30 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

Chusmeru by Chusmeru
September 9, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan. Zaman berubah. Kini Haornas serupa dengan reels atlet menangis haru mendapat medali emas dan live TikTok pejabat bagi-bagi jersey. Haornas berpindah arena: dari gelanggang olahraga ke ponsel. 

Haornas saat ini dimaknai sebagai komunikasi untuk menyampaikan prestasi. Keberhasilan di salah satu cabang olahraga dapat menjadi konten yang membuat masyarakat satu negara menangis tersedu. Hal itu terlihat dari efek pemain bulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Polii -Apriyani Rahayu yang menyabet medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada Agustus 2021.

Sontak saja kemenangan itu menjadi viral di berbagai media sosial. Greysia dan Apriyani mengalahkan pasangan Tiongkok, Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan di partai final. Kemenangan itu menjadi sejarah pertama  sektor ganda putri Indonesia meraih medali emas olimpiade. Bukan hanya itu, mereka juga mendapatkan gelontoran bonus uang tunai dari pemerintah, sponsor, dan tokoh publik hingga miliaran rupiah serta memperoleh hadiah rumah mewah.

Prestasi olahraga sejatinya adalah bentuk komunikasi yang mampu menjangkau jutaan orang. Kekalahan Timnas U23 melawan Irak tahun 2024 juga menimbulkan efek komunikasi yang luar biasa. Meski kalah, namun tetap viral, banjir dukungan, dan masuk FYP media sosial di Indonesia. Algoritma media sosial seperti TikTok dan Instagram dibanjiri konten apresiasi, analisis laga, hingga rasa penasaran suporter.

Atlet panjat tebing Veddriq Leonardo yang berhasil menyabet medali emas di Olimpiade Paris 2024 juga berdampak besar dalam perkembangan olahraga tersebut. Kemenangan itu memecahkan tradisi emas  tim olimpiade Indonesia yang sebelumnya selalu berasal dari cabang bulu tangkis. Veddriq Leonardo pun seolah menjadi influencer yang mengkampanyekan olahraga baru, karena anak-anak mulai tertarik dengan panjat tebing.

Tentu saja itu semua berdampak positif dalam perkembangan olahraga Tanah Air. Masalah muncul ketika hanya yang menang saja yang viral. Sementara cabang olahraga yang kurang berprestasi kurang mendapat atensi publik. Hal ini akan menyebabkan komunikasi olahraga yang hanya berorientasi medali. Tapi begitulah adanya, gelanggang dan lapangan olahraga kini ada di tangan netizen.

Politik dan Ekonomisasi Olahraga 

Olahraga selalu tak luput dari sentuhan politik. Bukan hanya berkaitan dengan kebijakan pemerintah tentang olahraga, tapi menjadikan olahraga sebagai panggung politik maupun panggung kampanye. Olahraga acapkali menjadi bagian dari impression management. Pejabat rajin lari pagi atau main futsal menjelang pemilu, dengan harapan muncul kesan sehat dan merakyat.

Kadang olahraga juga menjadi sarana politik, bukan hanya di Indonesia, tetapi hampir di semua negara. Kasus Piala Dunia 2026 lalu diwarnai drama politik yang dialami kesebelasan Iran. Penolakan Tim Nasional Israel di ajang Piala Dunia U20 tahun 2023 oleh Indonesia juga menjadikan olahraga tak pernah steril dari politik. Bahkan olahraga kadang dijadikan media pengalihan isu ketika suhu politik dalam negeri meningkat.

Ekonomisasi olahraga terjadi ketika keringat atlet bernilai cuan. Jika dulu atlet berpretasi hanya mendapatkan bonus, maka kini medali emas atlet layaknya “centang biru” yang lantas akan masuk DM Instagram untuk endorse produk. Kekinian, atlet yang mendapat medali emas akan menjadi brand ambassador  air mineral,mi instan, sepatu, sepeda motor,parfum, maupun skincare.

Berbagai event olahraga pun menjadi bernilai ekonomis. Acara marathon, fun bike, dan pertandingan sepak bola Liga 1 menjadi momentum menggali uang. Satu event olahraga diselenggarakan; kamar hotel penuh, UMKM meraup untung, dan ojek online laris manis. Setiap daerah pun berlomba menggelar event olahraga.

