2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Orang Ketiga’ yang Selalu Menggoda

Chusmeru by Chusmeru
January 22, 2026
in Fiksi
‘Orang Ketiga’ yang Selalu Menggoda

WAJAHNYA tidak terlalu ganteng, tetapi juga tidak jelek. Namun pekerjaannya sebagai karyawan perusahaan ternama membuat Rudi Setiarto banyak dilirik gadis. Apalagi di usianya yang sudah menginjak 35 tahun ia belum menikah. Padahal ia sudah memiliki segalanya; rumah yang cukup besar, mobil bagus, dan tentunya penghasilan bulanan yang terbilang besar.

Rudi Setiarto bukan tak mau segera beristri. Kesibukannya di pekerjaan membuatnya tidak memiliki banyak waktu luang untuk berpacaran. Sabtu dan Minggu yang semestinya dapat dimanfaatkan untuk santai, kadang justru dihabiskan untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas. Ia memang dikenal sebagai pekerja keras di perusahaannya.

Kecukupan materi tak membuat hati Rudi Setiarto tenang. Ia justru selalu gelisah setiap hari. Di usianya yang sudah kepala tiga lebih ia masih hidup sendiri. Ia merindukan peluk mesra seorang istri. Ia juga merindukan tangis bayi di rumahnya. Rudi Setiarto ingin segera menikah. Entah dengan siapa. Tidak perlu terlalu cantik atau berpendidikan tinggi. Yang penting setia dan sayang pada keluarga.

Kedua orang tua Rudi Setiarto juga sudah berulang kali menanyakan kapan ia akan menikah. Sebagai orang tua mereka khawatir bila anaknya tak segera menikah. Apalagi Rudi Setiarto anak sulung. Adiknya yang perempuan sudah menikah terlebih dahulu.

“Belum menemukan jodoh yang pas,” begitu selalu jawaban yang diberikan Rudi Setiarto setiap ditanya orang tuanya.

Lama-kelamaan ia risih juga. Ia tak mau disebut bujang lapuk, tak punya istri tak punya keturunan. Kebetulan di kantornya ada karyawan wanita yang baru dimutasi dari kota lain. Usianya terpaut lima tahun dari Rudi Setiarto. Masih belum bersuami. Wajahnya manis. Namanya Lisa Amalia. Terpikat hati Rudi Setiarto dengan Lisa Amalia yang berpenampilan sederhana, namun cara berpikirnya menunjukkan sikap dewasa.

Gayung bersambut. Saat Rudi Setiarto menyatakan cintanya, Lisa Amalia menerimanya. Mereka berpacaran. Tidak terlalu lama. Rudi Setiarto berniat melamar Lisa Amalia. Tanpa penolakan. Bahkan Lisa Amalia meminta Rudi Setiarto untuk segera menikahinya. Tanpa pikir panjang. Rudi Setiarto menyanggupinya.

Orang tua Rudi Setiarto menyambut gembira. Anak sulung mereka akan segera menikah. Harapan mereka tentu saja agar anaknya membina keluarga yang bahagia dan segera diberikan keturunan. Setelah menikah mereka akan menempati rumah yang telah dimiliki Rudi Setiarto.

***

Hari-hari penuh ceria dilalui pasangan Rudi Setiarto dan Lisa Amalia sejak mereka menikah. Rudi begitu menyayangi Lisa. Pun demikian dengan Lisa, sangat mencintai dan menghormati Rudi sebagai suami. Pasangan Rudi dan Lisa nyaris sempurna. Tak ada kekurangan ekonomi, tak ada pertengkaran di antara mereka.

Hingga suatu sore, Lisa dikejutkan oleh sesuatu yang dilihatnya. Selepas pulang dari kantor, ia hendak masuk kamar. Mendadak ia dikagetkan dengan sekelebat bayangan perempuan keluar dari kamarnya. Perempuan berparas cantik dengan rambut sebahu.

