6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wayan Dasta dan “Unknown Artist From North Bali” # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [2]

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
January 19, 2020
in Khas
Wayan Dasta dan “Unknown Artist From North Bali” # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [2]

Hanoman dan Mredah bertemu Sampati - repro foto di Museum Buleleng 2014


Koleksi repro pelukis Bali Utara yang terdisplay kini di Museum Buleleng nampaknya telah di kurasi, karena pada tahun 2014 sewaktu saya mengunjungi museum tersebut koleksi foto-foto repronya sangat Banyak. Entah sistem kurasi yang bagaimana kemudian diterapkan atau pertanyaan mendasarnya adalah, adakah kurator yang berperan besar dalam menentukan koleksi mana yang harus dipajang dan yang mana tidak?

Saya rasa tidak ada.

Mungkin kita bisa bersama-sama mengecek semua museum di Bali, dari yang dikelola pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan swasta (mungkin terkecuali Museum Pasifika, di kawasan BTDC Nusa Dua. Karena peruntukan untuk para pelancong/wisatawan manca negara dan koleksinya juga menampilkan karya-karya sekelas Paul Gaugin. Jadi secara manajemen permuseuman dan tata display sedikit tidaknya melibatkan kurator).

Padahal peran kurator sebelum masuk ke wilayah medan sosial seni rupa dalam ruang yang lebih bebas semacam galeri komersil, art space, dan lain-lain, adalah berperan besar dalam hal riset koleksi permuseuman. Selain juga berperan menentukan kelayakan karya seni atau artefak yang akan dikoleksi, menentukan koleksi mana yang akan dipajang dalam pameran tetap atau temporer, menimbang ruang agar tata display memiliki nilai ergonomis terhadap pengunjung yang datang.

Selain itu, peran kurator juga membangun wacana melalui jejaring terkait untuk isu-isu yang mampu menarik minat masyarakat agar mau berkunjung ke museum. Sebagaimana Judith Rugg dan Michele Sedgwick dalam bukunya Issues in Curating Contemporary Art and Performance pada bagian pertama yang menjelaskan tentang kesejarahan dan peran kurator.


Label nama “Unknown Artist From North Bali – Museum Buleleng 2014

Di Museum Buleleng kini dalam pajangannya tentang pelukis Singaraja hanya menampilkan sedikit karya dari repro foto yang dibawa oleh ibu Hedi Hinzler dari Leiden dan di tahun 2014 saya jumpai di museum pasca event Buleleng Festival. Kini hanya 3 repro foto karya lukis I Ketut Gede Singaraja dengan ukuran lebih besar dipajang pada sayap kiri bangunan dinding selatan pada ruang pertama (dari sudut pandang pengunjung), dan beberapa repro berukuran kurang lebih seukuran kertas A4 dengan laminating terpajang pada sketsel.

Selain itu repro foto karya lukis dan potrait figur Dalang Banyuning, dan ada nama pelukis Wayan Dasta. Padahal sebelumnya ada repro foto lukisan dari pelukis Bali Utara lainnya yang namun tidak teridentifikasi namanya sehingga disematkan “unknown artist from North Bali”.

Menilik repro foto lukisan karya Wayan Dasta, nampaknya lebih sederhana dalam penggambaran figurnya, ia lebih banyak mengandalkan garis kontur yang tegas, dengan menambahkan satu lapis warna untuk efek sigar yang mengesankan plastisitas tubuh agar terkesan bervolume sebagaimana ia merepresentasikan seorang petani yang sedang membajak sawah. Bahkan pada satu karyanya yang menggambarkan seorang petani dengan baju kuning dan sedang memegang padi sigar mangsi tidak diterapkan, jadi tubuh figur hanya dibentuk dari ketegasan garis.


Petani membajak sawah dan memanen padi karya Wayan Dasta, koleksi W.O.J Nieuwenkamp, repro foto di Museum Buleleng 2014

Karyanya yang lain menggambarkan dua orang figur wanita dengan kulit yang mungkiin diinterpretasikan “berkulit kuning langsat” memakai pakaian dengan kancing baju bundar dan motif polkadot, rambut setengah dipusung dan setengah lagi terurai sedang memegang tanaman padi. Secara tematik karya Wayan Dasta menggambarkan suasana kehidupan bertani, pembajakan sawah, dan padi. Cara penggambarannya pun serupa dengan Dalang Banyuning, terfokus pada figur, tanpa latar belakang, ataupun motif ukiran dengan fungsi dekoratif.

pelukis dengan label “Unknown Artist from North Bali”  memiliki kekhasannya tersendiri dibandingkan karya I Ketut Gede Singaraja, Dalang Banyuning, maupun Wayan Dasta. Ia membuat figur-figur wayang nampak lebih ramping dan panjang pun dengan narasi tunggal. Sebagaimana repro foto karya yang berjudul “Bagadata dan Aswatama”, “Dussasana dan Pratipeya”, dan “Hanoman dan Mredah bertemu Sempati”.


