23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Permainan Berbahaya Itu, Bernama Seks

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
January 13, 2020
in Esai
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

“Pengalaman tidak salah. Hanya penilaian anda yang salah dengan mengharapkan darinya apa yang tidak ada dalam kuasanya”. (Leonardo da Vinci)

Sebuah adagium terkenal berbunyi, “Dalam kehidupan ini, ada tiga godaan terbesar bagi laki-laki, yaitu harta, tahta dan wanita”. Meski sebuah pepatah umumnya lahir dari pengalaman panjang kehidupan manusia di bumi, namun ia pun tak pernah bebas dari sifat kenisbian. Dalam pekan terakhir ini, seorang laki-laki WNI diseret ke ruang dingin penjara di kota Manchester, Inggris, gara-gara sejumlah pria, bukan wanita.

Sebagian besar pembaca pastilah telah ikut menyimak kasus menggeparkan yang disebut-sebut sebagai skandal seks terbesar sepanjang sejarah dunia, atau setidaknya dalam catatan kejahatan seks dalam sejarah kriminal Inggris. Dari jumlah korban dan periode waktu terpidana melakukan aksi kejahatan seksnya, skandal ini layak disegani oleh pemerhati dan para ahli di bidang kriminologi. Berbagai sumber menyebutkan tak kurang dari 130 laki-laki telah menjadi korban perkosaan berantainya, dalam kurun waktu sepuluh tahun yang tersembunyi tak diketahui. Kenapa mesti wanita dalam adagium namun pria pada faktanya?

Kita seharusnya perlu merasa bersalah kepada kaum hawa, karena seenaknya menempatkan mereka sebagai aib perusak kehidupan lelaki bersanding dengan ambisi uang dan kekuasaan. Namun, demikianlah produk dari sebuah kultur paternalistik yang cenderung arogan dan mau menang sendiri, melahirkan sikap diskriminatif yang sedemikian vulgar. Atau mungkin saja hanya untuk merangkai frase yang lebih dramatis dan emosional, dengan menempatkan sosok wanita yang di satu saat dipersalahkan sebagai pelacur dan penggoda iman, namun di saat lain dipuja layaknya seorang dewi dan ibu yang bergelimang kasih, entahlah! Maka sesekali akan ada kisah seperti ini untuk mengajari kita agar lebih bijak sejak dalam pikiran. Bukanlah wanita sebetulnya sumber petaka itu, namun dorongan seksual yang liar dan ugal-ugalan. Salahkan seorang homoseksual?

Dalam pelajaran-pelajaran ilmu kesehatan jiwa (psikiatri), homoseksualitas (gay atau lesbi) tak digolongkan sebagai kelainan kejiwaan, melainkan hanya disebut sebagai orientasi seksual. Mereka hidup normal dalam interaksi sosial dalam masyarakat seperti halnya kelompok heteroseksual dan berbeda hanya pada orientasi seksualnya. Mereka pun bisa memiliki kelebihan dan prestasinya melampaui kaum heteroseksual yang umumnya kita anggap “normal”. Kita kan sudah tahu bersama, penyanyi terhebat sepanjang masa Elton John, lelaki berkebangsaan Inggris ini pun seorang gay yang secara terbuka di tahun 2005 mengumumkan pernikahannya dengan belahan jiwanya, pria bernama David Furnish.

Beberapa artis top dunia juga mengakui dirinya gay seperti vokalis band legendaris Queen, mendiang Freedy Mercury, juga penyanyi latin ganteng Ricky Martin dan masih banyak lagi. Pengakuan sebagai homoseksual di kalangan atlet pun telah menimbulkan sensasi masyarakat dunia. Yang cukup menonjol adalah perenang laki-laki peraih lima emas Olimpiade asal Australia yang dijuluki “torpedo” yaitu Ian Thorpe. Dan jangan lupa, manusia paling jenius sepanjang sejarah, Leonardo da Vinci pun disebut-sebut adalah seorang gay. Meski banyak pula kalangan yang menentang anggapan ini, namun orang-orang yang percaya akan hal ini memang memiliki alasan yang cukup kuat. Begitupun, pemuda modis Reynhard Sinaga, WNI yang menjadi pemicu tulisan ini adalah seorang akademisi cerdas yang seharusnya tak lama lagi meraih gelar doktornya.

