25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

Chusmeru by Chusmeru
March 1, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan. Banyak yang tidak sepakat dengan unggahan itu. Tidak sedikit pula yang setuju jika Bali sepi menjelang tutup tahun.

Benarkah Bali ditinggalkan wisatawan menjelang pergantian tahun? Menteri Pariwisata, Gubernur Bali, Kepala Dinas Pariwisata Bali, dan para pelaku pariwisata di Bali buka suara. Mereka sepakat, Bali masih banyak dikunjungi wisatawan. Bali masih ramai, tidak sepi seperti dalam unggahan video di kanal Youtube maupun Instagram.

 Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana mengeklaim wisatawan asing yang berkunjung ke Bali tetap meningkat. Menpar pun menyebutkan data jumlah wisatawan mancanegara. Dari target 7 juta wisatawan, Bali telah dikunjungi 6,8 juta wisatawan mancanegara menjelang akhir tahun.

Untuk wisatawan domestik memang terjadi penurunan sekitar 2%. Menpar memperkirakan penyebabnya adalah informasi perihal cuaca yang kurang bersahabat di Bali, sehingga wisatawan memilih liburan ke wilayah lain. Bali tidak sepi, tetap ramai, tapi hanya ada penurunan sedikit saja, kata Menpar (detik.com, 27/12/2025).

Senada dengan Menpar, Gubernur Bali I Wayan Koster membantah jika Bali disebut sepi. Koster justru mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang tahun 2025 merupakan rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir.  Dari data Angkasa Pura sampai 31 Desember 2025  mencapai 7,05 juta lebih, ditambah yang lewat laut sekitar 71.000. Ini disebut sebagai angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir (Kompas.com, 2 /1/ 2026).

Baik Menpar maupun Gubernur Bali membantah narasi yang beredar di media sosial bahwa Bali mulai ditinggalkan wisatawan. Meski demikian, Bali tetap saja mendapat sorotan wisatawan mancanegara dan nusantara terkait kondisi kepariwisataannya. Keluhan tentang sarana dan prasarana, pelayanan, dan keamanan di Bali masih saja muncul di media sosial.

Keluhan dan komentar pedas tentang Bali di satu sisi menggambarkan kepedulian wisatawan tentang Bali. Namun di lain sisi, sebagai pasar wisata global yang menyimpan daya tarik khas, Bali selalu berada di tengah persaingan; baik di tingkat dunia maupun di dalam negeri.

Tidak tertutup kemungkinan akan terjadi “perang” intelijen ekonomi dalam pariwisata yang bertujuan merusak citra pariwisata Bali. Apalagi bila di Bali memang sering terjadi masalah, maka pihak kompetitor akan begitu mudah merusak reputasi Bali di pasar wisata dunia.

Suara Duta Pariwisata

Salah satu keluhan yang sempat mencuat di media massa dan media sosial adalah tentang wisatawan yang merasa pengalaman wisata di Bali “buang-buang waktu” saja. Hal ini terjadi ketika kunjungan wisatawan ke Bali secara kuantitas meningkat, namun tidak disertai kualitas pengalaman pelayanan.

Kondisi Bali yang kerap mendapat sorotan, mendorong Duta Pariwisata Indonesia untuk mengulik dan mengurai akar masalah serta solusi strategis bagi pariwisata Bali. Menurut Duta Pariwisata Indonesia, tiga akar masalah menghadang pariwisata Bali.

Pertama, Bali telah mencatat rekor lebih dari 7 juta wisatawan asing pada 2025, namun infrastruktur transportasi, waktu perjalanan antaratraksi, dan manajemen kunjungan belum seimbang dengan lonjakan permintaan (dutapariwisataindonesia.com, 10/1/2026).

Kedua, ada indikasi wisatawan datang tetapi berbelanja atau berkunjung kurang optimal. Misalnya, mereka merasa waktu terbuang menunggu macet atau layanan kurang efisien.

