4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

Chusmeru by Chusmeru
March 1, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan. Banyak yang tidak sepakat dengan unggahan itu. Tidak sedikit pula yang setuju jika Bali sepi menjelang tutup tahun.

Benarkah Bali ditinggalkan wisatawan menjelang pergantian tahun? Menteri Pariwisata, Gubernur Bali, Kepala Dinas Pariwisata Bali, dan para pelaku pariwisata di Bali buka suara. Mereka sepakat, Bali masih banyak dikunjungi wisatawan. Bali masih ramai, tidak sepi seperti dalam unggahan video di kanal Youtube maupun Instagram.

 Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana mengeklaim wisatawan asing yang berkunjung ke Bali tetap meningkat. Menpar pun menyebutkan data jumlah wisatawan mancanegara. Dari target 7 juta wisatawan, Bali telah dikunjungi 6,8 juta wisatawan mancanegara menjelang akhir tahun.

Untuk wisatawan domestik memang terjadi penurunan sekitar 2%. Menpar memperkirakan penyebabnya adalah informasi perihal cuaca yang kurang bersahabat di Bali, sehingga wisatawan memilih liburan ke wilayah lain. Bali tidak sepi, tetap ramai, tapi hanya ada penurunan sedikit saja, kata Menpar (detik.com, 27/12/2025).

Senada dengan Menpar, Gubernur Bali I Wayan Koster membantah jika Bali disebut sepi. Koster justru mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang tahun 2025 merupakan rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir.  Dari data Angkasa Pura sampai 31 Desember 2025  mencapai 7,05 juta lebih, ditambah yang lewat laut sekitar 71.000. Ini disebut sebagai angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir (Kompas.com, 2 /1/ 2026).

Baik Menpar maupun Gubernur Bali membantah narasi yang beredar di media sosial bahwa Bali mulai ditinggalkan wisatawan. Meski demikian, Bali tetap saja mendapat sorotan wisatawan mancanegara dan nusantara terkait kondisi kepariwisataannya. Keluhan tentang sarana dan prasarana, pelayanan, dan keamanan di Bali masih saja muncul di media sosial.

Keluhan dan komentar pedas tentang Bali di satu sisi menggambarkan kepedulian wisatawan tentang Bali. Namun di lain sisi, sebagai pasar wisata global yang menyimpan daya tarik khas, Bali selalu berada di tengah persaingan; baik di tingkat dunia maupun di dalam negeri.

Tidak tertutup kemungkinan akan terjadi “perang” intelijen ekonomi dalam pariwisata yang bertujuan merusak citra pariwisata Bali. Apalagi bila di Bali memang sering terjadi masalah, maka pihak kompetitor akan begitu mudah merusak reputasi Bali di pasar wisata dunia.

Suara Duta Pariwisata

Salah satu keluhan yang sempat mencuat di media massa dan media sosial adalah tentang wisatawan yang merasa pengalaman wisata di Bali “buang-buang waktu” saja. Hal ini terjadi ketika kunjungan wisatawan ke Bali secara kuantitas meningkat, namun tidak disertai kualitas pengalaman pelayanan.

Kondisi Bali yang kerap mendapat sorotan, mendorong Duta Pariwisata Indonesia untuk mengulik dan mengurai akar masalah serta solusi strategis bagi pariwisata Bali. Menurut Duta Pariwisata Indonesia, tiga akar masalah menghadang pariwisata Bali.

Pertama, Bali telah mencatat rekor lebih dari 7 juta wisatawan asing pada 2025, namun infrastruktur transportasi, waktu perjalanan antaratraksi, dan manajemen kunjungan belum seimbang dengan lonjakan permintaan (dutapariwisataindonesia.com, 10/1/2026).

Kedua, ada indikasi wisatawan datang tetapi berbelanja atau berkunjung kurang optimal. Misalnya, mereka merasa waktu terbuang menunggu macet atau layanan kurang efisien.

