12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Era New Normal

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
May 18, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Saat ini kami mempertimbangkan langkah transisi, kami harus mengakui bahwa tidak ada kemenangan yang cepat diraih. Kompleksitas dan ketidakpastian ada di depan, kita memasuki periode di mana kita mungkin perlu menyesuaikan langkah-langkah dengan cepat.” — (Direktur Regional WHO untuk Eropa Henri P. Kluge)

Virus Corona belum juga mau berdamai, apalagi menyerah. Maka sepertinya manusialah yang akan mengusulkan perdamaian, atau jangan-jangan telah menyerah? Maka wajarlah, terlontar pernyataan merendah dari badan kesehatan dunia (WHO) tersebut. Sebagai institusi tertingggi di bidang kesehatan dan penyakit, WHO seakan-akan mewakili kata hati setiap insan di bumi saat ini.

Sebetulnya ada negara yang telah menang melawan Covid-19 yaitu Vietnam dengan jumlah kematian nol orang. Kasus terakhir ditemui di Hanoi pada 13 Februali lalu, artinya tiga bulan tanpa kemunculan kasus baru dan ini sungguh mencengangkan telah terjadi di sebuah negara yang berbatasan langsung dengan China, negara episentrum wabah. Namun sayang sekali, hal ini tidak terjadi di sebagaian besar negara-negara di seluruh dunia yang terjangkit. Orang-orang telah mulai kebal, bukan terhadap virus yang sangat membingungkan ini, namun akan rasa takut yang telah beradaptasi. Rasa sakit kini telah bergeser ke wilayah ekonomi dengan taksiran kerugian dunia mencapai sembilan triliun dolar Amerika. Manusia memang terlatih melawan penyakit namun belum terbiasa melakoni kemiskinan.

Artinya hidup harus kembali bergerak. Pasar mulai melapak kebutuhan manusia. Hotel dan spa membuka pintunya untuk memanjakan kaum penjelajah dan pelancong. Gerbong kereta api bergerak dan deru pesawat terbang mengangkasa membangunkan manusia dari tidurnya untuk kembali mengejar target mereka. Pada saat yang sama, virus SARS-Cov-2 pun masih bertebaran di mana-mana, karena sejatinya ia memang tak mungkin rasanya dimusnahkan.

Sebagai jasad renik yang sedemikian sederhana, hanya terdiri dari satu atau dua untaian protein yang mengandung materi genetik (RNA), berukuran 0,000001 mm, bagaimana cara kita menghancurkannya? Bukankah dengan ukuran sekecil itu mereka telah lebih daripada hancur? Sebuah kehancuran yang menghancurkan. Mungkin saja vaksin dan anti virus, yang secara teoritis dapat menyudahi segalanya dengan sempurna, namun faktanya tidak. Satu-satunya pilihan pada akhirnya adalah manusia hidup bersama Covid-19. Mirip dengan kita juga telah hidup bersama TBC, HIV, demam berdarah atau virus influensa yang lain. Tingkat penyebaran yang begitu cepat dan menghasilkan jumlah kematian yang masih besar, menimbulkan resistensi dan kritik tajam di kalangan dokter dan praktisi kesehatan lainnya akan ide berdamai ini.

Entah apa yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, sepertinya tuan Kluge benar, yang ada adalah sebuah ketidakpastian dan kerumitan. Itulah yang telah dialami menteri perhubungan kita, bapak Budi Karya Sumadi, yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, saat dievaluasi ulang ternyata terdekteksi masih terinfeksi virus dari pemeriksaan PCR. Hal yang sama pun kami alami sebagai team Covid-19 di RSUD Buleleng/RS Pratama Girimas. Salah seorang pasien Covid-19 kami, dirawat hampir selama 40 hari dengan hasil swab yang sering berubah-ubah positif dan negatif.

Dalam masyarakat pun terjadi hal-hal yang terkesan janggal, misalnya kejadian di kabupaten Bangli, seorang wanita tua yang berprofesi sebagai buruh nyuun (memikul barang di atas kepala), ditemukan positif Covid-19 dan telah menjadi sumber penularan. Padahal yang bersangkutan dipandang jauh dari kemungkinan terinfeksi virus Corona yang berasal dari luar negeri ini. Namun dalam penelusuran, didapatka telah terjadi kontak dengan kerabatnya yang seorang pekerja migran. Ketiadaan gejala pada sebagian besar pengidapnya membuat penularan lebih mudah terjadi karena pengidap cenderung bersosialisasi.

 Sepertinya memang bakal terjadi sebuah era new normal, yang disebabkan oleh virus yang new abnormal. Akan terjadi berbagai tradisi baru yang mungkin lam-lama akan menjadi hal biasa. Bayangkan saja, situasi tak mudah saat kita mulai memakai kloset duduk. Namun saat ini, kloset jongkok hampir sudah tak ada lagi dalam masyarakat. Perubahan bisa terjadi dari sebuah rencana yang tertata rapi namun dapat saja terjadi tiba-tiba dan tak terencana tanpa persiapan, sebuah jalan damai. Wanita tak dapat lagi memamerkan pesona bibirnya sebagai daya tarik erotika dan bergeser pada kerling matanya.

Ini lantaran masker yang harus kita pakai dalam keseharian guna mencegah infeksi Covid-19. Kebiasaan antre yang sejak dulu begitu sulit diterapkan tampaknya kini menjadi sebuah kebutuhan setiap orang. Orang-orang akan menyediakan termometer di rumah masing-masing dan tentunya hand sanitizer yang akan selalu dibawa kemana-mana. Setiap siswa pun akan terbiasa belajar secara on line yang mebuatnya lebih cekatan menjajal era digital ini. Hal serupa sebetulnya sudah terjadi terkait kehadiran penyakit-penyakit sebelumnya. Misalnya protokol vaksinasi sebagai sikap hidup berdampingan dengan virus hepatitis B atau rekomendasi kuat memakai kondom akibat kita hidup bersama virus HIV.

Era new normal dapat saja akan menjadi sebuah realitas, namun alam bawah sadar kita sejujurnya ingin kembali pada kehidupan biasa yang dulu. Menikmati kesempurnaan seorang wanita yang dilukis oleh bibirnya yang indah. Bertemu kawan dalam kedekatan ragawi yang hangat atau kerinduan para siswa akan sekolahnya yang meski gedungnya telah usang namun selalu memberi pengalaman baru dalam belia hidupnya. [T]

Tags: covid 19kesehatanNew Normalvirus
Share151TweetSendShareSend
Previous Post

“Basa Nosa”, Bahasa Bali Dialek Nusa Penida yang Mirip Dialek Bali Aga?

Next Post

Diksa Widhi Widhana

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Atat Yang Bijaksana #1

Diksa Widhi Widhana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co