Lisa menghentikan langkahnya. Ingin ia berteriak menghardik perempuan itu. Namun kerongkongannya terasa tersumbat. Ia tak mampu bersuara. Belum tuntas rasa marahnya, tiba-tiba perempuan itu menghilang. Lisa kaget. Ia pandangi seisi rumah. Tidak tampak perempuan yang sempat keluar dari kamarnya. Berbarengan dengan itu tercium aroma bunga melati. Lisa merinding.

“Siapa yang tadi keluar dari kamar? Hantu…?” tanya Lisa dalam hati seraya sedikit gemetar ketakutan.

Diceritakan apa yang dilihatnya kepada Rudi, suaminya. Awalnya Rudi tak percaya. Selama ini ia tinggal sendirian di rumah, tak pernah sekali pun ia melihat hantu perempuan di rumahnya. Ia mencoba menenangkan Lisa.

“Mungkin kamu terlalu capai, sehingga seolah melihat orang lain di rumah,” kata Rudi.

“Tidak, Mas. Aku sadar. Kulihat perempuan itu keluar dari kamar. Tapi waktu aku mau berteriak, tiba-tiba ia menghilang,” ujar Lisa meyakinkan Rudi.

Rudi tak menyahut lagi. Ia percaya saja apa yang dikatakan istrinya. Meski ia tak percaya ada hantu di rumahnya. Memang ia kadang bermimpi bertemu seorang perempuan cantik berambut sebahu. Dalam mimpi ia sempat berkencan dengan perempuan itu.  Namun itu hanya dalam mimpi. Dan mimpi baginya adalah bunga tidur.

Bukan sekali Lisa melihat seorang perempuan keluar dari kamarnya dan lantas menghilang. Lisa merasa tidak nyaman tinggal di rumah. Kadang ia merasa ngeri bila tiba-tiba perempuan itu muncul di kamar. Lisa merasa kesal pada Rudi yang masih tak percaya bila rumahnya dihuni hantu perempuan.

Naas tak dapat ditolak. Ketika Lisa melihat hantu perempuan itu keluar dari kamar, ia mengejarnya. Namun sia-sia. Perempuan itu lenyap, dan Lisa terpeleset di lantai ruang tamu. Kepalanya terbentur kaki meja. Darah mengucur dari kepala Lisa. Ia pun pingsan tak sadarkan diri.

Rudi terkejut saat pulang mendapati istrinya terkapar di lantai dengan bersimbah darah. Ia segera membopong Lisa dan membawanya ke rumah sakit. Lisa tidak tertolong. Pendarahan hebat di kepala telah merenggut nyawanya. Rudi terpukul sedih. Belum genap satu bulan ia menikah, istrinya sudah terlebih dahulu menghadap Tuhan.

***

Kematian Lisa Amalia membuat Rudi Setiarto seperti kehilangan arah. Hidupnya menjadi tak bergairah. Rudi sudah begitu bahagia di awal pernikahan. Lisa menjadi istri yang baik. Menjadi teman diskusi, teman berbagi, dan teman di kala sepi. Kini Rudi kembali sendiri.

Rudi tak habis pikir, mengapa istrinya bisa terjatuh hingga kepalanya berdarah. Ia juga tak mengerti mengapa rumahnya dihuni “orang ketiga”, hantu perempuan yang cantik. Padahal ia membeli rumah itu dari pengembang dalam kondisi baru. Lalu dari mana hantu perempuan itu datang?

Kini, genap satu tahun Lisa Amalia meninggalkan Rudi Setiarto. Tak lagi ada ratapan. Rudi sudah mengikhlaskan kepergian Lisa. Ia kini ingin fokus pada pekerjaannya. Sesekali memang terbersit dalam benaknya untuk menikah lagi. Meski kadang masih terbayang wajah almarhumah istrinya.

Saat Rudi berada dalam kebimbangan, muncul seorang perempuan cantik singgah di hatinya. Nanik Wahyuni, perempuan asal Solo membuat hati Rudi luluh. Memang tak secantik Lisa Amalia. Namun Nanik Wahyuni memiliki daya pikat tersendiri. Ia bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi. Orangnya ramah, enak diajak ngobrol, dan menurut pengakuannya, Nanik pintar memasak.

