25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karena Pintar Mencuci Tangan Bukanlah Kebanggaan | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya by Riris Sanjaya
January 26, 2021
in Khas
Karena Pintar Mencuci Tangan Bukanlah Kebanggaan | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya (penulis)

Tadi pagi saya benar-benar kangen rumah karena postingan  teman-teman dan keluarga saya yang menampilkan sayur kelor. Ada yang pakai kuah santan, ada yang pakai kuah bening.

Yang bikin perasaan tidak karuan tentu saja sambal. Ya, sambal. Sudah 3 bulan lebih saya tidak makan sambal sesungguhnya. Karena di Jepang jarang orang mengkonsumsi cabai merah segar, apalagi ditambahi terasi, garam, dan tomat, kemudian diulek. Saya pikir musimnya seperti durian, mangga, atau  manggis, tapi kali ini adalah musim kelor.

Tetapi rupanya teman kuliah saya mengatakan kalau di Bali sedang musim menjaga nutrisi agar terhindar dari Covid-19. Dan kelor adalah salah satu sayuran yang diyakini mampu menjaga daya tahan tubuh. Oh, baiklah. Saya, menelan ludah. Tidak kuat melanjutkan ingatan tentang kelor. Saya jadi sepenuhnya sadar saya tidak sedang di rumah, saya sedang bekerja di Jepang.

Saya terdiam sejenak mengingat-ingat upaya apa saja yang saya lakukan untuk menjaga daya tahan tubuh agar juga tidak sampai terhinggapi virus yang menakutkan ini. Idealnya saya melakukan banyak hal baru karena sedang bekerja di luar negeri. Kalau diingat, saya melakukan yoga setiap bangun (entah pagi atau agak siang), kemudian saya minum vitamin, tambah rajin mencuci tangan karena hidup berdampingan dengan orang Jepang.

Sebentar, sebentar. Saya jadi bingung menentukan hal-hal apa saja yang berubah di Jepang sejak Covid-19 merebak. Saya sampai tak menyadarinya.

Memang yang terasa berubah adalah ketika Pemerintah Hokkaido dengan berani mendeklarasi bahwa memang benar daerahnya menjadi kawasan darurat Covid-19, sehingga per hari itu, seluruh hotel termasuk tempat saya bekerja harus menyetujui pembatalan tamu yang menginap dan memberikan pengembalian penuh atas uang yang telah terbayarkan.

Pikiran saya saat itu langsung melayang ke jumlah sisa uang gaji di rekening. Saya harus mengirim kabar ke rumah untuk ancang-ancang.

Saya teringat saat sebelum deklarasi, ketika atasan meminta saya mengambil meja dari salah satu kamar kosong, dan meletakkannya di pintu  masuk lobi. Rupanya hotel segera menyediakan hand sanitizer di pintu masuk dan juga di front desk.

Karyawan juga diijinkan untuk mengenakan masker saat bertugas. Terang saja, karena hotel kami ada di wilayah Niseko, kawasan yang menjadi area ski favorit bagi wisatawan dari berbagai belahan dunia. Dinginnya maksimal, menaburkan snow-powder di pegunungan yang cantik.

Kemudian setelah pernyataan dari Pemerintah Hokkaido tersebut serta dicari tahu daerah-daerah dengan case terbanyak, para karyawan dilarang untuk keluar kota untuk sementara waktu. Kami benar-benar diberi gambaran betapa tidak inginnya manajemen mendapati salah satu karyawan menjadi penderita virus ini. Terutama kepada para karyawan muda dan single, yang sehabis gajian biasanya akan mengeksplor objek-objek favorit di pulau paling utara Jepang yang paling dingin ini.

Karyawan seperti saya diizinkan menggunakan masker

Mereka (dan saya) diwanti-wanti agar tidak sampai menjadi pembawa virus pulang ke negara masing-masing saat musim dingin berakhir. Saya jadi mengkhawatirkan adik tingkat saya yang juga tinggal di Hokkaido, berbeda daerah dari Niseko, yang sempat mengunggah berita tentang dirinya yang harus dikarantina dan diobservasi selama 3 jam hanya karena demam biasa.

Meskipun demam biasa, saya tetap khawatir, memikirkan seseorang yang jauh dari rumah dan sedang sakit. Syukurlah ia bisa melewatinya dengan baik.

