24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memaafkan 6000

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 29, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

“Forgive others, not because they

deserve forgiveness, but because

you deserve peace.”

  -Jonathan Lockwood Huie

______

Beberapa hari terakhir ini saya teringat film favorit saya yang mengatakan “I Love You 3000” Cinta 3000 dan belakangan media sosial banyak mengaitkan dengan “Memaafkan dengan Materai 6000 Rupiah.” Banyak kontroversi yang ada di sana.

Saya tidak akan membahas soal itu. Tetapi sesungguhnya seperti kata teman saya yang beragama Islam memaafkan itu harus dari lahir dan batin, artinya bukan hanya di mulut tapi juga di hati. Jadi memaafkan yang di mulut untuk orang yang dimaafkan, yang di hati untuk diri kita sendiri. Benar sekali, dari sudut kesehatan jiwa banyak orang mengalami gangguan psikologis karena ketidakmampuan memaafkan.

Ketika kita mengalami luka batin akibat perkataan atau perilaku orang lain terhadap diri kita. Mungkin orang yang mengatakan atau melakukan hal itu sudah lupa. Tetapi buat kita kemudian kita selalu ingat dan ketika kita mengingatnya luka itu makin dalam. Dan, seringkali kemudian menjadi gangguan cemas, gangguan depresi, psikosomatis dan sebagainya. Jadi kemampuan memaafkan adalah sesuatu yang sangat penting.

Yang perlu diingat, memaafkan bukan berarti membenarkan hal hal-hal salah, hal-hal buruk yang orang lain lakukan terhadap diri kita. Memaafkan adalah proses yang ada dalam diri kita, di mana kita membebaskan diri kita dari dampak buruk perbuatan salah yang orang lain lakukan terhadap diri kita.

Ada yang lebih sulit dari memaafkan orang lain, yaitu memaafkan diri sendiri. Saya sering menemui banyak klien yang mengalami gangguan psikologis sumbernya dari sini. Kita manusia adalah sangat manusiawi ketika kita melakukan kesalahan. Tetapi pada beberapa orang sulit sekali menerima atau memaafkan dirinya bahwa dia pernah melakukan kesalahan itu.

Yang lebih baik untuk diri kita adalah memaafkan.Sekali lagi bukan membenarkan hal-hal salah, hal-hal buruk yang pernah kita lakukan. Ya, itu salah dan itu sudah terjadi. Yang bisa kita lakukan adalah mempunyai komitmen memperbaiki diri kita untuk tidak lagi membuat kesalahan-kesalahan yang sama. Dan kita berhak atas rasa maaf untuk diri kita sendiri.

Lalu bagaimana dengan fenomena materai 6000, yang kemudian dikaitkan memaafkan seharga 6000 rupiah? Kembali lagi, memaafkan itu untuk diri kita sendiri. Yang saya tangkap kebanyakan memaafkan untuk orang lain sebetulnya. Meminta maaf untuk terbebas dari hal-hal buruk yang bisa terjadi pada diri kita. Saya akan fokus pada satu kasus yang menarik dari sudut pandang saya sebagai psikiater.

Media sosial sempat gempar oleh ucapan-ucapan kebencian dari salah satu akun media sosial yang belakangan sudah diklarifikasi bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa berat yang sedang dalam pengobatan. Saya sungguh sangat trenyuh melihat komentar-komentar dari proses materai 6000, di mana keluarga mengklarifikasi bahwa kejadian yang sebenarnya seperti itu.

Tapi komentar-komentar yang ada sungguh luar biasa menyedihkan menurut saya. Di mana orang kemudian tetap marah dan mengatakan bahwa jangan-jangan bukan orang gangguan jiwa bahkan mengatai bahwa itu orang gila dan sebagainya. Dan muncul teori-teori konspirasi bahwa yang bersangkutan tidak benar seperti itu.

Marilah kita meningkatkan empati. Rasa maaf bisa muncul dari sebuah empati. Bagaimana kalau kita mempunyai keluarga yang sedang dirawat mengalami gangguan jiwa berat di mana dia tidak punya kendali terhadap dirinya kemudian memposting macam-macam. Lalu banyak muncul pertanyaan, kalau memang gangguan jiwa berat lalu kenapa kok bisa main handphone (HP) kemudian memposting di akun media sosialnya dan sebagainya.

Marilah memperluas pengetahuan kita bahwa orang gangguan jiwa atau yang dinamakan skizofrenia bukanlah hilang ingatan, bukan seratus persen.kehilangan kemampuannya. Jadi ada beberapa kemampuan yang bisa masih muncul, hanya yang terganggu adalah kendali. Ia bisa merasa curiga yang berlebihan, kemudian ada suara-suara di telinga yang didengarnya padahal itu tidak nyata. Hal itu bisa terjadi pada seseorang.

Marilah kita berempati, bagaimana keluarga kemudian harus mengklarifikasi secara terbuka bahwa anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa, dan itu merupakan sesuatu yang sungguh sangat berat. Marilah kita membantu dirinya dan keluarganya untuk terus bisa berobat.  Ketika ada kesalahan-kesalahan marilah kita memaafkan, memakluminya sebagai salah satu bagian dari sebuah proses.

Hal itu bisa terjadi pada siapa saja, pada agama mana pun. Tentu kita ingat bahwa dulu juga pernah ada yang gangguan jiwa menyetir mobil, datang ke sebuah masjid membawa anjing. Itu pun sempat gempar. Bagaimana gangguan jiwa berat, sungguhkah itu, kok ternyata bisa menyetir bisa membawa anjing dan sebagainya. Saat itu juga muncul teori-teori konspirasi dan sebagainya

Jadi sebenarnya hal-hal semacam itu bersifat universal, ada di mana pun dan bisa terjadi pada agama mana pun. Marilah kita dengan damai pada diri kita sendiri menerima hal-hal itu bisa terjadi dan menyisihkan rasa kebencian kita, rasa curiga kita.

Marilah tumbuh menjadi masyarakat yang memaafkan. Kita munculkan agama apa pun dengan wajah.memaafkan. Karena memaafkan adalah kunci dari kesehatan jiwa yang lebih baik. Dan, saya pikir memaafkan nilainya jutaan kali lipat, bukan hanya 6000 Rupiah. Semoga kita semua menjadi insan yang penuh rasa maaf baik untuk orang lain dan diri kita sendiri di hati masing-masing. Salam mantap jiwa. [T]

Tags: filosofiGangguan Jiwarenungan
Share49TweetSendShareSend
Previous Post

Optimisme dalam Membangun Kembali Perekonomian yang Baru Pasca Covid-19

Next Post

Selain Ksatria (Dewa/Ngakan), Nusa Penida Tak Mengenal Triwangsa Lain?

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Selain Ksatria (Dewa/Ngakan), Nusa Penida Tak Mengenal Triwangsa Lain?

Selain Ksatria (Dewa/Ngakan), Nusa Penida Tak Mengenal Triwangsa Lain?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co