6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

Angga Wijaya by Angga Wijaya
February 28, 2026
in Cerpen
Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

Ilustrasi tatkala.co | Canva

WARTAWAN itu menghela napas dalam-dalam. Ia merasa gundah. Rumah yang ia tempati belasan tahun terakhir hanyalah kamar sempit. Bersama istri dan dua anak yang makin besar. Untuk bekerja, dia lebih sering berada di toko modern. Membeli kopi kemasan, dengan laptop keluaran lama, ia mengetik berita-berita hasil liputan.

Di kamar kos, itu semua mustahil ia lakukan. Konsentrasinya terganggu. Istri menonton televisi, anak-anak bermain sendiri, ditingkahi suara tertawa juga menangis (ah, bukankah itu sama dengan hidup, kadang tertawa, kadang menangis?). Ia merenung seperti biasa.

Wartawan itu merindukan rumah. Di kampung halamannya, rumah bukan lagi rumah. Apalagi setelah bapak dan ibunya berpulang, keadaan tak seperti dulu lagi. Amanat untuk saling menyayangi sesama saudara menguap bersama waktu.

Rumah, rumah, sering ia hanya pulang dalam mimpi-mimpi malam atau dini hari.

Kesempatan itu datang tanpa ia duga. Sebuah penerbitan di Yogyakarta menawarinya menjadi penulis buku lepas. Ia membaca surel itu berulang kali, memastikan dirinya tak salah paham. Selama ini ia hanya menulis berita dan sesekali esai. Buku, baginya, adalah impian yang ia simpan diam-diam sejak muda.

Ia menerima tawaran itu dengan hati berdebar. Malam-malamnya berubah. Jika dulu ia menulis berita dengan tenggat harian, kini ia harus menyusun bab demi bab dengan napas panjang. Ia belajar disiplin baru, bangun lebih pagi sebelum anak-anak terjaga, menulis saat rumah masih setengah sunyi.

Dua tahun berjalan, telah banyak buku yang ia tulis. Naskah-naskah itu membuat namanya mulai dikenal di kalangan tertentu. Honor yang awalnya kecil perlahan lebih stabil. Ia dan istrinya mulai berani berbicara tentang sesuatu yang dulu terasa mustahil: membeli rumah sendiri.

Mereka mengajukan KPR, mencicil rumah di pinggiran kota yang tidak terlalu sesak oleh penduduk. Rumah sederhana dengan halaman kecil dan dua kamar tidur. Saat menandatangani berkas di bank, tangannya sedikit gemetar. Ia sadar, ini bukan sekadar membeli bangunan, melainkan menandatangani tanggung jawab panjang.

Apalagi istrinya juga mendapat pekerjaan sebagai pengajar bahasa Inggris di sebuah bimbingan belajar tak jauh dari lokasi rumah baru. “Setidaknya aku bisa ikut membantu,” kata istrinya. Wartawan itu tersenyum. Selama ini ia merasa memikul beban sendirian, padahal istrinya selalu berdiri di sampingnya.

Hari pindah itu datang dengan langit cerah. Wartawan itu merasa haru ketika mesti meninggalkan rumah kos. Banyak sekali kenangan di sana. Tangisan bayi di tengah malam. Obrolan lirih tentang uang yang menipis. Pertengkaran kecil yang berakhir dengan pelukan canggung.

Namun ia tak mau berlama-lama larut dalam emosi. Anak-anaknya sudah semakin besar. Kamar kos tak cukup lagi menampung empat orang yang masing-masing menyimpan mimpi. Ia pamit pada tetangga kos, pada ibu penjual nasi di ujung gang, pada lorong sempit yang selama ini menjadi saksi.

Di rumah barunya, ia menyiapkan ruang tamu sebagai tempat kerja dan perpustakaan kecil. Buku-buku yang sejak muda ia kumpulkan kini tak lagi tersimpan dalam kardus. Ia susun rapi di rak kayu sederhana. Meja kerja diletakkan di dekat jendela yang menghadap halaman.

Istrinya tampak senang. Anak-anak berlari-lari di halaman yang tak begitu luas, tetapi bagi mereka terasa lapang. Sore itu, tawa mereka memantul di dinding yang masih berbau cat baru. Wartawan itu berdiri di ambang pintu, menatap pemandangan kecil itu dengan dada hangat.

Malam pertama di rumah baru, ia duduk sendirian di ruang kerjanya. Ia teringat masa-masa ketika harus menulis di toko modern, membeli kopi agar bisa duduk lama. Kini ia memiliki ruang sendiri. Bukan ruang besar, tetapi cukup untuk menaruh mimpi.

Namun kebahagiaan tak pernah sepenuhnya tanpa cemas. Cicilan KPR menunggu setiap bulan. Menjadi penulis lepas berarti hidup berdampingan dengan ketidakpastian. Kadang naskah diterima cepat, kadang revisi datang bertubi-tubi. Kadang honor cair tepat waktu, kadang tertunda.

