4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Antara Mimpi dan Kenyataan

Penulis Cerita Katagori Siswa by Penulis Cerita Katagori Siswa
March 31, 2020
in Esai
Antara Mimpi dan Kenyataan

Antara Mimpi dan Kenyataan/ Oleh Wika Arinata

Oleh: Kadek Wika Arinata — SMAN Bali Mandara


Ini cerita sekitar tahun 2014-2015, perihal tentang seorang nenek, ibu dan anak.

Mimpi’ suatu kata yang begitu familiar ditelinga kita. Mimpi adalah suatu keadaan yang dialami pada saat tertidur. Peristiwa dalam mimpi biasanya sangat mustahil terjadi dalam dunia nyata. Sedangkan ‘Kenyataan’ adalah suatu hal yang benar-benar ada dalam hidup ini.

9 November 2014,
Seorang nenek yang tak dikenal identitasnya tiba di rumah saya, ia mengenakan baju kebaya layaknya orang jaman dulu dan kamben batik tua dan usang sambil membawa mangkok putih kosong.

”Dados tiang nunas ajengan? (Bolehkah saya meminta nasi?),” tanya nenek itu.

”Ampura nika, tiang tan medue ajengan, tiang durung ngarateng.” (Aduh maaf, saya tidak punya nasi, saya belum masak) jawab saya.

Nenek tersebut berbalik badan, lalu menuju ke rumah Nenek Putu Winari yang terletak sekitar 5 langkah dari rumah saya sambil berjalan terpincang-pincang.
Kebetulan sekali Nenek Putu Winari berada di teras rumah sedang majejaitan (membuat alat-alat perlengkapan sembahyang dari janur kelapa).

”Dados tiang nunas ajengan? (Boleh saya meminta nasi?),” tanya nenek itu lagi. Kali ini bertanya kepada Nenek Putu Winari.

”Mimih ampura Meme, tiang durung ngarateng nika. (Aduh maaf ibu, saya belum masak),” ucap Nenek Putu Winari. “Nasi dibi sanja kari Me, kanggeang? (Nasi yang kemarin masih Bu, mau?),” lanjutnya.

”Nggih-nggih tan kenapi, kanggeang kemanten. (Iya-iya tidak apa-apa, terima saja),” jawab nenek itu.

Nenek Putu Winari pun mengambilkan sedikit nasi yang sisa kemarin untuk Nenek itu. Nasi tersebut hanya memenuhi sekitar 1/4 dari mangkok yang dibawanya.

”Suksma nika, nggih. (Terima kasih, ya),” ujar nenek itu sambil berlalu, bukannya keluar menuju jalan keluar rumah, tetapi malahan ke arah timur menuju merajan (pura keluarga besar) kami yang letaknya berlawanan arah dengan jalan keluar rumah.

Begitulah cerita mimpi bibi saya, Ketut Nuriti. Ia bercerita dengan sangat serius kepada orang-orang di sekitar rumah kami, mengenai mimpi yang sedikit aneh baginya yang berlangsung kurang lebih 20-30 detik itu.

11 November 2014,
Seorang yang sudah lingsir, begitu orang-orang Bali menyebut orang-orang yang sudah tergolong berumur senja atau tua. Seorang yang sudah lingsir tersebut adalah seorang nenek yang tidak tahu darimana asalnya yang membawa mangkok lalu menghampiri rumah saya.

”Tiang nunas ajengan, tiang durung ngajeng uling dibi sanja. (Saya minta nasi, saya belum makan dari kemarin),” ujar nenek itu dengan nada yang pelan.

Saya, Putu Winari yang mendengar suara ringan tersebut langsung menghampirinya.

”Tiang wau ngarateng, durung rateng ajengane, indayang drika dumun nunas ajengan, Me. (Saya baru saja masak nasi, belum matang nasinya, coba dulu disana minta nasi, Bu),” ucap saya sambil menunjuk rumah milik Ketut Nuriti yang berada di depan rumah saya.

”Tan kayun, driki kemanten. (Tidak mau, disini saja),” jawab nenek itu. Tetap bersikukuh dengan pilihannya.

”Antosang, nggih. (Ditunggu ya).”

data-p-id=e265f35157d8e562bbc6dc42c54b5449,Selang 10 menit kemudian, nasi sudah masak. Lalu saya memberi nenek itu nasi yang hampir memenuhi mangkok yang dibawanya.

”Suksma banget. (Terima kasih banyak),” ujar nenek itu sambil berlalu menuju ke merajan kami.

Itu adalah mimpi nenek saya, Putu Winari yang hampir serupa dengan apa yang dimimpikan bibi saya, Ketut Nuriti.

*****

Beberapa hari kemudian, terdengar bahwa ibu saya muntah-muntah. Bapak saya mengira bahwa hal itu biasa terjadi pada orang yang masuk angin, kebetulan saja pada saat itu ibu saya setelah kehujanan dan merasa tubuhnya sedikit meriang, maka ibu saya pun meminum obat masuk angin.

