6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menuntut Keadilan Sejarah Melalui “Menjerat Gus Dur” Virdika Rizky Utama

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
April 16, 2020
in Ulasan
Menuntut Keadilan Sejarah Melalui “Menjerat Gus Dur” Virdika Rizky Utama
  • Judul Buku                   : Menjerat Gus Dur
  • Penulis                         : Virdika Rizky Utama
  • Penerbit                       : PT. Numedia Digital Indonesia
  • ISBN                             : 978-602-52420-6-9
  • Halaman                      : xxi + 376

_____

Akhir tahun 2019 kalangan elit politik cukup diguncangkan dengan terbitnya sebuah buku yang dapat membuka tabir kebenaran masa lalu yang selama kurang lebih 20 tahun ini dipendam sangat dalam. Salah satu peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia yakni, proses lengsernya Presiden RI ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.

Setelah peristiwa tersebut, sebagian besar rakyat Indonesia hanya mengetahui bahwa Gus Dur dilengserkan oleh MPR RI kala itu karena Gus Dur kala itu melakukan kesalahan yang bahkan hingga hari ini belum bisa dibuktikan secara hukum. Tetapi melalui buku ini Virdi mencoba mengungkap kebenaran sesungguhnya dan menguak siapa dalang dibalik runtuhnya pemerintahan Gus Dur kala itu. Persekongkolan apa yang terjadi kala itu hingga berhasil memaksa Gus Dur menanggalkan jabatan Presiden RI?

Keberadaan buku ini semakin membuat saya tertarik karena kebetulan di Bali akan diselenggarakan acara bedah buku di PWNU Bali dan yang paling ditunggu-tunggu adalah acara ini mendatangkan penulis buku “Menjerat Gus Dur” Virdika Rizky Utama.

Tentu saya sangat antusias untuk mengikuti acara ini dan tentu menyiapkan uang untuk membeli buku ini hehe. Diskusi yang berlangsung hingga tengah malam ini membuat saya semakin tidak sabar untuk membaca buku ini, apalagi Bang Virdi dalam sesi diskusi mengatakan secara jelas bahwa Gus Dur murni di kudeta oleh oknum-oknum yang nama-namanya sudah disebutkan secara gamblang dalam buku ini. Mari kita bahas beberapa hal menarik dalam buku ini.

Buku yang terdiri dari 376 halaman ini tujuh bab ini menuturkan secara runut dari awal orde baru hingga klimaks buku ini yaitu lengsernya Gus Dur dari kursi kepresidenan. Pertama, dalam buku ini mengungkap alasan Soeharto menggunakan Islam sebagai salah satu kepentingan politiknya diawal tahun 1990 hingga secara singkat juga diungkapkan penyebab utama Soeharto tak bisa mempertahankan kekuasaannya. Kedua, diungkap secara singkat pula berbagai upaya yang dilakukan Habibie selaku Presiden RI ke-3 guna mereformasi segala sisi kepemerintahan. Ketiga, Virdi mengungkap alasan Gus Dur tak melanjutkan pendidikannya ke luar negeri dan memilih mengurus Nahdatul Ulama kala itu. Dan tentu yang paling penting adalah disini secara terang benderang disampaikan bagaimana proses pelengseran Gus Dur serta pihak mana saja yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Menjadi presiden nampaknya bukan hal yang mengejutkan bagi Gus Dur, hal ini pun juga sempat ia sampaikan pada awal tahun 1990an bahwa ia suatu saat nanti akan menjadi Presiden RI. Entah itu hanya lelucon atau tidak, yang pasti bahwa apa yang disampaikan oleh Gus Dur kala itu menjadi nyata pada 20 Oktober 1999. Gus Dur menjadi Presiden RI ke-4 dengan mengantongi 373 suara anggota MPR RI 1999-2004 mengalahkan Megawati yang hanya mengantongi 313 suara saja. Menjadi presiden karena kerja mesin politik yang disebut poros tengah itu tidak membuat Gus Dur tunduk pada partai pengusungnya. Tipe kepemimpinannya yang tak mengenal kompromi ini diikuti dengan berbagai keputusan dan kebijakan yang dianggap kontroversial kala itu. Berbagai kontroversi yang disebabkan oleh Gus Dur ini pun membuat partai pengusung di parlemen merasa waswas dan menganggap bahwa manuver Gus Dur mesti dibatasi.

Tipe kepemimpinan Gus Dur yang Non Kompromistis inilah yang membuat poros tengah menganggap bahwa Gus Dur ini liar dan sulit untuk dikendalikan. Sampai pada titik dimana Gus Dur memberhentikan dua menteri yang berasal dari partai pendulang suara terbanyak ke-1 dan ke-2 pada Pemilu 1999 yang menjadi awal mula panasnya hubungan Istana dengan Senayan.

Berbagai cara dilakukan parlemen untuk menggugat manuver-manuver yang dilakukan oleh Gus Dur, puncaknya adalah dibentuknya Pansus Buloggate dan Bruneigate oleh DPR RI dibawah pimpinan H. Bachtiar Chamsyah, SE selaku Ketua Pansus dari Fraksi PPP. Pansus yang bertugas untuk mengadakan penyelidikan terhadap kasus dana miliki Yayasan Dana Sejahtera (Yanatera) Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Kasus Dana Bantuan Sultan Brunei DS. Kepada Presiden RI ini berakhir pada kesimpulan bahwa patut diduga Presiden Abdurrahman Wahid berperan dalam pencairan dan penggunaan dana Yanatera Bulog.

Dengan kasus tersebut, ditambah jatuhnya Memorandum I dan II membuat langkah perlawanan Gus Dur terhadap Parlemen semakin sulit, puncaknya pada 23 Juli 2001 walaupun Gus Dur mengeluarkan Dekrit Presiden yang isinya sangat kontroversial tetapi secara resmi Presiden Ri ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid diberhentikan oleh MPR RI pada Sidang Istimewa yang sekaligus melantik Megawati Soekarno Putri menjadi Presiden RI ke-5.

Dengan terbitnya buku ini bisa dikatakan merupakan wujud konkret dari jawaban Gus Dur dulu yang selalu memberikan jawaban diplomatis kepada siapapun ketika ditanya apa penyebab ia lengser. Gus Dur selalu menjawab bahwa “Biarkanlah sejarah yang menjawab” dan sejarah telah menjawab dengan ditemukannya dokumen-dokumen otentik pelengseran Gus Dur dan terbitnya buku yang berjudul “Menjerat Gus Dur” ini. Jika kalian penasaran dengan isi buku ini, silahkan baca bukunya. [T]

Denpasar, 23 Februari 2020

Tags: BukuGus Durresensi buku
Share25TweetSendShareSend
Previous Post

Perjuangan, Kerinduan dan Keyakinan

Next Post

Karang Binangun dan Korona

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Priayi Kecil

Karang Binangun dan Korona

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co