12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lontar Luar & Lontar Dalam — Catatan Harian Sugi Lanus

Sugi Lanus by Sugi Lanus
March 16, 2020
in Esai
Lontar Luar & Lontar Dalam — Catatan Harian Sugi Lanus

Ilustrasi foto: Istimewa

*Ini merupakan kutipan obrolan WA pagi ini bersama seorang anak muda yang serius bertanya soal lontar pada saya. Saya masukkan dalam Catatan Harian.

____

Saya hanya memilih mendalami karya lontar terbatas pada beberapa naskah.

Q: Kenapa?

Karena tidak banyak waktu. Juga karena ketertarikan batin dan pikiran.

Secara umum saya banyak membaca berbagai lontar-lontar di Bali.

Dari pengalaman membaca lontar maka saya melihat lontar itu terbagi ke dalam 2 pokok:

1. Informasi-pengetahuan luar diri

2. Informasi-pengetahuan dalam diri

Contoh: Kakawin Atlas Gumi ini yang berisi informasi tentang peta dunia dan negara-negara, itu pengetahuan luar diri.

Usada (pengobatan herbal) menarik karena pengetahuan-informasi alam tapi buat merawat tubuh dan menjaga kebugaran dalam diri

Kalau yang murni di luar diri bisa dikatakan itu bisa disaingi atau dipelajari secara modern. Contoh Kakawin Atlas Gumi tersebut di atas. Atau soal murni tumbuhan saja, maka banyak riset modern telah membuka tabir atau telah dibuka oleh pengetahuan modern

Kalau Usada Taru Pramana sangat menarik, karena konon kabarnya sang Mpu Kuturan mampu mendengarkan suara tumbuhan. Hal ini tidak nonsense. Ini seperti manusia yang punya “the animal instinct”. Seperti anjing pelacak membaui. Bisa tahu dalemannya

Jadi kapasitas kita tidak melulu membesarkan logika dan pikiran. Bukan hanya lewat nalar mengumpulkan data. Tapi lewat instinct, dalam belajar Usada ini menjadi sangat penting.

Lontar yang berisi infomasi dalam diri itu seperti: Aksara Ring Angga Sarira, Pasuk Wetu, Hredaya-Sastra, Kadyatmikan, Kamoksan, Jnanatattwa, Adnyanatattwa, dan berbagai genre tutur dan tattwa.

Hal-hal ini masih jauh dari sentuhan riset pengetahuan modern. Mereka masih sibuk mengumpulkan informasi alam dan nalar dengan alat ukur.

Kalau masuk dalam diri, maka alat ukurnya ya diri sendiri. Jadi harus ada pemurnian diri. Harus ada kejujuran. Tidak boleh manipulasi diri. Tidak akan paham kalau masih sibuk berdebat dengan informasi luar yang kadang tidak tepat dijadikan acuan. Memasukinya harus lewat diri. Tidak mungkin masuk diri hanya dengan baca referensi. Tidak mungkin memasuki diri lewat debat dan diskusi.

Informasi diri dalam lontar pintunya keheningan diri.

Q: Kawisesan termasuk?

Ini pernyataan bagus. Kawisesan termasuk.

Memasuki diri ada beberapa jenis tergantung tujuannya:

1. Mendapatkan kesaktian (kawisesan)

2. Mendapatkan informasi kesehatan diri

3. Mendapatkan esensi kejiwaan dan lapis-lapis kesadaran diri

Yang nomor 1 ini bagi mereka yang punya motif dendam (aji wegig), atau ingin berkuasa (pangungkul), wibawa (pangalah, kawibawan), dstnya.

Yang nomor 2 ini bagi yang dirinya terpanggil untuk menjadi penyembuh. Ini bisa memasuki pangusadan (pengobatan herbal dan aternatif) dan pamunah (penghapus teluh, leak, guna-guna dll). Yang keduannya ini masuk dalam kategori Balian yang Panengen (ilmu kanan). Ini lawannya Pangiwa (ilmu kiri). Pangiwa membuat sakit, Panengen membebaskan sakit dari kiriman orang.

Yang nomor 3 ini menjadi ketertarikan saya. Isinya esensi kejiwaan manusia. Lapis-lapis kesadaran diri. Dari panca indera, ego, budi, pakerti, jiwa-atma, sampai kesadaran tidur, mimpi, tidur tanpa mimpi, dan seterusnya.

Saṅ Hyaṅ Tattwajñāna yang saya terjemahkan isinya masuk kelompok nomor 3 ini.

Ini bukan hanya pengajaran psikologi diri, tapi juga pemahaman mendalam bagaimana mentransformasikan diri lewat pemahaman mendalam psikologi dan aspek keilahian dalam diri.

Jika pencak silat adalah orah tubuh atau kanuragan, maka kelompok 3 ini berisi bagaimana olah batin, atau pemahaman diri menjadi alat menemukan esensi diri terdalam.

Q: Mendalam sekali penjelasannya, banyak belajar saya 🙂

Jadi pengetahuan diri dalam tatwa itu bersifat transformatif.

Ketika seseorang memasukinya bukan sebatas hafalan untuk diperdebatkan, tapi dibaca menjadi peta navigasi diri, maka dengan lembut hati kita diketuk, makin dalam memasuki keheningan, meninggalkan keributan pikiran, dan masuk dalam sunya.

Apa yang ada di pusat sunya dalam diri, itu juga yang menjadi pusat sunya alam semesta.

Kita kadang masih lebih suka memperdebatkan isi jenis ke 3 sebagai bagian karya ilmiah, padahal keilmiahannya justru ketika dikaryakan di dalam diri.

“Ilmiah” sebagai pengalaman diri, dimasuki sendiri, memasuki diri sendiri, memasuki dunia diri. Terus dimasuki, ia bukan pikiran bergerak, tapi melampauinya, dimana kita berjumpa dengan angkasa atau “akasa” dalam diri. Dimana pikiran bisa ditonton dan tidak mempengaruhi “pengelihatan”.

Pikiran adalah awan dan angin di dalam diri. Dia labil. Bergerak ke sana kemari. Kadang putih, kadang pekat, lalu bertiup atau menjelma jadi puting beliung, mengamuk atau cemberut.

Pikiran adalah awan dan angin di dalam diri. Diri kita adalah angkasa di mana awan dan angin pikiran kita senantiasa mengamuk dan berduka. Angkasa (diri kita yang mendalam) tidak terpengaruh bahkan tidak tersentuh oleh gerak angin, awan, musim, cuaca, purnama, bulan mati, terik hari, gerhana, pelangi, dan seterusnya. Semuanya itu tidak membuat angkasa yang tiada terbatas berduka. Angkasa (diri kita yang tiada terbatas) bukan angin dan awan dkk itu yang terus berubah. Diri kita angkasa yang tanpa batas, hening, maha sunyi yang tidak terkena duka dan tiada terkena kala (waktu). Ini bukan konsep diri yang terbatas, ini diri kita yang tidak terbatas, aspek terdalam kemanusiaan dan kehidupan kita yang berada di luar batas ruang-waktu. Ia non-self, non-space, non-time. [T]

Catatan Harian, 16 Maret 2020

Tags: lontarPengetahuan
Share22TweetSendShareSend
Previous Post

Penakluk Dunia, Bernama Corona

Next Post

Etika Batuk, Cegah Penyakit Menular

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Etika Batuk, Cegah Penyakit Menular

Etika Batuk, Cegah Penyakit Menular

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co