11 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
in Panggung
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

Marlowe Bandem dalam sesi diskusi usai usai Film Screening ‘Sanè Kantun Ring Manah’ di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke satu arah, larut dalam rangkaian rekaman yang membawa mereka melintasi Bali puluhan tahun silam. Tidak ada yang beranjak. Tidak ada percakapan yang memecah keheningan. Sejak proyektor mulai menyala hingga adegan terakhir usai, suasana tetap khusyuk, hening, dan khidmat. Di ruang terbuka Kawasan Museum Buleleng, pemutaran film menjadi medium yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

“Arsip ini bukan untuk kami, tapi untuk Bali,” ujar Marlowe Bandem saat sesi diskusi.

Pemutaran film ‘Sanè Kantun Ring Manah’ menjadi salah satu agenda dalam Singaraja Literary Festival yang berlangsung di Kawasan Museum Buleleng, Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan Marlowe Bandem sebagai pembicara utama sekaligus sosok di balik film yang merefleksikan perjalanan memori, tradisi, dan arsip budaya Bali melalui pendekatan sinematik.

Melalui cuplikan film arsip, naskah yang diwarisi, dan tubuh yang menari, ‘Sanè Kantun Ring Manah’ merefleksikan energi yang bertransformasi setelah tradisi merasuki tubuh dan mengendap dalam hati. Film bergerak dari sudut pandang pribadi Marlowe Bandem, menelusuri sosok-sosok masa lalu dan masa kini, sekaligus mempertanyakan apa yang dibawa tradisi menuju masa depan, apa yang berubah, dan apa yang tetap tinggal secara hening lintas generasi.

Film Screening ‘Sanè Kantun Ring Manah’ oleh Marlowe Bandem di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

Dalam sesi diskusi, Marlowe mengisahkan perjalanan panjang Arsip Bali 1928 yang mulai ia bangun sejak 2013. Salah satu program utamanya adalah Cinema Bali 1928, sebuah inisiatif yang mengajak para sukarelawan mendatangi pusat-pusat seni dan budaya di Bali yang pernah menjadi bagian dari dokumentasi sejarah pada awal abad ke-20.

Ia menjelaskan bahwa pada paruh 1930-an, banyak budayawan, sejarawan, seniman, dan akademisi dari Barat datang ke Bali karena ketertarikan mereka terhadap kebudayaan pulau ini. Kedatangan mereka, yang banyak difasilitasi oleh Walter Spies, melahirkan beragam dokumentasi film sebagai bagian dari riset pribadi masing-masing.

Namun, perjalanan arsip itu tidak selalu mulus. Setelah sekian dekade berlalu, banyak dokumentasi tersebut nyaris tidak terawat.

“Berdekade kemudian, arsip itu nyaris tak terawat. Itulah yang mendorong kami untuk melakukan pemulangan kembali dan restorasi,” kata Marlowe.

Melalui perkembangan teknologi, Arsip Bali 1928 berupaya memperbaiki kualitas materi-materi film yang berhasil mereka kumpulkan agar dapat kembali diakses.

Film Screening ‘Sanè Kantun Ring Manah’ oleh Marlowe Bandem di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

Bagi Marlowe, pekerjaan mengumpulkan arsip hanyalah satu bagian dari proses yang lebih besar. Yang paling ia senangi adalah pendampingan kepada masyarakat dan kunjungan lapangan yang dilakukan melalui program Cinema Bali 1928. Dari sana, arsip tidak berhenti sebagai dokumen sejarah, tetapi kembali hidup melalui perjumpaan dengan masyarakat yang memiliki hubungan langsung dengan cerita di dalamnya.

Karena itulah, membawa ‘Sanè Kantun Ring Manah’ ke Singaraja Literary Festival 2026 menjadi tantangan tersendiri. Film ini, menurutnya, memang tidak disusun sebagai karya yang utuh dalam pengertian konvensional.

Ia menjelaskan bahwa Cinema Bali 1928 memiliki banyak kemungkinan penyajian. Rekaman-rekaman tersebut dapat diputar sebagai film bisu, dipadukan dengan narasi langsung, maupun disandingkan dengan pertunjukan seni. Pendekatan itu dipilih karena membaca arsip berdasarkan gambar acap kali menyisakan ruang kosong yang membutuhkan konteks baru.

Pendekatan tersebut juga melahirkan eksperimen lain berupa live scoring. Jika sebelumnya arsip-arsip lama lazim diiringi gamelan, kini justru menggunakan musik elektronik agar lebih dekat dengan generasi masa kini tanpa menghilangkan ruh dokumentasinya.

Marlowe Bandem dalam sesi diskusi usai usai Film Screening ‘Sanè Kantun Ring Manah’ di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

Lebih jauh, Marlowe mengatakan seluruh upaya tersebut bertujuan mendekatkan kembali karya-karya para tetua kepada masyarakat sekaligus mendorong generasi sekarang untuk mulai mendokumentasikan kehidupan mereka sendiri maupun sekitar.

