2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tantangan “Ngayah”, Individualisme dan Era New Normal

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 22, 2020
in Esai
Tantangan “Ngayah”, Individualisme dan Era New Normal

Penulis: Putu Budi Juniantari

Dewasa ini banyak krama desa yang tidak menjalankan kewajibannya untuk ngayah di pura. Alasannya adalah karena kesibukan pekerjaan, jarak tempat tinggal yang jauh dengan desa adat dan rasa malas yang berasal dari diri sendiri. Beberapa desa kini bahkan melakukan sistem absensi atau nyacak untuk mengetahui siapa yang tidak datang saat ngayah. Jika tidak datang ngayah maka akan dikenakan dosa atau denda. Bahkan ada pula alternatif lain dengan cara menyuruh orang lain untuk menggantikannya ngayah, yang nantinya akan diberikan imbalan berupa upah. Akibat lebih banyak yang memilih membayar denda, desa adat kekurangan tenaga dalam menyelenggarakan upacara yadnya. Hal ini menunjukkan bahwa ngayah yang seharusnya dilakukan dengan tulus iklas masih harus dipaksakan karena belum adanya kesadaran krama akan pentingnya tradisi ngayah. Dan motivasi seseorang yang seharusnya tulus ikhlas dalam bekerja untuk dipersembahkan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa menjadi pamrih dan mengharapkan imbalan.

Ngayah sebagai salah satu tradisi Bali sebenarnya memiliki banyak dampak positif. Dengan ngayah para wanita atau krama istri akan belajar bagaimana cara mejejaitan dan membuat banten. Ketika ngayah krama istri yang sudah mahir membuat banten atau biasa disebut Jero Banten/Jero Tukang akan menugaskan setiap orang untuk membuat komponen-komponen banten. Saat itu akan terjadi tanya jawab atau diskusi menanyakan bahan apa yang digunakan, berapa membuat, akan digunakan sebagai banten apa dan yang paling penting adalah pertanyaan akan makna dari dibuatnya komponen-komponen tersebut.

Sebagai wujud kemandirian dengan diberlakukannya ngayah krama desa adat tidak perlu memesan banten dari griya yang notabenenya merupakan industri perbantenan yang menjadikan banten layaknya komoditas dengan paket dan harga khusus. Ngayah juga menjadi media keakraban antar krama. Di area pura tempat biasanya orang ngayah mereka akan bertukar kabar dan cerita sembari melakukan pekerjaanya mejejaiatan atau pun membuat banten.

Namun kepentingan individu pun kini telah melampaui kepentingan sosial. Padahal manusia selain sebagai makluk individu disebut juga sebagai makhluk sosial yang saling membutukan satu sama lain. Banyak orang saat ini lebih mementingkan mencari uang dari pada ngayah di desanya. Ya, ini memang merupakan sebuah dilema bagi krama Bali khusunya kaum wanita atau krama istri karena biasanya ngayah lebih banyak melibatkan wanita dalam pembuatan banten. Di satu sisi sebagai wanita karir harus bekerja namun di satu sisi sebagai bagian dari krama di desa adat harus mengikuti aturan dan tradisi yang berlaku.

Selain kepentingan individual, tradisi ngayah juga terkena imbas wabah COVID-19 yang menyebabkan seluruh aktivitas di era new normal ini harus dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan termasuk saat ngayah yang biasanya melibatkan banyak orang. Larangan untuk berkerumun membuat kegiatan ngayah jarang dilakukan saat ini. Maka dari itu perlu adanya penyesuaian di era new normal ini melalui kebijakan-kebijakan. Pada situasi yang mendesak dan sangat diperlukan ngayah, perlu pengaturan jumlah orang dan penjadwalan ngayah dengan baik agar tidak menimbulkan kerumunan.

Sedangkan untuk masalah individualime dan pekerjaan, kebijakan yang dapat diambil adalah yang bersangkutan bisa diwakilkan oleh anggota keluarganya misalnya jika memiliki anak perempuan ajarkan ia untuk turun kemasyarakat dengan ikut ngayah. Kemudian durasi persiapan upacara yadnya harus dipersingkat agar masyarakat tidak terbebani waktu yang lama karena harus izin dari tempat bekerjanya. Menyelenggarakan kegiatan ngayah pada hari-hari libur kerja. Serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ngayah bagi setiap krama desa.  Bukan setelah diberi kebijaksanaan malah malas dan tidak pernah ngayah.

Mengutip kisah mahabarata yaitu percakapan Krishna dengan Bhisma mengenai tradisi. Krishna menyebutkan bahwa tradisi itu seperti buah mangga. Saat baru berbuah rasanya pahit dan tidak ada yang menyukainya. Selanjutnya saat muda rasanya masam sehingga hanya orang yang menyukai rasa masam saja yang menyukainya. Kemudian setelah matang maka rasanya akan menjadi manis, semua orang pun menyukainya. Lama kelamaan mangga pun akan membusuk hingga kering dan yang tersisa hanya bijinya. Begitu Pula tradisi saat baru muncul mungkin semua akan merasa aneh dan tidak menyetujianya. Kemudian setelah dijalankan beberapa lama semakin ada yang menerapkan dan menyukainya. Pada saat tradisi tersebut telah matang di masyarakat tentu saja semua orang akan menyukainya dan tidak ada yang mampu menolaknya.

Semua menjalankan tradisi dengan senang hati tanpa ada keluhan apapun. Tidak ada pilihan lain selain menerimanya bahkan mungkin akan dianggap aneh saat menolaknya. Seiring berjalannya waktu tradisi tersebut akan menjadi tidak relevan untuk diterapkan dan mungkin akan ditinggalkan oleh masyarakat. Krishna juga menyebutkan bahwa ketika tradisi dipakai sebagai alat eksploitasi dan menimbulkan penderitaan serta menghalangi kebahagiaan maka tradisi itu harus dikubur agar nantinya ada tradisi baru yang muncul untuk menggantikan yang lama. Kapan tradisi ini hilang dan digantikan hanya tinggal menunggu waktu. Tentunya dengan adanya perubahan tradisi akan ada pro dan kontra yang muncul.

Perubahan tradisi yang dimaksud tentu bukanlah perubahan yang mutlak melainkan perubahan dalam beberapa bagiannya saja. Seperti pada tradisi ngayah yang dirubah adalah waktu dan kebijaksanaan digantikan oleh anggota keluarga. Sama halnya dengan biji dari buah mangga yang masih utuh walupun dagingnya telah membusuk tapi batunya bisa ditanan dan akan menjadi pohon yang baru. Begitu pula dengan banyaknya perubahan pada ngayah tetap ada rasa gotong royong yang melekat di dalamnya dan akan menumbuhkan kebahagiaan dalam kebersamaan. [T][Tg]

  • Putu Budi Juniantari, Mahasiswa (S2) Prodi Ilmu Manajemen Undiksha

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Tidur dapat gaji” || Tentang Investasi dengan Hasil-hasil di Luar Akal

Next Post

Kantin itu “Perpustakaan” Mahasiswa Pemalas…

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Membicarakan “Kenapa Memilih Hukum” di Sudut Kantin Kampus

Kantin itu “Perpustakaan” Mahasiswa Pemalas…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co