23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Orang Ketiga’ yang Selalu Menggoda

Chusmeru by Chusmeru
January 22, 2026
in Fiksi
‘Orang Ketiga’ yang Selalu Menggoda

WAJAHNYA tidak terlalu ganteng, tetapi juga tidak jelek. Namun pekerjaannya sebagai karyawan perusahaan ternama membuat Rudi Setiarto banyak dilirik gadis. Apalagi di usianya yang sudah menginjak 35 tahun ia belum menikah. Padahal ia sudah memiliki segalanya; rumah yang cukup besar, mobil bagus, dan tentunya penghasilan bulanan yang terbilang besar.

Rudi Setiarto bukan tak mau segera beristri. Kesibukannya di pekerjaan membuatnya tidak memiliki banyak waktu luang untuk berpacaran. Sabtu dan Minggu yang semestinya dapat dimanfaatkan untuk santai, kadang justru dihabiskan untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas. Ia memang dikenal sebagai pekerja keras di perusahaannya.

Kecukupan materi tak membuat hati Rudi Setiarto tenang. Ia justru selalu gelisah setiap hari. Di usianya yang sudah kepala tiga lebih ia masih hidup sendiri. Ia merindukan peluk mesra seorang istri. Ia juga merindukan tangis bayi di rumahnya. Rudi Setiarto ingin segera menikah. Entah dengan siapa. Tidak perlu terlalu cantik atau berpendidikan tinggi. Yang penting setia dan sayang pada keluarga.

Kedua orang tua Rudi Setiarto juga sudah berulang kali menanyakan kapan ia akan menikah. Sebagai orang tua mereka khawatir bila anaknya tak segera menikah. Apalagi Rudi Setiarto anak sulung. Adiknya yang perempuan sudah menikah terlebih dahulu.

“Belum menemukan jodoh yang pas,” begitu selalu jawaban yang diberikan Rudi Setiarto setiap ditanya orang tuanya.

Lama-kelamaan ia risih juga. Ia tak mau disebut bujang lapuk, tak punya istri tak punya keturunan. Kebetulan di kantornya ada karyawan wanita yang baru dimutasi dari kota lain. Usianya terpaut lima tahun dari Rudi Setiarto. Masih belum bersuami. Wajahnya manis. Namanya Lisa Amalia. Terpikat hati Rudi Setiarto dengan Lisa Amalia yang berpenampilan sederhana, namun cara berpikirnya menunjukkan sikap dewasa.

Gayung bersambut. Saat Rudi Setiarto menyatakan cintanya, Lisa Amalia menerimanya. Mereka berpacaran. Tidak terlalu lama. Rudi Setiarto berniat melamar Lisa Amalia. Tanpa penolakan. Bahkan Lisa Amalia meminta Rudi Setiarto untuk segera menikahinya. Tanpa pikir panjang. Rudi Setiarto menyanggupinya.

Orang tua Rudi Setiarto menyambut gembira. Anak sulung mereka akan segera menikah. Harapan mereka tentu saja agar anaknya membina keluarga yang bahagia dan segera diberikan keturunan. Setelah menikah mereka akan menempati rumah yang telah dimiliki Rudi Setiarto.

***

Hari-hari penuh ceria dilalui pasangan Rudi Setiarto dan Lisa Amalia sejak mereka menikah. Rudi begitu menyayangi Lisa. Pun demikian dengan Lisa, sangat mencintai dan menghormati Rudi sebagai suami. Pasangan Rudi dan Lisa nyaris sempurna. Tak ada kekurangan ekonomi, tak ada pertengkaran di antara mereka.

Hingga suatu sore, Lisa dikejutkan oleh sesuatu yang dilihatnya. Selepas pulang dari kantor, ia hendak masuk kamar. Mendadak ia dikagetkan dengan sekelebat bayangan perempuan keluar dari kamarnya. Perempuan berparas cantik dengan rambut sebahu.

Lisa menghentikan langkahnya. Ingin ia berteriak menghardik perempuan itu. Namun kerongkongannya terasa tersumbat. Ia tak mampu bersuara. Belum tuntas rasa marahnya, tiba-tiba perempuan itu menghilang. Lisa kaget. Ia pandangi seisi rumah. Tidak tampak perempuan yang sempat keluar dari kamarnya. Berbarengan dengan itu tercium aroma bunga melati. Lisa merinding.

