24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar di Rumah Tak Ramah, Cara Daring Bikin Pening

Penulis Cerita Katagori Siswa by Penulis Cerita Katagori Siswa
March 30, 2020
in Esai
Belajar di Rumah Tak Ramah, Cara Daring Bikin Pening

Belajar di Rumah Tak Ramah, Cara Daring Bikin Pening/ Oleh Kadek Dwitya Maharani (SMA PGRI 1 Amlapura)

Oleh: Kadek Dwitya Maharani — SMA PGRI 1 Amlapura


Virus Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus Corona mulai masuk ke Indonesia. Berbagai macam berita telah muncul di internet. Salah satu yang saya baca “Pengumuman Jokowi resmi menetapkan 2 WNI positif Corona” melihat berita tersebut saya  mulai diam dan berimajinasi bahwa ini cara alam mengurangi populasi manusia, siang itu bukan hanya di satu kota namun seluruh Indonesia digegerkan dengan datangnya virus tersebut. Covid-19 benar-benar membuat sengsara.

Beberapa hari kemudian, virus ini semakin merajalela, semakin menyebar dan penyebarannya sangat mudah. Melihat keadaan tersebut, pemerintah dengan sigap mengambil kebijakan menghentikan proses pembelajaran tatap muka. Sebagai gantinya, pembelajaran dilakukan jarak jauh atau dengan sistem daring. Penerapan pembelajaran daring ini  menuntut kesiapan bagi kedua belah pihak, baik dari guru ataupun dari murid. Pihak sekolah pun membuat kebijakan belajar dari rumah dengan memanfaatkan teknologi.

Pembelajaran daring pun dimulai. Saya pikir belajar di rumah itu enak bisa santai-santai, bisa nyambi nyapu, nyuci, bantu orang tua, bahkan sambilan nonton film Korea. Belajar di rumah dalam pikiran saya adalah belajar dengan memanfaatkan segala potensi yang ada di rumah, misalnya saya adalah anak tertua, memiliki seorang adik. Tugas-tugasnya nanti semacam membuat membuat teks narasi tentu aktivitas saya dan lain-lain. Tugas-tugas itu dikumpulkan saat pembelajaran di sekolah. Saya mengira belajar di rumah adalah sebuah persiapan sementara selama wabah corona merebak. Intinya saat sekolah nanti, kita sudah tahu dasar materinya dan dikembinangbinakan di sekolah.

Namun, kenyataannya jauh dari ekpektasi saya. Pada saat pembelajaran saya dan teman-teman saya diberikan berbagai macam tugas oleh guru-guru. Awalnya saya bersemangat untuk belajar dan mengerjakan tugas dari guru. Tugas-tugas itu diberikan sesuai dengan jadwal mata pelajaran yang ada. Saya sudah memegang HP mulai jam 07.00 Wita, mengecek HP dan mengerjakannya, lalu mengumpulkan sesuai dengan waktu jam pelajaran. Hanya saja, lama-kelamaan itu menjadi beban. Tugas yang diberikan setiap hari sangat banyak dan harus dikumpulkan tepat waktu. Belum lagi, saya harus menelusuri materi di google sebab tidak semua materi atau tugas yang diberikan benar-benar bisa saya pahami. Mau bertanya dan diskusi dengan guru—sungkan, masa tugas ditanya balik. Apalagi misalnya ada tugas berupa laporan praktikum, waduh apa maksudnya coba. Mau praktikum di mana? Wong keluar saja susah.

Ternyata, hal yang sama juga dialami oleh rekan-rekan saya di sekolah lain. Bahkan, tugasnya lebih berjubel. Bagi siswa dengan latar belakang ekonomi dan sosial yang mapan tidak masalah. Proses belajar dalam jaringan ini membutuhkan paket internet. Dalam seminggu, menurut penuturan beberapa teman, paketan yang seharusnya habis sebulan—sudah habis. Cerita teman lain, malahan kehidupannya semakin ruwet. Bagaimana tidak ruwet sebab di rumah mereka harus bekerja dengan orang tua. Ada orang tua yang beranggapan bahwa belajar ya di sekolah, bukan di rumah. Jadi, sepanjang anaknya ada di rumah ya dianggap tidak belajar sehingga semua kebutuhannya (baca: paket internet) tidak wajub untuk dipenuhi.

