4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Makan Bergizi Gratis: Antara Harapan dan Kekhawatiran

Ni Made Erika Suciari by Ni Made Erika Suciari
March 22, 2026
in Opini
Makan Bergizi Gratis: Antara Harapan dan Kekhawatiran

Ilustrasi oleh penulis | Dibuat dengan AI

BEL istirahat berbunyi. Anak-anak tampak sangat antusias dan sumringah keluar dari kelas melepas jenuh setelah  hampir satu  jam lamanya duduk menyimak pelajaran. Beberapa anak berbaris secara tertib mengantri untuk mendapatkan makanan yang disediakan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bagi sebagian besar siswa, kotak makan tersebut tidak hanya makan siang biasa—melainkan bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan anak di negara ini.

Namun di beberapa sekolah, program yang diharapkan untuk memperbaiki status gizi anak, justru menimbulkan keraguan dan pertanyaan tentang kualitas dan keamanan makanan yang diterima anak. Kebijakan MBG merupakan upaya strategis dari pemerintah untuk memperbaiki status gizi anak Indonesia. Program ini diciptakan karena kekurangan gizi kronis masih menjadi masalah besar di Indonesia. Data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan angka stunting di Indonesia mencapai 19,8% dan underweight 16,8%.

Target MBG adalah untuk menyasar puluhan juta anak sekolah dari PAUD/TK hingga SMA. Selama lebih dari satu tahun berjalan, pelaksanaan MBG telah meninggalkan berbagai kesan baik positif dan kritis. Kesan ini datang dari siswa sebagai penerima MBG, guru sebagai pengawas di sekolah dan orang tua sebagai pendamping anak.

Di wilayah terpencil dan tertinggal, kehadiran program MBG disambut dengan kesan yang sangat positif. Anak-anak di daerah tersebut jarang memilikki kesempatan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung protein hewani. Hal ini tidak dapat dihindari karena tingkat ekonomi keluarga yang rendah yang menyebabkan pemenuhan kebutuhan makanan bergizi dikalahkan oleh prioritas pemenuhan kehidupan sehari-hari. Dalam situasi ini, keluarga akan memilih makanan yang “mengenyangkan” daripada makanan yang “bergizi” untuk anak. Akibatnya, ketika anak-anak mendapatkan makanan bergizi lengkap dari program ini, pengalaman tersebut menjadi sangat berharga.

Selain itu, hadirnya MBG telah meningkatkan keinginan anak untuk pergi ke sekolah. Di beberapa wilayah, seperti Papua, istirahat makan siang adalah momen yang paling ditunggu oleh siswa. Yang lebih mengharukan lagi, siswa secara sengaja menyisihkan uang untuk membawa pulang makanan MBG yang mereka terima di sekolah untuk diberikan kepada anggota keluarga yang sakit atau yang belum pernah menikmati makanan bergizi.Kemampuan anak selama proses belajar di sekolah juga dilaporkan meningkat setelah anak-anak di daerah pedalaman lebih sering mengkonsumsi protein hewani dari menu MBG. Guru di daerah tersebut juga mengatakan bahwa siswa lebih fokus dan konsentrasi saat belajar di sekolah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi belajar anak dan kesehatan secara keseluruhan dipengaruhi oleh pemenuhan gizi yang cukup.

Sebaliknya, respons yang berbeda mulai terlihat di beberapa kota. Laporan tentang makanan yang tidak segar, nasi yang terlalu keras, atau lauk yang belum matang dengan baik adalah beberapa tanggapan kritis terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi siswa sekolah. Selain itu, beberapa sekolah melaporkan bahwa siswa mengalami masalah pencernaan setelah mengonsumsi MBG, seperti muntah dan diare. Kejadian tersebut memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab yang mendasari. Fenomena ini mencerminkan betapa pentingnya evaluasi secara menyeluruh terutama yang berkaitan dengan masalah keamanan pangan yang tidak boleh diabaikan. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa program MBG adalah program penyediaan makanan berskala besar yang ditujukan untuk anak-anak. Apabila kontrol kualitas MBG tidak dijaga sebelum distribusi, anak-anak rentan terhadap masalah kesehatan.

Selain itu, beberapa pengamat mengatakan bahwa program MBG  belum sepenuhnya tepat sasaran. Program ini tidak hanya menjangkau siswa dari keluarga kurang mampu atau wilayah 3 T (terdepan, terpencil, tertinggal), tetapi juga siswa di sekolah yang secara ekonomi sudah tergolong mampu. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terkait dengan efisiensi penggunaan anggaran, karena bantuan yang seharusnya diprioritaskan untuk kelompok yang kurang mampu atau paling membutuhkan, malah menjadi didistribusikan secara merata ke semua kelompok.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, program berskala besar seperti Makan Bergizi Gratis memang tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran atau jumlah penerima manfaat.  Keberhasilannya bergantung pada kualitas pelaksanaan lapangan, yang mencakup standar keamanan pangan, sistem distribusi makanan, dan mekanisme pengawasan yang konsisten. Jika tidak dikelola dengan baik, program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak dapat menimbulkan masalah baru yang tidak diharapkan.  

Program MBG sejatinya merupakan niat baik untuk memperbaiki masa depan kesehatan anak-anak Indonesia. Namun niat baik saja tidak cukup untuk kebijakan publik. Hal yang paling penting adalah memastikan bahwa setiap makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar aman, berkualitas, layak dikonsumsi, dan memiliki manfaat gizi yang signifikan. Program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak tanpa pengawasan yang ketat justru berisiko menimbulkan masalah baru bagi orang tua. Karena makanan yang diberikan kepada anak-anak di sekolah merupakan bagian dari investasi dalam kesehatan generasi berikutnya, bukan sekadar bantuan sosial. [T]

Penulis: Erika Suciari
Editor: Adnyana Ole

Tags: gizikesehatanMakan Bergizi Gratissekolahsiswa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

PEMIMPIN BALI MODERN GAGAL MENJAGA WARISAN TERBESAR BALI

Next Post

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Ni Made Erika Suciari

Ni Made Erika Suciari

Dokter umum yang menaruh perhatian pada isu kesehatan dan pencegahan penyakit pada anak.

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri --- Membaca Ogoh-ogoh 'Sapa Warang' Karya Marmar Herayukti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co