12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Tidur dapat gaji” || Tentang Investasi dengan Hasil-hasil di Luar Akal

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 22, 2020
in Esai
“Tidur dapat gaji” || Tentang Investasi dengan Hasil-hasil di Luar Akal

Ilustrasi

Penulis: Putu Andi Wirasetia

________

Belakangan ada kata-kata yang seakan tidak asing lagi kita dengar. Antara lain, “tidur dapat uang”, tidur digaji”, dan sejenisnya.

Siapa sih yang tidak mau jika diam saja dapat gaji?

Nah, jika mengingat kalimat itu, maka di pikiran kita akan terbersit  kalimat tak percaya. ‘Tidak ada orang dapat gaji jika tidak bekerja’. Namun ketidakpercayaan itu seakan terlupa oleh keinginan-keinginan lain yang amat mendesak. Kita jadi hilang akal, dan mempercayai hal-hal yang tak masuk akal.

Banyak orang menginginkan “tidur digaji” atau “tidur dapat uang”, karena tidak perlu sibuk dan mengeluarkan banyak tenaga, sudah bisa menikmati hidup. Apalagi, semenjak merebaknya pandemi Covid-19 ini banyak warga yang kehilangan pekerjaan, ada yang di-PHK dan tentu dalam keadaan seperti ini membuat semua kebingungan memikirkan bagaimana mereka bisa bertahan hidup.

Ada yang mencoba banting setir dari awalnya bekerja di hotel menjadi jual telur menggunakan mobil pribadinya. Apalagi tenaga kerja kapal pesiar menurut BP3TKI yang jumlahnya 1634 dari Bali yang biasanya libur mereka berkisar 2-3 bulan kini harus berbulan-bulan tidak bekerja dan tidak tau kapan pandemi ini selesai.

Banyak yang beralih profesi demi mendapatkan penghasilan dan tidak kalah banyak juga yang berpikiran dalam situasi seperti ini semakin banyak yang berjualan tapi permintaan semakin sedikit. Ada yang pasrah, sudah berjuang mencari pekerjaan tetapi tidak pernah diterima karena banyak perusahaan atau usaha yang gulung tikar.

Tidak masalah bagi mereka yang sudah mempersiapkan uang darurat demi kelangsungan hidup mereka, tapi apa daya bagi mereka yang banyak punya hutang yang sudah terlanjur membangun rumah, membeli tanah dan biaya pendidikan anak-anak, tentu mereka berpikir keras bagaimana caranya membayar itu semua sedangkan penghasilan tidak ada.

Himbauan “DI RUMAH SAJA” bikin semua orang bosan. Semua serba online, semua dipaksa untuk berubah dan keluar dari zona nyaman. Kalangan orang tua sekarang, setiap hari menghadapi group whatsapp untuk keperluan sekolah dan tugas anak-anaknya. Facebook dan youtube sudah tidak asing lagi bagi mereka. Berita atau informasi apapun sangat cepat menyebar luas melalui media internet.

Saya mengamati, di kalangan masyarakat sekarang, banyak yang mencari informasi tentang bagaimana mereka bisa berpenghasilan di era serba online ini. Youtube adalah media yang banyak diminati oleh orang-orang. Ada youtuber yang kontennya tentang hiburan dan ada juga yang menjelaskan cara mendapatkan penghasilan yang tidak perlu kerja keras tetapi tetap mendapatkan penghasilan.

Seperti youtuber  “YT Pejuang Receh” ada salah satu kontennya judulnya “Nonton youtube dibayar Rp.5.100.000”. Siapa sih orang yang tidak tergiur dengan itu, kerjaannya nonton saja tinggal dirumah saja dan mendapatkan penghasilan sebesar itu?

Sedikit orang yang sadar untuk mendapatkan uang sebanyak itu kemungkinannya sangatlah kecil hanya dengan menonton saja. Yang penulis amati, kerja pada aplikasi-aplikasi penghasil uang tertentu untuk mendapatkan uang banyak tidak hanya dengan menonton akan tetapi harus membagikan kode reveral tertentu ke orang-orang agar mendapatkan point banyak. Berapa kali dicoba ternyata modal nonton saja dan tidak mendapatkan teman yang ikut join itu sangat merugikan.

Orang-orang tidak akan pernah merasa puas jika kerja keras tapi penghasilan sedikit. Banyak juga youtuber terkenal seperti Raditya Dika (si standup comedy) tersebut membuat konten tentang investasi. Banyak konten-konten yang di-publish di youtube oleh youtuber-youtuber memberikan informasi tentang investasi, trading, copytrading dengan judul yang menggiurkan dan terpancing untuk mengikutinya.

