2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ritual ‘Seba Baduy’ Tetap Jadi Primadona Aset Budaya Banten

Asep Kurnia by Asep Kurnia
April 7, 2026
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

BICARA dan membicarakan “Seba Baduy”, sepertinya tidak akan pernah ada habisnya. Alasan mendasar yang sulit untuk dibantah bahwa Seba adalah ritual adat suku Baduy yang berkategori wajib dilaksanakan setiap tahun dan teragendakan secara resmi di dalam Kalender Penanggalan Adat Baduy. Yaitu di setiap minggu pertama bulan Safar awal tahun baru Suku Baduy.

Seba dalam tatanan adat Baduy merupakan puncak acara tahunan setelah melewati kegiatan Kawalu selama tiga bulan (Kasa, Karo, Katiga) dan Ngalaksa selama 7 hari dari tanggal 21 sampai 27 di bulan Katiga kalendernya adat suku Baduy.

Berbagai ulasan serta penjelasan tentang apa, siapa Seba itu, dan bagaimana pelaksanaan Seba sudah banyak ditulis dan dirilis secara apik oleh berbagai kalangan, baik ahli budaya, jurnalis, peneliti, penulis dadakan, youtuber, kontener serta para tik-toker. Sehingga kejelasan serta keutuhan informasi tentang seputar dan sekitar Seba Baduy makin terasa terlengkapi dari berbagai sisi dan sudut pandang.

Namun bukan berarti sudah sempurna dan paripurna, karena tiap tahun terjadi dinamisasi situasi dan kondisi antara yang mau melaksanakan Seba ( masyarakat Baduy) dengan penerima Seba. Dan celah inilah yang membuat para pencari berita tetap memburu informasi kekinian Seba Baduy termasuk penulis.

Pergeseran Nilai Seba

Konon menurut kesejarahan ala pinutur, sejak lahir Suku Baduy ke muka bumi ini, maka sejak itulah Seba dilaksanakan sebagai salah satu tugas dan kewajiban pokok kesukuan mereka yaitu:  “ngasuh ratu ngajayak menak” (membimbing para pemimpin negara) yang secara rutin dilaksanakan setahun sekali pada awal tahun penanggalan adat mereka.  Kesakralannya sangat dan wajib dijamin oleh seluruh peserta sehingga syarat dan rukunnya pun dibuat sedemikian ketat.

Sampai saat ini kisah perjalanan kesakralan ritual Seba tidak dapat dibuktikan secara akurat dan cermat, Sepengetahuan penulis, belum ada literatur sahih yang mampu menjelaskan secara runut dan ilmiah. Kisah yang tertulis dan atau sudah ditulis masih selalu ada rasa keterpenggalan. Hal ini sangat dimaklumi karena di Suku Baduy tidak ada dokumentasi tertulis, mereka hanya lengket dengan budaya lisan sehingga pelacakan informasi menjadi tersendat. Seperti ucapan Jaro Sepuh Tanggungan 12 ( Ayah Saidi): “di Baduy aya lisan di negara aya tulisan, di Baduy aya kabar di negara aya gambar” (di Baduy ada lisan, di negara ada tulisan, di Baduy ada kabar, di negara ada gambar).

Walaupun berbagai penjelasan yang sudah sering dimuat di media cetak dan media sosial namun tetap belum cukup untuk menyimpulkan tentang  pengertian Seba yang utuh serta akurat,  di sana-sini masih terjadi redefinisi atau pergeseran pengertian bahkan terjadi penghalusan istilah dari tuduhan pengertian Seba yang diartikan sebagai  ritual adat penyerahan upeti; kemudian diluruskan bahwa Seba itu sebagai salah satu tugas pokok keadatan suku Baduy untuk mendoakan, membimbing para pemimpin negara, dan sekarang mulai meminjam diksi yang lebih halus di mana Seba diartikan atau disetarakan dengan istilah  “silaturahmi”  (peminjaman kata dari bahasa Arab).

Dengan semakin terjalin kerjasama yang erat antara pihak pemerintah daerah terutama dinas pariwisata sebagai motoris yang menangani pelaksanaan Seba, maka makin terasa telah terjadi pergeseran ruh Seba Baduy dari sekadar rutinitas dan kesakralan ritual adat mulai bergeser menjadi sebuah event gebyar dengan berbagai sisipan dan susupan acara tambahan pengiring Seba, baik sebelum dan atau sesudah Seba. Kini Seba tidak lagi berdiri sendiri, Seba sudah dinobatkan sebagai aset budaya unggulan Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten untuk menggiring masuknya wisatawan lokal maupun manca negara untuk datang.

Seba  tahun 2026 yang direncanakan akan dilaksanakan pada  tanggal 24 -26 April 2026, Pemda Lebak secara khusus menargetkan 46 ribu wisatawan datang ke Bumi Multatuli dengan perkiraan  peserta Seba sekitar 1500 orang. Pun demikian Pemda provinsi Banten telah mempersiapkan tingkat kegebyaran Seba untuk tahun ini.

Aneka RagamTema Gebyarisasi Seba Baduy

Di atas telah dipaparkan sekilas bahwa Seba telah dan sedang mengalami pergeseran dari sekadar rutunitas dan sudah tidak bisa berdiri sendiri. Untuk membuktikan itu tentunya harus berdasarkan fakta dan data agar diksi “pergeseran Seba” bisa diterima secara logis dan realistis. Salah satu yang bisa menjadi argumentasi kuat dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah adalah bisa dilihat dari munculnya tema-tema Event Gebyar Seba Baduy dari tahun ke tahun. Karena tema Seba selalu disesuaikan dengan kondisi kebatinan masyarakat Baduy dengan situasi pemerintahan saat itu. Kalimat singkatnya, disesuaikan dengan kekinian situasi politik.

Tema Seba tahun 2025 adalah : ” Ngajaga Tradisi, Ngaraksa Harmoni Pikeun Indonesia Maju”; dan mari kita simak tema Seba Baduy 2026 adalah “ Warisan Karuhun, Inspirasi Kiwari, Ngahiji Dina Tradisi ”. Tema ini menekankan kesinambungan tradisi leluhur (karuhun) sebagai inspirasi masa kini (kiwari) dan bersatunya berbagai elemen dalam tradisi. Acara ini kembali masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 sebagai acara budaya unggulan.

Tema itu berfokus pada bagaimana menghadirkan nilai, tradisi, dan harmoni, serta menjalin silaturahmi antara warga Baduy dengan pemerintah (“Bapak Gede”). Menurut estimasi gebyarisasi Seba Baduy 2026 diperkirakan akan tetap menjadi momen budaya terbesar di Lebak, Banten, yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara dan tentunya akan tetap menjadi primadona aset budaya Banten. [T]

  • Ditulis di Padepokan Sisi Leuit Perbatasan Suku Baduy,  6 April 2026

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

Tags: bantenpariwisata provinsi bantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Siap 86’: Ketika Orang Sipil Merasa Sedang Pakai Seragam

Next Post

TENTANG MALL

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
TENTANG MALL

TENTANG MALL

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co