Tanpa berpikir terlalu panjang, Rudi berniat meminang Nanik. Hidup sendirian justru membuatnya sering memikirkan Lisa Amalia. Meskipun Rudi juga tak ingin pernikahannya dengan Nanik hanya sebatas pelarian. Ia serius ingin menikah dengan Nanik. Rudi ingin menutup lembaran lama dalam kehidupannya.

Berbekal restu dari kedua orang tuanya dan keluarga mantan istrinya, Rudi Setiarto menikahi Nanik Wahyuni. Tidak ada resepsi. Hanya pernikahan sederhana yang dihadiri keluarga Rudi dan keluarga Nanik. Bagi mereka yang penting sahnya pernikahan.

Hari demi hari dilalui Rudi bersama Nanik, istri keduanya. Semua baik-baik saja. Kemesraan selalu mereka tunjukkan. Rudi begitu bahagia. Apalagi masakan buatan Nanik memang enak, sesuai dengan selera Rudi.

Hari Minggu pagi, Rudi dan Nanik bersantai di ruang tengah rumahnya. Mereka menonton TV bersama. Biasanya setiap hari Minggu mereka akan keluar rumah sekadar cari udara segar. Namun kali ini mereka memutuskan untuk di rumah saja.

Tengah asyik menonton tayangan infotainment di TV, mereka dikejutkan oleh sosok perempuan berambut sebahu keluar dari kamar. Wajah perempuan itu sama persis dengan yang ia temui dalam mimpi. Mata Rudi terbelalak. Ia bangkit dari duduknya. Prempuan itu sempat menoleh, kemudian menghilang begitu saja. Nanik berteriak ketakutan.

“Siapa itu mas…??? Kok menghilang..?” tanya Nanik dengan raut muka takut.

Rudi tak segera menjawab. Ia merasakan bergidik di sekujur tubuhnya. Ternyata cerita almarhumah mantan istrinya benar. Rumah Rudi ada hantunya. Dan kini Rudi melihatnya sendiri. Bahkan di pagi hari hantu itu menampakkan diri.

“Sepertinya hantu..,” kata Rudi yang membuat Nanik ikutan bergidik ketakutan.

Sejak melihat hantu perempuan itu Nanik menjadi penakut. Ia tak berani sendirian di rumah. Ia selalu ingin dekat dengan Rudi. Ketika berada di dapur pun kadang Nanik dicekam ketakutan. Bulu kuduknya kadang berdiri dan ciut nyalinya ketika tiba-tiba seperti terdengar pintu kamar yang terbuka sendiri.

***

Malam ini Rudi tertidur pulas. Rasa capai bekerja seharian membuatnya cepat tidur. Menjelang dini hari Rudi kembali bermimpi. Seorang perempuan cantik dengan rambut sebahu menghampirinya. Ia membelai rambut Rudi, kemudian tidur di samping Rudi. Ketika perempuan itu hendak memeluk, Rudi menolaknya. Namun perempuan itu tetap berusaha memeluk Rudi.

“Pergi kamu..!” bentak Rudi.

Nanik yang tidur di samping Rudi terkejut mendengar bentakan suaminya. Ia terbangun. Nanik mencoba menyadarkan Rudi yang mengingau. Ditepuknya bahu Rudi.

“Mas… bangun, Mas..,” kata Nanik.

Rudi terbangun. Wajahnya masih tampak seperti orang marah. Ia memandang Nanik, lalu memandang sekeliling kamar. Mencoba mencari sosok perempuan yang hadir dalam mimpinya. Rudi kesal, mengapa perempuan itu selalu hadir sebagai “orang ketiga”  yang menggoda rumah tangganya.

“Aku mimpi didatangi perempuan itu,” kata Rudi membuat Nanik ketakutan.

Sejak peristiwa munculnya perempuan di kamar dan mimpi Rudi, perasaan Nanik menjadi tak karuan. Ia merasa sudah tidak nyaman tinggal di rumah. Ia tindak ingin ada kehadiran “orang ketiga” yang selalu menganggu kehidupannya.

