21 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

Chusmeru by Chusmeru
September 9, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan. Zaman berubah. Kini Haornas serupa dengan reels atlet menangis haru mendapat medali emas dan live TikTok pejabat bagi-bagi jersey. Haornas berpindah arena: dari gelanggang olahraga ke ponsel. 

Haornas saat ini dimaknai sebagai komunikasi untuk menyampaikan prestasi. Keberhasilan di salah satu cabang olahraga dapat menjadi konten yang membuat masyarakat satu negara menangis tersedu. Hal itu terlihat dari efek pemain bulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Polii -Apriyani Rahayu yang menyabet medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada Agustus 2021.

Sontak saja kemenangan itu menjadi viral di berbagai media sosial. Greysia dan Apriyani mengalahkan pasangan Tiongkok, Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan di partai final. Kemenangan itu menjadi sejarah pertama  sektor ganda putri Indonesia meraih medali emas olimpiade. Bukan hanya itu, mereka juga mendapatkan gelontoran bonus uang tunai dari pemerintah, sponsor, dan tokoh publik hingga miliaran rupiah serta memperoleh hadiah rumah mewah.

Prestasi olahraga sejatinya adalah bentuk komunikasi yang mampu menjangkau jutaan orang. Kekalahan Timnas U23 melawan Irak tahun 2024 juga menimbulkan efek komunikasi yang luar biasa. Meski kalah, namun tetap viral, banjir dukungan, dan masuk FYP media sosial di Indonesia. Algoritma media sosial seperti TikTok dan Instagram dibanjiri konten apresiasi, analisis laga, hingga rasa penasaran suporter.

Atlet panjat tebing Veddriq Leonardo yang berhasil menyabet medali emas di Olimpiade Paris 2024 juga berdampak besar dalam perkembangan olahraga tersebut. Kemenangan itu memecahkan tradisi emas  tim olimpiade Indonesia yang sebelumnya selalu berasal dari cabang bulu tangkis. Veddriq Leonardo pun seolah menjadi influencer yang mengkampanyekan olahraga baru, karena anak-anak mulai tertarik dengan panjat tebing.

Tentu saja itu semua berdampak positif dalam perkembangan olahraga Tanah Air. Masalah muncul ketika hanya yang menang saja yang viral. Sementara cabang olahraga yang kurang berprestasi kurang mendapat atensi publik. Hal ini akan menyebabkan komunikasi olahraga yang hanya berorientasi medali. Tapi begitulah adanya, gelanggang dan lapangan olahraga kini ada di tangan netizen.

Politik dan Ekonomisasi Olahraga 

Olahraga selalu tak luput dari sentuhan politik. Bukan hanya berkaitan dengan kebijakan pemerintah tentang olahraga, tapi menjadikan olahraga sebagai panggung politik maupun panggung kampanye. Olahraga acapkali menjadi bagian dari impression management. Pejabat rajin lari pagi atau main futsal menjelang pemilu, dengan harapan muncul kesan sehat dan merakyat.

Kadang olahraga juga menjadi sarana politik, bukan hanya di Indonesia, tetapi hampir di semua negara. Kasus Piala Dunia 2026 lalu diwarnai drama politik yang dialami kesebelasan Iran. Penolakan Tim Nasional Israel di ajang Piala Dunia U20 tahun 2023 oleh Indonesia juga menjadikan olahraga tak pernah steril dari politik. Bahkan olahraga kadang dijadikan media pengalihan isu ketika suhu politik dalam negeri meningkat.

Ekonomisasi olahraga terjadi ketika keringat atlet bernilai cuan. Jika dulu atlet berpretasi hanya mendapatkan bonus, maka kini medali emas atlet layaknya “centang biru” yang lantas akan masuk DM Instagram untuk endorse produk. Kekinian, atlet yang mendapat medali emas akan menjadi brand ambassador  air mineral,mi instan, sepatu, sepeda motor,parfum, maupun skincare.

Berbagai event olahraga pun menjadi bernilai ekonomis. Acara marathon, fun bike, dan pertandingan sepak bola Liga 1 menjadi momentum menggali uang. Satu event olahraga diselenggarakan; kamar hotel penuh, UMKM meraup untung, dan ojek online laris manis. Setiap daerah pun berlomba menggelar event olahraga.

Medali emas menjadi social proof paling kuat dari seorang atlet. Di dunia komunikasi dan marketing biasa disebut credibility. Logikanya adalah logika brand. Atlet yang meraih medali di olimpiade atau Asian Games dianggap orang yang teruji, disiplin, juara, dan ratusan juta orang melihatnya. Brand akan berpikir: “Kalau atlet bisa dipercaya membawa nama negara, berarti bisa dipercaya membawa nama produk juga”.

Secara ekonomis, medali itu adalah momentum emas untuk menjual produk; ini adalah momen marketing. Atlet yang meraih medali emas akan mengikuti alur ekonomi. Atlet yang juara akan trending. Nama, wajah, dan cerita mereka masuk FYP semua orang. Brand akan segera masuk sebelum diambil oleh pesaing.