Mengapa kisah-kisah di atas menjadi sensasional? Pastilah karena satu alasan sederhana, yaitu karena persepsi kita soal normal selalu berdasarkan atas kecenderungan umum. Sering kali kita sulit menerima sesuatu yang beda, mungkin ini memang bakat primordialisme yang telah terbawa secara genetik. Meski dari sudut pandang sains, homoseksualitas bukanlah satu kelainan atau penyakit, namun faktanya, dalam cara pandang tradisional (beberapa agama) hal ini dipandang sebagai dosa, aib yang tak boleh diberikan ruang. Jelas ini sebuah ketidakadilan yang dapat berdampak pada tindakan intimidatif dalam bentuk persekusi terhadap mereka.

Fenomena ini mirip dengan stigma “manak salah” pada kasus kembar bunching di satu tempat di Buleleng yang berimbas pada perlakuan kurang etis/manusiawi terhadap ibu dan kedua bayinya. Seharusnya dalam beragama pun kita masih bisa memakai akal sehat, bukankah kelahiran bayi kembar bunching atau takdir seorang homoseksual pun merupakan kehendak Tuhan? Ini perlu dipahami, sebab homoseksualitas dominan karena bawaan bukan akibat dampak lingkungan. Maka dalam hal ini, cukup relevan ucapan sang jenius Leonardo da Vinci, “Pengalaman tidak salah. Hanya penilaian anda yang salah dengan mengharapkan darinya apa yang tidak ada dalam kuasanya”. Ia yang hampir sempurna karena otak kanan dan kirinya yang begitu seimbang, ia menghasilkan karya-karya lukisan paling fenomenal sepanjang masa dan menciptakan dasar-dasar teknologi mekanika yang hebat, tak pernah berambisi pada kesempurnaan dunia.

Seks telah menjadi daya tarik bukan saja karena skandal-skandal yang telah dibuatnya, juga bagi seseorang yang bernama Sigmund Freud. Berkat kecermatannya menelisik fenomena seks, ia menghasilkan sebuah karya monumental yang terkenal, Psikoanalisis Freud. Ia menemukan peran penting dari ketidaksadaran beserta insting-insting seks dan agresi yang ada di dalamnya dalam pengaturan tingkah laku manusia. Freud menyebutkan, libido atau dorongan seks merupakan energi ketidaksadaran psikologi, maka ia dapat bertentangan dengan prilaku yang beradab. (Baca “Moral Kita Dalam Mentimun”). Ia pun menemukan, kepribadian seseorang, baik dalam hal seksualitas maupun dalam kehidupan sosial lain ditentukan pula oleh kepuasan pada fase-fase perkembangan masa kecilnya yang berkaitan dengan organ genitoanal (seks dan anal).

Kehebohan kasus “predator seks’ yang dipidanakan kepada Reynhard Sinaga, telah menciptakan terpaan angin kencang buat mereka yang hidup sebagai gay. Entah dalam gunjingan yang vulgar maupun tersembunyi. Sepenuhnya kejadian ini harus dilihat sebagai sebuah kejahatan karena libido yang tak terkelola dengan baik, yang selalu berulang dan bukan sama sekali karena seseorang telah ditakdirkan sebagai homoseks. [T]

Tags: Seksualitassex
Share101TweetSendShareSend
Previous Post

Susah Senang Pengalaman Pertama dengan Orang-Orang Baru #Catatan Lomba Musikalisasi Puisi di Undiksha

Next Post

Lomba Musikalisasi Puisi Dies Natalis Undiksha: FBS dan FE Baik, FHIS Mengejutkan

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Lomba Musikalisasi Puisi Dies Natalis Undiksha: FBS dan FE Baik, FHIS Mengejutkan

Lomba Musikalisasi Puisi Dies Natalis Undiksha: FBS dan FE Baik, FHIS Mengejutkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co