2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lontar Luar & Lontar Dalam — Catatan Harian Sugi Lanus

Sugi Lanus by Sugi Lanus
March 16, 2020
in Esai
Lontar Luar & Lontar Dalam — Catatan Harian Sugi Lanus

Ilustrasi foto: Istimewa

*Ini merupakan kutipan obrolan WA pagi ini bersama seorang anak muda yang serius bertanya soal lontar pada saya. Saya masukkan dalam Catatan Harian.

____

Saya hanya memilih mendalami karya lontar terbatas pada beberapa naskah.

Q: Kenapa?

Karena tidak banyak waktu. Juga karena ketertarikan batin dan pikiran.

Secara umum saya banyak membaca berbagai lontar-lontar di Bali.

Dari pengalaman membaca lontar maka saya melihat lontar itu terbagi ke dalam 2 pokok:

1. Informasi-pengetahuan luar diri

2. Informasi-pengetahuan dalam diri

Contoh: Kakawin Atlas Gumi ini yang berisi informasi tentang peta dunia dan negara-negara, itu pengetahuan luar diri.

Usada (pengobatan herbal) menarik karena pengetahuan-informasi alam tapi buat merawat tubuh dan menjaga kebugaran dalam diri

Kalau yang murni di luar diri bisa dikatakan itu bisa disaingi atau dipelajari secara modern. Contoh Kakawin Atlas Gumi tersebut di atas. Atau soal murni tumbuhan saja, maka banyak riset modern telah membuka tabir atau telah dibuka oleh pengetahuan modern

Kalau Usada Taru Pramana sangat menarik, karena konon kabarnya sang Mpu Kuturan mampu mendengarkan suara tumbuhan. Hal ini tidak nonsense. Ini seperti manusia yang punya “the animal instinct”. Seperti anjing pelacak membaui. Bisa tahu dalemannya

Jadi kapasitas kita tidak melulu membesarkan logika dan pikiran. Bukan hanya lewat nalar mengumpulkan data. Tapi lewat instinct, dalam belajar Usada ini menjadi sangat penting.

Lontar yang berisi infomasi dalam diri itu seperti: Aksara Ring Angga Sarira, Pasuk Wetu, Hredaya-Sastra, Kadyatmikan, Kamoksan, Jnanatattwa, Adnyanatattwa, dan berbagai genre tutur dan tattwa.

Hal-hal ini masih jauh dari sentuhan riset pengetahuan modern. Mereka masih sibuk mengumpulkan informasi alam dan nalar dengan alat ukur.

Kalau masuk dalam diri, maka alat ukurnya ya diri sendiri. Jadi harus ada pemurnian diri. Harus ada kejujuran. Tidak boleh manipulasi diri. Tidak akan paham kalau masih sibuk berdebat dengan informasi luar yang kadang tidak tepat dijadikan acuan. Memasukinya harus lewat diri. Tidak mungkin masuk diri hanya dengan baca referensi. Tidak mungkin memasuki diri lewat debat dan diskusi.

Informasi diri dalam lontar pintunya keheningan diri.

Q: Kawisesan termasuk?

Ini pernyataan bagus. Kawisesan termasuk.

Memasuki diri ada beberapa jenis tergantung tujuannya:

1. Mendapatkan kesaktian (kawisesan)

2. Mendapatkan informasi kesehatan diri

3. Mendapatkan esensi kejiwaan dan lapis-lapis kesadaran diri

Yang nomor 1 ini bagi mereka yang punya motif dendam (aji wegig), atau ingin berkuasa (pangungkul), wibawa (pangalah, kawibawan), dstnya.

Yang nomor 2 ini bagi yang dirinya terpanggil untuk menjadi penyembuh. Ini bisa memasuki pangusadan (pengobatan herbal dan aternatif) dan pamunah (penghapus teluh, leak, guna-guna dll). Yang keduannya ini masuk dalam kategori Balian yang Panengen (ilmu kanan). Ini lawannya Pangiwa (ilmu kiri). Pangiwa membuat sakit, Panengen membebaskan sakit dari kiriman orang.

Yang nomor 3 ini menjadi ketertarikan saya. Isinya esensi kejiwaan manusia. Lapis-lapis kesadaran diri. Dari panca indera, ego, budi, pakerti, jiwa-atma, sampai kesadaran tidur, mimpi, tidur tanpa mimpi, dan seterusnya.

Saṅ Hyaṅ Tattwajñāna yang saya terjemahkan isinya masuk kelompok nomor 3 ini.

Ini bukan hanya pengajaran psikologi diri, tapi juga pemahaman mendalam bagaimana mentransformasikan diri lewat pemahaman mendalam psikologi dan aspek keilahian dalam diri.

Jika pencak silat adalah orah tubuh atau kanuragan, maka kelompok 3 ini berisi bagaimana olah batin, atau pemahaman diri menjadi alat menemukan esensi diri terdalam.

Q: Mendalam sekali penjelasannya, banyak belajar saya 🙂

Jadi pengetahuan diri dalam tatwa itu bersifat transformatif.

Ketika seseorang memasukinya bukan sebatas hafalan untuk diperdebatkan, tapi dibaca menjadi peta navigasi diri, maka dengan lembut hati kita diketuk, makin dalam memasuki keheningan, meninggalkan keributan pikiran, dan masuk dalam sunya.

Apa yang ada di pusat sunya dalam diri, itu juga yang menjadi pusat sunya alam semesta.

Kita kadang masih lebih suka memperdebatkan isi jenis ke 3 sebagai bagian karya ilmiah, padahal keilmiahannya justru ketika dikaryakan di dalam diri.

“Ilmiah” sebagai pengalaman diri, dimasuki sendiri, memasuki diri sendiri, memasuki dunia diri. Terus dimasuki, ia bukan pikiran bergerak, tapi melampauinya, dimana kita berjumpa dengan angkasa atau “akasa” dalam diri. Dimana pikiran bisa ditonton dan tidak mempengaruhi “pengelihatan”.

Pikiran adalah awan dan angin di dalam diri. Dia labil. Bergerak ke sana kemari. Kadang putih, kadang pekat, lalu bertiup atau menjelma jadi puting beliung, mengamuk atau cemberut.

Pikiran adalah awan dan angin di dalam diri. Diri kita adalah angkasa di mana awan dan angin pikiran kita senantiasa mengamuk dan berduka. Angkasa (diri kita yang mendalam) tidak terpengaruh bahkan tidak tersentuh oleh gerak angin, awan, musim, cuaca, purnama, bulan mati, terik hari, gerhana, pelangi, dan seterusnya. Semuanya itu tidak membuat angkasa yang tiada terbatas berduka. Angkasa (diri kita yang tiada terbatas) bukan angin dan awan dkk itu yang terus berubah. Diri kita angkasa yang tanpa batas, hening, maha sunyi yang tidak terkena duka dan tiada terkena kala (waktu). Ini bukan konsep diri yang terbatas, ini diri kita yang tidak terbatas, aspek terdalam kemanusiaan dan kehidupan kita yang berada di luar batas ruang-waktu. Ia non-self, non-space, non-time. [T]

Catatan Harian, 16 Maret 2020

Tags: lontarPengetahuan
Share22TweetSendShareSend
Previous Post

Penakluk Dunia, Bernama Corona

Next Post

Etika Batuk, Cegah Penyakit Menular

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Etika Batuk, Cegah Penyakit Menular

Etika Batuk, Cegah Penyakit Menular

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co