Bagadata dan Aswatama, repro foto di Museum Buleleng 2014

Efek pemanjangan tubuh figur tersebut menimbulkan distorsi dan sangat tidak proporsional sebagaimana proporsi wayang pada lukisan wayang umumnya. dengan adanya pemanjangan tubuh ini secara otomatis membuat atribut figur wayang menjadi kedodoran alias terlihat kebesaran. Melihat karya-karya ini pikiran saya terpaut dengan lukisan wayang dengan media kaca yang dipopulerkan oleh Jero Dalang Diah dari Nagasepaha, di awal perkembangannya yang menjadi fokus adalah figur wayang sedangkan latar belakang dibuat kosong bersih.


BACA JUGA:

  • Dalang Banyuning: Melacak Jejak Sejarah Seni Lukis Singaraja di Museum Buleleng

Pertama kali melihat pola distorsi tubuh yang dibuat oleh Unknown Artist from North Bali, seketika saya menjadi teringat dengan narasi besar sejarah seni rupa Bali, tentu saja I Gusti Nyoman Lempad karib dari Tuan Tepis dan Bonnet. Dalam satu periode lukisannya, I Gusti Nyoman Lempad banyak menggambarkan tubuh wayang yang dipanjangkan sehingga kemudian lebih dikenal dengan pola-pola pendistorsian tubuh dalam figur-figur wayangnya, setelahnya, pola pemanjangan tersebut mewabah dalam perwujudan patung-patung kayu.

I Ketut Gede Singaraja, Dalang Banyuning, Wayan Dasta, dan Unknown Artist from North Bali adalah empat dari sekian banyaknya pelukis Singaraja yang hidup pada medio 1800 sampai 1940an. Saya kembali membuka buku Catalogue of Balinese Manuscripts yang disusun oleh ibu Hedi Hinzler berdasar pada karya lukisan yang dikoleksi oleh Van der Tuuk.


Dua Wanita dengan Kebaya membawa Padi, karya Wayan Dasta, repro Foto di Museum Buleleng 2014

Di dalam buku tersebut terungkap bahwa di masa medio 1800 tercatat 14 seniman yang dipilih oleh Van der Tuuk untuk mengerjakan ilustrasi yang akan mengilustrasikan istilah dalam proyek ambisiusnya yaitu buku kamus tiga bahasa Kawi-Bali-Belanda sebagaimana ia menyelesaikan hal serupa sewaktu di Batak yaitu kamus Batak-Belanda, sembilan orang pelukis dari Singaraja, dua orang pelukis dari Badung salah satunya terindentifikasi adalah Ida Made Telaga dari Griya Sanur, sisanya random di wilayah Bali Selatan.

Kita dapat membayangkan kurun waktu tersebut terjadi regenerasi pelukis di Singaraja, realitanya adalah dalam catatan W.O.J Nieuwenkamp yang mencatat dan berinteraksi dengan pelukis Dalang Banyuning dan Wayan Dasta, dan mungkin juga lainnya yang masih tersembunyi rapi informasinya juga terawat dengan baik dalam bilik-bilik koleksi Leiden. Ah museum memang memiliki cara tersendiri merumitkan masalah, begitu dalam pikiran saya malam ini. [T]

Penarungan, Singaraja 2019

Tags: bulelengBuleleng RegencyMuseum BulelengPameranPameran Seni RupaSeniSeni Rupa
Share77TweetSendShareSend
Previous Post

Pelajaran Kecil dari Perang Pandan di Tenganan Pegringsingan Festival 2019

Next Post

Simalakama Zonasi – Jangan Mengeluh, Yang Abadi adalah Perubahan

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Simalakama Zonasi – Jangan Mengeluh, Yang Abadi adalah Perubahan

Simalakama Zonasi - Jangan Mengeluh, Yang Abadi adalah Perubahan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co