 Ketiga, persepsi negatif dan review buruk di media sosial. Narasi wisatawan kecewa atau protes dapat meningkat di media sosial jika pengalaman mereka tidak sesuai harapan, dan akan mempengaruhi citra Bali. 

Tantangan pariwisata Bali saat ini bukan sekadar pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi pada pengalaman wisatawan dan kualitas layanan. Oleh karena itulah Duta Pariwisata Indonesia memandang penting perbaikan pengalaman wisatawan. Secara teknis perlu  jalur wisata yang lebih terstruktur, misal paket wisata dengan waktu optimal sehingga wisatawan merasa setiap menit berharga.

Diperlukan standar layanan wisata nasional yang terukur (visitor experience index). Harapannya, wisatawan akan merasa puas dalam perjalanan wisatanya. Waktu yang dihabiskan di Bali pun akan menjadi efektif. Dengan demikian respons positif akan muncul di media sosial.

Aksesibilitas dan transportasi antardestinasi wisata memang penting. Namun yang lebih penting adalah informasi rute waktu nyata, berupa real-time info tentang kemacetan dan alternatif lokasi. Jika ini bisa dibenahi, wisatawan tidak merasa waktu terbuang karena macet, dan lebih banyak atraksi yang dapat dinikmati.

Komunikasi Publik yang Buruk

Konten negatif tentang pariwisata Bali telah menjadi bola liar dan panas di media sosial. Bali yang sering digaung-gaungkan sebagai destinasi wisata dunia yang komplet lantaran potensi alam dan budayanya tidak mampu menahan gempuran media sosial. Nama besar Bali tidak cukup menjadi jaminan bagi pariwisatanya untuk berjalan mulus.

Celakanya, di tengah gempuran narasi negatif dari wisatawan, influencer, dan kompetitornya, komunikasi publik yang dilakukan pemangku kepentingan pariwisata Bali justru dipertanyakan. Dalam pandangan Duta Pariwisata Indonesia, media sosial resmi pariwisata Bali terlihat pasif, jarang memberikan klarifikasi, edukasi wisatawan, atau kampanye positif. Padahal Bali adalah destinasi global yang menjadi sorotan dunia setiap hari.

Banyak contoh buruknya komunikasi publik tentang pariwisata Bali. Isu kemacetan, wisatawan bermasalah, vila ilegal, hingga keluhan wisatawan asing seolah dibiarkan berkembang tanpa respons cepat berbasis data dan observasi lapangan. Ketika pemerintah tidak hadir di media sosial, maka ruang tersebut diisi oleh konten negatif, kritik sepihak, dan framing yang merugikan citra Bali secara global.

Ketidakhadiran pemerintah di media sosial menurut Duta Pariwisata Indonesia akan menciptakan kesan bahwa masalah pariwisata di Bali tidak dianggap serius. Kritik maupun suara wisatawan dan masyarakat terkesan diabaikan, dan krisis hanya ditanggapi ketika sudah viral.

Oleh sebab itulah, pemerintah perlu hadir dan aktif di media sosial. Wisatawan perlu diberikan edukasi tentang etika dan budaya Bali. Ketika muncul isu yang viral, maka pemerintah perlu segera melakukan klarifikasi. Pelaku wisata perlu didengar langsung. Pengalaman wisatawan harus terus digali. Dan pemerintah perlu mencari solusi berbasis kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar laporan di atas meja.

Bagamana pun, Bali adalah aset berharga bagi daerah dan nasional. Bali perlu diselamatkan. Bukan semata karena Bali telah menjadi bagian dari industri pariwisata dunia. Lebih dari itu, pariwisata juga perlahan telah “menenggelamkan” masyarakat dan budaya Bali. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Stigma ke Dukungan: Membangun Kesadaran Pencegahan Kusta

Next Post

Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon 'I Sigir Jlema Tuah Asibak'

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co