14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merawat Budaya Lewat Lomba Baca Puisi Bali: Ekspresi Siswa SMK Kesehatan Bali Medika di Hari Pertama Kesbam Anniversary Contest VI

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
February 5, 2026
in Panggung
Merawat Budaya Lewat Lomba Baca Puisi Bali: Ekspresi Siswa SMK Kesehatan Bali Medika di Hari Pertama Kesbam Anniversary Contest VI

Lomba Baca Puisi Bali – KAC VI Kesbam│Foto: OSIS Kesbam

PAGI itu, Aula SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) terasa berbeda. Bukan karena tata ruangnya, melainkan oleh ketegangan yang menggantung di udara. Rabu, 4 Februari 2026, tepat pukul 08.00 Wita, hari pertama pelaksanaan Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI resmi dimulai. Dari berbagai lomba internal yang digelar, salah satu yang menarik perhatian banyak warga sekolah adalah Lomba Baca Puisi Bali.

Sebanyak 14 peserta dari perwakilan kelas X dan XI silih berganti memasuki panggung dan membacakan puisinya. Mereka datang membawa keberanian, latihan singkat yang padat, serta lembaran puisi yang siap dihidupkan lewat suara dan ekspresi.

Pelaksanaan lomba ini terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan Bulan Bahasa Bali yang diperingati setiap Februari. Momentum tersebut memberi ruang bagi generasi muda untuk kembali mendekat pada bahasa ibu, pada puisi-puisi yang menyimpan nilai dan identitas budaya.

Lomba Baca Puisi Bali – KAC VI Kesbam│Foto: OSIS Kesbam

Sebelumnya, panitia telah menyiapkan sejumlah karya yang dapat dipilih peserta. Di antaranya ‘Siwa Ratri’ karya I Ketut Rida, ‘Ampura Meme’ karya Agus Mahardika, ‘Leluu’ karya Made Suar Timuhun, ‘Pabesen Meme lan Bapa’ karya Agus Mertayasa, serta ‘Sastra Pinaka Sawitra’ karya I Made Sunaryana. Masing-masing puisi menghadirkan tema dan kedalaman rasa yang berbeda, menuntut peserta untuk tidak sekadar membaca, tetapi juga menghayati.

Satu per satu peserta tampil. Uniknya, tidak semua peserta merupakan penutur asli Bahasa Bali. Perbedaan latar belakang itu terlihat dari ragam gaya membaca, pelafalan, hingga cara menafsirkan makna. Dari beberapa aspek, puisi Bahasa Bali memang tidak semudah puisi Bahasa Indonesia. Ragam bahasa yang lebih kompleks serta kosakata yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi peserta non-Bali.

Dalam penilaian lomba, peserta tidak hanya dituntut mampu melafalkan bait demi bait dengan tepat. Pembacaan puisi juga dinilai dari keseimbangan wiraga, wirasa, dan wirama. Wiraga tercermin dari sikap tubuh dan ekspresi saat tampil, wirasa hadir melalui penghayatan emosi terhadap isi puisi, sementara wirama tampak pada pengaturan tempo, jeda, dan tekanan suara. Ketiganya menjadi satu kesatuan yang menentukan apakah sebuah puisi hidup di hadapan audiens.

Lomba Baca Puisi Bali – KAC VI Kesbam│Foto: OSIS Kesbam

Salah satu siswa memberikan respons tentang Lomba Baca Puisi Bali – KAC VI Kesbam│Foto: OSIS Kesbam

Wajah tegang tampak di beberapa peserta. Ada yang keringat dingin sebelum naik panggung, ada pula yang suara bergetar saat bait pertama terucap. Sebagian tergopoh-gopoh menyelesaikan puisinya, sementara yang lain tampil cukup tenang, ada pula yang menunjukkan pengalaman membaca puisi yang sudah terasah.

I Made Sunaryana, S.Pd., selaku dewan juri menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah berani tampil.

“Saya bangga, semua berani mencoba. Dan saya harap semuanya selalu ingat dan menggunakan Bahasa Bali, karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mewarisi bahasa kita sendiri,” ujarnya.

