4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Laporan Survey Program Desa Binaan FBS Undiksha di Desa Pedawa: Membangun Desain Pembangunan Desa Berbasis Komunitas

I Wayan Artika by I Wayan Artika
March 16, 2026
in Khas
Laporan Survey Program Desa Binaan FBS Undiksha di Desa Pedawa: Membangun Desain Pembangunan Desa Berbasis Komunitas

Tokoh-tokoh komunitas Desa Pedawa. Buleleng

PROGRAM Desa Binaan yang dikembangkan oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha merupakan bagian dari upaya menghadirkan perguruan tinggi secara lebih nyata di tengah masyarakat melalui program Dikti-Saintek Berdampak. Program ini tidak hanya dimaksudkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat desa dalam merumuskan strategi pembangunan yang berkelanjutan. Pada tahun ketiga penyelenggaraannya (2026), program Desa Binaan FBS memilih Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng sebagai lokasi kegiatan. Desa ini termasuk dalam gugusan desa Bali Aga yang memiliki kekayaan tradisi, pengetahuan lokal, serta dinamika sosial yang khas.

Secara geografis, Desa Pedawa terletak di lereng pegunungan yang menghadap ke laut di pesisir utara Bali, berada di kawasan antara Seririt dan Banjar, di sebelah barat Singaraja. Posisi geografis ini menjadikan desa memiliki karakter ekologis yang unik: wilayah perbukitan yang kaya vegetasi, sekaligus memiliki hubungan ekologis dengan wilayah pesisir. Lanskap tersebut juga membentuk sistem kehidupan masyarakat yang sangat erat dengan alam, terutama dalam pengelolaan sumber daya seperti hutan, pohon aren, dan mata air.

Pada tahun ini, strategi pelaksanaan Desa Binaan dirancang dengan pendekatan kluster yang sejalan dengan struktur akademik di FBS Undiksha. Tiga kluster kegiatan dikembangkan sesuai dengan tiga jurusan yang ada. Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, yang menaungi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Program Studi Pendidikan Bahasa Bali, menangani kluster bahasa, literasi, dan identitas desa. Kluster ini berfokus pada upaya mendokumentasikan, memperkuat, dan mengembangkan pengetahuan lokal desa sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat.

Sebagai langkah awal penyusunan program, pada tanggal 15 Maret dilakukan kegiatan survey pendahuluan di Desa Pedawa. Pertemuan berlangsung di Pondok Literasi Sabih, sebuah ruang literasi komunitas yang dirintis oleh Wayan Sadnyana. Ia dikenal sebagai intelektual pegiat pembangunan desa berbasis komunitas, sekaligus dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Jurusan Bahasa Asing, FBS Undiksha. Kehadiran dan keterlibatan Wayan Sadnyana dalam proses ini memberikan dukungan strategis yang sangat penting, karena ia tidak hanya memahami konteks akademik program desa binaan, tetapi juga memiliki kedekatan sosial dan pengalaman panjang dalam pengembangan komunitas di Desa Pedawa.

Pertemuan survey dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat desa, termasuk aparat desa dan sejumlah komunitas yang selama ini aktif berkontribusi dalam pembangunan desa. Dari unsur pemerintah desa hadir salah seorang kepala dusun yang mewakili Kepala Desa. Ia juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pedawa, yang bertanggung jawab dalam pengembangan sektor pariwisata desa. Kehadiran unsur pemerintah desa menunjukkan adanya dukungan institusional terhadap kegiatan ini.

Salah seorang Kadus yang hadir, pengusaha UMKM Gula Semut, Ketua Pok Darwis Desa Pedawa

Selain aparat desa, pertemuan juga dihadiri oleh sejumlah komunitas yang selama ini berperan penting dalam berbagai aspek pembangunan desa. Salah satu komunitas yang hadir adalah Komunitas Getah Uyung. Dalam bahasa Bali Aga, istilah getah uyung merujuk pada nira atau air aren yang disadap dari pohon aren, tuak (jaka). Komunitas ini lahir dari kesadaran masyarakat terhadap nilai kultural dan ekonomi pohon aren yang sejak lama menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Pedawa. Pohon aren tidak hanya memiliki nilai ekonomi melalui produksi gula merah, tetapi juga memiliki nilai simbolik dalam tradisi lokal.