Hal aneh terjadi kembali setelah ibu saya sudah merasa mendingan dari tubuhnya yang masuk angin. Tak henti-hentinya ibu saya muntah-muntah sampai bolak-balik ke kamar mandi. Melihat hal tersebut, Bapak saya pun merasa heran bahwa kalau masuk angin biasa tidak mungkin sampai terus-terusan seperti ini. Tanpa basa-basi, akhirnya Bapak saya mendatangkan Test Pack (alat uji kehamilan berbentuk stik) pada ibu saya. Ternyata setelah digunakan hasilnya positif.

Ibu saya pun hamil sejak saat itu. Kehamilan tersebut tidak diduga, tanpa terencana dan datang begitu saja tanpa persiapan yang matang. Secara umum, ada tiga sikap pilihan yang ditunjukkan dalam menghadapi hal semacam ini, yakni langsung menerima kehamilan itu; menolak, akan tetapi kemudian menerima apa adanya; ataupun benar-benar menolak kehamilan itu. Kejadian yang dialami ibu saya dinamakan Kesundulan atau Kebobolan. Begitulah menurut orang-orang di sekitar saya.

Suatu ketika, ibu saya muntah-muntah sangat keras sekali dan merasa perutnya sangat sakit, sampai didengar oleh bibi saya, Ketut Nuriti yang biasa saya panggil Mek Tut.

“Kenapa Dayu?” tanya Mek Tut.

“Saya sakit, Mbok, kebobolan.” jawab ibu saya dengan jujur. Mbok adalah kata sapaan perempuan yang dipakai untuk memanggil orang yang dianggap sebagai kakak atau lebih senior.

“Pantas saja, Mbok pernah mimpi ada seorang nenek yang tidak dikenal kemari, dia mau minta nasi …” jelas Mek Tut. Ia menceritakan kembali kisah 9 November 2014 itu.

Tiba-tiba Nenek saya, Putu Winari datang menghampiri mereka berdua sambil tergopoh-gopoh.

“Saya juga memimpikan hal yang serupa dengan Ketut.” kata nenek saya dan menceritakan kembali tentang mimpinnya yang serupa.

“Mungkin ini sudah direncanakan oleh Tuhan,” sahut ibu saya. “Kita terima saja karuniannya,” lanjutnya.

“Iya, siapa tahu nanti anaknya perempuan, kan cucu-cucu Nenek Winari belum ada yang berjenis kelamin perempuan,” ujar Mek Tut.

“Iya, astungkara,” sahut nenek saya. Astungkara adalah ucapan masyarakat Hindu di Bali yang artinya semoga, serupa dengan ‘Amin’.

Percakapan tersebut ditutup dengan senyum sumringah. Pada akhirnya, ibu saya pun memilih pernyataan nomor dua dari tiga sikap yang akan ditunjukkan yang telah disebutkan diatas, yakni menolak, akan tetapi kemudian menerima apa adanya. Menolak disini tidak didefinisikan sebagai sebuah kebencian, melainkan sebagai buah pemikiran terlebih dahulu sebelum melakukan suatu tindakan yang berbahaya kedepannya.

9 Bulan Kemudian, tepatnya pada tanggal 1 Juli 2015, dan pada saat itu pula merupakan Rahina merajan kami. Rahina adalah hari raya suci Agama Hindu.

Seorang anak terlahir ke dunia yang berjenis kelamin perempuan di sebuah rumah sakit Kertha Usadha Singaraja, beratnya sekitar 3400 gram dengan wajah cantik dan mungilnya. Kemudian, ia tumbuh dan berkembang dengan cepat sampai sekarang berumur 4 tahun yang bernama Komang Winda Arta Kirana.

Lalu ada beberapa pertanyaan yang akan muncul dari kejadian diatas, seperti : Apakah nenek dalam mimpi itu sebagai pertanda jenis kelamin anak dari ibu saya? Apakah kenyataan ini berawal dari mimpi atau hanya suatu kebetulan belaka? Dan Apakah hal itu akan mendatangkan pertanda baik atau buruk?

Beberapa ahli menyebutkan bahwa mimpi yang nyata adalah mimpi yang datang dari Tuhan Yang Maha Esa. Ada pula mimpi yang nyata adalah suatu harapan yang kuat yang merupakan suatu indikasi pada saat tertidur saja. Sementara sumber lainnya, mimpi yang nyata terdapat dua pengertian. Yang pertama adalah mimpi tersebut adalah sebuah peringatan yang melekat pada diri seseorang yang memiliki peran penting untuk menentukan pilihan hidup. Dan kedua, mimpi tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan itulah anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada seseorang. Mungkin tidak direncanakan oleh manusia, akan tetapi kita tidak tahu bahwa Tuhanlah yang mungkin saja merencanakannya. [T]

Tags: Lomba Menulis Cerita Dari Rumah Tentang Rumah
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Karena Pintar Mencuci Tangan Bukanlah Kebanggaan | Kabar dari Jepang

Next Post

Ternyata Aku Rindu

Penulis Cerita Katagori Siswa

Penulis Cerita Katagori Siswa

Cerita-cerita ini ditulis para peserta lomba menulis cerita Dari Rumah Tentang Rumah yang diselenggarakan tatkala.co untuk katagori siswa

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Ternyata Aku Rindu

Ternyata Aku Rindu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co