24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Angsa Putih dan Hidup Baru

tatkala by tatkala
June 2, 2020
in Dongeng
Penyesalan Kelelawar

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Angsa Putih itu sebenarnya berbulu putih, karena hidup di lumpur, bulunya kini berwarna coklat kehitaman, walaupun begitu ia tetap dipanggil dan menyebut dirinya Angsa Putih. Sebenarnya Angsa Putih adalah jenis mahluk hidup yang cerdas karena itu dia dipercaya untuk membagikan pengetahuannya bagi mahluk hidup yang lain di bumi. Angsa Putih juga sebenarnya bisa terbang tinggi tetapi dia memilih untuk tetap tinggal di darat yang dekat dengan air dari pada di langit.

“Ahhh, kenapa aku harus capek-capek terbang, kalau di tempat ini aku bisa mendapatkan segalanya, makanan berlimpah, teman, saudara, pengagum dan kebanggaan,” kata Angsa Putih saat burung Bangau mengajaknya terbang.

Angsa Putih memang merasa sangat nyaman tinggal di rawa-rawa berlumpur itu. Dia sudah menganggap semua mahluk yang hidup di sana sebagai teman, saudara dan murid-muridnya. Ooo ya Angsa Putih memang banyak mengajarkan mahluk-mahluk yang hidup di rawa itu tentang berbagai hal. Yang paling membuatnya sangat disanjung dan dipuja adalah keberhasilan Angsa Putih untuk mengajarkan mahluk lain untuk memilih makanan yang baik. Bahkan Angsa Putih mempraktekannya secara langsung dengan terjun dan ikut berkubang dalam lumpur, tanpa memperhitungkan kebersihan bulu-bulunya.

“Terima kasih Angsa Putih, tuanku memang guru terbaik yang tak takut kotor, ” kata Bebek memuji.
“Iya, Angsa Putih memang mahluk yang benar-benar tulus dan suci yang tak mementingkan kulit luar, tetapi memiliki hati yang putih, ” kata Ayam ikut memuji.
Ikan-ikan, kepiting, cacing dan binatang yang lain juga memuji kecerdasan dan kesucian Angsa Putih dengan cara dan gaya mereka masing-masing. Mahluk-mahluk hidup yang tinggal dan mencari makan di rawa-rawa itu memberikan Angsa Putih berbagai jenis makanan, sehingga ia merasa benar-benar puas dan bahagia.

“Inilah sorga yang sesungguhnya, akulah penguasa sorga, ” begitu Angsa Putih selalu berguman, menikmati hari-harinya yang membahagiakan.
Hari itu, mahluk-mahluk yang hidup dan mencari makan di rawa-rawa berlumpur itu, tiba-tiba heboh. Ada penyakit yang menyebar dengan cepat, yang membunuh binatang-binatang di sana yang lemah kekebalan tubuhnya. Banyak mahluk hidup yang memilih pergi dari rawa-rawa itu.

“Ayolah Angsa Putih, kita tinggalkan rawa ini, kita cari tempat baru di daratan, ” ajak Bebek dan Ayam. Tapi Angsa Putih menolak ajakan Bebek dan Ayam. Angsa Putih tidak mau meninggalkan kenyamanan dan kebanggaan yang ia dapatkan di rawa itu.
“Kalau aku ke tempat yang baru, aku harus bergerak dari awal lagi, aku akan kehilangan anak buahku, pengikut-pengikutku dan kebanggan-kebangganku, ” pikir Angsa Putih. Angsa Putih tak mau kehilangan miliknya, rasa nyamannya dan semua kebanggaannya.

“Ingat jaga kesehatan diri sendiri dan sekitarmu, ingat jaga jarak, jangan berkerumun, jangan berdesak-desakkan,” teriak Burung Bangau dari pohon bakau mengingatkan yang berkerumun mendengarkan pelajaran dari Angsa Putih. Angsa Putih sebenarnya ingin marah, tapi ia tahu apa yang dikatakan Burung Bangau benar adanya, tetapi Angsa Putih juga merasa dirinya benar karena sedang mengajarkan kebaikan, maka makin banyak yang datang makin baik, makin berdesak-desakan makin hebat.

“Bagaimana aku bisa mengajarkan kebaikan dengan cepat dan luas jika tak boleh ada keramaian. Bagaimana namaku bisa dikenal luas jika yang bisa kuajar sangat terbatas, ” keluh Angsa Putih pada Burung Bangau. Burung Bangau tersenyum.

