23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ritual ‘Seba Baduy’ Tetap Jadi Primadona Aset Budaya Banten

Asep Kurnia by Asep Kurnia
April 7, 2026
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

BICARA dan membicarakan “Seba Baduy”, sepertinya tidak akan pernah ada habisnya. Alasan mendasar yang sulit untuk dibantah bahwa Seba adalah ritual adat suku Baduy yang berkategori wajib dilaksanakan setiap tahun dan teragendakan secara resmi di dalam Kalender Penanggalan Adat Baduy. Yaitu di setiap minggu pertama bulan Safar awal tahun baru Suku Baduy.

Seba dalam tatanan adat Baduy merupakan puncak acara tahunan setelah melewati kegiatan Kawalu selama tiga bulan (Kasa, Karo, Katiga) dan Ngalaksa selama 7 hari dari tanggal 21 sampai 27 di bulan Katiga kalendernya adat suku Baduy.

Berbagai ulasan serta penjelasan tentang apa, siapa Seba itu, dan bagaimana pelaksanaan Seba sudah banyak ditulis dan dirilis secara apik oleh berbagai kalangan, baik ahli budaya, jurnalis, peneliti, penulis dadakan, youtuber, kontener serta para tik-toker. Sehingga kejelasan serta keutuhan informasi tentang seputar dan sekitar Seba Baduy makin terasa terlengkapi dari berbagai sisi dan sudut pandang.

Namun bukan berarti sudah sempurna dan paripurna, karena tiap tahun terjadi dinamisasi situasi dan kondisi antara yang mau melaksanakan Seba ( masyarakat Baduy) dengan penerima Seba. Dan celah inilah yang membuat para pencari berita tetap memburu informasi kekinian Seba Baduy termasuk penulis.

Pergeseran Nilai Seba

Konon menurut kesejarahan ala pinutur, sejak lahir Suku Baduy ke muka bumi ini, maka sejak itulah Seba dilaksanakan sebagai salah satu tugas dan kewajiban pokok kesukuan mereka yaitu:  “ngasuh ratu ngajayak menak” (membimbing para pemimpin negara) yang secara rutin dilaksanakan setahun sekali pada awal tahun penanggalan adat mereka.  Kesakralannya sangat dan wajib dijamin oleh seluruh peserta sehingga syarat dan rukunnya pun dibuat sedemikian ketat.

Sampai saat ini kisah perjalanan kesakralan ritual Seba tidak dapat dibuktikan secara akurat dan cermat, Sepengetahuan penulis, belum ada literatur sahih yang mampu menjelaskan secara runut dan ilmiah. Kisah yang tertulis dan atau sudah ditulis masih selalu ada rasa keterpenggalan. Hal ini sangat dimaklumi karena di Suku Baduy tidak ada dokumentasi tertulis, mereka hanya lengket dengan budaya lisan sehingga pelacakan informasi menjadi tersendat. Seperti ucapan Jaro Sepuh Tanggungan 12 ( Ayah Saidi): “di Baduy aya lisan di negara aya tulisan, di Baduy aya kabar di negara aya gambar” (di Baduy ada lisan, di negara ada tulisan, di Baduy ada kabar, di negara ada gambar).

Walaupun berbagai penjelasan yang sudah sering dimuat di media cetak dan media sosial namun tetap belum cukup untuk menyimpulkan tentang  pengertian Seba yang utuh serta akurat,  di sana-sini masih terjadi redefinisi atau pergeseran pengertian bahkan terjadi penghalusan istilah dari tuduhan pengertian Seba yang diartikan sebagai  ritual adat penyerahan upeti; kemudian diluruskan bahwa Seba itu sebagai salah satu tugas pokok keadatan suku Baduy untuk mendoakan, membimbing para pemimpin negara, dan sekarang mulai meminjam diksi yang lebih halus di mana Seba diartikan atau disetarakan dengan istilah  “silaturahmi”  (peminjaman kata dari bahasa Arab).

Dengan semakin terjalin kerjasama yang erat antara pihak pemerintah daerah terutama dinas pariwisata sebagai motoris yang menangani pelaksanaan Seba, maka makin terasa telah terjadi pergeseran ruh Seba Baduy dari sekadar rutinitas dan kesakralan ritual adat mulai bergeser menjadi sebuah event gebyar dengan berbagai sisipan dan susupan acara tambahan pengiring Seba, baik sebelum dan atau sesudah Seba. Kini Seba tidak lagi berdiri sendiri, Seba sudah dinobatkan sebagai aset budaya unggulan Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten untuk menggiring masuknya wisatawan lokal maupun manca negara untuk datang.

Seba  tahun 2026 yang direncanakan akan dilaksanakan pada  tanggal 24 -26 April 2026, Pemda Lebak secara khusus menargetkan 46 ribu wisatawan datang ke Bumi Multatuli dengan perkiraan  peserta Seba sekitar 1500 orang. Pun demikian Pemda provinsi Banten telah mempersiapkan tingkat kegebyaran Seba untuk tahun ini.

Aneka RagamTema Gebyarisasi Seba Baduy

Di atas telah dipaparkan sekilas bahwa Seba telah dan sedang mengalami pergeseran dari sekadar rutunitas dan sudah tidak bisa berdiri sendiri. Untuk membuktikan itu tentunya harus berdasarkan fakta dan data agar diksi “pergeseran Seba” bisa diterima secara logis dan realistis. Salah satu yang bisa menjadi argumentasi kuat dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah adalah bisa dilihat dari munculnya tema-tema Event Gebyar Seba Baduy dari tahun ke tahun. Karena tema Seba selalu disesuaikan dengan kondisi kebatinan masyarakat Baduy dengan situasi pemerintahan saat itu. Kalimat singkatnya, disesuaikan dengan kekinian situasi politik.

Tema Seba tahun 2025 adalah : ” Ngajaga Tradisi, Ngaraksa Harmoni Pikeun Indonesia Maju”; dan mari kita simak tema Seba Baduy 2026 adalah “ Warisan Karuhun, Inspirasi Kiwari, Ngahiji Dina Tradisi ”. Tema ini menekankan kesinambungan tradisi leluhur (karuhun) sebagai inspirasi masa kini (kiwari) dan bersatunya berbagai elemen dalam tradisi. Acara ini kembali masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 sebagai acara budaya unggulan.

Tema itu berfokus pada bagaimana menghadirkan nilai, tradisi, dan harmoni, serta menjalin silaturahmi antara warga Baduy dengan pemerintah (“Bapak Gede”). Menurut estimasi gebyarisasi Seba Baduy 2026 diperkirakan akan tetap menjadi momen budaya terbesar di Lebak, Banten, yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara dan tentunya akan tetap menjadi primadona aset budaya Banten. [T]

  • Ditulis di Padepokan Sisi Leuit Perbatasan Suku Baduy,  6 April 2026

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

Tags: bantenpariwisata provinsi bantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Siap 86’: Ketika Orang Sipil Merasa Sedang Pakai Seragam

Next Post

TENTANG MALL

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
TENTANG MALL

TENTANG MALL

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co