4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Makan Bergizi Gratis: Antara Harapan dan Kekhawatiran

Ni Made Erika Suciari by Ni Made Erika Suciari
March 22, 2026
in Opini
Makan Bergizi Gratis: Antara Harapan dan Kekhawatiran

Ilustrasi oleh penulis | Dibuat dengan AI

BEL istirahat berbunyi. Anak-anak tampak sangat antusias dan sumringah keluar dari kelas melepas jenuh setelah  hampir satu  jam lamanya duduk menyimak pelajaran. Beberapa anak berbaris secara tertib mengantri untuk mendapatkan makanan yang disediakan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bagi sebagian besar siswa, kotak makan tersebut tidak hanya makan siang biasa—melainkan bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan anak di negara ini.

Namun di beberapa sekolah, program yang diharapkan untuk memperbaiki status gizi anak, justru menimbulkan keraguan dan pertanyaan tentang kualitas dan keamanan makanan yang diterima anak. Kebijakan MBG merupakan upaya strategis dari pemerintah untuk memperbaiki status gizi anak Indonesia. Program ini diciptakan karena kekurangan gizi kronis masih menjadi masalah besar di Indonesia. Data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan angka stunting di Indonesia mencapai 19,8% dan underweight 16,8%.

Target MBG adalah untuk menyasar puluhan juta anak sekolah dari PAUD/TK hingga SMA. Selama lebih dari satu tahun berjalan, pelaksanaan MBG telah meninggalkan berbagai kesan baik positif dan kritis. Kesan ini datang dari siswa sebagai penerima MBG, guru sebagai pengawas di sekolah dan orang tua sebagai pendamping anak.

Di wilayah terpencil dan tertinggal, kehadiran program MBG disambut dengan kesan yang sangat positif. Anak-anak di daerah tersebut jarang memilikki kesempatan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung protein hewani. Hal ini tidak dapat dihindari karena tingkat ekonomi keluarga yang rendah yang menyebabkan pemenuhan kebutuhan makanan bergizi dikalahkan oleh prioritas pemenuhan kehidupan sehari-hari. Dalam situasi ini, keluarga akan memilih makanan yang “mengenyangkan” daripada makanan yang “bergizi” untuk anak. Akibatnya, ketika anak-anak mendapatkan makanan bergizi lengkap dari program ini, pengalaman tersebut menjadi sangat berharga.

Selain itu, hadirnya MBG telah meningkatkan keinginan anak untuk pergi ke sekolah. Di beberapa wilayah, seperti Papua, istirahat makan siang adalah momen yang paling ditunggu oleh siswa. Yang lebih mengharukan lagi, siswa secara sengaja menyisihkan uang untuk membawa pulang makanan MBG yang mereka terima di sekolah untuk diberikan kepada anggota keluarga yang sakit atau yang belum pernah menikmati makanan bergizi.Kemampuan anak selama proses belajar di sekolah juga dilaporkan meningkat setelah anak-anak di daerah pedalaman lebih sering mengkonsumsi protein hewani dari menu MBG. Guru di daerah tersebut juga mengatakan bahwa siswa lebih fokus dan konsentrasi saat belajar di sekolah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi belajar anak dan kesehatan secara keseluruhan dipengaruhi oleh pemenuhan gizi yang cukup.

Sebaliknya, respons yang berbeda mulai terlihat di beberapa kota. Laporan tentang makanan yang tidak segar, nasi yang terlalu keras, atau lauk yang belum matang dengan baik adalah beberapa tanggapan kritis terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi siswa sekolah. Selain itu, beberapa sekolah melaporkan bahwa siswa mengalami masalah pencernaan setelah mengonsumsi MBG, seperti muntah dan diare. Kejadian tersebut memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab yang mendasari. Fenomena ini mencerminkan betapa pentingnya evaluasi secara menyeluruh terutama yang berkaitan dengan masalah keamanan pangan yang tidak boleh diabaikan. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa program MBG adalah program penyediaan makanan berskala besar yang ditujukan untuk anak-anak. Apabila kontrol kualitas MBG tidak dijaga sebelum distribusi, anak-anak rentan terhadap masalah kesehatan.

Selain itu, beberapa pengamat mengatakan bahwa program MBG  belum sepenuhnya tepat sasaran. Program ini tidak hanya menjangkau siswa dari keluarga kurang mampu atau wilayah 3 T (terdepan, terpencil, tertinggal), tetapi juga siswa di sekolah yang secara ekonomi sudah tergolong mampu. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terkait dengan efisiensi penggunaan anggaran, karena bantuan yang seharusnya diprioritaskan untuk kelompok yang kurang mampu atau paling membutuhkan, malah menjadi didistribusikan secara merata ke semua kelompok.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, program berskala besar seperti Makan Bergizi Gratis memang tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran atau jumlah penerima manfaat.  Keberhasilannya bergantung pada kualitas pelaksanaan lapangan, yang mencakup standar keamanan pangan, sistem distribusi makanan, dan mekanisme pengawasan yang konsisten. Jika tidak dikelola dengan baik, program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak dapat menimbulkan masalah baru yang tidak diharapkan.  

Program MBG sejatinya merupakan niat baik untuk memperbaiki masa depan kesehatan anak-anak Indonesia. Namun niat baik saja tidak cukup untuk kebijakan publik. Hal yang paling penting adalah memastikan bahwa setiap makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar aman, berkualitas, layak dikonsumsi, dan memiliki manfaat gizi yang signifikan. Program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak tanpa pengawasan yang ketat justru berisiko menimbulkan masalah baru bagi orang tua. Karena makanan yang diberikan kepada anak-anak di sekolah merupakan bagian dari investasi dalam kesehatan generasi berikutnya, bukan sekadar bantuan sosial. [T]

Penulis: Erika Suciari
Editor: Adnyana Ole

Tags: gizikesehatanMakan Bergizi Gratissekolahsiswa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

PEMIMPIN BALI MODERN GAGAL MENJAGA WARISAN TERBESAR BALI

Next Post

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Ni Made Erika Suciari

Ni Made Erika Suciari

Dokter umum yang menaruh perhatian pada isu kesehatan dan pencegahan penyakit pada anak.

Related Posts

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri --- Membaca Ogoh-ogoh 'Sapa Warang' Karya Marmar Herayukti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co