2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Tidur dapat gaji” || Tentang Investasi dengan Hasil-hasil di Luar Akal

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 22, 2020
in Esai
“Tidur dapat gaji” || Tentang Investasi dengan Hasil-hasil di Luar Akal

Ilustrasi

Penulis: Putu Andi Wirasetia

________

Belakangan ada kata-kata yang seakan tidak asing lagi kita dengar. Antara lain, “tidur dapat uang”, tidur digaji”, dan sejenisnya.

Siapa sih yang tidak mau jika diam saja dapat gaji?

Nah, jika mengingat kalimat itu, maka di pikiran kita akan terbersit  kalimat tak percaya. ‘Tidak ada orang dapat gaji jika tidak bekerja’. Namun ketidakpercayaan itu seakan terlupa oleh keinginan-keinginan lain yang amat mendesak. Kita jadi hilang akal, dan mempercayai hal-hal yang tak masuk akal.

Banyak orang menginginkan “tidur digaji” atau “tidur dapat uang”, karena tidak perlu sibuk dan mengeluarkan banyak tenaga, sudah bisa menikmati hidup. Apalagi, semenjak merebaknya pandemi Covid-19 ini banyak warga yang kehilangan pekerjaan, ada yang di-PHK dan tentu dalam keadaan seperti ini membuat semua kebingungan memikirkan bagaimana mereka bisa bertahan hidup.

Ada yang mencoba banting setir dari awalnya bekerja di hotel menjadi jual telur menggunakan mobil pribadinya. Apalagi tenaga kerja kapal pesiar menurut BP3TKI yang jumlahnya 1634 dari Bali yang biasanya libur mereka berkisar 2-3 bulan kini harus berbulan-bulan tidak bekerja dan tidak tau kapan pandemi ini selesai.

Banyak yang beralih profesi demi mendapatkan penghasilan dan tidak kalah banyak juga yang berpikiran dalam situasi seperti ini semakin banyak yang berjualan tapi permintaan semakin sedikit. Ada yang pasrah, sudah berjuang mencari pekerjaan tetapi tidak pernah diterima karena banyak perusahaan atau usaha yang gulung tikar.

Tidak masalah bagi mereka yang sudah mempersiapkan uang darurat demi kelangsungan hidup mereka, tapi apa daya bagi mereka yang banyak punya hutang yang sudah terlanjur membangun rumah, membeli tanah dan biaya pendidikan anak-anak, tentu mereka berpikir keras bagaimana caranya membayar itu semua sedangkan penghasilan tidak ada.

Himbauan “DI RUMAH SAJA” bikin semua orang bosan. Semua serba online, semua dipaksa untuk berubah dan keluar dari zona nyaman. Kalangan orang tua sekarang, setiap hari menghadapi group whatsapp untuk keperluan sekolah dan tugas anak-anaknya. Facebook dan youtube sudah tidak asing lagi bagi mereka. Berita atau informasi apapun sangat cepat menyebar luas melalui media internet.

Saya mengamati, di kalangan masyarakat sekarang, banyak yang mencari informasi tentang bagaimana mereka bisa berpenghasilan di era serba online ini. Youtube adalah media yang banyak diminati oleh orang-orang. Ada youtuber yang kontennya tentang hiburan dan ada juga yang menjelaskan cara mendapatkan penghasilan yang tidak perlu kerja keras tetapi tetap mendapatkan penghasilan.

Seperti youtuber  “YT Pejuang Receh” ada salah satu kontennya judulnya “Nonton youtube dibayar Rp.5.100.000”. Siapa sih orang yang tidak tergiur dengan itu, kerjaannya nonton saja tinggal dirumah saja dan mendapatkan penghasilan sebesar itu?

Sedikit orang yang sadar untuk mendapatkan uang sebanyak itu kemungkinannya sangatlah kecil hanya dengan menonton saja. Yang penulis amati, kerja pada aplikasi-aplikasi penghasil uang tertentu untuk mendapatkan uang banyak tidak hanya dengan menonton akan tetapi harus membagikan kode reveral tertentu ke orang-orang agar mendapatkan point banyak. Berapa kali dicoba ternyata modal nonton saja dan tidak mendapatkan teman yang ikut join itu sangat merugikan.

Orang-orang tidak akan pernah merasa puas jika kerja keras tapi penghasilan sedikit. Banyak juga youtuber terkenal seperti Raditya Dika (si standup comedy) tersebut membuat konten tentang investasi. Banyak konten-konten yang di-publish di youtube oleh youtuber-youtuber memberikan informasi tentang investasi, trading, copytrading dengan judul yang menggiurkan dan terpancing untuk mengikutinya.