Sebenarnya endorse kepada atlet bukan berarti brand membeli atlet, tetapi membeli nilai di balik medali itu. Nilai dari sebuah medali adalah disiplin, pantang menyerah, nasionalisme, sehat, dan kuat. Oleh karenanya, setelah olimpiade atau event olahraga lain, iklan vitamin, susu, sabun, shampo, sepatu, mobil, dan produk lain langsung dibanjiri wajah atlet.

Ironi tentunya, jika menengok nasib atlet-atlet berprestasi di masa lalu yang kini hidupnya tak menentu. Mantan juara dunia tinju IBF kelas bantam yunior Ellyas Pical mengalami pasang surut kehidupan yang memilukan. Peraih medali emas SEA Games 1979 dari cabang olahraga balap sepeda, Suharto harus menjalani kehidupan sebagai tukan becak setelah pensiun dari atlet. Leni Haini, atlet perahu naga peraih medali emas pada pada SEA Games 1997 dan 1999 kini menjadi buruh cuci. Dunia olahraga mereka tak semeriah FYP dan endorse  atlet-atlet masa kini.

Komunikasi Digital sebagai Arena Baru

Perbedaan hiruk-pikuk Haornas kini dengan puluhan tahun silam adalah makin maraknya ruang komunikasi digital. Jika dulu stadion adalah tempat merayakan dan mengomentari event olahraga, maka komentar suporter sekarang bukan di tribun, tapi di kolom komentar. Instagram, Facebook, TikTok, dan X menjadi stadion baru bagi netizen.

Bila berhasil, atlet akan disanjung puji. Tapi bila gagal akan melahirkan jutaan meme. Ketika komunikasi digital menjadi arena baru dalam olahraga, maka atlet akan sangat menjaga kredibilitasnya. Cancel culture dalam dunia olahraga dapat saja terjadi. Atlet yang salah bicara di depan kamera wartawan akan langsung “dirujak” netizen. Atlet peraih medali emas yang berperilaku buruk juga akan diboikot oleh sponsor.

Arena baru dalam olahraga ini dapat menjadi dilema, baik bagi atlet maupun bagi perkembangan dunia olahraga. Hanya atlet yang meraih medali saja yang dilirik. Sementara atlet yang tidak mendapat medali maupun atlet dari cabang olahraga kecil sepi dari endorse. Hal ini dapat memunculkan kecemburuan, bahwa masyarakat dan negara hanya menghargai mereka yang menang.

Ruang digital membuka lebar ekonomisasi olahraga. Atlet atau cabang olahraga yang meraih juara akan “dijual” habis-habisan. Setelah atlet memenangi pertandingan, ia akan langsung syuting 5 iklan, 10 podcast, dan 20 event. Bila punya wajah lumayan ganteng atau cantik akan ditawari main sinetron. Atlet mengalami celebrification, sehingga dapat membuat program latihan menjadi terbengkelai.

Haornas tahun ini memang akan berbeda dengan puluhan tahun lalu. Bukan lagi hanya tentang siapa yang paling berprestasi, tetapi juga tentang siapa yang paling dicari brand: perhatian publik, kepercayaan, dan cerita. Jika hanya ini yang diandalkan, suatu ketika nanti, orang bukan lagi merayakan olahraga, tetapi selebrasi like di ruang digital. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: haornashari olahraga nasionalolahraga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

Next Post

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails

Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

by IGA Darma Putra
October 18, 2026
0
Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

ARTIKEL I Made Sudiana, “Terminologi ‘Selam’ dan ‘Nyelam’ dalam Tradisi Bali” (NusaBali.com. 18/10/2029) mengangkat persoalan yang menarik: bagaimana kata-kata menyimpan...

Read moreDetails

Cara Kerja Kekuasaan Meredam Kritik Publik

by Teddy Chrisprimanata Putra
October 18, 2026
0
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

“No Rocky, No Party” BARANGKALI jargon tersebut masih sangat relate hingga hari ini. Pasalnya, nama Rocky Gerung kembali menjadi diskursus...

Read moreDetails
Next Post
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU
Esai

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta
Ulas Rupa

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

by Emi Suy
October 19, 2026
Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental
Olahraga

Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

KETIKA musik mulai diputar, tangan para peserta terangkat di atas kepala. Mereka bertepuk tangan mengikuti irama lagu “Gemu Fa Mi...

by Nyoman Budarsana
October 19, 2026
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata
Esai

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

by Angga Wijaya
October 19, 2026
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra
Esai

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya
Ulas Musik

Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya

ADA masa ketika malam adalah malam. Setelah matahari tenggelam, kehidupan perlahan menurunkan volumenya. Warung mulai menutup pintu, pasar berhenti berisik,...

by Ahmad Sihabudin
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co