24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
in Panggung
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

Marlowe Bandem dalam sesi diskusi usai usai Film Screening ‘Sanè Kantun Ring Manah’ di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke satu arah, larut dalam rangkaian rekaman yang membawa mereka melintasi Bali puluhan tahun silam. Tidak ada yang beranjak. Tidak ada percakapan yang memecah keheningan. Sejak proyektor mulai menyala hingga adegan terakhir usai, suasana tetap khusyuk, hening, dan khidmat. Di ruang terbuka Kawasan Museum Buleleng, pemutaran film menjadi medium yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

“Arsip ini bukan untuk kami, tapi untuk Bali,” ujar Marlowe Bandem saat sesi diskusi.

Pemutaran film ‘Sanè Kantun Ring Manah’ menjadi salah satu agenda dalam Singaraja Literary Festival yang berlangsung di Kawasan Museum Buleleng, Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan Marlowe Bandem sebagai pembicara utama sekaligus sosok di balik film yang merefleksikan perjalanan memori, tradisi, dan arsip budaya Bali melalui pendekatan sinematik.

Melalui cuplikan film arsip, naskah yang diwarisi, dan tubuh yang menari, ‘Sanè Kantun Ring Manah’ merefleksikan energi yang bertransformasi setelah tradisi merasuki tubuh dan mengendap dalam hati. Film bergerak dari sudut pandang pribadi Marlowe Bandem, menelusuri sosok-sosok masa lalu dan masa kini, sekaligus mempertanyakan apa yang dibawa tradisi menuju masa depan, apa yang berubah, dan apa yang tetap tinggal secara hening lintas generasi.

Film Screening ‘Sanè Kantun Ring Manah’ oleh Marlowe Bandem di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

Dalam sesi diskusi, Marlowe mengisahkan perjalanan panjang Arsip Bali 1928 yang mulai ia bangun sejak 2013. Salah satu program utamanya adalah Cinema Bali 1928, sebuah inisiatif yang mengajak para sukarelawan mendatangi pusat-pusat seni dan budaya di Bali yang pernah menjadi bagian dari dokumentasi sejarah pada awal abad ke-20.

Ia menjelaskan bahwa pada paruh 1930-an, banyak budayawan, sejarawan, seniman, dan akademisi dari Barat datang ke Bali karena ketertarikan mereka terhadap kebudayaan pulau ini. Kedatangan mereka, yang banyak difasilitasi oleh Walter Spies, melahirkan beragam dokumentasi film sebagai bagian dari riset pribadi masing-masing.

Namun, perjalanan arsip itu tidak selalu mulus. Setelah sekian dekade berlalu, banyak dokumentasi tersebut nyaris tidak terawat.

“Berdekade kemudian, arsip itu nyaris tak terawat. Itulah yang mendorong kami untuk melakukan pemulangan kembali dan restorasi,” kata Marlowe.

Melalui perkembangan teknologi, Arsip Bali 1928 berupaya memperbaiki kualitas materi-materi film yang berhasil mereka kumpulkan agar dapat kembali diakses.

Film Screening ‘Sanè Kantun Ring Manah’ oleh Marlowe Bandem di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

Bagi Marlowe, pekerjaan mengumpulkan arsip hanyalah satu bagian dari proses yang lebih besar. Yang paling ia senangi adalah pendampingan kepada masyarakat dan kunjungan lapangan yang dilakukan melalui program Cinema Bali 1928. Dari sana, arsip tidak berhenti sebagai dokumen sejarah, tetapi kembali hidup melalui perjumpaan dengan masyarakat yang memiliki hubungan langsung dengan cerita di dalamnya.

Karena itulah, membawa ‘Sanè Kantun Ring Manah’ ke Singaraja Literary Festival 2026 menjadi tantangan tersendiri. Film ini, menurutnya, memang tidak disusun sebagai karya yang utuh dalam pengertian konvensional.