Medali emas menjadi social proof paling kuat dari seorang atlet. Di dunia komunikasi dan marketing biasa disebut credibility. Logikanya adalah logika brand. Atlet yang meraih medali di olimpiade atau Asian Games dianggap orang yang teruji, disiplin, juara, dan ratusan juta orang melihatnya. Brand akan berpikir: “Kalau atlet bisa dipercaya membawa nama negara, berarti bisa dipercaya membawa nama produk juga”.

Secara ekonomis, medali itu adalah momentum emas untuk menjual produk; ini adalah momen marketing. Atlet yang meraih medali emas akan mengikuti alur ekonomi. Atlet yang juara akan trending. Nama, wajah, dan cerita mereka masuk FYP semua orang. Brand akan segera masuk sebelum diambil oleh pesaing.

Sebenarnya endorse kepada atlet bukan berarti brand membeli atlet, tetapi membeli nilai di balik medali itu. Nilai dari sebuah medali adalah disiplin, pantang menyerah, nasionalisme, sehat, dan kuat. Oleh karenanya, setelah olimpiade atau event olahraga lain, iklan vitamin, susu, sabun, shampo, sepatu, mobil, dan produk lain langsung dibanjiri wajah atlet.

Ironi tentunya, jika menengok nasib atlet-atlet berprestasi di masa lalu yang kini hidupnya tak menentu. Mantan juara dunia tinju IBF kelas bantam yunior Ellyas Pical mengalami pasang surut kehidupan yang memilukan. Peraih medali emas SEA Games 1979 dari cabang olahraga balap sepeda, Suharto harus menjalani kehidupan sebagai tukan becak setelah pensiun dari atlet. Leni Haini, atlet perahu naga peraih medali emas pada pada SEA Games 1997 dan 1999 kini menjadi buruh cuci. Dunia olahraga mereka tak semeriah FYP dan endorse  atlet-atlet masa kini.

Komunikasi Digital sebagai Arena Baru

Perbedaan hiruk-pikuk Haornas kini dengan puluhan tahun silam adalah makin maraknya ruang komunikasi digital. Jika dulu stadion adalah tempat merayakan dan mengomentari event olahraga, maka komentar suporter sekarang bukan di tribun, tapi di kolom komentar. Instagram, Facebook, TikTok, dan X menjadi stadion baru bagi netizen.

Bila berhasil, atlet akan disanjung puji. Tapi bila gagal akan melahirkan jutaan meme. Ketika komunikasi digital menjadi arena baru dalam olahraga, maka atlet akan sangat menjaga kredibilitasnya. Cancel culture dalam dunia olahraga dapat saja terjadi. Atlet yang salah bicara di depan kamera wartawan akan langsung “dirujak” netizen. Atlet peraih medali emas yang berperilaku buruk juga akan diboikot oleh sponsor.

Arena baru dalam olahraga ini dapat menjadi dilema, baik bagi atlet maupun bagi perkembangan dunia olahraga. Hanya atlet yang meraih medali saja yang dilirik. Sementara atlet yang tidak mendapat medali maupun atlet dari cabang olahraga kecil sepi dari endorse. Hal ini dapat memunculkan kecemburuan, bahwa masyarakat dan negara hanya menghargai mereka yang menang.

Ruang digital membuka lebar ekonomisasi olahraga. Atlet atau cabang olahraga yang meraih juara akan “dijual” habis-habisan. Setelah atlet memenangi pertandingan, ia akan langsung syuting 5 iklan, 10 podcast, dan 20 event. Bila punya wajah lumayan ganteng atau cantik akan ditawari main sinetron. Atlet mengalami celebrification, sehingga dapat membuat program latihan menjadi terbengkelai.

Haornas tahun ini memang akan berbeda dengan puluhan tahun lalu. Bukan lagi hanya tentang siapa yang paling berprestasi, tetapi juga tentang siapa yang paling dicari brand: perhatian publik, kepercayaan, dan cerita. Jika hanya ini yang diandalkan, suatu ketika nanti, orang bukan lagi merayakan olahraga, tetapi selebrasi like di ruang digital. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: haornashari olahraga nasionalolahraga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

Next Post

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails
Next Post
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co