Namun, menurut cerita, ada sisi positif yang bisa teman-teman rasakan hikmah di balik belajar di rumah ini, yaitu soliditas teman. Ya, teman yang sebelumnya pelit di kelas, jarang membantu, tertutup soal pelajaran, menjadi lebih terbuka. Tidak jarang tugas-tugasnya dishare di grup kelas. Kami menconteknya rame-rame. Beberapa soal, oleh beberapa siswa, memang jarang dibaca saksama sebab tidak bisa dipahami. Permasalahan kemudian muncul sebab jawaban yang di-sharing disalin mentah oleh beberapa siswa. Guru menugaskan membuat ulang.  Sharing jadi pusing. Oleh karena itulah, teman-teman mengusulkan agar kembali ke sekolah saja. Belajar di rumah malah bertambah ribet. Kebanyakan dari kami menganggap bahwa kami tak benar-benar belajar sebab pikiran terpenjara. Lebih dari itu, ekonomi siswa juga lockdown—pendapatan utama dari bekal terputu distribusinya.

Namun, kemudian kami bersyukur sebab ada imbauan pemerintah agar pembelajaran dalam jaringan (di rumah) tidak memberatkan siswa, apalagi memberatkan orang tua yang kehidupannya sudah berat. Perubahan pola pembelajaran di sekolah saya, misalnya, ada batasan jumlah tugas, ada kelonggaran penyerahan tugas, hingga perubahan materi tugas yang lebih mengedepankan sisi aplikatif dibandingkan teoretis. Misalnya, tugas pelajaran Olahraga yang cukup dilakukan dengan berolahraga di pagi hari atau pelajaran Bahasa Indonesia yang cukup menonton video Puja Astawa tentang penangan corona. Tugas kali ini semakin manusiawi.

Namun, bagi saya, upaya apapun yang dilakukan oleh guru, itu adalah niat baik guru yang harus kita sambut positif. Dalam pandangan saya, tidak ada seorang pun guru yang akan mengarahkan siswanya menuju jurang kehancuran. Saya siap menghadapinya, walaupun ngeluh-ngeluh sedikit takapa kan? [T]

___

Ni Kadek Dwitya Maharani, kelas XI MIPA 2 SMA PGRI 1 Amlapura. Pernah meraih Harapan I Lomba Menulis Esai Pendidikan Usia Dini Undiksha 2018, Meraih Juara I Lomba Teater KPU Karangasem 2019, Juara II Gebyar Literasi Bulan Kunjung Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Karangasem 2019. Tergabung pada Komunitas Teater Lantang SMA PGRI 1 Amlapura, Ekstrakurikuler Sastra Jurnalistik SMA PGRI 1 Amlapura dan Forum Teater Amlapura.

Tags: Lomba Menulis Cerita Dari Rumah Tentang Rumah
Share64TweetSendShareSend
Previous Post

UN 2020 Ditiadakan, Sekolah Dimerdekakan?

Next Post

Karena Pintar Mencuci Tangan Bukanlah Kebanggaan | Kabar dari Jepang

Penulis Cerita Katagori Siswa

Penulis Cerita Katagori Siswa

Cerita-cerita ini ditulis para peserta lomba menulis cerita Dari Rumah Tentang Rumah yang diselenggarakan tatkala.co untuk katagori siswa

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Karena Pintar Mencuci Tangan Bukanlah Kebanggaan | Kabar dari Jepang

Karena Pintar Mencuci Tangan Bukanlah Kebanggaan | Kabar dari Jepang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co