Ia menjelaskan bahwa Cinema Bali 1928 memiliki banyak kemungkinan penyajian. Rekaman-rekaman tersebut dapat diputar sebagai film bisu, dipadukan dengan narasi langsung, maupun disandingkan dengan pertunjukan seni. Pendekatan itu dipilih karena membaca arsip berdasarkan gambar acap kali menyisakan ruang kosong yang membutuhkan konteks baru.

Pendekatan tersebut juga melahirkan eksperimen lain berupa live scoring. Jika sebelumnya arsip-arsip lama lazim diiringi gamelan, kini justru menggunakan musik elektronik agar lebih dekat dengan generasi masa kini tanpa menghilangkan ruh dokumentasinya.

Marlowe Bandem dalam sesi diskusi usai usai Film Screening ‘Sanè Kantun Ring Manah’ di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

Lebih jauh, Marlowe mengatakan seluruh upaya tersebut bertujuan mendekatkan kembali karya-karya para tetua kepada masyarakat sekaligus mendorong generasi sekarang untuk mulai mendokumentasikan kehidupan mereka sendiri maupun sekitar.

“Jadi ini adalah satu tujuan kami untuk mendekatkan karya-karya tetua, untuk mendorong teman-teman juga menggali dan merekam kegiatan terkini, agar semua terdokumentasikan dengan baik,” ujarnya.

Pertanyaan mengenai narasi film kemudian mengantar diskusi pada inti gagasan ‘Sanè Kantun Ring Manah’. Menurut Marlowe, sejak awal ia melihat arsip sebagai milik bersama, bukan milik komunitas kecil yang mengelolanya.

Film Screening ‘Sanè Kantun Ring Manah’ oleh Marlowe Bandem di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

Ia menuturkan bahwa di lingkungan seni dan budaya Bali masih banyak pengetahuan para tetua yang belum terdokumentasi. Salah satu contoh yang diangkat ialah kisah Made Satriadi Wisena dari Desa Singapadu, Gianyar, cucu maestro arja Nyoman Candri. Sejak kecil, Satria tidak sempat tumbuh bersama I Made Kredek, ayah Nyoman Candri dan I Made Bandem. Dalam ‘Sanè Kantun Ring Manah’, kemunculan Satria menjadi penutup film. Ia tampil menari mengenakan busana peninggalan I Made Kredek sembari melantunkan Pupuh Ginada Linggar Petak, karya sang maestro yang ditulis dalam sebuah kertas dan ditemukan secara tidak sengaja.

Menurut Marlowe, menemukan tumpukan kertas usang seperti itu bukan sekadar menemukan dokumen lama, melainkan menemukan kembali jejak pengetahuan yang nyaris hilang.

“Kalau dibaca dari arsip, ini adalah kesempatan kita untuk mengembalikan memori terhadap sejarah, terhadap pengetahuan tetua-tetua kita terdahulu,” tuturnya.

Foto bersama usai Film Screening ‘Sanè Kantun Ring Manah’ oleh Marlowe Bandem di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

Gagasan itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam film. ‘Sanè Kantun Ring Manah’ menghadirkan arsip-arsip Bali masa lampau, termasuk dokumentasi tari oleh I Made Bandem dan Nyoman Candri. Beberapa adegan baru disisipkan sebagai jembatan untuk memperjelas alur, sebelum akhirnya film ditutup dengan penampilan Pupuh Ginada Linggar Petak yang dibawakan Made Satriadi Wisena.

Tepuk tangan panjang mengakhiri malam itu. Namun yang sesungguhnya tertinggal bukan hanya apresiasi terhadap sebuah film, melainkan kesadaran bahwa arsip tidak pernah sekadar menyimpan masa lalu. Ia menyimpan identitas, pengetahuan, dan ingatan yang terus mencari jalan untuk kembali hidup. Di tengah keheningan layar yang perlahan menggelap, ‘Sanè Kantun Ring Manah’ mengingatkan bahwa warisan budaya hanya akan tetap hidup jika ada yang bersedia merawat dan meneruskan kepada generasi berikutnya.

“Pada akhirnya, arsip membantu kita untuk mengingat,” pungkas Marlowe Bandem. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Tags: filmMarlowe BandemSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Next Post

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co