Secara tidak langsung, Sunaryana menegaskan bahwa KAC bukan sekadar rangkaian perayaan hari ulang tahun sekolah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kesbam untuk turut melestarikan Bahasa dan Budaya Bali, terlebih pelaksanaan HUT Kesbam bertepatan dengan Bulan Bahasa Bali.

Evaluasi Dewan Juri – Made Sunaryana (kanan), Saya (kiri)│Foto: OSIS Kesbam

Di balik penampilan di atas panggung hari itu, tersimpan cerita perjuangan para peserta. Salah satunya Ni Ketut Pradnya Dewi dari kelas XI Farmasi Klinis dan Komunitas (FKK 1). Ia mengaku merasa lega setelah berhasil menuntaskan penampilannya.

“Perasaan saya setelah mengikuti lomba ini sangat lega. Saya bersyukur karena akhirnya bisa membawakan karya tersebut sampai selesai, meskipun sebelum tampil sempat mengalami sedikit kendala,” katanya.

Pradnya menceritakan bahwa persiapan yang cukup mepet menjadi tantangan awal. Ia memanfaatkan waktu-waktu senggang untuk berlatih, sekaligus bergumul dengan kebingungan memilih karya yang benar-benar dapat ia sajikan dengan baik. Bahkan, pada malam H-1 lomba, suaranya sempat hilang. Ia lalu beristirahat dan minum air putih sekitar dua liter hingga kondisinya membaik saat hari lomba tiba.

Selain itu, Pradnya juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesarnya adalah menumbuhkan rasa dari karya puisi sekaligus menafsirkan maknanya. Bahasa Bali dalam puisi kerap menggunakan kosakata yang jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari, sehingga proses penghayatan menjadi tantangan tersendiri.

Pembacaan puisi oleh Ni Ketut Pradnya Dewi│Foto: OSIS Kesbam

Peserta lain, Ni luh Nagita Putri dari kelas XI Keperawatan & Caregiving (KC 3), memilih puisi ‘Ampura Meme’. Baginya, puisi tersebut memiliki makna personal.

“Saya senang karena bisa meluapkan isi hati lewat puisi ini. Perasaan saya campur aduk, ada senang sekaligus sedih. Puisi ‘Ampura Meme’ sangat berkesan bagi saya, bukan karena panjangnya, tetapi karena maknanya yang dalam. Puisi itu mewakili perasaan saya kepada ibu, meskipun beliau sudah tidak bersama saya lagi,” tuturnya.

Nagita mengaku tidak melakukan latihan khusus di depan cermin. Ia lebih memilih memahami dan merasakan setiap kata demi kata agar emosi dapat tersampaikan secara alami saat tampil. Menurutnya, tantangan tersulit dalam membaca puisi Bali adalah mengartikan setiap diksi sehingga pembacaan mampu membawa suasana dan menyentuh perasaan penonton.

Pembacaan puisi oleh Ni luh Nagita Putri│Foto: OSIS Kesbam

Lomba baca puisi hari itu pun ditutup dengan seluruh penampilan peserta. Meski pengumuman pemenang baru akan dilakukan di kemudian hari, ketegangan para peserta belum sepenuhnya usai. Rasa penasaran itu barangkali masih akan bertahan hingga keputusan diumumkan.

Namun lebih dari sekadar hasil lomba, pagi di aula Kesbam telah menghadirkan ruang ekspresi bagi Bahasa Bali untuk kembali bergema ─ melalui suara-suara muda yang sedang belajar mencintai dan merawat warisan budayanya sendiri. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Dari Pagi Mendung hingga Riuh Warna Perayaan pada Pembukaan HUT ke-17 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar
Tags: Bahasa BaliPendidikanseni baca puisiSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Another Day’: Balada Puitis Dream Theater

Next Post

Penting Penegasan Penggunaan Aksara Bali di Baligrafi —Catatan Workshop Baligrafi di Bulan Bahasa Bali 2026

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

Read moreDetails

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

Read moreDetails

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
0
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

Read moreDetails

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
0
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

Read moreDetails

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
0
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

Read moreDetails
Next Post
Penting Penegasan Penggunaan Aksara Bali di Baligrafi —Catatan Workshop Baligrafi di Bulan Bahasa Bali 2026

Penting Penegasan Penggunaan Aksara Bali di Baligrafi ---Catatan Workshop Baligrafi di Bulan Bahasa Bali 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co