23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tantangan “Ngayah”, Individualisme dan Era New Normal

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 22, 2020
in Esai
Tantangan “Ngayah”, Individualisme dan Era New Normal

Penulis: Putu Budi Juniantari

Dewasa ini banyak krama desa yang tidak menjalankan kewajibannya untuk ngayah di pura. Alasannya adalah karena kesibukan pekerjaan, jarak tempat tinggal yang jauh dengan desa adat dan rasa malas yang berasal dari diri sendiri. Beberapa desa kini bahkan melakukan sistem absensi atau nyacak untuk mengetahui siapa yang tidak datang saat ngayah. Jika tidak datang ngayah maka akan dikenakan dosa atau denda. Bahkan ada pula alternatif lain dengan cara menyuruh orang lain untuk menggantikannya ngayah, yang nantinya akan diberikan imbalan berupa upah. Akibat lebih banyak yang memilih membayar denda, desa adat kekurangan tenaga dalam menyelenggarakan upacara yadnya. Hal ini menunjukkan bahwa ngayah yang seharusnya dilakukan dengan tulus iklas masih harus dipaksakan karena belum adanya kesadaran krama akan pentingnya tradisi ngayah. Dan motivasi seseorang yang seharusnya tulus ikhlas dalam bekerja untuk dipersembahkan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa menjadi pamrih dan mengharapkan imbalan.

Ngayah sebagai salah satu tradisi Bali sebenarnya memiliki banyak dampak positif. Dengan ngayah para wanita atau krama istri akan belajar bagaimana cara mejejaitan dan membuat banten. Ketika ngayah krama istri yang sudah mahir membuat banten atau biasa disebut Jero Banten/Jero Tukang akan menugaskan setiap orang untuk membuat komponen-komponen banten. Saat itu akan terjadi tanya jawab atau diskusi menanyakan bahan apa yang digunakan, berapa membuat, akan digunakan sebagai banten apa dan yang paling penting adalah pertanyaan akan makna dari dibuatnya komponen-komponen tersebut.

Sebagai wujud kemandirian dengan diberlakukannya ngayah krama desa adat tidak perlu memesan banten dari griya yang notabenenya merupakan industri perbantenan yang menjadikan banten layaknya komoditas dengan paket dan harga khusus. Ngayah juga menjadi media keakraban antar krama. Di area pura tempat biasanya orang ngayah mereka akan bertukar kabar dan cerita sembari melakukan pekerjaanya mejejaiatan atau pun membuat banten.

Namun kepentingan individu pun kini telah melampaui kepentingan sosial. Padahal manusia selain sebagai makluk individu disebut juga sebagai makhluk sosial yang saling membutukan satu sama lain. Banyak orang saat ini lebih mementingkan mencari uang dari pada ngayah di desanya. Ya, ini memang merupakan sebuah dilema bagi krama Bali khusunya kaum wanita atau krama istri karena biasanya ngayah lebih banyak melibatkan wanita dalam pembuatan banten. Di satu sisi sebagai wanita karir harus bekerja namun di satu sisi sebagai bagian dari krama di desa adat harus mengikuti aturan dan tradisi yang berlaku.

Selain kepentingan individual, tradisi ngayah juga terkena imbas wabah COVID-19 yang menyebabkan seluruh aktivitas di era new normal ini harus dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan termasuk saat ngayah yang biasanya melibatkan banyak orang. Larangan untuk berkerumun membuat kegiatan ngayah jarang dilakukan saat ini. Maka dari itu perlu adanya penyesuaian di era new normal ini melalui kebijakan-kebijakan. Pada situasi yang mendesak dan sangat diperlukan ngayah, perlu pengaturan jumlah orang dan penjadwalan ngayah dengan baik agar tidak menimbulkan kerumunan.

Sedangkan untuk masalah individualime dan pekerjaan, kebijakan yang dapat diambil adalah yang bersangkutan bisa diwakilkan oleh anggota keluarganya misalnya jika memiliki anak perempuan ajarkan ia untuk turun kemasyarakat dengan ikut ngayah. Kemudian durasi persiapan upacara yadnya harus dipersingkat agar masyarakat tidak terbebani waktu yang lama karena harus izin dari tempat bekerjanya. Menyelenggarakan kegiatan ngayah pada hari-hari libur kerja. Serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ngayah bagi setiap krama desa.  Bukan setelah diberi kebijaksanaan malah malas dan tidak pernah ngayah.

Mengutip kisah mahabarata yaitu percakapan Krishna dengan Bhisma mengenai tradisi. Krishna menyebutkan bahwa tradisi itu seperti buah mangga. Saat baru berbuah rasanya pahit dan tidak ada yang menyukainya. Selanjutnya saat muda rasanya masam sehingga hanya orang yang menyukai rasa masam saja yang menyukainya. Kemudian setelah matang maka rasanya akan menjadi manis, semua orang pun menyukainya. Lama kelamaan mangga pun akan membusuk hingga kering dan yang tersisa hanya bijinya. Begitu Pula tradisi saat baru muncul mungkin semua akan merasa aneh dan tidak menyetujianya. Kemudian setelah dijalankan beberapa lama semakin ada yang menerapkan dan menyukainya. Pada saat tradisi tersebut telah matang di masyarakat tentu saja semua orang akan menyukainya dan tidak ada yang mampu menolaknya.

Semua menjalankan tradisi dengan senang hati tanpa ada keluhan apapun. Tidak ada pilihan lain selain menerimanya bahkan mungkin akan dianggap aneh saat menolaknya. Seiring berjalannya waktu tradisi tersebut akan menjadi tidak relevan untuk diterapkan dan mungkin akan ditinggalkan oleh masyarakat. Krishna juga menyebutkan bahwa ketika tradisi dipakai sebagai alat eksploitasi dan menimbulkan penderitaan serta menghalangi kebahagiaan maka tradisi itu harus dikubur agar nantinya ada tradisi baru yang muncul untuk menggantikan yang lama. Kapan tradisi ini hilang dan digantikan hanya tinggal menunggu waktu. Tentunya dengan adanya perubahan tradisi akan ada pro dan kontra yang muncul.

Perubahan tradisi yang dimaksud tentu bukanlah perubahan yang mutlak melainkan perubahan dalam beberapa bagiannya saja. Seperti pada tradisi ngayah yang dirubah adalah waktu dan kebijaksanaan digantikan oleh anggota keluarga. Sama halnya dengan biji dari buah mangga yang masih utuh walupun dagingnya telah membusuk tapi batunya bisa ditanan dan akan menjadi pohon yang baru. Begitu pula dengan banyaknya perubahan pada ngayah tetap ada rasa gotong royong yang melekat di dalamnya dan akan menumbuhkan kebahagiaan dalam kebersamaan. [T][Tg]

  • Putu Budi Juniantari, Mahasiswa (S2) Prodi Ilmu Manajemen Undiksha

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Tidur dapat gaji” || Tentang Investasi dengan Hasil-hasil di Luar Akal

Next Post

Kantin itu “Perpustakaan” Mahasiswa Pemalas…

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Membicarakan “Kenapa Memilih Hukum” di Sudut Kantin Kampus

Kantin itu “Perpustakaan” Mahasiswa Pemalas…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co