13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Makan Bergizi Gratis: Antara Harapan dan Kekhawatiran

Ni Made Erika Suciari by Ni Made Erika Suciari
March 22, 2026
in Opini
Makan Bergizi Gratis: Antara Harapan dan Kekhawatiran

Ilustrasi oleh penulis | Dibuat dengan AI

BEL istirahat berbunyi. Anak-anak tampak sangat antusias dan sumringah keluar dari kelas melepas jenuh setelah  hampir satu  jam lamanya duduk menyimak pelajaran. Beberapa anak berbaris secara tertib mengantri untuk mendapatkan makanan yang disediakan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bagi sebagian besar siswa, kotak makan tersebut tidak hanya makan siang biasa—melainkan bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan anak di negara ini.

Namun di beberapa sekolah, program yang diharapkan untuk memperbaiki status gizi anak, justru menimbulkan keraguan dan pertanyaan tentang kualitas dan keamanan makanan yang diterima anak. Kebijakan MBG merupakan upaya strategis dari pemerintah untuk memperbaiki status gizi anak Indonesia. Program ini diciptakan karena kekurangan gizi kronis masih menjadi masalah besar di Indonesia. Data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan angka stunting di Indonesia mencapai 19,8% dan underweight 16,8%.

Target MBG adalah untuk menyasar puluhan juta anak sekolah dari PAUD/TK hingga SMA. Selama lebih dari satu tahun berjalan, pelaksanaan MBG telah meninggalkan berbagai kesan baik positif dan kritis. Kesan ini datang dari siswa sebagai penerima MBG, guru sebagai pengawas di sekolah dan orang tua sebagai pendamping anak.

Di wilayah terpencil dan tertinggal, kehadiran program MBG disambut dengan kesan yang sangat positif. Anak-anak di daerah tersebut jarang memilikki kesempatan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung protein hewani. Hal ini tidak dapat dihindari karena tingkat ekonomi keluarga yang rendah yang menyebabkan pemenuhan kebutuhan makanan bergizi dikalahkan oleh prioritas pemenuhan kehidupan sehari-hari. Dalam situasi ini, keluarga akan memilih makanan yang “mengenyangkan” daripada makanan yang “bergizi” untuk anak. Akibatnya, ketika anak-anak mendapatkan makanan bergizi lengkap dari program ini, pengalaman tersebut menjadi sangat berharga.

Selain itu, hadirnya MBG telah meningkatkan keinginan anak untuk pergi ke sekolah. Di beberapa wilayah, seperti Papua, istirahat makan siang adalah momen yang paling ditunggu oleh siswa. Yang lebih mengharukan lagi, siswa secara sengaja menyisihkan uang untuk membawa pulang makanan MBG yang mereka terima di sekolah untuk diberikan kepada anggota keluarga yang sakit atau yang belum pernah menikmati makanan bergizi.Kemampuan anak selama proses belajar di sekolah juga dilaporkan meningkat setelah anak-anak di daerah pedalaman lebih sering mengkonsumsi protein hewani dari menu MBG. Guru di daerah tersebut juga mengatakan bahwa siswa lebih fokus dan konsentrasi saat belajar di sekolah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi belajar anak dan kesehatan secara keseluruhan dipengaruhi oleh pemenuhan gizi yang cukup.

Sebaliknya, respons yang berbeda mulai terlihat di beberapa kota. Laporan tentang makanan yang tidak segar, nasi yang terlalu keras, atau lauk yang belum matang dengan baik adalah beberapa tanggapan kritis terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi siswa sekolah. Selain itu, beberapa sekolah melaporkan bahwa siswa mengalami masalah pencernaan setelah mengonsumsi MBG, seperti muntah dan diare. Kejadian tersebut memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab yang mendasari. Fenomena ini mencerminkan betapa pentingnya evaluasi secara menyeluruh terutama yang berkaitan dengan masalah keamanan pangan yang tidak boleh diabaikan. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa program MBG adalah program penyediaan makanan berskala besar yang ditujukan untuk anak-anak. Apabila kontrol kualitas MBG tidak dijaga sebelum distribusi, anak-anak rentan terhadap masalah kesehatan.

Selain itu, beberapa pengamat mengatakan bahwa program MBG  belum sepenuhnya tepat sasaran. Program ini tidak hanya menjangkau siswa dari keluarga kurang mampu atau wilayah 3 T (terdepan, terpencil, tertinggal), tetapi juga siswa di sekolah yang secara ekonomi sudah tergolong mampu. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terkait dengan efisiensi penggunaan anggaran, karena bantuan yang seharusnya diprioritaskan untuk kelompok yang kurang mampu atau paling membutuhkan, malah menjadi didistribusikan secara merata ke semua kelompok.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, program berskala besar seperti Makan Bergizi Gratis memang tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran atau jumlah penerima manfaat.  Keberhasilannya bergantung pada kualitas pelaksanaan lapangan, yang mencakup standar keamanan pangan, sistem distribusi makanan, dan mekanisme pengawasan yang konsisten. Jika tidak dikelola dengan baik, program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak dapat menimbulkan masalah baru yang tidak diharapkan.  

Program MBG sejatinya merupakan niat baik untuk memperbaiki masa depan kesehatan anak-anak Indonesia. Namun niat baik saja tidak cukup untuk kebijakan publik. Hal yang paling penting adalah memastikan bahwa setiap makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar aman, berkualitas, layak dikonsumsi, dan memiliki manfaat gizi yang signifikan. Program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak tanpa pengawasan yang ketat justru berisiko menimbulkan masalah baru bagi orang tua. Karena makanan yang diberikan kepada anak-anak di sekolah merupakan bagian dari investasi dalam kesehatan generasi berikutnya, bukan sekadar bantuan sosial. [T]

Penulis: Erika Suciari
Editor: Adnyana Ole

Tags: gizikesehatanMakan Bergizi Gratissekolahsiswa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

PEMIMPIN BALI MODERN GAGAL MENJAGA WARISAN TERBESAR BALI

Next Post

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Ni Made Erika Suciari

Ni Made Erika Suciari

Dokter umum yang menaruh perhatian pada isu kesehatan dan pencegahan penyakit pada anak.

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri --- Membaca Ogoh-ogoh 'Sapa Warang' Karya Marmar Herayukti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co