3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merawat Budaya Lewat Lomba Baca Puisi Bali: Ekspresi Siswa SMK Kesehatan Bali Medika di Hari Pertama Kesbam Anniversary Contest VI

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
February 5, 2026
in Panggung
Merawat Budaya Lewat Lomba Baca Puisi Bali: Ekspresi Siswa SMK Kesehatan Bali Medika di Hari Pertama Kesbam Anniversary Contest VI

Lomba Baca Puisi Bali – KAC VI Kesbam│Foto: OSIS Kesbam

PAGI itu, Aula SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) terasa berbeda. Bukan karena tata ruangnya, melainkan oleh ketegangan yang menggantung di udara. Rabu, 4 Februari 2026, tepat pukul 08.00 Wita, hari pertama pelaksanaan Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI resmi dimulai. Dari berbagai lomba internal yang digelar, salah satu yang menarik perhatian banyak warga sekolah adalah Lomba Baca Puisi Bali.

Sebanyak 14 peserta dari perwakilan kelas X dan XI silih berganti memasuki panggung dan membacakan puisinya. Mereka datang membawa keberanian, latihan singkat yang padat, serta lembaran puisi yang siap dihidupkan lewat suara dan ekspresi.

Pelaksanaan lomba ini terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan Bulan Bahasa Bali yang diperingati setiap Februari. Momentum tersebut memberi ruang bagi generasi muda untuk kembali mendekat pada bahasa ibu, pada puisi-puisi yang menyimpan nilai dan identitas budaya.

Lomba Baca Puisi Bali – KAC VI Kesbam│Foto: OSIS Kesbam

Sebelumnya, panitia telah menyiapkan sejumlah karya yang dapat dipilih peserta. Di antaranya ‘Siwa Ratri’ karya I Ketut Rida, ‘Ampura Meme’ karya Agus Mahardika, ‘Leluu’ karya Made Suar Timuhun, ‘Pabesen Meme lan Bapa’ karya Agus Mertayasa, serta ‘Sastra Pinaka Sawitra’ karya I Made Sunaryana. Masing-masing puisi menghadirkan tema dan kedalaman rasa yang berbeda, menuntut peserta untuk tidak sekadar membaca, tetapi juga menghayati.

Satu per satu peserta tampil. Uniknya, tidak semua peserta merupakan penutur asli Bahasa Bali. Perbedaan latar belakang itu terlihat dari ragam gaya membaca, pelafalan, hingga cara menafsirkan makna. Dari beberapa aspek, puisi Bahasa Bali memang tidak semudah puisi Bahasa Indonesia. Ragam bahasa yang lebih kompleks serta kosakata yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi peserta non-Bali.

Dalam penilaian lomba, peserta tidak hanya dituntut mampu melafalkan bait demi bait dengan tepat. Pembacaan puisi juga dinilai dari keseimbangan wiraga, wirasa, dan wirama. Wiraga tercermin dari sikap tubuh dan ekspresi saat tampil, wirasa hadir melalui penghayatan emosi terhadap isi puisi, sementara wirama tampak pada pengaturan tempo, jeda, dan tekanan suara. Ketiganya menjadi satu kesatuan yang menentukan apakah sebuah puisi hidup di hadapan audiens.

Lomba Baca Puisi Bali – KAC VI Kesbam│Foto: OSIS Kesbam

Salah satu siswa memberikan respons tentang Lomba Baca Puisi Bali – KAC VI Kesbam│Foto: OSIS Kesbam

Wajah tegang tampak di beberapa peserta. Ada yang keringat dingin sebelum naik panggung, ada pula yang suara bergetar saat bait pertama terucap. Sebagian tergopoh-gopoh menyelesaikan puisinya, sementara yang lain tampil cukup tenang, ada pula yang menunjukkan pengalaman membaca puisi yang sudah terasah.

I Made Sunaryana, S.Pd., selaku dewan juri menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah berani tampil.

“Saya bangga, semua berani mencoba. Dan saya harap semuanya selalu ingat dan menggunakan Bahasa Bali, karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mewarisi bahasa kita sendiri,” ujarnya.