Tokoh Komunitas Konservasi Pohon Aren, Komunitas Getah Uyung

Nira yang disadap dari pohon aren diolah menjadi gula merah atau gula Bali yang kini dikenal luas di berbagai daerah. Dalam beberapa tahun terakhir, gula merah Pedawa semakin populer, terutama setelah munculnya berbagai inovasi produk oleh pelaku UMKM setempat, termasuk produksi gula semut dengan kemasan yang lebih modern. Komunitas Getah Uyung tidak hanya bergerak dalam produksi ekonomi, tetapi juga melakukan konservasi pohon aren serta mengembangkan apresiasi terhadap nilai budaya yang melekat pada tanaman tersebut. Dengan demikian, komunitas ini menunjukkan bagaimana tradisi lokal dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi berkelanjutan tanpa kehilangan nilai ekologis dan kulturalnya.

Komunitas lain yang turut hadir adalah Komunitas Balawa yang bergerak dalam bidang kebersihan lingkungan desa. Salah satu program unggulannya adalah pengelolaan bank sampah yang sebelumnya dijalankan melalui kerja sama dengan instansi terkait. Program ini sempat berjalan cukup baik, tetapi dalam beberapa tahun terakhir mengalami kendala karena terputusnya mata rantai kerja sama dengan pihak yang sebelumnya membeli sampah plastik yang dikumpulkan oleh warga. Meski demikian, aktivitas komunitas ini tidak berhenti sepenuhnya. Mereka tetap menjalankan kegiatan rutin membersihkan lingkungan desa, terutama dari sampah plastik. Hasilnya dapat dilihat secara nyata di lingkungan desa yang relatif bersih, dengan jalan-jalan desa dan saluran air yang terbebas dari sampah plastik yang sering menjadi masalah di banyak desa lain di Bali.

Tim Komunitas Balawa yang bergerak dalam Pengelolaan Sampah di Desa Pedawa

Dalam bidang konservasi lingkungan, terdapat pula Komunitas Kayonan yang telah lama bergerak dalam jaringan kerja sama nasional maupun internasional. Komunitas ini mengembangkan berbagai program pelestarian lingkungan, seperti konservasi hutan, perlindungan mata air, pelestarian bambu, serta inventarisasi tanaman yang digunakan dalam berbagai upacara adat. Salah satu capaian penting komunitas ini adalah pendataan mata air yang ada di Desa Pedawa yang mencapai 81 titik. Namun, kegiatan mereka tidak berhenti pada tahap pendataan semata. Komunitas Kayonan juga mengembangkan sistem konservasi berbasis mata air yang disebut kayehan, dengan membentuk kelompok-kelompok kecil masyarakat yang bertanggung jawab menjaga setiap mata air beserta vegetasi di sekitarnya.

Tokoh Komunitas Kayonan yang telah malang melintang dalam konservasi mata air, hutan, dan vegetasi di Desa Pedawa dan hutan Danau Tamblingan

Dalam waktu dekat, komunitas ini juga merencanakan kegiatan penghijauan di kawasan hutan Danau Tamblingan. Program ini didasarkan pada pemahaman ekologis bahwa desa-desa yang berada di hilir dan mendapatkan sumber air dari kawasan danau memiliki tanggung jawab moral untuk turut menjaga kelestarian wilayah hulu. Pemikiran ini menunjukkan bagaimana masyarakat desa membangun kesadaran ekologis yang melampaui batas administratif desa dan mengarah pada perspektif ekologi kawasan.

Di bidang pendidikan dan penguatan pengetahuan lokal, masyarakat Desa Pedawa juga mengembangkan Sekolah Adat. Sekolah ini bersifat informal dan memiliki kurikulum yang sangat kontekstual, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa. Tujuan utama pendirian sekolah adat ini adalah untuk menghidupkan kembali pengetahuan lokal Pedawa yang sangat kaya tetapi mulai dilupakan oleh generasi muda. Sekolah adat tidak hanya mengajarkan tradisi masa lalu, tetapi juga memberikan pemahaman tentang berbagai isu kontemporer, seperti patologi sosial dan dinamika perkembangan dunia global. Dengan demikian, sekolah adat berfungsi sebagai ruang pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan tradisional dengan realitas modern.

Wayan Sadnyana (atas) sebagai inisiator pembangunan Desa Pedawa berbasis komunitas selalu mendapat dukungan dari kedua orang tuanya

Komunitas lain yang hadir dalam pertemuan adalah Komunitas Lau-lau, yang bergerak dalam bidang ritual dan tradisi setempat, khususnya terkait upacara ngangkit. Istilah lau-lau merujuk pada teks yang ditulis dalam aksara Bali pada daun lontar yang digunakan dalam rangkaian upacara tersebut. Pada lembar lontar tersebut dituliskan nama orang yang meninggal, disertai doa serta pernyataan bahwa yang bersangkutan telah mendapatkan upacara yang layak dari keluarganya. Teks ini menjadi bagian penting dari proses ritual yang memohonkan anugerah serta tempat yang baik bagi roh orang yang telah meninggal. Komunitas Lau-lau dengan demikian memainkan peran penting dalam menjaga kesinambungan tradisi ritual dan pengetahuan aksara Bali di Desa Pedawa.

