25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cuaca Makin Panas, Bagaimana Nasib Ginjal Kita?

Gede Made Cahya Trisna Pratama by Gede Made Cahya Trisna Pratama
March 15, 2026
in Esai
Cuaca Makin Panas, Bagaimana Nasib Ginjal Kita?

Ilustrasi dibuat dengan AI Generated.

Coba ingat kembali, berapa gelas air putih yang sudah Anda habiskan hari ini? Di tengah cuaca yang semakin panas, segelas es teh manis atau minuman boba terasa seperti penyelamat dahaga. Namun, di balik rasa segar sesaat itu, ginjal kita justru sedang berjuang ekstra keras. Cuaca ekstrem yang sedang kita hadapi saat ini ternyata bukan sekadar urusan haus atau keringat yang bercucuran, tapi juga ancaman nyata bagi fungsi ginjal kita.

Bertepatan dengan Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) 2026 yang mengusung tema “Kidney Health for All: Caring for People, Protecting the Planet” (Kesehatan Ginjal untuk Semua: Peduli pada Manusia, Melindungi Planet), mari kita bahas mengapa pemanasan global ternyata sangat erat kaitannya dengan kesehatan ginjal kita.

Cuaca Panas Dapat Mengancam Ginjal

Ginjal adalah “pabrik penyaring” utama di dalam tubuh kita. Ginjal bertugas untuk membersihkan darah dari racun sisa metabolisme, kemudian membuangnya melalui urine. Untuk dapat melakukan tugasnya dengan baik, ginjal membutuhkan cairan yang cukup.

Ketika cuaca sangat panas, tubuh kita akan berusaha mendinginkan diri dengan mengeluarkan banyak keringat. Jika cairan yang keluar ini tidak segera diganti dengan minum air yang cukup, tubuh dapat mengalami dehidrasi. Saat dehidrasi, volume darah yang mengalir ke ginjal akan berkurang. Akibatnya, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring darah yang lebih kental.

Waspada “Heat Stress Nephropathy” (Penyakit Ginjal Akibat Stres Panas)

Seperti mesin kendaraan yang rusak karena kehabisan cairan radiator, kurang lebih perumpamaan itulah yang terjadi pada ginjal kita saat terpapar panas ekstrem terus-menerus tanpa asupan cairan yang memadai.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan Heat Stress Nephropathy (HSN). HSN bukanlah penyakit yang muncul secara tiba-tiba, melainkan kerusakan yang diam-diam menumpuk seiring berjalannya waktu. Bagaimana prosesnya?

  • Penurunan Aliran Darah: Akibat dehidrasi, volume darah menurun drastis. Ginjal pun menerima pasokan darah yang lebih sedikit dari biasanya.
  • Kekurangan Suplai Oksigen (Iskemia): Menurunnya aliran darah menyebabkan berkurangnya oksigen yang sampai ke ginjal. Padahal, jutaan unit penyaring mikroskopis di dalam ginjal (Nefron) membutuhkan suplai oksigen yang stabil agar tidak mengalami kerusakan sel.
  • Penumpukan Zat Toksik: Dalam kondisi minim cairan, zat sisa misalnya asam urat juga menjadi sangat pekat. Kondisi ini rentan memicu peradangan lokal atau pembentukan kristal yang dapat melukai jaringan ginjal.
  • Kerusakan Jaringan Berulang: Apabila episode dehidrasi dialami secara terus-menerus, luka peradangan tadi dapat memicu pembentukan jaringan parut dan kerusakan jaringan permanen.

Kondisi cedera ginjal berulang inilah yang pada akhirnya tanpa disadari menjurus pada Penyakit Ginjal Kronis (PGK), menyebabkan ginjal secara permanen kehilangan kemampuannya menyaring racun di dalam tubuh.

Langkah Sederhana: Sayangi Ginjal, Sayangi Bumi

Tema Hari Ginjal Sedunia tahun ini mengingatkan kita bahwa perubahan iklim dan pemanasan global juga dapat menjadi ancaman nyata bagi kesehatan. Lantas, apa yang bisa kita lakukan ? Sebenarnya ada langkah-langkah sederhana yang dapat kita biasakan untuk melindungi ginjal sekaligus merawat planet ini, seperti:

  1. Pantau Warna Urine: Warna urine adalah indikator kecukupan cairan yang paling praktis. Urine yang sehat umumnya berwarna kuning muda atau jernih. Jika warnanya mulai pekat, itu adalah sinyal objektif bahwa Anda perlu segera menambah asupan air minum.
  2. Biasakan Membawa Botol Minum (Tumbler): Upayakan minum air putih sekitar 2 liter (8 gelas) per hari dan tingkatkan jumlahnya jika intensitas aktivitas di luar ruangan sedang tinggi. Membawa tumbler sendiri memudahkan Anda memantau jumlah air yang diminum, sekaligus mengurangi jumlah sampah plastik kemasan sekali pakai.
  3. Utamakan Air Putih: Mengonsumsi minuman manis atau berkafein saat cuaca panas justru memiliki efek diuretik, yaitu memicu tubuh lebih sering berkemih. Hal ini dapat mempercepat proses kehilangan cairan. Oleh karena itu, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk rehidrasi.
  4. Manajemen Aktivitas di Luar Ruangan: Usahakan untuk membatasi paparan sinar matahari langsung pada jam-jam dengan suhu tertinggi, biasanya antara pukul 10.00 hingga 14.00. Sempatkan untuk berteduh dan beristirahat secara berkala jika Anda memang harus bekerja di area terbuka.

Bumi yang semakin panas adalah alarm bagi kita untuk lebih waspada. Mari kita mulai kebiasaan baik hari ini. Cukup dengan minum air putih, gunakan botol minum yang bisa dipakai ulang, dan ajak orang terdekat untuk melakukan hal yang sama. Ginjal yang sehat berawal dari langkah-langkah kecil yang kita lakukan setiap hari. Selamat Hari Ginjal Sedunia! [T]

Tags: kesehatankesehatan ginjal
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

Next Post

Laporan Survey Program Desa Binaan FBS Undiksha di Desa Pedawa: Membangun Desain Pembangunan Desa Berbasis Komunitas

Gede Made Cahya Trisna Pratama

Gede Made Cahya Trisna Pratama

Dokter umum dengan minat spesialisasi Ilmu Penyakit Dalam yang ingin memadukan kompetensi akademis serta keterampilan interpersonal sebagai Duta Bahasa dan Duta Pariwisata untuk mengedukasi masyarakat perihal kesehatan

Related Posts

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails
Next Post
Laporan Survey Program Desa Binaan FBS Undiksha di Desa Pedawa: Membangun Desain Pembangunan Desa Berbasis Komunitas

Laporan Survey Program Desa Binaan FBS Undiksha di Desa Pedawa: Membangun Desain Pembangunan Desa Berbasis Komunitas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co