24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
in Panggung
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

Penampilan Seoul Institute of the Arts bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali saat menghadirkan dramatari I Godogan | Foto: tatkala.co/Budarsana

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari laki-laki duduk bersila, sementara penari perempuan bersimpuh di hadapan sesajen. Sesaat setelah bunyi kentongan memecah kesunyian, para penari lain bermunculan. Sebagian mengenakan busana tari Bali, sebagian lagi berkostum tradisional Korea. Ada yang fasih berbahasa Bali, ada pula yang berseloroh dalam bahasa Korea.

Suasana itu membuka kolaborasi seni lintas negara yang mewarnai panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII, Rabu, 8 Juli 2026. Seoul Institute of the Arts, Korea Selatan, bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menghadirkan dramatari I Godogan, sebuah garapan yang memadukan kekayaan seni tradisi Bali dengan budaya Korea.

Sejak awal pertunjukan, penonton disuguhi dialog dua tradisi yang saling mengisi. Dua barungan musik tampil berdampingan: gamelan Bali dan ansambel musik tradisional Korea. Ketika dimainkan bersama, nada gong kebyar berkelindan dengan irama musik Korea, melahirkan harmoni baru yang menjadi napas pertunjukan.

Penampilan Seoul Institute of the Arts bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali saat menghadirkan dramatari I Godogan | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Mai…, mai…, mai…!” seru para penari memanggil teman-temannya. Ucapan itu terdengar dalam pelafalan yang berbeda karena diucapkan oleh penari Bali maupun Korea Selatan. Meski mengenakan busana khas masing-masing, mereka memerankan tokoh-tokoh masyarakat desa, tempat I Godogan lahir dan tumbuh.

Perbedaan latar budaya justru melahirkan keselarasan gerak. Saat tokoh I Godogan muncul, suara suling Korea berpadu dengan gamelan Bali, menghadirkan nuansa pedesaan yang mengingatkan pada suara kodok di tengah persawahan. Penari yang memerankan I Godogan, didominasi mahasiswa Korea, menampilkan gerak yang lincah dan penuh energi. Adegan prajurit kerajaan pun menjadi menarik karena memadukan tari bebarisan Bali dengan seni bela diri dan tari perang Korea yang menggunakan dua pedang.

Penonton kemudian terpukau ketika I Godogan dipertemukan dengan Putri Daha yang diperankan penari Korea Selatan. Keduanya berdialog melalui bahasa tubuh yang luwes dan puitis. Ketika I Godogan akhirnya berubah menjadi Pangeran Jenggala, adegan romantis itu semakin menghidupkan cerita.

Salah satu bagian yang paling memikat adalah ketika puluhan penari Bali dan Korea bersama-sama membawakan Tari Kecak. Nyanyian “cak” berpadu dengan lagu tradisional Korea yang dinyanyikan dalam bahasa asalnya. Perpaduan itu menghadirkan pengalaman artistik baru tanpa menghilangkan karakter masing-masing budaya.

Penampilan Seoul Institute of the Arts bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali saat menghadirkan dramatari I Godogan | Foto: tatkala.co/Budarsana

Tepuk tangan penonton berkali-kali menggema memenuhi Gedung Ksirarnawa. Sebelum dramatari dipentaskan, mereka lebih dahulu disuguhi konser musik Bayu Nada, kolaborasi gong kebyar Bali dengan musik tradisional Korea yang memperlihatkan bahwa perbedaan tradisi dapat melahirkan harmoni baru.

I Godogan merupakan cerita rakyat Bali yang sarat simbol dan filosofi. Kisahnya bermula dari perjalanan spiritual Pangeran Jenggala yang lahir sebagai seekor kodok dalam keluarga petani di Desa Magetan. Atas petunjuk Dewata Agung, ia menjalani proses penyucian diri hingga kembali ke wujud aslinya sebagai manusia.

Konflik memuncak ketika I Godogan menyampaikan keinginannya meminang Putri Kerajaan Daha yang diperankan penari Korea. Sang ayah memenuhi permintaan putranya dengan menghadap Raja Daha. Namun, raja murka karena merasa dihina dan memerintahkan agar ayah Godogan dibunuh.

