24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lontar Luar & Lontar Dalam — Catatan Harian Sugi Lanus

Sugi Lanus by Sugi Lanus
March 16, 2020
in Esai
Lontar Luar & Lontar Dalam — Catatan Harian Sugi Lanus

Ilustrasi foto: Istimewa

*Ini merupakan kutipan obrolan WA pagi ini bersama seorang anak muda yang serius bertanya soal lontar pada saya. Saya masukkan dalam Catatan Harian.

____

Saya hanya memilih mendalami karya lontar terbatas pada beberapa naskah.

Q: Kenapa?

Karena tidak banyak waktu. Juga karena ketertarikan batin dan pikiran.

Secara umum saya banyak membaca berbagai lontar-lontar di Bali.

Dari pengalaman membaca lontar maka saya melihat lontar itu terbagi ke dalam 2 pokok:

1. Informasi-pengetahuan luar diri

2. Informasi-pengetahuan dalam diri

Contoh: Kakawin Atlas Gumi ini yang berisi informasi tentang peta dunia dan negara-negara, itu pengetahuan luar diri.

Usada (pengobatan herbal) menarik karena pengetahuan-informasi alam tapi buat merawat tubuh dan menjaga kebugaran dalam diri

Kalau yang murni di luar diri bisa dikatakan itu bisa disaingi atau dipelajari secara modern. Contoh Kakawin Atlas Gumi tersebut di atas. Atau soal murni tumbuhan saja, maka banyak riset modern telah membuka tabir atau telah dibuka oleh pengetahuan modern

Kalau Usada Taru Pramana sangat menarik, karena konon kabarnya sang Mpu Kuturan mampu mendengarkan suara tumbuhan. Hal ini tidak nonsense. Ini seperti manusia yang punya “the animal instinct”. Seperti anjing pelacak membaui. Bisa tahu dalemannya

Jadi kapasitas kita tidak melulu membesarkan logika dan pikiran. Bukan hanya lewat nalar mengumpulkan data. Tapi lewat instinct, dalam belajar Usada ini menjadi sangat penting.

Lontar yang berisi infomasi dalam diri itu seperti: Aksara Ring Angga Sarira, Pasuk Wetu, Hredaya-Sastra, Kadyatmikan, Kamoksan, Jnanatattwa, Adnyanatattwa, dan berbagai genre tutur dan tattwa.

Hal-hal ini masih jauh dari sentuhan riset pengetahuan modern. Mereka masih sibuk mengumpulkan informasi alam dan nalar dengan alat ukur.

Kalau masuk dalam diri, maka alat ukurnya ya diri sendiri. Jadi harus ada pemurnian diri. Harus ada kejujuran. Tidak boleh manipulasi diri. Tidak akan paham kalau masih sibuk berdebat dengan informasi luar yang kadang tidak tepat dijadikan acuan. Memasukinya harus lewat diri. Tidak mungkin masuk diri hanya dengan baca referensi. Tidak mungkin memasuki diri lewat debat dan diskusi.

Informasi diri dalam lontar pintunya keheningan diri.

Q: Kawisesan termasuk?

Ini pernyataan bagus. Kawisesan termasuk.

Memasuki diri ada beberapa jenis tergantung tujuannya:

1. Mendapatkan kesaktian (kawisesan)

2. Mendapatkan informasi kesehatan diri

3. Mendapatkan esensi kejiwaan dan lapis-lapis kesadaran diri

Yang nomor 1 ini bagi mereka yang punya motif dendam (aji wegig), atau ingin berkuasa (pangungkul), wibawa (pangalah, kawibawan), dstnya.

Yang nomor 2 ini bagi yang dirinya terpanggil untuk menjadi penyembuh. Ini bisa memasuki pangusadan (pengobatan herbal dan aternatif) dan pamunah (penghapus teluh, leak, guna-guna dll). Yang keduannya ini masuk dalam kategori Balian yang Panengen (ilmu kanan). Ini lawannya Pangiwa (ilmu kiri). Pangiwa membuat sakit, Panengen membebaskan sakit dari kiriman orang.

Yang nomor 3 ini menjadi ketertarikan saya. Isinya esensi kejiwaan manusia. Lapis-lapis kesadaran diri. Dari panca indera, ego, budi, pakerti, jiwa-atma, sampai kesadaran tidur, mimpi, tidur tanpa mimpi, dan seterusnya.

Saṅ Hyaṅ Tattwajñāna yang saya terjemahkan isinya masuk kelompok nomor 3 ini.

Ini bukan hanya pengajaran psikologi diri, tapi juga pemahaman mendalam bagaimana mentransformasikan diri lewat pemahaman mendalam psikologi dan aspek keilahian dalam diri.

Jika pencak silat adalah orah tubuh atau kanuragan, maka kelompok 3 ini berisi bagaimana olah batin, atau pemahaman diri menjadi alat menemukan esensi diri terdalam.

Q: Mendalam sekali penjelasannya, banyak belajar saya 🙂

Jadi pengetahuan diri dalam tatwa itu bersifat transformatif.

Ketika seseorang memasukinya bukan sebatas hafalan untuk diperdebatkan, tapi dibaca menjadi peta navigasi diri, maka dengan lembut hati kita diketuk, makin dalam memasuki keheningan, meninggalkan keributan pikiran, dan masuk dalam sunya.

Apa yang ada di pusat sunya dalam diri, itu juga yang menjadi pusat sunya alam semesta.

Kita kadang masih lebih suka memperdebatkan isi jenis ke 3 sebagai bagian karya ilmiah, padahal keilmiahannya justru ketika dikaryakan di dalam diri.

“Ilmiah” sebagai pengalaman diri, dimasuki sendiri, memasuki diri sendiri, memasuki dunia diri. Terus dimasuki, ia bukan pikiran bergerak, tapi melampauinya, dimana kita berjumpa dengan angkasa atau “akasa” dalam diri. Dimana pikiran bisa ditonton dan tidak mempengaruhi “pengelihatan”.

Pikiran adalah awan dan angin di dalam diri. Dia labil. Bergerak ke sana kemari. Kadang putih, kadang pekat, lalu bertiup atau menjelma jadi puting beliung, mengamuk atau cemberut.

Pikiran adalah awan dan angin di dalam diri. Diri kita adalah angkasa di mana awan dan angin pikiran kita senantiasa mengamuk dan berduka. Angkasa (diri kita yang mendalam) tidak terpengaruh bahkan tidak tersentuh oleh gerak angin, awan, musim, cuaca, purnama, bulan mati, terik hari, gerhana, pelangi, dan seterusnya. Semuanya itu tidak membuat angkasa yang tiada terbatas berduka. Angkasa (diri kita yang tiada terbatas) bukan angin dan awan dkk itu yang terus berubah. Diri kita angkasa yang tanpa batas, hening, maha sunyi yang tidak terkena duka dan tiada terkena kala (waktu). Ini bukan konsep diri yang terbatas, ini diri kita yang tidak terbatas, aspek terdalam kemanusiaan dan kehidupan kita yang berada di luar batas ruang-waktu. Ia non-self, non-space, non-time. [T]

Catatan Harian, 16 Maret 2020

Tags: lontarPengetahuan
Share22TweetSendShareSend
Previous Post

Penakluk Dunia, Bernama Corona

Next Post

Etika Batuk, Cegah Penyakit Menular

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Etika Batuk, Cegah Penyakit Menular

Etika Batuk, Cegah Penyakit Menular

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co