“Jadi ini adalah satu tujuan kami untuk mendekatkan karya-karya tetua, untuk mendorong teman-teman juga menggali dan merekam kegiatan terkini, agar semua terdokumentasikan dengan baik,” ujarnya.

Pertanyaan mengenai narasi film kemudian mengantar diskusi pada inti gagasan ‘Sanè Kantun Ring Manah’. Menurut Marlowe, sejak awal ia melihat arsip sebagai milik bersama, bukan milik komunitas kecil yang mengelolanya.

Film Screening ‘Sanè Kantun Ring Manah’ oleh Marlowe Bandem di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

Ia menuturkan bahwa di lingkungan seni dan budaya Bali masih banyak pengetahuan para tetua yang belum terdokumentasi. Salah satu contoh yang diangkat ialah kisah Made Satriadi Wisena dari Desa Singapadu, Gianyar, cucu maestro arja Nyoman Candri. Sejak kecil, Satria tidak sempat tumbuh bersama I Made Kredek, ayah Nyoman Candri dan I Made Bandem. Dalam ‘Sanè Kantun Ring Manah’, kemunculan Satria menjadi penutup film. Ia tampil menari mengenakan busana peninggalan I Made Kredek sembari melantunkan Pupuh Ginada Linggar Petak, karya sang maestro yang ditulis dalam sebuah kertas dan ditemukan secara tidak sengaja.

Menurut Marlowe, menemukan tumpukan kertas usang seperti itu bukan sekadar menemukan dokumen lama, melainkan menemukan kembali jejak pengetahuan yang nyaris hilang.

“Kalau dibaca dari arsip, ini adalah kesempatan kita untuk mengembalikan memori terhadap sejarah, terhadap pengetahuan tetua-tetua kita terdahulu,” tuturnya.

Foto bersama usai Film Screening ‘Sanè Kantun Ring Manah’ oleh Marlowe Bandem di Singaraja Literary Festival 2026│Foto: Dok. SLF

Gagasan itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam film. ‘Sanè Kantun Ring Manah’ menghadirkan arsip-arsip Bali masa lampau, termasuk dokumentasi tari oleh I Made Bandem dan Nyoman Candri. Beberapa adegan baru disisipkan sebagai jembatan untuk memperjelas alur, sebelum akhirnya film ditutup dengan penampilan Pupuh Ginada Linggar Petak yang dibawakan Made Satriadi Wisena.

Tepuk tangan panjang mengakhiri malam itu. Namun yang sesungguhnya tertinggal bukan hanya apresiasi terhadap sebuah film, melainkan kesadaran bahwa arsip tidak pernah sekadar menyimpan masa lalu. Ia menyimpan identitas, pengetahuan, dan ingatan yang terus mencari jalan untuk kembali hidup. Di tengah keheningan layar yang perlahan menggelap, ‘Sanè Kantun Ring Manah’ mengingatkan bahwa warisan budaya hanya akan tetap hidup jika ada yang bersedia merawat dan meneruskan kepada generasi berikutnya.

“Pada akhirnya, arsip membantu kita untuk mengingat,” pungkas Marlowe Bandem. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Tags: filmMarlowe BandemSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Next Post

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
0
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

Read moreDetails

Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

by Nyoman Budarsana
July 3, 2026
0
Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian...

Read moreDetails

Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4

by I Komang Sutirtayasa
July 2, 2026
0
Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4

SETELAH sempat absen pada tahun 2025, Festival Cerita Rasa di Desa Tukadaya, Jembrana kembali hadir dengan membubuhkan angka 0.4, pada...

Read moreDetails

Tabuh, Tari, dan Sendratari Karya Wayan Berata Bangkitkan Memori Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 1, 2026
0
Tabuh, Tari, dan Sendratari Karya Wayan Berata Bangkitkan Memori Seni Bali

Bagi anak-anak, Rekasadana (Pergelaran) Karya Legendaris Maestro Wayan Berata yang dipersembahkan Sanggar atau Sekaa Gong Gita Bandana Praja, Banjar Belaluan...

Read moreDetails

Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 26, 2026
0
Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

Rasa penasaran tampak jelas dari raut wajah ribuan penonton yang memadati Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Kamis 25 Juni 2026....

Read moreDetails

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

Read moreDetails

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
0
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

Read moreDetails
Next Post
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
Mahindu, Si Perempuan Tembikar
Ulas Buku

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali
Khas

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan
Khas

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali
Panggung

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

by Chusmeru
July 10, 2026
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed
Khas

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas
Khas

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

by Chandra Manikan
July 9, 2026
Rumah Kata di Jalan Nangka
Persona

Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

by Angga Wijaya
July 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co