Kembali ke hari ini, saya tidak mendapati perilaku saya dan rekan-rekan berubah signifikan. Terutama perihal mencuci tangan. Disini mana ada orang Jepang yang sampai download cara baik dan benar mencuci tangan, tidak ada. Kebiasaan mencuci tangan sudah mendarah daging pada orang Jepang. Tidak serta-merta karena adanya wabah Covid-19.

Jangankan tangan, sepatu saja harus dibuka kalau mau masuk rumah, diganti dengan surippa (slipper/sandal selop). Ke toilet juga sama, aduh, saya awal-awal suka bete saat kebelet tapi harus buka winter boots ganti ke slipper yang disediakan yang hanya untuk beberapa menit itu saja.

Tapi saat pekerjaan sedang lengang karena tidak ada banyak tamu seperti sekarang ini, saya jadi suka ke toilet dan berlama-lama melepas boots. Jiwa Indonesia memang.

Selain itu, apa ya, yang berbeda dari yang keseharian saya bersama orang-orang Jepang di sini lakukan. Social distancing?

Memang tujuannya berbeda, tetapi orang Jepang telah memiliki budaya “ojigi” yaitu membungkukkan badan saat memberikan salam, tidak seperti kita yang berjabat tangan. Mereka juga kerap menjaga jarak pada orang yang baru saja dikenal.

Nah, ditambah lagi usai juru bicara pemerintah memberikan himbauan untuk tidak bepergian, sesaat setelah mengumumkan sekolah-sekolah ditutup hingga tahun ajaran baru (April).

Saya berpose dengan senang, senantiasa senang

Tentu saja jarak yang tadinya 1-2 meter pada hari biasa berubah menjadi bermeter-meter saat ke luar rumah. Saya alami sendiri, saat ke supermarket membeli kebutuhan sehari-hari. Saya memang orang Indonesia sejati sepertinya, saya membayangkan keadaan yang dramatis, agar bisa saya sampaikan berulang-ulang kepada teman-teman.

Saat saya melihat tidak banyak orang dalam supermarket, imajinasi saya bergentayangan, mendramatisir segala sesuatu. Saya lihat orang-orang mengenakan masker dan sangat menjaga jarak. Semakin meyakinkan. Kemudian saat saya menghampiri bagian makanan siap santap, saya merasa klimaks. Hanya tersisa beberapa kotak bentou, sama seperti di Indonesia, out of stock!

Tapi setelah saya perhatikan, pada kotak-kotak bentou ada tempelan diskon 20%, diskon 40%, diskon 50%, oh, ternyata sudah pukul 19.12, supermarket sudah akan tutup pukul 21.00 dan makanan-makanan diberikan potongan harga karena akan diganti keesokan hari.

Tentu saja rak makanan ini sudah hampir kosong-melompong. Saya lihat ke sekitar, ke rak tissue, kemudian ke rak-rak lainnya, masih tersusun rapi dengan stok yang wajar. Rupanya imbauan pemerintah berguna!

Saya dengar dari teman Jepang saya, sempat disampaikan bahwa segala kebutuhan sehari-hari diproduksi negara sendiri, jadi untuk apa risau? Mereka berhasil mempertahankan kewarasan berbelanja. Jadilah saya gagal menciptakan drama. Semuanya waspada dengan terbiasa.

Rupanya Jepang sudah terbiasa hidup bersih, hidup sehat, sejak lama. Saya jadi tidak punya bahan untuk posting rak kosong dan orang-orang yang berkumpul wara-wiri yang membuat risau. Ya, sudahlah. Biasakan saja, jangan panik tapi tetap waspada. Panik saat harus membayar di kasir saja.

Ah, terlalu banyak yang ingin saya tulis tentang Jepang, tidak hanya tentang ketidak-panikan mereka yang membuat saya terkesan, tetapi nilai-nilai kedisiplinan yang sangat layak kita tiru. Silakan dinantikan, kisah-kisah Jepang melalui saya selanjutnya. [T]

Tags: covid 19JepangPariwisatavirus corona
Share336TweetSendShareSend
Previous Post

Belajar di Rumah Tak Ramah, Cara Daring Bikin Pening

Next Post

Antara Mimpi dan Kenyataan

Riris Sanjaya

Riris Sanjaya

Lahir di Singaraja, kini bekerja di Jepang

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Antara Mimpi dan Kenyataan

Antara Mimpi dan Kenyataan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co