2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kantin itu “Perpustakaan” Mahasiswa Pemalas…

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
December 18, 2020
in Esai
Membicarakan “Kenapa Memilih Hukum” di Sudut Kantin Kampus

Diskusi antara dosen dan mahasiswa di sebuah kantin kampus

Berangkat dari sebuah kewajiban untuk mengerjakan sebuah tugas penulisan opini oleh seorang dosen tempo waktu, mau tak mau saya yang seorang pemalas ini mencoba mengobrak-abrik kembali pemikiran kritis yang sudah setahun lebih tak pernah dibuka lagi. Maklum, pasca setahun setelah lulus kuliah dan selama beberapa bulan berdiam diri di rumah saja, saya sangat jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Perasaan nyaman berada di dalam kamar dan berbaring di atas kasur membuat saya membunuh insting berpikir kritis secara tidak langsung. Hingga tiba pada momen ini, saya harus kembali mencari informasi terkait perubahan, tema besar dalam tulisan ini.

Oleh karena saya seorang pemalas; malas membaca, malas googling, malas membersihkan kamar dan malas-malasan lainnya, maka saya memutuskan untuk pergi ke sebuah coffee shop di pusat kota. Saya cukup sering berkunjung ke coffee shop itu. Pelayannya ramah dan situasinya tak ramai dan tak sepi, pas untuk saya yang mencoba mencari inspirasi. Setiap sudut ruangan mulai terisi dengan pengunjung. Ada yang datang sendirian, ada yang datang berpasangan, ada yang mahasiswa, ada juga yang pegawai kantoran. Mata dan telinga ini mencoba mengamati keadaan sekitar. Banyak topik pembicaraan yang terdengar jelas di telinga. Mulai dari tugas kuliah, keluh pegawai kantor dan masalah pribadi salah seorang pengunjung.

Samar-samar, ada ingatan masa lalu yang melintas dalam benak saya. Sebuah memori manakala saya masih seorang mahasiswa S1 tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi. Suasana kafe saat itu telah membawa saya bernostalgia kembali ke masa-masa sulit tersebut. Kala itu, saya yang seorang pemalas sangat kesulitan mencari titik terang di perpustakaan untuk bahan penelitian saya. Alhasil, saya lebih sering berkunjung ke kantin saat yang lain berkunjung ke perpustakaan kampus. Namun, dari sanalah semua pencerahan menulis skripsi saya dapatkan. Sejak saat itu saya percaya bahwa Kantin adalah “Perpustakaan” versi mahasiswa pemalas seperti saya ini.

Kejenuhan akan suasana perpustakaan terlepas dari pribadi saya yang seorang pemalas, membuat saya betah berdiam lama di Kantin kampus. Yang mulanya hanya ingin sekadar nongkrong sembari ditemani segelas kopi dan 2 buah pisang goreng, tapi lama kelamaan hal itu tidaklah cukup.

Pada suatu siang, kantin kampus terlihat lebih ramai dari biasanya. Tampak terlihat beberapa dosen, mahasiswa-mahasiswa semester akhir yang serumpun dengan saya, petugas kebersihan dan satpam serta supplier yang menyerahkan barang dagangan ke penjaga kantin. Semua kelompok tersebut nampak asyik membicarakan sesuatu. Kelompok mahasiswa akhir yang membicarakan kekesalannya atas dosen pembimbing mereka, petugas kebersihan dan satpam yang membicarakan tentang kehidupan rumah tangga mereka serta 2 orang dosen yang mendiskusikan tentang jam tangan yang baru saja dibeli oleh salah seorang dari mereka.

Saya yang notabene nya seorang diri di pojok kantin mencoba nimbrung dengan kelompok mahasiswa tadi yang kebetulan sepertinya sedang diberi wejangan oleh salah seorang dosen. Saya ingat betul apa yang dikatakan oleh dosen tersebut

“Kalau kalian mau cari kerja nyaman, cari saja PNS. Tapi kalau mau cari yang bisa mengembangkan potensimu, cari kerja di swasta”

Sungguh singkat pesan beliau namun sedikit tidaknya membuka mata kami yang masih bingung setelah wisuda mau kemana. Selanjutnya, dosen tersebut memberikan pandangannya tentang hidup yang ia dasarkan dari pengalamannya semasa muda. Perbincangan pun lanjut kepada sebuah diskusi antara mahasiswa dan dosen. Sungguh luar biasa pembelajaran hidup yang kami dapatkan yang mungkin tak bisa kami temukan dalam perpustakaan. Selepas hari itu, kantin menjadi salah 1 TOP List saya jika berkunjung ke kampus.