Keajaiban kemudian terjadi. Dengan kesaktiannya, I Godogan menghidupkan kembali sang ayah, bahkan setelah tubuhnya dicincang atas perintah raja. Peristiwa itu membuat Raja Daha menyadari bahwa semua merupakan kehendak Dewata Agung. Ia pun merestui pernikahan putrinya dengan Godogan.

Restu tersebut menjadi titik penyucian terakhir yang mengembalikan Godogan ke wujud aslinya sebagai Pangeran Jenggala. Adegan penutup berlangsung meriah. Pangeran Jenggala, yang diperankan seniman ISI Bali, menikahi Putri Daha yang diperankan mahasiswa Seoul Institute of the Arts. Tari Kecak, Barong Macan Bali, hingga Lion Dance Korea berpadu menjadi perayaan yang spektakuler.

Founder Seoul Institute of the Arts, Yoo Duk Hyung atau Mr. Yoo, mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Bali. Setelah beberapa kali berkunjung ke Pulau Dewata, ia semakin mengagumi masyarakat dan kekayaan seni budayanya.

“Saya sangat mencintai Bali, masyarakatnya, dan keseniannya. Karena itu saya ingin membangun kerja sama yang berkelanjutan antara Seoul Institute of the Arts dengan ISI Bali,” ujarnya.

Menurutnya, Tari Kecak merupakan salah satu kesenian Bali yang paling mengesankan karena mampu melibatkan banyak orang dalam satu harmoni pertunjukan.

“Dipandu Prof. Dibia, kami berlatih selama satu minggu. Saya berharap mahasiswa dari berbagai fakultas dapat ikut terlibat,” katanya.

Bagi Mr. Yoo, Kecak bukan sekadar tarian, melainkan simbol persatuan.

Penampilan Seoul Institute of the Arts bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali saat menghadirkan dramatari I Godogan | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Kecak menunjukkan bagaimana banyak orang dapat bersatu dalam sebuah pertunjukan. Kecak membuka ruang kolaborasi, membentuk harmoni, dan menghadirkan kedamaian. Nilai itulah yang ingin kami bawa dalam kerja sama ini,” ungkapnya.

Budayawan Prof. Dr. I Wayan Dibia menjelaskan proses kreatif kolaborasi ini telah dimulai sejak program pertukaran akademik di Korea Selatan. Selain mengajarkan Tari Kecak, tim ISI Bali juga memperkenalkan pola gerak, ritme musik, dan ekspresi tari Bali kepada mahasiswa Seoul Institute of the Arts.

“Kami mengamati bagaimana tari Korea dapat diwarnai unsur-unsur Bali. Dalam prosesnya memang terjadi berbagai penyesuaian, termasuk pada kostum yang memiliki pakem berbeda. Namun justru dari proses itulah lahir pemahaman baru,” jelasnya.

Menurut Prof. Dibia, kesenian merupakan media paling efektif untuk mempererat hubungan antarbangsa. Lakon I Godogan dipilih karena sejalan dengan tema PKB tahun ini mengenai penyucian diri.

Kolaborasi tersebut melibatkan 25 seniman Korea dan 15 mahasiswa ISI Bali. Proses kreatif dilakukan selama satu minggu di Bali dan satu minggu di Korea Selatan.

Budayawan Prof. I Made Bandem menilai kehadiran Seoul Institute of the Arts di PKB XLVIII memiliki arti historis karena mengingatkan kembali hubungan budaya yang telah terjalin antara Bali dan Pulau Jeju sejak dekade 1990-an.

“Kehadiran mereka hari ini tidak hanya memperkuat hubungan kebudayaan, tetapi juga semakin menegaskan posisi Bali sebagai ruang pertemuan budaya dunia,” tutup Prof. Bandem.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Institut Seni Indonesia (ISI) BaliKorea SelatanPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026Seoul Institute of the Arts
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

Next Post

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co