“Siapa yang tadi keluar dari kamar? Hantu…?” tanya Lisa dalam hati seraya sedikit gemetar ketakutan.

Diceritakan apa yang dilihatnya kepada Rudi, suaminya. Awalnya Rudi tak percaya. Selama ini ia tinggal sendirian di rumah, tak pernah sekali pun ia melihat hantu perempuan di rumahnya. Ia mencoba menenangkan Lisa.

“Mungkin kamu terlalu capai, sehingga seolah melihat orang lain di rumah,” kata Rudi.

“Tidak, Mas. Aku sadar. Kulihat perempuan itu keluar dari kamar. Tapi waktu aku mau berteriak, tiba-tiba ia menghilang,” ujar Lisa meyakinkan Rudi.

Rudi tak menyahut lagi. Ia percaya saja apa yang dikatakan istrinya. Meski ia tak percaya ada hantu di rumahnya. Memang ia kadang bermimpi bertemu seorang perempuan cantik berambut sebahu. Dalam mimpi ia sempat berkencan dengan perempuan itu.  Namun itu hanya dalam mimpi. Dan mimpi baginya adalah bunga tidur.

Bukan sekali Lisa melihat seorang perempuan keluar dari kamarnya dan lantas menghilang. Lisa merasa tidak nyaman tinggal di rumah. Kadang ia merasa ngeri bila tiba-tiba perempuan itu muncul di kamar. Lisa merasa kesal pada Rudi yang masih tak percaya bila rumahnya dihuni hantu perempuan.

Naas tak dapat ditolak. Ketika Lisa melihat hantu perempuan itu keluar dari kamar, ia mengejarnya. Namun sia-sia. Perempuan itu lenyap, dan Lisa terpeleset di lantai ruang tamu. Kepalanya terbentur kaki meja. Darah mengucur dari kepala Lisa. Ia pun pingsan tak sadarkan diri.

Rudi terkejut saat pulang mendapati istrinya terkapar di lantai dengan bersimbah darah. Ia segera membopong Lisa dan membawanya ke rumah sakit. Lisa tidak tertolong. Pendarahan hebat di kepala telah merenggut nyawanya. Rudi terpukul sedih. Belum genap satu bulan ia menikah, istrinya sudah terlebih dahulu menghadap Tuhan.

***

Kematian Lisa Amalia membuat Rudi Setiarto seperti kehilangan arah. Hidupnya menjadi tak bergairah. Rudi sudah begitu bahagia di awal pernikahan. Lisa menjadi istri yang baik. Menjadi teman diskusi, teman berbagi, dan teman di kala sepi. Kini Rudi kembali sendiri.

Rudi tak habis pikir, mengapa istrinya bisa terjatuh hingga kepalanya berdarah. Ia juga tak mengerti mengapa rumahnya dihuni “orang ketiga”, hantu perempuan yang cantik. Padahal ia membeli rumah itu dari pengembang dalam kondisi baru. Lalu dari mana hantu perempuan itu datang?

Kini, genap satu tahun Lisa Amalia meninggalkan Rudi Setiarto. Tak lagi ada ratapan. Rudi sudah mengikhlaskan kepergian Lisa. Ia kini ingin fokus pada pekerjaannya. Sesekali memang terbersit dalam benaknya untuk menikah lagi. Meski kadang masih terbayang wajah almarhumah istrinya.

Saat Rudi berada dalam kebimbangan, muncul seorang perempuan cantik singgah di hatinya. Nanik Wahyuni, perempuan asal Solo membuat hati Rudi luluh. Memang tak secantik Lisa Amalia. Namun Nanik Wahyuni memiliki daya pikat tersendiri. Ia bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi. Orangnya ramah, enak diajak ngobrol, dan menurut pengakuannya, Nanik pintar memasak.

Tanpa berpikir terlalu panjang, Rudi berniat meminang Nanik. Hidup sendirian justru membuatnya sering memikirkan Lisa Amalia. Meskipun Rudi juga tak ingin pernikahannya dengan Nanik hanya sebatas pelarian. Ia serius ingin menikah dengan Nanik. Rudi ingin menutup lembaran lama dalam kehidupannya.