Di lain hari, sekedatangan saya dari perpustakaan, saya kembali singgah ke kantin. Kali ini, kantin tidak terlalu ramai. Beberapa teman seangkatan yang saya kenal dan seorang dosen sedang berdiskusi di pojok kantin. Sebut saja Raka, salah seorang teman saya. Raka menceritakan keluh kesahnya tentang ia yang sulit sekali mencari waktu bimbingan dengan dosen pembimbing. Raka bercerita dengan wajah berapi-api menandakan ia sangat kesal dengan perlakuan dosen pembimbingnya tersebut.

Seusai ia bercerita, sang dosen yang ada di hadapannya mencoba menjawab dengan pelan dan tenang apa yang menjadi alasan mengapa seorang dosen terkadang sulit untuk dihubungi. Sembari menyiup segelas kopi dan menikmati sebatang rokok ditangan kanannya, ia mulai bercerita. Diskusi antara Raka dan dosen kami itupun mampu membuat Raka termenung sesaat mencoba memahami situasi yang terjadi.

Raka sadar bahwa ternyata dunia tak hanya berpusat kepadanya. Bukan Raka seorang yang menjadi prioritas dari dosen tersebut dan bukan hanya 1 tugas dari seorang dosen. Setelah mendengar penjelasan tersebut, Raka meminta maaf dan obrolan berlanjut dengan Raka yang meminta saran untuk penelitian yang sedang dikerjakan dengan dosen kami tersebut.

Hari ke hari, minggu berganti minggu, akhirnya saya menemukan sebuah pola yang selama ini tak pernah saya sadari khususnya tentang para pengunjung kantin di kampus. Bahwasannya para pengunjung kantin adalah rata-rata mereka yang jenuh dengan keruwetan pembelajaran di dalam kelas dan mencari sedikit angin segar di kantin. Entah itu berupa obrolan santai bersama teman atau seperti yang dilakukan teman saya Raka atau sekelompok mahasiswa yang diberikan wejangan kehidupan oleh seorang dosen beberapa hari lalu. Ini bukan tentang bahwa nongkrong di perpustakaan itu buruk dan nongkrong di kantin itu baik. Akan tetapi ini hanya tentang bagaimana seseorang yang merasa dirinya pemalas, mampu mencari tempat dimana rasa malasnya tersebut dapat ia kurangi pelan-pelan.

Di samping itu, saya melihat bahwasannya memang benar kalau perpustakaan yang kita miliki saat ini memang minim sekali dengan ruang untuk berdiskusi. Alih-alih berdiskusi, berbicara sedikit saja bisa langsung ditegur oleh petugas perpustakaan. Perpustakaan harusnya menyediakan sebuah ruangan khusus untuk berdiskusi agar para pengunjung bisa bertukar pikiran dengan orang lain terkait literature yang baru saja mereka baca. Hal inilah yang menjadi point plus yang dimiliki oleh kantin kampus.

Tak jarang saya temui beberapa mahasiswa menggunakan kantin sebagai tempat belajar atau bahkan bekerja kelompok membuat tugas kuliah. Ini mungkin sebuah “alih fungsi lahan” dari Kantin yang awalnya sebatas tempat bersantai kini juga menjadi tempat belajar. Kantin memiliki ruang diskusi yang bebas bisa dimasuki oleh siapa saja dan dilakukan sampai kapan saja.

Bahkan, diskusi yang dihadirkan pun tak sebatas tentang teori dalam buku saja namun juga diskusi tentang situasi yang terjadi disekitar kita. Sebuah wadah bertukar pikiran yang mengedepankan sisi holistik didalamnya. Meskipun perlu diakui bersama bahwa terkadang suasana kantin kurang kondusif dalam berdialog, namun itu bukanlah kendala besar bagi mahasiswa yang juga disaat yang sama memang mencari “hiburan” saat melihat banyak orang yang bertransaksi atau sekadar berlalu lalang di sekitar kantin.

Sekali lagi, di mana pun tempatnya bukanlah masalah asalkan itu bisa membuat kalian nyaman dan syukur syukur bisa memberikan pandangan baru dalam menjalani hari. Akhir kata, saya tetap menganggap bahwa kantin adalah “perpustakaan” yang sangat baik bagi mahasiswa pemalas. Itu bukan hanya “perpustakaan buku” namun juga “perpustakaan kehidupan sosial”.

Oleh karena ternyata kopi yang saya minum di coffee shop saat itu sudah habis terminum tanpa terasa, maka itu waktunya saya kembali ke rumah, sebuah “perpustakaan kehangatan”. Salam perubahan. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tantangan “Ngayah”, Individualisme dan Era New Normal

Next Post

Album Muspus Danumaya dari Satrio Welang || Terinspirasi Pria Eropa Timur

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Album Muspus Danumaya dari Satrio Welang || Terinspirasi Pria Eropa Timur

Album Muspus Danumaya dari Satrio Welang || Terinspirasi Pria Eropa Timur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co