Banyak juga yang menjelaskan kalau mau berinvestasi tentu perlu modal banyak dan berisiko tinggi. Semacam itu tentu banyak orang jarang yang mau ribet dan perlu modal banyak baru mendapatkan hasil yang banyak. Orang jaman sekarang kebanyakan mau kerja sedikit tapi penghasilan banyak. Dalam situasi pandemi seperti ini banyak bermunculan investasi-investasi yang punya kemungkinan besar bodong, apalagi investasi semacam itu  tidak terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tidak berada dalam pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Investasi semacam ini menawarkan bunga banyak, dan dengan modal sedikit tetap bisa join. Dan ada juga bisnis baru bermunculan yang menawarkan cukup menonton iklan 60 kali sudah bisa mendapatkan bunga sebesar 0,2 % sehari. Siapa yang tidak tergiur akan hal itu?

Dengan situasi seperti sekarang ini, di mana banyak dari kita tidak bisa bekerja karena tidak ada lowongan, tidak bisa bikin usaha karena banyaknya pesaing sementara permintaan sedikit, tentu kita akan mudah tergoda, karena dengan tawaran bunga besar dan hanya perlu waktu 3 bulan sudah bisa kembali modal.

Dulu  Bali dihebohkan dengan berita tentang investasi  yang banyak makan korban. Investasi ditawarkan dengan konsep piramida uang atau segitiga uang, dimana seorang menginvestasikan uangnya demi mendapatkan keuntungan yang diperoleh dari investasi yang dilakukan oleh investor, dan selanjutnya dan dijanjikan bunga besar.

Tentu model investasi seperti ini tidak akan bertahan lama, dan ujung-ujungnya jadi masalah, karena yang dipakai membayar bunga untuk invest tentu dari orang-orang baru, yakni orang-orang yang berasal dari ajakan orang yang duluan ikut.

Ada juga investasi berkedok trading atau investasi valas. Ini juga banyak memakan korban dengan kerugian ratusan miliar. Belakangan ini, terutama pada masa pandemi, makin banyak tawaran-tawaran investasi yang dicurigai bodong.  Ada investasi yang didesain sangat meyakinkan dengan menawarkan bunga lebih besar lagi yaitu setiap orang yang invest mendapatkan bunga 1,5% perhari dan sebulan terdiri dari 20 hari kerja sesuai dengan hari kerja pasar dunia.

Orang-orang yang disasar oleh investasi semacam ini kebanyakan mantan pekerja kapal pesiar dan mantan pegawai hotel yang memiliki banyak tabungan. Dan banyak juga yang kepincut. Saat tidak bekerja, mereka bukan mencari penghasilan yang sesuai, tapi malah ikut ber-invest dengan modal cukup banyak dengan ekspektasi hanya 3 bulan sudah balik modal, dan jika ingin cepat balik modal maka mereka akan berusaha untuk mengajak temannya.

Langkah yang dilakukan adalah dengan men-share di social media atau dari mulut ke mulut dengan kata-kata rayuan, misalnya “tidak perlu kerja, tidur pun digaji, tidur pun dapat uang”, dan kata-kata lain yang kedengarannya bisa dilakukan dengan mudah dan gampang. Dari kata-kata itu seharusnya orang-orang sadar kalau hal itu tidak mungkin, akan tetapi masih saja ada orang yang jadi korban.

Ada juga tawaran bisnis yang belakangan juga populer. Model investasi ini yaitu hanya menonton iklan dapat keuntungan 0,2% sehari. Tentu sangat menggiurkan apalagi ada nama-nama progam investasi itu dikait-kaitkan dengan orang-orang besar dan perusahaan-perusahaan yang terkenal.

Saya pikir ada kesimpulan aneh, di mana kemajuan teknologi ternyata juga diiringi dengan canggihnya penipuan. Pemerintah sebenarnya sudah berusaha mengatasi permasalahan penipuan dengan kedok investasi  ini, namun jika masyarakat kita tidak ikut serta memberantas dan menghentikan penipuan semacam ini, siapa lagi yang akan bisa menghilangkan itu semua. Sadarlah tidak ada investasi dengan bunga yang tidak masuk akal.

Jika punya uang atau ingin berinvestasi, datanglah ke perbankan atau lembaga-lembaga resmi yang hitungan investasinya masuk akal dan sesuai dengan ketentuan hukum. Tidak ada orang kaya tidak pernah bekerja, tidak ada dengan tidur saja dapat gaji. Janganlah jadi orang bodoh karena akan terus dibodohi.

Jadilah orang pintar untuk mengikuti dan mengimbangi kemajuan dan perubahan, bukan menjadi orang pintar untuk membodohi orang. Semua berawal dari diri kita sendiri. SALAM PERUBAHAN. [T]

Putu Andi Wirasetia, mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Undiksha

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dompet Digital, Bukan Hanya Milik Kalangan Milenial

Next Post

Tantangan “Ngayah”, Individualisme dan Era New Normal

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Tantangan “Ngayah”, Individualisme dan Era New Normal

Tantangan "Ngayah", Individualisme dan Era New Normal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co