditangan kanannya, ia mulai bercerita. Diskusi antara Raka dan dosen kami itupun mampu membuat Raka termenung sesaat mencoba memahami situasi yang terjadi.

Raka sadar bahwa ternyata dunia tak hanya berpusat kepadanya. Bukan Raka seorang yang menjadi prioritas dari dosen tersebut dan bukan hanya 1 tugas dari seorang dosen. Setelah mendengar penjelasan tersebut, Raka meminta maaf dan obrolan berlanjut dengan Raka yang meminta saran untuk penelitian yang sedang dikerjakan dengan dosen kami tersebut.

Hari ke hari, minggu berganti minggu, akhirnya saya menemukan sebuah pola yang selama ini tak pernah saya sadari khususnya tentang para pengunjung kantin di kampus. Bahwasannya para pengunjung kantin adalah rata-rata mereka yang jenuh dengan keruwetan pembelajaran di dalam kelas dan mencari sedikit angin segar di kantin. Entah itu berupa obrolan santai bersama teman atau seperti yang dilakukan teman saya Raka atau sekelompok mahasiswa yang diberikan wejangan kehidupan oleh seorang dosen beberapa hari lalu. Ini bukan tentang bahwa nongkrong di perpustakaan itu buruk dan nongkrong di kantin itu baik. Akan tetapi ini hanya tentang bagaimana seseorang yang merasa dirinya pemalas, mampu mencari tempat dimana rasa malasnya tersebut dapat ia kurangi pelan-pelan.

Di samping itu, saya melihat bahwasannya memang benar kalau perpustakaan yang kita miliki saat ini memang minim sekali dengan ruang untuk berdiskusi. Alih-alih berdiskusi, berbicara sedikit saja bisa langsung ditegur oleh petugas perpustakaan. Perpustakaan harusnya menyediakan sebuah ruangan khusus untuk berdiskusi agar para pengunjung bisa bertukar pikiran dengan orang lain terkait literature yang baru saja mereka baca. Hal inilah yang menjadi point plus yang dimiliki oleh kantin kampus.

Tak jarang saya temui beberapa mahasiswa menggunakan kantin sebagai tempat belajar atau bahkan bekerja kelompok membuat tugas kuliah. Ini mungkin sebuah “alih fungsi lahan” dari Kantin yang awalnya sebatas tempat bersantai kini juga menjadi tempat belajar. Kantin memiliki ruang diskusi yang bebas bisa dimasuki oleh siapa saja dan dilakukan sampai kapan saja.

Bahkan, diskusi yang dihadirkan pun tak sebatas tentang teori dalam buku saja namun juga diskusi tentang situasi yang terjadi disekitar kita. Sebuah wadah bertukar pikiran yang mengedepankan sisi holistik didalamnya. Meskipun perlu diakui bersama bahwa terkadang suasana kantin kurang kondusif dalam berdialog, namun itu bukanlah kendala besar bagi mahasiswa yang juga disaat yang sama memang mencari “hiburan” saat melihat banyak orang yang bertransaksi atau sekadar berlalu lalang di sekitar kantin.

Sekali lagi, di mana pun tempatnya bukanlah masalah asalkan itu bisa membuat kalian nyaman dan syukur syukur bisa memberikan pandangan baru dalam menjalani hari. Akhir kata, saya tetap menganggap bahwa kantin adalah “perpustakaan” yang sangat baik bagi mahasiswa pemalas. Itu bukan hanya “perpustakaan buku” namun juga “perpustakaan kehidupan sosial”.

Oleh karena ternyata kopi yang saya minum di coffee shop saat itu sudah habis terminum tanpa terasa, maka itu waktunya saya kembali ke rumah, sebuah “perpustakaan kehangatan”. Salam perubahan. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tantangan “Ngayah”, Individualisme dan Era New Normal

Next Post

Album Muspus Danumaya dari Satrio Welang || Terinspirasi Pria Eropa Timur

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Album Muspus Danumaya dari Satrio Welang || Terinspirasi Pria Eropa Timur

Album Muspus Danumaya dari Satrio Welang || Terinspirasi Pria Eropa Timur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co