Banyak juga yang menjelaskan kalau mau berinvestasi tentu perlu modal banyak dan berisiko tinggi. Semacam itu tentu banyak orang jarang yang mau ribet dan perlu modal banyak baru mendapatkan hasil yang banyak. Orang jaman sekarang kebanyakan mau kerja sedikit tapi penghasilan banyak. Dalam situasi pandemi seperti ini banyak bermunculan investasi-investasi yang punya kemungkinan besar bodong, apalagi investasi semacam itu  tidak terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tidak berada dalam pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Investasi semacam ini menawarkan bunga banyak, dan dengan modal sedikit tetap bisa join. Dan ada juga bisnis baru bermunculan yang menawarkan cukup menonton iklan 60 kali sudah bisa mendapatkan bunga sebesar 0,2 % sehari. Siapa yang tidak tergiur akan hal itu?

Dengan situasi seperti sekarang ini, di mana banyak dari kita tidak bisa bekerja karena tidak ada lowongan, tidak bisa bikin usaha karena banyaknya pesaing sementara permintaan sedikit, tentu kita akan mudah tergoda, karena dengan tawaran bunga besar dan hanya perlu waktu 3 bulan sudah bisa kembali modal.

Dulu  Bali dihebohkan dengan berita tentang investasi  yang banyak makan korban. Investasi ditawarkan dengan konsep piramida uang atau segitiga uang, dimana seorang menginvestasikan uangnya demi mendapatkan keuntungan yang diperoleh dari investasi yang dilakukan oleh investor, dan selanjutnya dan dijanjikan bunga besar.

Tentu model investasi seperti ini tidak akan bertahan lama, dan ujung-ujungnya jadi masalah, karena yang dipakai membayar bunga untuk invest tentu dari orang-orang baru, yakni orang-orang yang berasal dari ajakan orang yang duluan ikut.

Ada juga investasi berkedok trading atau investasi valas. Ini juga banyak memakan korban dengan kerugian ratusan miliar. Belakangan ini, terutama pada masa pandemi, makin banyak tawaran-tawaran investasi yang dicurigai bodong.  Ada investasi yang didesain sangat meyakinkan dengan menawarkan bunga lebih besar lagi yaitu setiap orang yang invest mendapatkan bunga 1,5% perhari dan sebulan terdiri dari 20 hari kerja sesuai dengan hari kerja pasar dunia.

Orang-orang yang disasar oleh investasi semacam ini kebanyakan mantan pekerja kapal pesiar dan mantan pegawai hotel yang memiliki banyak tabungan. Dan banyak juga yang kepincut. Saat tidak bekerja, mereka bukan mencari penghasilan yang sesuai, tapi malah ikut ber-invest dengan modal cukup banyak dengan ekspektasi hanya 3 bulan sudah balik modal, dan jika ingin cepat balik modal maka mereka akan berusaha untuk mengajak temannya.

Langkah yang dilakukan adalah dengan men-share di social media atau dari mulut ke mulut dengan kata-kata rayuan, misalnya “tidak perlu kerja, tidur pun digaji, tidur pun dapat uang”, dan kata-kata lain yang kedengarannya bisa dilakukan dengan mudah dan gampang. Dari kata-kata itu seharusnya orang-orang sadar kalau hal itu tidak mungkin, akan tetapi masih saja ada orang yang jadi korban.

Ada juga tawaran bisnis yang belakangan juga populer. Model investasi ini yaitu hanya menonton iklan dapat keuntungan 0,2% sehari. Tentu sangat menggiurkan apalagi ada nama-nama progam investasi itu dikait-kaitkan dengan orang-orang besar dan perusahaan-perusahaan yang terkenal.

Saya pikir ada kesimpulan aneh, di mana kemajuan teknologi ternyata juga diiringi dengan canggihnya penipuan. Pemerintah sebenarnya sudah berusaha mengatasi permasalahan penipuan dengan kedok investasi  ini, namun jika masyarakat kita tidak ikut serta memberantas dan menghentikan penipuan semacam ini, siapa lagi yang akan bisa menghilangkan itu semua. Sadarlah tidak ada investasi dengan bunga yang tidak masuk akal.

Jika punya uang atau ingin berinvestasi, datanglah ke perbankan atau lembaga-lembaga resmi yang hitungan investasinya masuk akal dan sesuai dengan ketentuan hukum. Tidak ada orang kaya tidak pernah bekerja, tidak ada dengan tidur saja dapat gaji. Janganlah jadi orang bodoh karena akan terus dibodohi.

Jadilah orang pintar untuk mengikuti dan mengimbangi kemajuan dan perubahan, bukan menjadi orang pintar untuk membodohi orang. Semua berawal dari diri kita sendiri. SALAM PERUBAHAN. [T]

Putu Andi Wirasetia, mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Undiksha

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dompet Digital, Bukan Hanya Milik Kalangan Milenial

Next Post

Tantangan “Ngayah”, Individualisme dan Era New Normal

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Tantangan “Ngayah”, Individualisme dan Era New Normal

Tantangan "Ngayah", Individualisme dan Era New Normal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co