13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ritual ‘Seba Baduy’ Tetap Jadi Primadona Aset Budaya Banten

Asep Kurnia by Asep Kurnia
April 7, 2026
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

BICARA dan membicarakan “Seba Baduy”, sepertinya tidak akan pernah ada habisnya. Alasan mendasar yang sulit untuk dibantah bahwa Seba adalah ritual adat suku Baduy yang berkategori wajib dilaksanakan setiap tahun dan teragendakan secara resmi di dalam Kalender Penanggalan Adat Baduy. Yaitu di setiap minggu pertama bulan Safar awal tahun baru Suku Baduy.

Seba dalam tatanan adat Baduy merupakan puncak acara tahunan setelah melewati kegiatan Kawalu selama tiga bulan (Kasa, Karo, Katiga) dan Ngalaksa selama 7 hari dari tanggal 21 sampai 27 di bulan Katiga kalendernya adat suku Baduy.

Berbagai ulasan serta penjelasan tentang apa, siapa Seba itu, dan bagaimana pelaksanaan Seba sudah banyak ditulis dan dirilis secara apik oleh berbagai kalangan, baik ahli budaya, jurnalis, peneliti, penulis dadakan, youtuber, kontener serta para tik-toker. Sehingga kejelasan serta keutuhan informasi tentang seputar dan sekitar Seba Baduy makin terasa terlengkapi dari berbagai sisi dan sudut pandang.

Namun bukan berarti sudah sempurna dan paripurna, karena tiap tahun terjadi dinamisasi situasi dan kondisi antara yang mau melaksanakan Seba ( masyarakat Baduy) dengan penerima Seba. Dan celah inilah yang membuat para pencari berita tetap memburu informasi kekinian Seba Baduy termasuk penulis.

Pergeseran Nilai Seba

Konon menurut kesejarahan ala pinutur, sejak lahir Suku Baduy ke muka bumi ini, maka sejak itulah Seba dilaksanakan sebagai salah satu tugas dan kewajiban pokok kesukuan mereka yaitu:  “ngasuh ratu ngajayak menak” (membimbing para pemimpin negara) yang secara rutin dilaksanakan setahun sekali pada awal tahun penanggalan adat mereka.  Kesakralannya sangat dan wajib dijamin oleh seluruh peserta sehingga syarat dan rukunnya pun dibuat sedemikian ketat.

Sampai saat ini kisah perjalanan kesakralan ritual Seba tidak dapat dibuktikan secara akurat dan cermat, Sepengetahuan penulis, belum ada literatur sahih yang mampu menjelaskan secara runut dan ilmiah. Kisah yang tertulis dan atau sudah ditulis masih selalu ada rasa keterpenggalan. Hal ini sangat dimaklumi karena di Suku Baduy tidak ada dokumentasi tertulis, mereka hanya lengket dengan budaya lisan sehingga pelacakan informasi menjadi tersendat. Seperti ucapan Jaro Sepuh Tanggungan 12 ( Ayah Saidi): “di Baduy aya lisan di negara aya tulisan, di Baduy aya kabar di negara aya gambar” (di Baduy ada lisan, di negara ada tulisan, di Baduy ada kabar, di negara ada gambar).

Walaupun berbagai penjelasan yang sudah sering dimuat di media cetak dan media sosial namun tetap belum cukup untuk menyimpulkan tentang  pengertian Seba yang utuh serta akurat,  di sana-sini masih terjadi redefinisi atau pergeseran pengertian bahkan terjadi penghalusan istilah dari tuduhan pengertian Seba yang diartikan sebagai  ritual adat penyerahan upeti; kemudian diluruskan bahwa Seba itu sebagai salah satu tugas pokok keadatan suku Baduy untuk mendoakan, membimbing para pemimpin negara, dan sekarang mulai meminjam diksi yang lebih halus di mana Seba diartikan atau disetarakan dengan istilah  “silaturahmi”  (peminjaman kata dari bahasa Arab).

Dengan semakin terjalin kerjasama yang erat antara pihak pemerintah daerah terutama dinas pariwisata sebagai motoris yang menangani pelaksanaan Seba, maka makin terasa telah terjadi pergeseran ruh Seba Baduy dari sekadar rutinitas dan kesakralan ritual adat mulai bergeser menjadi sebuah event gebyar dengan berbagai sisipan dan susupan acara tambahan pengiring Seba, baik sebelum dan atau sesudah Seba. Kini Seba tidak lagi berdiri sendiri, Seba sudah dinobatkan sebagai aset budaya unggulan Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten untuk menggiring masuknya wisatawan lokal maupun manca negara untuk datang.

Seba  tahun 2026 yang direncanakan akan dilaksanakan pada  tanggal 24 -26 April 2026, Pemda Lebak secara khusus menargetkan 46 ribu wisatawan datang ke Bumi Multatuli dengan perkiraan  peserta Seba sekitar 1500 orang. Pun demikian Pemda provinsi Banten telah mempersiapkan tingkat kegebyaran Seba untuk tahun ini.

Aneka RagamTema Gebyarisasi Seba Baduy

Di atas telah dipaparkan sekilas bahwa Seba telah dan sedang mengalami pergeseran dari sekadar rutunitas dan sudah tidak bisa berdiri sendiri. Untuk membuktikan itu tentunya harus berdasarkan fakta dan data agar diksi “pergeseran Seba” bisa diterima secara logis dan realistis. Salah satu yang bisa menjadi argumentasi kuat dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah adalah bisa dilihat dari munculnya tema-tema Event Gebyar Seba Baduy dari tahun ke tahun. Karena tema Seba selalu disesuaikan dengan kondisi kebatinan masyarakat Baduy dengan situasi pemerintahan saat itu. Kalimat singkatnya, disesuaikan dengan kekinian situasi politik.

Tema Seba tahun 2025 adalah : ” Ngajaga Tradisi, Ngaraksa Harmoni Pikeun Indonesia Maju”; dan mari kita simak tema Seba Baduy 2026 adalah “ Warisan Karuhun, Inspirasi Kiwari, Ngahiji Dina Tradisi ”. Tema ini menekankan kesinambungan tradisi leluhur (karuhun) sebagai inspirasi masa kini (kiwari) dan bersatunya berbagai elemen dalam tradisi. Acara ini kembali masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 sebagai acara budaya unggulan.

Tema itu berfokus pada bagaimana menghadirkan nilai, tradisi, dan harmoni, serta menjalin silaturahmi antara warga Baduy dengan pemerintah (“Bapak Gede”). Menurut estimasi gebyarisasi Seba Baduy 2026 diperkirakan akan tetap menjadi momen budaya terbesar di Lebak, Banten, yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara dan tentunya akan tetap menjadi primadona aset budaya Banten. [T]

  • Ditulis di Padepokan Sisi Leuit Perbatasan Suku Baduy,  6 April 2026

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

Tags: bantenpariwisata provinsi bantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Siap 86’: Ketika Orang Sipil Merasa Sedang Pakai Seragam

Next Post

TENTANG MALL

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
TENTANG MALL

TENTANG MALL

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana
Esai

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co