24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Era New Normal

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
May 18, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Saat ini kami mempertimbangkan langkah transisi, kami harus mengakui bahwa tidak ada kemenangan yang cepat diraih. Kompleksitas dan ketidakpastian ada di depan, kita memasuki periode di mana kita mungkin perlu menyesuaikan langkah-langkah dengan cepat.” — (Direktur Regional WHO untuk Eropa Henri P. Kluge)

Virus Corona belum juga mau berdamai, apalagi menyerah. Maka sepertinya manusialah yang akan mengusulkan perdamaian, atau jangan-jangan telah menyerah? Maka wajarlah, terlontar pernyataan merendah dari badan kesehatan dunia (WHO) tersebut. Sebagai institusi tertingggi di bidang kesehatan dan penyakit, WHO seakan-akan mewakili kata hati setiap insan di bumi saat ini.

Sebetulnya ada negara yang telah menang melawan Covid-19 yaitu Vietnam dengan jumlah kematian nol orang. Kasus terakhir ditemui di Hanoi pada 13 Februali lalu, artinya tiga bulan tanpa kemunculan kasus baru dan ini sungguh mencengangkan telah terjadi di sebuah negara yang berbatasan langsung dengan China, negara episentrum wabah. Namun sayang sekali, hal ini tidak terjadi di sebagaian besar negara-negara di seluruh dunia yang terjangkit. Orang-orang telah mulai kebal, bukan terhadap virus yang sangat membingungkan ini, namun akan rasa takut yang telah beradaptasi. Rasa sakit kini telah bergeser ke wilayah ekonomi dengan taksiran kerugian dunia mencapai sembilan triliun dolar Amerika. Manusia memang terlatih melawan penyakit namun belum terbiasa melakoni kemiskinan.

Artinya hidup harus kembali bergerak. Pasar mulai melapak kebutuhan manusia. Hotel dan spa membuka pintunya untuk memanjakan kaum penjelajah dan pelancong. Gerbong kereta api bergerak dan deru pesawat terbang mengangkasa membangunkan manusia dari tidurnya untuk kembali mengejar target mereka. Pada saat yang sama, virus SARS-Cov-2 pun masih bertebaran di mana-mana, karena sejatinya ia memang tak mungkin rasanya dimusnahkan.

Sebagai jasad renik yang sedemikian sederhana, hanya terdiri dari satu atau dua untaian protein yang mengandung materi genetik (RNA), berukuran 0,000001 mm, bagaimana cara kita menghancurkannya? Bukankah dengan ukuran sekecil itu mereka telah lebih daripada hancur? Sebuah kehancuran yang menghancurkan. Mungkin saja vaksin dan anti virus, yang secara teoritis dapat menyudahi segalanya dengan sempurna, namun faktanya tidak. Satu-satunya pilihan pada akhirnya adalah manusia hidup bersama Covid-19. Mirip dengan kita juga telah hidup bersama TBC, HIV, demam berdarah atau virus influensa yang lain. Tingkat penyebaran yang begitu cepat dan menghasilkan jumlah kematian yang masih besar, menimbulkan resistensi dan kritik tajam di kalangan dokter dan praktisi kesehatan lainnya akan ide berdamai ini.

Entah apa yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, sepertinya tuan Kluge benar, yang ada adalah sebuah ketidakpastian dan kerumitan. Itulah yang telah dialami menteri perhubungan kita, bapak Budi Karya Sumadi, yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, saat dievaluasi ulang ternyata terdekteksi masih terinfeksi virus dari pemeriksaan PCR. Hal yang sama pun kami alami sebagai team Covid-19 di RSUD Buleleng/RS Pratama Girimas. Salah seorang pasien Covid-19 kami, dirawat hampir selama 40 hari dengan hasil swab yang sering berubah-ubah positif dan negatif.

Dalam masyarakat pun terjadi hal-hal yang terkesan janggal, misalnya kejadian di kabupaten Bangli, seorang wanita tua yang berprofesi sebagai buruh nyuun (memikul barang di atas kepala), ditemukan positif Covid-19 dan telah menjadi sumber penularan. Padahal yang bersangkutan dipandang jauh dari kemungkinan terinfeksi virus Corona yang berasal dari luar negeri ini. Namun dalam penelusuran, didapatka telah terjadi kontak dengan kerabatnya yang seorang pekerja migran. Ketiadaan gejala pada sebagian besar pengidapnya membuat penularan lebih mudah terjadi karena pengidap cenderung bersosialisasi.

 Sepertinya memang bakal terjadi sebuah era new normal, yang disebabkan oleh virus yang new abnormal. Akan terjadi berbagai tradisi baru yang mungkin lam-lama akan menjadi hal biasa. Bayangkan saja, situasi tak mudah saat kita mulai memakai kloset duduk. Namun saat ini, kloset jongkok hampir sudah tak ada lagi dalam masyarakat. Perubahan bisa terjadi dari sebuah rencana yang tertata rapi namun dapat saja terjadi tiba-tiba dan tak terencana tanpa persiapan, sebuah jalan damai. Wanita tak dapat lagi memamerkan pesona bibirnya sebagai daya tarik erotika dan bergeser pada kerling matanya.

Ini lantaran masker yang harus kita pakai dalam keseharian guna mencegah infeksi Covid-19. Kebiasaan antre yang sejak dulu begitu sulit diterapkan tampaknya kini menjadi sebuah kebutuhan setiap orang. Orang-orang akan menyediakan termometer di rumah masing-masing dan tentunya hand sanitizer yang akan selalu dibawa kemana-mana. Setiap siswa pun akan terbiasa belajar secara on line yang mebuatnya lebih cekatan menjajal era digital ini. Hal serupa sebetulnya sudah terjadi terkait kehadiran penyakit-penyakit sebelumnya. Misalnya protokol vaksinasi sebagai sikap hidup berdampingan dengan virus hepatitis B atau rekomendasi kuat memakai kondom akibat kita hidup bersama virus HIV.

Era new normal dapat saja akan menjadi sebuah realitas, namun alam bawah sadar kita sejujurnya ingin kembali pada kehidupan biasa yang dulu. Menikmati kesempurnaan seorang wanita yang dilukis oleh bibirnya yang indah. Bertemu kawan dalam kedekatan ragawi yang hangat atau kerinduan para siswa akan sekolahnya yang meski gedungnya telah usang namun selalu memberi pengalaman baru dalam belia hidupnya. [T]

Tags: covid 19kesehatanNew Normalvirus
Share151TweetSendShareSend
Previous Post

“Basa Nosa”, Bahasa Bali Dialek Nusa Penida yang Mirip Dialek Bali Aga?

Next Post

Diksa Widhi Widhana

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Atat Yang Bijaksana #1

Diksa Widhi Widhana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co