Berbekal restu dari kedua orang tuanya dan keluarga mantan istrinya, Rudi Setiarto menikahi Nanik Wahyuni. Tidak ada resepsi. Hanya pernikahan sederhana yang dihadiri keluarga Rudi dan keluarga Nanik. Bagi mereka yang penting sahnya pernikahan.

Hari demi hari dilalui Rudi bersama Nanik, istri keduanya. Semua baik-baik saja. Kemesraan selalu mereka tunjukkan. Rudi begitu bahagia. Apalagi masakan buatan Nanik memang enak, sesuai dengan selera Rudi.

Hari Minggu pagi, Rudi dan Nanik bersantai di ruang tengah rumahnya. Mereka menonton TV bersama. Biasanya setiap hari Minggu mereka akan keluar rumah sekadar cari udara segar. Namun kali ini mereka memutuskan untuk di rumah saja.

Tengah asyik menonton tayangan infotainment di TV, mereka dikejutkan oleh sosok perempuan berambut sebahu keluar dari kamar. Wajah perempuan itu sama persis dengan yang ia temui dalam mimpi. Mata Rudi terbelalak. Ia bangkit dari duduknya. Prempuan itu sempat menoleh, kemudian menghilang begitu saja. Nanik berteriak ketakutan.

“Siapa itu mas…??? Kok menghilang..?” tanya Nanik dengan raut muka takut.

Rudi tak segera menjawab. Ia merasakan bergidik di sekujur tubuhnya. Ternyata cerita almarhumah mantan istrinya benar. Rumah Rudi ada hantunya. Dan kini Rudi melihatnya sendiri. Bahkan di pagi hari hantu itu menampakkan diri.

“Sepertinya hantu..,” kata Rudi yang membuat Nanik ikutan bergidik ketakutan.

Sejak melihat hantu perempuan itu Nanik menjadi penakut. Ia tak berani sendirian di rumah. Ia selalu ingin dekat dengan Rudi. Ketika berada di dapur pun kadang Nanik dicekam ketakutan. Bulu kuduknya kadang berdiri dan ciut nyalinya ketika tiba-tiba seperti terdengar pintu kamar yang terbuka sendiri.

***

Malam ini Rudi tertidur pulas. Rasa capai bekerja seharian membuatnya cepat tidur. Menjelang dini hari Rudi kembali bermimpi. Seorang perempuan cantik dengan rambut sebahu menghampirinya. Ia membelai rambut Rudi, kemudian tidur di samping Rudi. Ketika perempuan itu hendak memeluk, Rudi menolaknya. Namun perempuan itu tetap berusaha memeluk Rudi.

“Pergi kamu..!” bentak Rudi.

Nanik yang tidur di samping Rudi terkejut mendengar bentakan suaminya. Ia terbangun. Nanik mencoba menyadarkan Rudi yang mengingau. Ditepuknya bahu Rudi.

“Mas… bangun, Mas..,” kata Nanik.

Rudi terbangun. Wajahnya masih tampak seperti orang marah. Ia memandang Nanik, lalu memandang sekeliling kamar. Mencoba mencari sosok perempuan yang hadir dalam mimpinya. Rudi kesal, mengapa perempuan itu selalu hadir sebagai “orang ketiga”  yang menggoda rumah tangganya.

“Aku mimpi didatangi perempuan itu,” kata Rudi membuat Nanik ketakutan.

Sejak peristiwa munculnya perempuan di kamar dan mimpi Rudi, perasaan Nanik menjadi tak karuan. Ia merasa sudah tidak nyaman tinggal di rumah. Ia tindak ingin ada kehadiran “orang ketiga” yang selalu menganggu kehidupannya.

Kejadian tragis seperti yang dialami istri pertama Rudi kembali terulang. Ketika Nanik sedang berada di kamar mandi, ia merasa ada orang yang mendorongnya. Nanik terhuyung. Kepalanya membentur sudut bak kamar mandi. Darah mengucur deras. Rudi yang mendengar suara gaduh di kamar mandi segera berlari menghampiri. Nanik tergeletak di kamar mandi.