“Kebaikan bukan diukur dari jumlah dan luas sebarannya, tapi dari kebaikan itu sendiri. Mungkin sudah saatnya kebaikan yang kau ajarkan itu kau resapi dan kau praktekan sendiri, tanpa perlu dilihat dan diakui oleh mahluk lain, ” kata Burung Bangau. Angsa Putih kaget mendengar kata-kata bijak Burung Bangau yang selama ini juga menjadi salah satu muridnya.

“Mungkin kamu harus kembali mengenali dirimu yang sejati, tempat hidupmu, tugas-tugas dan tanggungjawabmu,” tambah Burung Bangau.
Angsa Putih diam, dia pandangi bulu-bulunya yang coklat kehitaman, tubuh dan bulunya yang penuh lumpur, telapak kakinya yang lebar, sayapnya yang lebar dan kuat, lehernya yang panjang, mulut dan hidungnya. Ya, Angsa Putih merasa semua anggota tubuhnya itu selama ini jarang dia perhatikan. Selama ini ia hanya terpusat pada matanya yang menerima banyak penghormatan, telinganya yang menerima banyak pujian, dan lidahnya yang merasakan berbagai rasa yang enak.

“Kenikmatan indria membuatku melupakan diriku sebagai Angsa Putih. Ya, aku telah melupakan diriku yang sejati, tugas-tugas dan tanggungjawabku. Kenyaman hidup di rawa itu telah membuatku lupa segalanya. Apakah mungkin aku bisa kembali terbang sebagai Angsa Putih, kendaraan Dewi Pengetahuan,…? ” tanya Angsa Putih lemah.

“Semuanya mungkin, asal kamu mau berusaha untuk hidup baru, mengubah semua kebiasaan dan kenikmatan yang selama ini mengikatmu, memberatkanmu. Sebagai Angsa kamu punya sayap dan akan bisa terbang tinggi jika bebanmu ringan. Sebagai Angsa Putih, bulumu tentu akan bisa kembali putih kalau kamu rajin membersihkannya dan tidak lagi berkubang dalam lumpur. Melepaskan keterikatan itu memang berat, perlu pengorbanan, tapi kalau diusahakan secara terus menerus pasti akan bisa dan terbiasa. Yang penting kau mau dan berusaha untuk memulai hidup baru, ” tambah Burung Bangau.

Sejak saat itu, Angsa Putih berusaha mengubah prilakunya. Ia tetap mengajarkan pengetahuan kebaikan walaupun tak banyak yang mendengar kata-katanya. Dia kini lebih banyak berbuat baik tanpa perlu mengabarkan kepada yang lain. Ia juga belajar untuk mencari makan sendiri secukupnya tanpa harus berkubang dalam lumpur, membaginya pada yang lain, membersihkan bulu-bulu sendiri, belajar terbang sedikit demi sedikit dan mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang bermanfaat. Angsa Putih akan menghindar jika ada yang mengajaknya bergosip.

Kini Angsa Putih tidak lagi terlalu bangga jika ada yang memujinya. Semuanya biasa-biasa saja bagiIa Angsa Putih. Ia juga tak marah jika ada yang menjelek-jelekkannya. Angsa Putih benar-benar ingin berubah, Ia ingin menjalani hidup yang baru. Dengan mengorbankan kesenangan dan kenikmatan pribadi, Angsa Putih yakin dia bisa menjalani hidup baru. [T]

Tags: dongengfaunakehidupan
Share68TweetSendShareSend
Previous Post

Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

Next Post

DINI DITU KALANGAN || Work for Progress – Teater Kalangan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails

Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 11, 2025
0
Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

LAUT menyambut senyum mentari pagi. Taman terumbu karang mengiringi nyanyian riang canda tawa ikan-ikan. Ada ikan warna-warni bermain petak umpet...

Read moreDetails

Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 5, 2025
0
Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

ADA satu danau  berbentuk hati. Danau itu punya air biru jernih. Di sekitar danau tinggallah seekor capung bersama keluarga serangga:...

Read moreDetails
Next Post
DINI DITU KALANGAN || Work for Progress – Teater Kalangan

DINI DITU KALANGAN || Work for Progress - Teater Kalangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co