Kejadian tragis seperti yang dialami istri pertama Rudi kembali terulang. Ketika Nanik sedang berada di kamar mandi, ia merasa ada orang yang mendorongnya. Nanik terhuyung. Kepalanya membentur sudut bak kamar mandi. Darah mengucur deras. Rudi yang mendengar suara gaduh di kamar mandi segera berlari menghampiri. Nanik tergeletak di kamar mandi.

Rudi segera menelepon ambulance rumah sakit terdekat. Nanik dibawa ke UGD. Tidak bertahan lama. Hanya dalam hitungan menit, saat berada di UGD Nanik tak dapat diselamatkan. Darah yang mengucur deras di kepalanya membuatnya meregang nyawa. Rudi menangis tersedu-sedu. Ia kehilangan istri untuk kedua kalinya.

Kedua orang tua Rudi Setiarto menyarankan agar rumahnya dibersihkan dari aura negatif yang disebabkan oleh “orang ketiga”. Rudi menurut saja. Ia menghubungi kiai yang paham tentang dunia gaib. Ia berharap hantu perempuan yang sering menganggunya dan dianggapnya menyebabkan dua istri Rudi meninggal dapat pergi dari rumahnya.

Proses pembersihan rumah Rudi berjalan cukup lama. Menurut sang kiai, hantu perempuan itu tak mau disuruh pergi dari rumah Rudi. Beberapa doa terus dilantunkan sang kiai. Tak lama kemudian terdengar suara jeritan panjang seorang perempuan dari dalam kamar Rudi. Kiai itu terus membaca doa-doa. Jeritan itu semakin melengking. Asap putih keluar dari kamar Rudi. Perasaan mencekam, merinding, dan mengerikan dirasakan Rudi.

“Hantu perempuan itu arwah penasaran yang terjebak di rumah ini. Dia telah pergi. Semoga semua kembali tenang,” kata sang kiai.

Hati Rudi lega. Selama ini hantu perempuan telah menjadi “orang ketiga” yang selalu menggoda dan menganggu rumah tangganya. Rudi sendiri tak tahu dan tak mau tahu dari mana asal-usul hantu perempuan itu. Yang penting baginya kini “orang ketiga” itu telah pergi dari rumahnya.

Rudi Setiarto berharap ia akan dapat menjalani kehidupan baru dalam suasana yang tenang. Ia belum terpikir untuk menikah lagi. Kenangan bersama almarhumah kedua istrinya begitu indah untuk dilupakan. Entah sampai kapan ia akan menyimpan kenangan itu.

Hingga suatu hari, Rudi bertemu dengan seorang perempuan, Rini  Puspawati. Parasnya cantik, senyumnya manis. Memang berbeda dengan kedua almarhumah mantan istrinya, Rini Puspawati orangnya pendiam. Namun saat diajak mengobrol, akan banyak cerita yang keluar dari mulut Rini. Pastinya yang membuat Rudi jatuh hati pada Rini adalah senyum manisnya.

Rini Puspawati memang tidak meminta Rudi untuk segera menikahinya. Itu juga yang membuat Rudi nyaman menjalani hubungan dengan Rini. Bagi mereka, mengenal pribadi masing-masing lebih penting untuk membangun rumah tangga nantinya.

Entah sampai kapan Rudi Setiarto akan mengambil keputusan untuk menikahi Rini Puspawati. Jika ia menikah lagi, maka Rini adalah istri ketiga bagi Rudi. Harapannya, Rini adalah istri terakhir dan selamanya bagi Rudi. Ia juga tak ingin lagi ada “orang ketiga” dalam rumah tangganya kelak. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: cerita misterifiksihoror
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Born Free’: Nostalgia Gerakan Kontra-Budaya

Next Post

Catatan Pasca Forum: Lokakarya dan Pertemuan Produser Seni Pertunjukan Indonesia 2025

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Suara dari Dalam Lemari

by Chusmeru
September 17, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Pasca Forum: Lokakarya dan Pertemuan Produser Seni Pertunjukan Indonesia 2025

Catatan Pasca Forum: Lokakarya dan Pertemuan Produser Seni Pertunjukan Indonesia 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co