Rudi segera menelepon ambulance rumah sakit terdekat. Nanik dibawa ke UGD. Tidak bertahan lama. Hanya dalam hitungan menit, saat berada di UGD Nanik tak dapat diselamatkan. Darah yang mengucur deras di kepalanya membuatnya meregang nyawa. Rudi menangis tersedu-sedu. Ia kehilangan istri untuk kedua kalinya.

Kedua orang tua Rudi Setiarto menyarankan agar rumahnya dibersihkan dari aura negatif yang disebabkan oleh “orang ketiga”. Rudi menurut saja. Ia menghubungi kiai yang paham tentang dunia gaib. Ia berharap hantu perempuan yang sering menganggunya dan dianggapnya menyebabkan dua istri Rudi meninggal dapat pergi dari rumahnya.

Proses pembersihan rumah Rudi berjalan cukup lama. Menurut sang kiai, hantu perempuan itu tak mau disuruh pergi dari rumah Rudi. Beberapa doa terus dilantunkan sang kiai. Tak lama kemudian terdengar suara jeritan panjang seorang perempuan dari dalam kamar Rudi. Kiai itu terus membaca doa-doa. Jeritan itu semakin melengking. Asap putih keluar dari kamar Rudi. Perasaan mencekam, merinding, dan mengerikan dirasakan Rudi.

“Hantu perempuan itu arwah penasaran yang terjebak di rumah ini. Dia telah pergi. Semoga semua kembali tenang,” kata sang kiai.

Hati Rudi lega. Selama ini hantu perempuan telah menjadi “orang ketiga” yang selalu menggoda dan menganggu rumah tangganya. Rudi sendiri tak tahu dan tak mau tahu dari mana asal-usul hantu perempuan itu. Yang penting baginya kini “orang ketiga” itu telah pergi dari rumahnya.

Rudi Setiarto berharap ia akan dapat menjalani kehidupan baru dalam suasana yang tenang. Ia belum terpikir untuk menikah lagi. Kenangan bersama almarhumah kedua istrinya begitu indah untuk dilupakan. Entah sampai kapan ia akan menyimpan kenangan itu.

Hingga suatu hari, Rudi bertemu dengan seorang perempuan, Rini  Puspawati. Parasnya cantik, senyumnya manis. Memang berbeda dengan kedua almarhumah mantan istrinya, Rini Puspawati orangnya pendiam. Namun saat diajak mengobrol, akan banyak cerita yang keluar dari mulut Rini. Pastinya yang membuat Rudi jatuh hati pada Rini adalah senyum manisnya.

Rini Puspawati memang tidak meminta Rudi untuk segera menikahinya. Itu juga yang membuat Rudi nyaman menjalani hubungan dengan Rini. Bagi mereka, mengenal pribadi masing-masing lebih penting untuk membangun rumah tangga nantinya.

Entah sampai kapan Rudi Setiarto akan mengambil keputusan untuk menikahi Rini Puspawati. Jika ia menikah lagi, maka Rini adalah istri ketiga bagi Rudi. Harapannya, Rini adalah istri terakhir dan selamanya bagi Rudi. Ia juga tak ingin lagi ada “orang ketiga” dalam rumah tangganya kelak. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: cerita misterifiksihoror
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Born Free’: Nostalgia Gerakan Kontra-Budaya

Next Post

Catatan Pasca Forum: Lokakarya dan Pertemuan Produser Seni Pertunjukan Indonesia 2025

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Ajian Jaran Goyang

by Chusmeru
August 20, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

by Chusmeru
August 6, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

KENCAN pertama untuk sebagian besar orang dianggap sesuatu yang mendebarkan. Begitu pun yang dirasakan Heru Pambudi dan Tuty Rosdiana. Belum...

Read moreDetails

Malam Keakraban Berbuntut Teror

by Chusmeru
July 23, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI dosen pembimbing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi membuat Asifa Furoda selalu dekat dengan mahasiswa. Bukan hanya ketika berada...

Read moreDetails

Resepsi Pernikahan Genderuwo di Bulan Suro

by Chusmeru
July 2, 2026
0

MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Pasca Forum: Lokakarya dan Pertemuan Produser Seni Pertunjukan Indonesia 2025

Catatan Pasca Forum: Lokakarya dan Pertemuan Produser Seni Pertunjukan Indonesia 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co