 Ketiga, persepsi negatif dan review buruk di media sosial. Narasi wisatawan kecewa atau protes dapat meningkat di media sosial jika pengalaman mereka tidak sesuai harapan, dan akan mempengaruhi citra Bali. 

Tantangan pariwisata Bali saat ini bukan sekadar pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi pada pengalaman wisatawan dan kualitas layanan. Oleh karena itulah Duta Pariwisata Indonesia memandang penting perbaikan pengalaman wisatawan. Secara teknis perlu  jalur wisata yang lebih terstruktur, misal paket wisata dengan waktu optimal sehingga wisatawan merasa setiap menit berharga.

Diperlukan standar layanan wisata nasional yang terukur (visitor experience index). Harapannya, wisatawan akan merasa puas dalam perjalanan wisatanya. Waktu yang dihabiskan di Bali pun akan menjadi efektif. Dengan demikian respons positif akan muncul di media sosial.

Aksesibilitas dan transportasi antardestinasi wisata memang penting. Namun yang lebih penting adalah informasi rute waktu nyata, berupa real-time info tentang kemacetan dan alternatif lokasi. Jika ini bisa dibenahi, wisatawan tidak merasa waktu terbuang karena macet, dan lebih banyak atraksi yang dapat dinikmati.

Komunikasi Publik yang Buruk

Konten negatif tentang pariwisata Bali telah menjadi bola liar dan panas di media sosial. Bali yang sering digaung-gaungkan sebagai destinasi wisata dunia yang komplet lantaran potensi alam dan budayanya tidak mampu menahan gempuran media sosial. Nama besar Bali tidak cukup menjadi jaminan bagi pariwisatanya untuk berjalan mulus.

Celakanya, di tengah gempuran narasi negatif dari wisatawan, influencer, dan kompetitornya, komunikasi publik yang dilakukan pemangku kepentingan pariwisata Bali justru dipertanyakan. Dalam pandangan Duta Pariwisata Indonesia, media sosial resmi pariwisata Bali terlihat pasif, jarang memberikan klarifikasi, edukasi wisatawan, atau kampanye positif. Padahal Bali adalah destinasi global yang menjadi sorotan dunia setiap hari.

Banyak contoh buruknya komunikasi publik tentang pariwisata Bali. Isu kemacetan, wisatawan bermasalah, vila ilegal, hingga keluhan wisatawan asing seolah dibiarkan berkembang tanpa respons cepat berbasis data dan observasi lapangan. Ketika pemerintah tidak hadir di media sosial, maka ruang tersebut diisi oleh konten negatif, kritik sepihak, dan framing yang merugikan citra Bali secara global.

Ketidakhadiran pemerintah di media sosial menurut Duta Pariwisata Indonesia akan menciptakan kesan bahwa masalah pariwisata di Bali tidak dianggap serius. Kritik maupun suara wisatawan dan masyarakat terkesan diabaikan, dan krisis hanya ditanggapi ketika sudah viral.

Oleh sebab itulah, pemerintah perlu hadir dan aktif di media sosial. Wisatawan perlu diberikan edukasi tentang etika dan budaya Bali. Ketika muncul isu yang viral, maka pemerintah perlu segera melakukan klarifikasi. Pelaku wisata perlu didengar langsung. Pengalaman wisatawan harus terus digali. Dan pemerintah perlu mencari solusi berbasis kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar laporan di atas meja.

Bagamana pun, Bali adalah aset berharga bagi daerah dan nasional. Bali perlu diselamatkan. Bukan semata karena Bali telah menjadi bagian dari industri pariwisata dunia. Lebih dari itu, pariwisata juga perlahan telah “menenggelamkan” masyarakat dan budaya Bali. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Stigma ke Dukungan: Membangun Kesadaran Pencegahan Kusta

Next Post

Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails
Next Post
Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon 'I Sigir Jlema Tuah Asibak'

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Khas

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Khas

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co