Secara tidak langsung, Sunaryana menegaskan bahwa KAC bukan sekadar rangkaian perayaan hari ulang tahun sekolah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kesbam untuk turut melestarikan Bahasa dan Budaya Bali, terlebih pelaksanaan HUT Kesbam bertepatan dengan Bulan Bahasa Bali.

Evaluasi Dewan Juri – Made Sunaryana (kanan), Saya (kiri)│Foto: OSIS Kesbam

Di balik penampilan di atas panggung hari itu, tersimpan cerita perjuangan para peserta. Salah satunya Ni Ketut Pradnya Dewi dari kelas XI Farmasi Klinis dan Komunitas (FKK 1). Ia mengaku merasa lega setelah berhasil menuntaskan penampilannya.

“Perasaan saya setelah mengikuti lomba ini sangat lega. Saya bersyukur karena akhirnya bisa membawakan karya tersebut sampai selesai, meskipun sebelum tampil sempat mengalami sedikit kendala,” katanya.

Pradnya menceritakan bahwa persiapan yang cukup mepet menjadi tantangan awal. Ia memanfaatkan waktu-waktu senggang untuk berlatih, sekaligus bergumul dengan kebingungan memilih karya yang benar-benar dapat ia sajikan dengan baik. Bahkan, pada malam H-1 lomba, suaranya sempat hilang. Ia lalu beristirahat dan minum air putih sekitar dua liter hingga kondisinya membaik saat hari lomba tiba.

Selain itu, Pradnya juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesarnya adalah menumbuhkan rasa dari karya puisi sekaligus menafsirkan maknanya. Bahasa Bali dalam puisi kerap menggunakan kosakata yang jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari, sehingga proses penghayatan menjadi tantangan tersendiri.

Pembacaan puisi oleh Ni Ketut Pradnya Dewi│Foto: OSIS Kesbam

Peserta lain, Ni luh Nagita Putri dari kelas XI Keperawatan & Caregiving (KC 3), memilih puisi ‘Ampura Meme’. Baginya, puisi tersebut memiliki makna personal.

“Saya senang karena bisa meluapkan isi hati lewat puisi ini. Perasaan saya campur aduk, ada senang sekaligus sedih. Puisi ‘Ampura Meme’ sangat berkesan bagi saya, bukan karena panjangnya, tetapi karena maknanya yang dalam. Puisi itu mewakili perasaan saya kepada ibu, meskipun beliau sudah tidak bersama saya lagi,” tuturnya.

Nagita mengaku tidak melakukan latihan khusus di depan cermin. Ia lebih memilih memahami dan merasakan setiap kata demi kata agar emosi dapat tersampaikan secara alami saat tampil. Menurutnya, tantangan tersulit dalam membaca puisi Bali adalah mengartikan setiap diksi sehingga pembacaan mampu membawa suasana dan menyentuh perasaan penonton.

Pembacaan puisi oleh Ni luh Nagita Putri│Foto: OSIS Kesbam

Lomba baca puisi hari itu pun ditutup dengan seluruh penampilan peserta. Meski pengumuman pemenang baru akan dilakukan di kemudian hari, ketegangan para peserta belum sepenuhnya usai. Rasa penasaran itu barangkali masih akan bertahan hingga keputusan diumumkan.

Namun lebih dari sekadar hasil lomba, pagi di aula Kesbam telah menghadirkan ruang ekspresi bagi Bahasa Bali untuk kembali bergema ─ melalui suara-suara muda yang sedang belajar mencintai dan merawat warisan budayanya sendiri. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Dari Pagi Mendung hingga Riuh Warna Perayaan pada Pembukaan HUT ke-17 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar
Tags: Bahasa BaliPendidikanseni baca puisiSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Another Day’: Balada Puitis Dream Theater

Next Post

Penting Penegasan Penggunaan Aksara Bali di Baligrafi —Catatan Workshop Baligrafi di Bulan Bahasa Bali 2026

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Penting Penegasan Penggunaan Aksara Bali di Baligrafi —Catatan Workshop Baligrafi di Bulan Bahasa Bali 2026

Penting Penegasan Penggunaan Aksara Bali di Baligrafi ---Catatan Workshop Baligrafi di Bulan Bahasa Bali 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co