Ia belajar mengatur diri. Setiap pagi setelah mengantar anak sekolah, ia masuk ke ruang kerja. Menulis seribu kata sehari, tak peduli sedang ingin atau tidak. Ia tahu, rumah ini dibangun dari kalimat-kalimat yang ia ketik dengan tekun.

Sesekali ia rindu menjadi wartawan lapangan. Hiruk-pikuk konferensi pers. Tawa rekan-rekan di warung kopi. Tetapi ia tak menyesal. Menulis buku memberinya ruang lebih dalam untuk menyelami gagasan. Ia tetap wartawan dalam jiwa; mencatat, mengamati, dan bertanya. Hanya medan kerjanya yang berubah.

Suatu sore hujan turun pelan. Ia dan istrinya duduk di teras, memandangi anak-anak menggambar di ruang tamu. “Kita benar-benar punya rumah,” bisik istrinya.

Ia mengangguk. Kata-kata terasa kecil untuk menggambarkan perjalanan panjang mereka. Dari kamar kos sempit, dari kopi kemasan di toko modern, dari rasa gundah yang sering ia sembunyikan.

Anak sulungnya pernah bertanya, “Ayah, kenapa Ayah suka menulis?”

Ia menjawab pelan, “Karena dengan menulis, Ayah bisa membangun rumah.”

“Rumah ini?”

“Bukan hanya ini. Rumah di dalam hati.”

Waktu berjalan. Pohon jambu kecil di halaman mulai berbuah. Anak-anak memetiknya dengan wajah riang. Istrinya semakin sibuk dengan murid-murid lesnya. Buku-buku baru terbit dengan namanya di sampul. Ia tak menjadi kaya, tetapi cukup untuk membayar cicilan dan menabung sedikit demi sedikit.

Suatu malam listrik padam. Mereka duduk melingkar diterangi lilin. Tawa anak-anak memecah gelap. Wartawan itu menyadari sesuatu yang dulu tak ia miliki: ketenangan.

Ia tak lagi hanya merindukan rumah dalam mimpi-mimpi malam atau dini hari. Ia telah membangunnya. Bukan rumah mewah, bukan rumah besar, tetapi rumah yang lahir dari kesabaran dan keberanian.

Kini setiap kali ia menghela napas dalam-dalam, bukan lagi karena gundah. Melainkan karena syukur. [T]

Denpasar,  14 Februari 2026

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

Next Post

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

by Muhammad Khairu Rahman
March 1, 2026
0
Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

DI sebuah kota yang tumbuh setengah hati—antara ambisi menjadi metropolitan dan kebiasaan menjadi desa besar—tinggallah seorang pejabat tua bernama samaran...

Read moreDetails

Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
February 27, 2026
0
Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

“Sudah matang, Bu?”  teriaknya. Itu pertanyaan pukul 05.30 pagi. Aku tahu persis jamnya karena sejak pindah ke kompleks perumahan ini,...

Read moreDetails

Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
February 22, 2026
0
Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

SESEORANG sedang menyalakan dupa ketika lantainya terasa bergerak sedikit ke kiri lalu ke kanan. Kayu-kayu usuk rumah ikut berderit. Mata...

Read moreDetails

Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
February 21, 2026
0
Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di Universitas Bumi Langit, tempat matahari sering kalah terang dari ego para dosennya, terletak sebuah fakultas yang namanya saja sudah...

Read moreDetails

Penghapus di Kepala Ayah | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
February 20, 2026
0
Penghapus di Kepala Ayah | Cerpen Aksara Caramellia

SETIAP pagi, sebelum matahari benar-benar mengusir sisa gelap dari halaman rumah, Ayah sudah duduk di meja makan dengan buku catatan...

Read moreDetails

Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

by Safir Ahyanuddin
February 15, 2026
0
Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

AKU pertama kali menggali kubur itu ketika usiaku sembilan tahun. Pagi itu tanah masih menyimpan dingin dari hujan semalam. Kakiku...

Read moreDetails

Wartawan Gagal | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 14, 2026
0
Wartawan Gagal | Cerpen Angga Wijaya

DUL percaya satu hal, bahwa seks adalah tanda kehidupan. Selama masih bisa, berarti ia belum selesai. Itulah sebabnya, pukul 04.10...

Read moreDetails

Made Jadi Hakim | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
February 13, 2026
0
Made Jadi Hakim | Cerpen I Made Sugianto

Kakek tua itu duduk melamun seusai menyabit rumput. Menyandarkan tubuh ringkihnya di batang pohon asem nan rimbun. Keranjangnya sudah penuh...

Read moreDetails

Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

by Galuh F Putra
February 8, 2026
0
Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

SITA menyandarkan pipinya pada telapak tangan, membiarkan jari-jarinya bergerak lembut menyentuh kulit wajahnya yang masih hangat dari sentuhan sore hari....

Read moreDetails

0411 | Cerpen Yuditeha

by Yuditeha
February 7, 2026
0
0411 | Cerpen Yuditeha

TATIK, perempuan berumur limapuluhan dengan rambut yang selalu digelung dan wajah yang tampaknya sulit tersenyum. Ia jarang bicara, tapi sekali...

Read moreDetails
Next Post
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co