Tokoh Spiritual Komunitas Penulis Lau Lau dalam Tradisi Upacara Ngangkit di Desa Pedawa

                        

Keberadaan Komunitas Lau-lau di Desa Pedawa merupakan fenomena kultural yang menarik jika dilihat dari perspektif literasi desa. Di banyak wilayah Bali, tradisi aksara Bali sering kali hanya bertahan dalam ruang pendidikan formal atau dalam kegiatan ritual tertentu yang terbatas. Namun di Desa Pedawa, penggunaan aksara Bali masih hidup sebagai praktik sosial yang nyata melalui kegiatan penulisan dokumen ritual yang disebut lau-lau. Praktik ini menunjukkan bahwa literasi di desa tua seperti Pedawa tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis secara umum, tetapi juga sebagai kemampuan menguasai sistem aksara tradisional yang terhubung dengan praktik kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dari pertemuan survey yang berlangsung secara terbuka dan dialogis tersebut terlihat dengan jelas bahwa komunitas memiliki peran yang sangat penting dalam dinamika pembangunan Desa Pedawa. Berbagai kemajuan desa dalam bidang ekonomi, lingkungan, budaya, maupun pendidikan tidak semata-mata digerakkan oleh aparat desa, tetapi juga oleh komunitas-komunitas yang bekerja secara mandiri dan kreatif. Komunitas-komunitas ini membangun jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Suasana akrab dan dialogis selama presetasi komunitas dan tanya jawab dari tim FBS, di Pondok Literasi Sabih, sekaligus rumah Pak Wayan Sadnyana, Dosen Pendidikan Bahasa Jepang FBS Undiksha dari Desa Pedawa

Dalam perspektif pembangunan desa kontemporer, kondisi ini menunjukkan pentingnya pendekatan pembangunan berbasis komunitas. Model pembangunan semacam ini menempatkan komunitas sebagai aktor utama yang memiliki pengetahuan lokal, kepentingan langsung, serta komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan budaya. Aparat desa dalam hal ini berperan sebagai fasilitator dan penghubung administratif yang mendukung inisiatif-inisiatif komunitas.

Tantangan utama bagi program Desa Binaan FBS Undiksha pada tahun ini adalah merumuskan desain pembangunan desa yang mampu mengintegrasikan peran komunitas secara lebih sistematis. Komunitas tidak boleh diposisikan sebagai pesaing atau rival bagi aparat desa, melainkan sebagai mitra strategis yang saling melengkapi. Aparat desa memiliki kekuatan dalam aspek regulasi, koordinasi administratif, dan akses terhadap program pemerintah, sedangkan komunitas memiliki kekuatan pada kreativitas sosial, kedekatan dengan masyarakat, serta fleksibilitas dalam menjalankan berbagai inisiatif lokal.

Dengan demikian, pembangunan desa berbasis komunitas di Desa Pedawa dapat dipahami sebagai suatu model kolaboratif yang menghubungkan tiga unsur utama: pemerintah desa, komunitas lokal, dan lembaga pengetahuan seperti perguruan tinggi. Melalui kolaborasi ini diharapkan muncul desain pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian lingkungan, penguatan identitas budaya, serta pengembangan literasi masyarakat.

Dalam konteks inilah peran kluster bahasa, literasi, dan identitas desa menjadi sangat strategis. Dokumentasi pengetahuan lokal, penguatan tradisi literasi, serta pengembangan narasi identitas desa akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan Pedawa di masa depan. Desa tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga tetap berakar kuat pada warisan budaya dan pengetahuan lokal yang menjadi kekuatan utamanya. [T]

Penulis: I Wayan Artika
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengDesa PedawaFakultas Bahasa dan Seni UndikshakomunitasUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cuaca Makin Panas, Bagaimana Nasib Ginjal Kita?

Next Post

Efek Monyet Keseratus dan Kesadaran Kolektif

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
0
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

Read moreDetails

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails
Next Post
Efek Monyet Keseratus dan Kesadaran Kolektif

Efek Monyet Keseratus dan Kesadaran Kolektif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co